Rahim Bayaran Mr Julian Alexander

Rahim Bayaran Mr Julian Alexander
Membuat mu Hamil


__ADS_3

"Mr," pangil Valerie, saat ia bangun di pagi hari. Tapi sang suami sudah tidak ada di sisi nya di rajang.


Vale kemudian bangkit dan menjejakkan kaki telanjangnya ke lantai. Berjalan membuka pintu kamar dan mencoba mencari cari sosok pria yang diam diam sangat ia cintai itu.


Menuruni anak tangga dengan kaki telanjang, Vale masih mencari-cari Julian.


Saat ia mendapati sosok pria bertubuh tinggi besar itu tengah santai menikmati sarapan di meja makan, Vale pun akhirnya tenang.


Kemudian Vale naik lagi ke kamarnya dan berganti pakaian. Ia malu di liat Aise dan juga Naina jika berada di ruang makan dengan mengenakan gaun malam.


Padahal, jika tidak ada orang lain selain dirinya dan Julian, Vale sangat ingin mendatangi Julian dengan gaun malam yang ia kenakan tadi.


Setelah ia sudah berganti baju santai, Valerie kemudian keluar kamar lagi. Dan berniat menemani Julian sarapan pagi.


Entah kenapa ia kini tidak bisa jauh dari Julian. Meskipun ia tau, cintanya sudah di tolak oleh Julian. Dan membuat vale tak punya harapan untuk merajut kisah asmara yang saling berbalas dan saling membahagiakan satu sama lain.


Tapi Vale sendiri sudah tau konsekuensinya. Dia tau ia memaksakan kehendak dirinya untuk membiarkan rasa yang ia rasakan pada Julian tubuh di hati. Apa boleh buat, Vale sendiri tak mampu untuk membendung perasaannya.


Bahkan tidak sekedar membiarkan perasaan itu tumbuh, tapi Vale sengaja menantang dirinya terus maju.


Dengan berbagai dalih yang sudah tersusun rapi oleh Vale. Jika nanti Julian mengingatkan dirinya lagi untuk tidak mencintai terlalu dalam.


Sesampainya ia di lantai bawah. Vale berjalan mendekati Julian yang tidak memakai baju dan hanya mengenakan celana yang sama dengan semalam. Julian nampak santai menikmati sarapannya


"Pagi Mr." sapa Valerie. Dan satu ciuman manis mendarat di pipi Julian.


Mendapatkan kecupan manis di pipinya oleh Vale. Sontak membuat Julian kaget.


"Valerie, pagi juga." jawab Julian.


"Kenapa tidak bangunkan aku."


"Tidur mu lelap sekali, aku tidak tega membangunkan mu."


"Kau selalu bisa bangun pagi, walau kadang semalam kau bergadang."


"Aku sudah terbiasa bangun pagi. Bagi para pembisnis bagun pagi dan bersiap bekerja itu adalah ritual menuju sukses. Jangan malas kalau ingin sukses."


"Kenapa tak pake baju, kau tak malu di liat Bibik Aise dan Bik Naina." tanya Vale.


"Aku sudah menyuruh mereka pergi setelah menyiapkan sarapan." jawab Julian enteng.

__ADS_1


"Kenapa?"


"Hemmm, kau lupa. Bukankah kita harus bekerja sama untuk segera bisa aku mendapatkan keturunan. Lebih cepat kau bisa hamil, itu lebih bagus Vale. Dan diri mu juga bisa bebas. Kau bisa melanjutkan kuliah mu dan mengejar mimpi-mimpi mu. Kau bisa mencari pria yang benar-benar akan mencintai mu dan yang menjaga mu."


Mendengar kata mencintai dan menjaga membuat hati Vale sedikit nyeri. Pasalnya ia mendambakan pria itu adalah Julian.


"Iya, aku juga berharap aku bisa cepat hamil dan terbebas dengan pernikahan kontrak ini." sahut Vale sependapat, padahal ia hanya berpura-pura.


"Ayo sarapan dulu, habis itu temani aku berenang." ujar Julian.


"Berenang, bersama mu!" seru lagi Vale.


"Memangnya dengan siapa lagi." jawab Julian tegas.


Dan Vale pun menurut. Vale kemudian bersikap manja pada Julian.


Ia minta di panggang kan roti tawarnya oleh Julian. Serta minta tolong untuk di oleskan selai ke roti tawarnya. Julian pun menuruti permintaan Vale.


Dengan sangat santai Julian sudah seperti suami siaga bagi Valerie. Melayani istri yang sedang manja.


"Makan yang banyak, agar kamu kuat nanti." sindir Julian.


Vale pun paham ke mana arah pembicaraan Julian.


Setelah acara sarapan selesai pagi itu. Julian kemudian bersiap untuk berenang. Dengan sudah memakai celana renang di balik celana panjangnya. Julian menyuruh Vale untuk naik ke kamar dan berganti baju berenang.


Valerie pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia akhirnya memilih dan mengenakan potongan baju berenang yang sangat menantang.


Valerie memilih potongan baju berenang dengan potongan bagian atas dan bawah yang terpisah.


Bahkan saat ia mengenakan pakaian renang itu di depan kaca. Ia sebenarnya sangat malu. Karena potongan baju itu memperlihatkan buah dadanya yang begitu terexpose dan bagian celananya menampilkan pahanya yang mulus putih terexpose juga dengan sempurna.


Tapi di lain sisi, justru hal itu lah yang Vale inginkan. Menantang suami kontraknya.


Dengan sambil mengenakan bathrope sebagai penutup tubuhnya sementara. Valerie berjalan menuruni anak tangga dan kemudian berjalan kearah kolam renang di Penthouse miliknya.


Dan di sana, Julian sudah menjeburkan dirinya di kolom renang. Valerie yang sudah siap dengan baju renangnya kemudian melepaskan bathrope yang ia kenakan tadi dan ikut menjeburkan diri ke kolam renang.


"Mau berlomba dengan ku Mr." ujar Valerie yang tiba-tiba saja sudah berada di samping Julian ketika itu.


"Boleh, siapa takut." jawab Julian. Dan akhirnya Valerie dan Julian berlomba berenang.

__ADS_1


Setelah beberapa kali berlomba, Julian lah yang memenangkan lomba itu. Dengan napas yang masih tersengal-sengal Vale kemudian naik dari kolam renang dan duduk di sisi kolam.


Pandanan mata Julian langsung teralihkan. Buah dada Valerie begitu menantang terlihat oleh Julian. Dan paha mulus Vale yang putih itu pun semakin membuat kejantanan Julian menegang. Karena sudah tersulut gairah, Julian langsung berenang ke arah Valerie.


Sesampainya Julian berada di depan Vale, ia kemudian menyembulkan kepalanya dan langsung. menangkup tubuh Vale yang masih duduk di tepian kolam renangnya.


"Kau seksi sekali Vale." puji Julian sebagai kata kata pemanasan.🤭


Tanpa malu dan ragu, Valerie kemudian melingkarkan tangannya ke leher Julian dengan rangkulan posesif.


"Tapi sayang, kau tidak menyukai ku." ucap Valerie berani. Julian kemudian tersenyum tipis ke arah Valerie sambil menyelipkan beberapa helai rambut panjang Vale yang berantakan ke sisi telinganya.


"Kau masih muda, cantik, pintar dan tangguh. Aku justru tidak sebanding dengan mu Vale. Bukankah aku terlalu tua untuk mu. Umur ku saja sudah 40 tahun, kamu masih 20 tahun."


"Bukankah umur tidak menjadi masalah jika dua manusia sudah saling mencintai Mr." jawab Valerie lagi.


"Kau ini ya, makin berani mendebat ku." ucap Julian yang tanpa aba aba langsung meraih tubuh Valerie dan menarik nya untuk kembali terjebur ke kolam renang.


Valerie pun memekik kaget, dan setelah nya. Mereka saling adu pandangan di kolom renang. Valerie mengalungkan kedua tangannya ke leher Julian dengan lebih erat lagi sambil merapatkan tubuhnya ke tubuh Julian.


Dengan posisi tubuh yang sudah melekat seperti puzzle, Vale bahkan sudah bisa merasakan sesuatu yang keras di bawah sana. Dan hal itu justru membuat Vale senang.


"Ayo Mr, kita bermain. Pasti menyenangkan bermain di sini." tantang Valerie, mengoda Julian. Gairah seksual Julian pun semakin tinggi bergejolak.


"Rasakan ya Vale, kau tangung akibatnya." jawab Julian yang kemudian langsung membungkamnya bibir Vale dengan ciuman yang panas dan sedikit kasar.


Ciuman yang panas dan kasar itu sama sama mereka lampiaskan. Julian melampiaskan gairahnya dan Valerie melampiaskan kebutuhan cintanya yang ingin di sentuh oleh Julian.


Bahkan kini, Julian sudah menarik pakaian renang yang Vale kenakan.


"Mr, apa kau gila. Aku sekarang tidak memakai apapun." ptotes Vale.


"Siap suruh kamu nakal pada ku. Diam dan terima kedatangan ku Vale." ujar Julian yang sepertinya sudah tidak terbendung lagi.


Vale yang kini sudah menemplok ke tubuh Julian, berpegangan erat dengan kedua tangannya melilit di leher Julian.


"My kanguru." desis Julian, Vale hanya tersenyum tiap kali mendapat julukan kanguru.


Dan sambil bergerak menepi ke pinggir kolam, Julian melampiaskannya dan menuntaskan semua gairahnya di sana.


Tidak hanya Julian, gairah itu juga di miliki oleh Vale. Mereka tidak berhenti melakukan penyatuan sampai mereka sama sama mendapatkan pelepasan yang membuat mereka berdua lemas.

__ADS_1


🤭😅🤣


__ADS_2