Rahim Bayaran Mr Julian Alexander

Rahim Bayaran Mr Julian Alexander
Season 2 New life begins : Membuka hati


__ADS_3

Dua bulan kemudian


Keadaaan Valerie kini sudah semakin membaik. Ia bahkan sudah bisa beraktifitas seperti sedia kala.


Setelah ia di ijinkan untuk bisa pulang dari rumah sakit dua bulan lalu. Vale memilih untuk pulang ke rumahnya sendiri. Dan ia minta tolong pada Naina untuk merawatnya. Dan dengan senang hati, Naina bersedia untuk merawat Vale yang masih dalam masa pemulihan saat itu.


Setelah ia merasa sudah benar-benar pulih dan sehat. Vale kemudian menyuruh Naina untuk kembali ke Penthouse.


Karena ia merasa sudah bisa beraktifitas seperti biasa. Meskipun terkadang ia masih merasakan sedikit nyeri di bagian lengannya.


Selama dua bulan terakhir ini, Vale juga minta izin untuk tidak bekerja. Edward memaklumi keadaan yang Vale alami. Dan ia memberikan cuti kerja selama mungkin yang Vale butuhkan.


Dan setelah dua bulan lamanya Vale libur bekerja. Rencananya, Minggu depan Vale akan kembali masuk bekerja ke kantor seperti biasa.


Edward sudah sangat berbaik hati memberikan izin libur pada dirinya. Selama ia sakit, Edward juga sering mengunjungi Valerie di rumah.


Tidak hanya Edward, David dan Indiana pun terlihat sering mendatangi rumah Vale untuk menjenguk sahabat mereka.


Dan Dave pun mengunakan kesempatan itu untuk sering datang ke rumah Vale. Dengan alasan menjenguknya. Dan tak di pungkiri, intensitas pertemuan Vale dan Dave pun semakin membuat keduanya makin akrab.


Meski Vale masih terkesan menutup diri. Setidaknya Vale sudah semakin bersikap lebih akrab dengan Dave.


Bahkan pernah pada suatu waktu. Edward, David dan juga Dave datang dalam waktu yang bersamaan.


Dan hal itu membuat Vale merasa canggung. Karena di kunjungi oleh tiga pria sekaligus.

__ADS_1


Kini, Vale berada sendirian di rumah ternyamannya. Meskipun sendirian, Vale tetap merasa bahagia.


Rencananya, Elenor sore itu akan datang untuk tinggal bersamanya.


Vale yang saat itu tengah asik menikmati makan serelanya. Ia langsung beranjak dari duduknya ketika pintu rumah terdengar ada yang mengetuk.


Dan Valerie sudah tau, siapa yang datang itu. Vale kemudian berjalan ke arah pintu dengan langkah yang begitu antusias.


Sambil mengembangkan senyumnya, Vale membukakan pintu.


"Mommy," seru Elenor pada Valerie, yang kemudian langsung memeluk pinggang Vale. Memeluk pinggang wanita yang telah melahirkannya itu dengan begitu erat.


"Hai Elle." sapa Vale sambil memeluk tubuh Elenor dan memberikan kecupan pada puncak kepala Elenor.


"Mommy akan berjuang untuk selalu ada di sisi mu sayang. Dan mommy senang Elenor akan menginap lagi di rumah Mommy. Ayo masuk." ajak Vale seraya merangkul bahu Elenor.


Untuk beberapa saat, mereka bertiga berkumpul di ruang tamu. Menikmati kebersamaan bertiga dan mengobrol kan hal hal yang ringan dan menciptakan kehangatan.


Julian dan juga Vale meleburkan diri mereka bersama Elenor, untuk memberikan perhatian pada putri mereka.


Sudah menjadi ritual bagi Julian dan juga Vale, mereka akan duduk bersama menemani Elle untuk tetap bisa memberikan perhatian kebersamaan untuk putri mereka.


Vale dan Julian sudah berkomitmen untuk tetap bisa memberikan perhatian penuh untuk Elle, seperti kedua orang tua yang sempurna.


Julian dan juga Vale tetap ingin memberikan kesan bahwa, walaupun kedua orang tuanya tidak bersatu. Mereka masih bisa memberikan kesan untuk selalu ada buat Elle.

__ADS_1


Dan hal itu lah yang membuat Elenor tetap merasa memiliki keluarga yang utuh, meskipun Daddy dan Mommy nya tidak bersatu.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Seusai Julian menidurkan Elenor di kamarnya. Julian kemudian keluar dari kamar. Melihat Vale yang saat itu tengah duduk di meja makan sendirian. Julian pun menghampiri Valerie yang saat itu tengah menikmati makan es krim.


Julian kemudian menarik satu kursi kosong yang ada di sana dan duduk tepat di hadapan Vale.


"Pulanglah, nanti Jenna mencari mu. Jangan terlalu lama di sini." ucap Vale pada Julian memperingatkan.


"Apa itu artinya kau mengusirku." ujar Julian sambil tersenyum.


"Aku tidak mengusir mu. Hanya saja, aku rasa kita harus banyak-banyak mengurangi keakraban kita. Kita hanya akan terlihat akrab jika itu untuk Elle. Aku tidak ingin hal-hal yang sudah berlalu terjadi lagi. Perasaan perempuan itu sangat sensitif Julian." ucap Vale memperingatkan.


"Aku tidak akan berlama-lama di sini. Oya, apakah kau saat ini sedang menjalani kedekatan dengan Dave?" tanya Julian.


Mendengar itu, Vale kemudian memandang wajah Julian dengan expresi menelisik.


"Memangnya kenapa jika aku dekat dengan Dave. Dia pria yang baik." jawab Vale.


"Tidak apa apa, aku hanya ingin tahu saja. Siapapun pria yang sedang dekat dengan mu, pasti dia juga akan mendekati Elenor. Aku hanya tanya saja. Aku hanya ingin mengingatkan mu, agar kau berhati hati dan harus selektif dalam memilih teman dekat pria. Bagaimanapun, mereka pasti akan merayu Elenor demi meminta restu untuk dekat dengan Mommynya. Aku hanya ingin Elenor bisa mendapatkan pria yang baik baik. Karena pria itu pasti akan menjadi ayah sambungnya. Aku menyadari jika diri mu pasti suatu saat akan menikah lagi. Aku hanya berharap kau menikah dengan pria yang juga akan sayang dengan Elle."


"Apa kau pikir Dave bukan pria baik. Itu hal pribadi ku Julian. Kau sudah tidak punya hak untuk menentukan dan juga ikut campur soal siapapun pria yang akan menjalin kedekatan dengan ku. Tanpa kau ingatkan seperti itu, aku juga sudah tau." jawab Vale sedikit ketus, Vale merasa tidak suka dengan intervensi yang di lakukan Julian.


"Aku ingin beristirahat, terimakasih sudah mengantarkan Elenor ke kemari." ucap Vale. Dan karena Vale sudah secara tidak langsung mengusirnya. Julian pun kemudian pamit untuk pulang.

__ADS_1


__ADS_2