Rahim Bayaran Mr Julian Alexander

Rahim Bayaran Mr Julian Alexander
Kepedihan hati Jenna Shamanta


__ADS_3

Setelah beberapa saat bicara dengan seorang resepsionis. Julian yang tak melepaskan lingkaran tangannya yang melingkar di pundak wanita itu kemudian masuk ke dalam ruangan dokter spesialis kandungan.


Dari sana Jenna sudah bisa menyimpulkan sesuatu.


"Apa yang kau sembunyikan dari ku selama ini Julian?"


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Bel pintu terdengar beberapa kali di kediaman Valerie di Penthouse.


Vale yang saat itu baru saja pulang dari rumah sakit. Dan sedang menikmati potongan buah segar yang telah Aise siapkan di meja makan, terkejut dengan suara bell yang terdengar.


Vale yang baru saja menyuapkan beberapa potong buah di mulut nya pun berfikir. Siapa yang datang malam-malam seperti ini ke kediamannya.


David tidak mungkin datang semalam itu ke Penthouse.


Sesaat kemudian Aise yang tadi membukakan pintu mendatangi Valerie dan memberitahu jika ada tamu untuk nya.


Valerie pun merasa penasaran. Siapa yang ingin menemui dirinya malam malam begitu.


Kemudian Vale pun berinsut dari tempat duduknya dan menuju ruang tamu.


Begitu ia berada di ruang tamu. Pandangan mata Vale langsung terfokus pada seorang wanita yang kini tengah duduk dengan mata sebab yang sepertinya habis menangis.


Valerie yang sudah tahu siapa wanita itu pun kemudian bernafas dalam-dalam. Ia mencoba untuk mengendalikan emosinya.


Dan Vale pun menduga, bahwa sepertinya, istri siri Julian telah mengetahui kebohongan yang dilakukan oleh suami kontaknya itu.


Vale menduga, dalam hati, mungkin ia akan dicap sebagai pelakor atau perebut suami orang oleh wanita yang ada di hadapannya saat ini.


Padahal sebenarnya, dirinya lah istri pertama. Akan tetapi Vale tidak ingin buru-buru bertindak gegabah.


Sebisa mungkin ia bersikap tenang.


Untuk beberapa saat, Vale dan Jenna saling pandang.


Mereka saling memandang dalam diam dan sibuk dengan berbagai pikiran yang ada di kepala mereka masing-masing.

__ADS_1


Merasa sedikit gugup, Vale kemudian menyentuh perutnya yang bulat.


Untuk menetralisir kegugupan yang ia rasakan saat itu.


Valerie memegang perutnya, dan sebuah tendangan dari dalam menendang perut Vale.


Janin yang ada di dalam perut Vale seperti nya sedang merespon jika saat ini sang Mommy nya sedang tegang.


"Semua akan baik baik saja sayang, jangan kawatir." bisik Vale pada janinnya sambil menguap usap perut nya.


Jenna yang melihat itu pun menjadi tercengang. Ia memperhatikan perut bulat Valerie.


Berpura-pura tidak tahu siapa Jenna, Valerie berusaha untuk bersikap normal.


Padahal sebelumnya, dia sudah tahu siapa wanita yang ada di hadapannya saat ini. Pastilah dia istri siri Julian, suami kontaknya.


Karena saat itu Vale pernah mempergoki Julian bersama wanita ini di Mension beberapa bulan yang lalu. Jadi Vale sudah mengenali Jenna.


"Silakan duduk." ucap Vale dengan ramah, mempersilahkan Jenna duduk. Vale kemudian ikut duduk di sisi sofa yang lain.


"Maaf aku tidak mengenalmu, mungkin anda salah unit." ucap Vale lagi.


"Tidak, aku tidak salah unit. Tujuan ku memang kemari. Dan aku ingin bertemu denganmu." jawab Jenna tenang.


"Iya kah!" seru Vale singkat. Kemudian dia mencoba untuk tersenyum manis kepada Jenna.


"Aku datang kemari untuk mencari suamiku." ujar Jenna masih mencoba bersikap tenang.


"Suami." ulang Vale.


"Maksud mu, suami siapa?" imbuh Vale.


"Suamiku bernama Julian Alexander. Dia bersamamu saat ini. Dan dia ada di sini."


"Baiklah, oke. Julian memang ada di sini, dia mungkin sedang mandi di kamar kami di atas. Kami baru saja selesai mengecek kandungan anak kami." jelas Valerie apa adanya tanpa ada yang di tutupi.


Deg.....

__ADS_1


Mendengar kata kamar kami dan anak kami membuat hati Jenna kembali terhantam.


Sakit, perih, rasanya.


Bahkan Jenna saat ini itu sudah tidak bisa berkata apa-apa. Kecuali menundukkan kepala dan kembali meneteskan air matanya. Karena ia benar-benar sudah tidak bisa membendungnya.


"Kamu siapa, ada keperluan apa dengan Julian. Kenapa kau menyebut dia suami mu?" tanya Vale pada Jenna.


"Maaf, jika aku malah balik bertanya dengan mu. Sebenarnya kau ini siapa. Ada hubungan apa kau dengan Julian?" tanya Jenna ingin semuanya jelas.


"Jika kau tanyakan aku siapa. Baiklah, aku akan menjawabnya. Aku Valerie, Valerie Florencia. Aku adalah istri dari Julian Alexander. Aku istri sah nya, kami sudah menikah. Dia menikahi ku secara resmi. Secara agama dan juga secara hukum. Julian adalah suami ku." ucap Valerie jujur, tidak ada yang ia tutupi.


Mendengar itu hati Jenna kembali sakit, setelah ia mendengar sebuah kenyataan baru tentang hubungan Julian dengan Valerie.


"Jika kau ingin bertemu dengan suami mu. Aku akan memanggil nya. Dia ada di atas sedang mandi."


"Tidak usah panggilkan dia. Kalau begitu jangan beritahu dia jika aku kemari. Dan jangan pernah katakan apapun padanya tentang aku. Aku akan meluruskan masalah ku dengannya di rumah. Maaf sudah menganggu mu Valerie, aku permisi." ucap Jenna yang kemudian ia berdiri dan pamit.


Jenna keluar dari Penthouse Vale dengan perasaan yang sudah hancur.


Ternyata benar dugaannya, selama ini ada yang di sembunyikan oleh Julian.


Tapi Jenna tak menduganya, jika kebohongan julian yang menikahi dirinya secara siri karena Julian sudah menikah secara sah dengan orang lain.


Bahkan istri sah nya kini tengah hamil. Dan Jenna pun telah melihat sendiri bagaimana perhatian nya Julian dengan Vale saat si rumah sakit.


Valerie & Jenna



Julian Alexander




__ADS_1


__ADS_2