
"I love you, Jen." ucap Julian, kemudian ia menangkup wajah Jenna dengan kedua tangannya.
"Aku sudah terlambat, aku pergi dulu." ujar Jenna yang kemudian melepaskan diri dari hadapan Julian yang kala itu sedang menangkup wajahnya.
Julian pun melepaskan kepergian istrinya dengan seribu tanda tanya besar pada perubahan sikap Jenna pagi itu.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Sebenarnya Jenna saat itu tidak benar-benar pergi ke kantor.
Pergi ke kantor pagi-pagi saat itu hanyalah sebuah alasan yang Jenna lakukan supaya ia bisa meninggalkan Mension di pagi hari.
Ia ingin menenangkan pikirannya sebelum ia kembali kepada Julian dan mengatakan keputusannya.
Bagaimanapun, Jenna harus cepat mengambil sikap yang akan ia ambil untuk menentukan hubungannya dengan Julian. Apakah bisa lanjut atau harus segera di akhiri.
Tidak mungkin ia menjadi istri siri selamanya untuk Julian Alexander. Sedangkan Julian sendiri ternyata telah memiliki seorang Istri.
Apalagi istrinya saat ini sedang mengandung.
🍁🍁🍁🍁🍁
Merasakan perasaannya tidak enak dengan gelagat sang istri. Setelah dirinya rapi, Julian yang tidak sarapan terlebih dahulu pagi itu langsung mengambil kunci mobilnya dan mengendari mobil nya menuju kantor tempat Jenna bekerja.
Melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, Julian merasa ada yang aneh dengan sikap Jenna.
Sesampainya Julian di gedung perkantoran Sahara Corp. Julian langsung menuju ruangan kerja Jenna.
Tetapi ternyata Jenna tidak ada di ruangannya. Dan akhirnya Julian pun menemui Andrea.
"Apa tidak ada pesan atau apapun yang Jenna katakan padamu. Padahal tadi pagi dia bilang katanya ada meeting penting pagi ini dengan mu." ujar Julian pada Andrea. Menjelaskan perihal Jenna yang saat ini tidak masuk kerja.
"Jenna tidak berpesan apapun. Apa kalian sedang bermasalah?" sergah Andrea.
"Kami tidak ada masalah." jawab Julian bohong.
__ADS_1
"Jenna sudah bercerita kepadaku tentang hubungan kalian. Aku juga sudah tau tentang pernikahan siri kalian. Aku bukannya ingin ikut campur. Jenna itu sudah aku anggap sebagai adik ku sendiri. Yang ingin aku tanyakan pada mu adalah. Kenapa kau menikahi Jena secara siri. Aku rasa jika kau serius dengan nya tidak mungkin kau menikahi Jenna secara siri. Itu sangat membingungkan untukku. Kenapa kamu tidak menikahi Jenna secara sah saja. Apa ada yang kau sembunyikan?" selidik Andrea pada mantan tunangannya itu.
"Aku tidak bisa menjawab pertanyaan mu Andrea. Ini soal pribadi ku. Jika dia tidak ada di sini mungkin dia ke rumah ibunya. Aku akan kesana." ujar Julian.
"Dia juga tidak ada di tempat ibunya. Aku sudah menelpon ibunya saat tadi kau menghubungiku mencari Jenna." jawab Andrea.
"Sebaiknya kau jujur saja padaku, apa ada yang kau sembunyikan dari Jenna. Aku kasian melihat dirinya tertekan dengan pernikahan siri itu. Jika kau benar-benar mencintai Jenna. Kau tidak akan menikahi dia secara siri kan." mendengar sergahan Andrea membuat Julian bernapas panjang.
"Ini masalah pribadiku dengan Jenna Andrea. Maaf aku tidak bisa berbagi cerita dengan mu. Aku akan menyelesaikan semua urusan ku dengan Jenna. Terima kasih sudah menjadi teman baik untuk Jenna. Aku hanya minta tolong dengan mu, yakinkan Jenna bahwa aku memang tidak main-main dengan nya. Aku akan segera melegalkan pernikahan kami. Setelah semua urusan ku selesai. Terimakasih untuk waktunya, aku pergi dulu." setelah itu Julian langsung pergi meninggalkan ruangan Andrea.
🍁🍁🍁🍁🍁
Saat ini Julian mengendarai mobilnya menuju kantor.
Karena hari itu ada satu meeting penting yang harus dia hadiri. Dan ia tidak bisa melewatkan meeting penting itu.
Setibanya dia di kantor, ia langsung mengadakan meeting bersama dengan beberapa karyawannya.
Saat meeting selesai, Julian kemudian kembali ke ruangannya.
Ketika Julian sedang dalam rasa kecemasan yang kiat membuat tak sabaran. Seseorang memasuki ruangannya, dan dia ternyata adalah Jenna.
"Sayang akhirnya kau datang. Kamu dari mana saja, aku tadi mencari mu ke kantormu. Tapi kau tidak ada. Kamu membuat aku khawatir." kemudian Julian langsung memeluk Jenna dengan erat.
"Aku ingin membicarakan sesuatu yang penting dengan mu Julian." ucap Jenna dengan tatapan mata nanar.
"Soal apa?" tanya Julian penasaran.
"Soal dirimu." jawab Jenna dengan expresi wajah datar.
"Soal diriku? Kalau begitu duduklah. Kita bicara dengan santai." ajak Julian.
"Tidak perlu, aku lebih suka berbicara dengan dengan berdiri jika itu sangat penting." ucap Jenna.
Hening sesaat.
__ADS_1
"Aku ingin kau menalak ku sekarang juga, Julian. Ceraikan aku." ucap Jenna dengan sangat jelas pada Julian.
"Kau bicara apa Jen!"
"Aku ingin kau menceraikan aku sekarang juga. Sangat mudah bagi mu untuk menceraikan aku kan. Kau hanya perlu mengucapkan kata talak dan aku sudah tidak lagi menjadi istri mu." jelas Jenna, dan hal itu membuat Julian bigung.
"Bicara apa kamu Jen, jangan bicara sembarangan. Aku menikahi mu bukan untuk menceraikan mu dan berpisah dengan mu." jawab Julian tegas.
"Lalu buat apa kau menikahi ku secara siri?"
"Aku sudah jelaskan berulang-ulang, aku menikahi mu secara seri hanya untuk sementara. Setelah semua urusan aku selesai aku akan melegakan pernikahan kita secara hukum."
"Urusan apa, urusan yang bagaimana, urusan dengan siapa?" tanya Jenna detail.
Julian pun bingung untuk menjawabnya.
"Kau pasti bingung kan, bagaimana cara menjawabnya?"
"Aku benar-benar sudah salah menilai mu. Aku kira kau adalah seorang pria yang bertanggung jawab, yang berwibawa, dan punya martabat. Tapi ternyata aku salah menilai. Kau hanya seorang pria egois. Seorang pria yang suka mempermainkan perasaan tulus seorang wanita yang mencintai mu. Kau sama seperti orang-orang kaya yang mengandalkan uang demi tujuan mu."
"Maksudmu apa Jen, aku tidak mengerti." ucap Julian bigung.
"Aku sudah tahu semuanya Julian. Aku sudah tahu kenapa kau menikahi ku secara siri. Sebaiknya sekarang kau fokus saja mengurus istri sah mu itu. Bukankah dia sedang hamil sekarang." ujar Jenna.
Dan hal itu membuat Julian kaget, dari mana Jenna bisa tau akan apa yang ia rahasiakan.
"Apa maksudmu Jen."
"Sudahlah Julian, jangan berpura-pura lagi. Aku sudah tahu semuanya. Ternyata selama ini kau sudah memiliki seorang Istri. Bahkan dia saat ini tengah hamil kan. Dia bernama Valerie Florencia, tinggal di sebuah Penthouse mewah dan aku rasa itu adalah pemberian mu. Aku sudah tahu semuanya, aku sudah mengobrol langsung dengannya."
"Apa yang kau dengar darinya. Apa yang dia jelaskan kepadamu?" cecar Julian.
"Kau tidak perlu tahu itu, yang jelas untukku adalah. Kau sudah menikah, kau sudah punya istri sah. Dan bahkan kalian sudah punya anak bersama. Istrimu sedang mengandung anakmu, dan aku tegaskan di sini sekali lagi. Ceraikan aku, aku tidak ingin menjadi madu. Aku tidak ingin merusak rumah tangga orang. Kau sudah merusak nama baik ku Julian."
"Jen, kau tidak mendengar seluruh cerita yang sebenarnya. Aku akan menjelaskan semua nya sekarang."
__ADS_1
"Tidak perlu Julian, bagi ku hubungan kita sudah selesai."