
"Mr," pangil Vale.
Julian kemudian berbalik, dan tersenyum saat melihat istri kontraknya itu memandangi dirinya dengan senyum menghiasi wajah cantik Vale.
"Pagi Valerie," sapa Julian lembut dan tersenyum manis seperti biasa.
"Kapan Mr kembali, aku tidak tau." ujar Vale, yang masih berbaring di tempat tidur sambil menopang kan kepalanya di satu tangan.
"Aku kembali saat sudah tengah malam. Aku tidak tega membangunkan mu." jawab Julian, kemudian ia duduk kembali ke tempat tidur.
Mendapati Julian kembali duduk di ranjang, Vale pun akhirnya bangkit dari rebahan nya. Dan ikut duduk di samping julian.
"Apa Mr akan bekerja hari ini?" tanya Vale.
"Tentu saja aku harus bekerja. Aku sudah terbiasa bekerja, kalau aku tidak bekerja, bagaimana aku bisa membayar semua uang kompensasi yang aku janjian untuk mu." jawab Julian sambil tersenyum.
"Kekayaanmu banyak Mr, uangmu tidak akan berkurang jika harus membayar upah untukku."
"Aku sudah terbiasa bekerja Vale, jika aku tidak berangkat bekerja. Hari-hariku terasa ada yang kurang. Apa kau tidak kuliah hari ini?" tanya julian kemudian.
"Aku ada jadwal kuliah hari ini."
"Ya sudah kalau begitu bersiaplah, aku akan mengantarmu." ujar Julian, kemudian ia bangkit dari tempat tidur.
"Kalau begitu, aku akan mandi dulu ya" ujar Julian sambil ingin berlalu ke kamar mandi.
"Aku juga harus mandi Mr."
"Kita mandi bergantian, aku mandi duluan. Setelah itu baru kamu." ujar Julian.
"Kenapa harus bergantian, kita suami istri. Kenapa kita tidak mandi bersama saja. Akan mempersingkat waktu Mr." imbuh Vale, memberi saran.
"Terserah jika kau ingin mandi bersama denganku. Tapi hanya mandi ya, jangan nakal." ucap Julian memperingatkan.
Vale hanya tersenyum, kemudian ia berinsut dari tempat tidur.
__ADS_1
Kemudian mereka pun berlalu ke kamar mandi bersama.
Begitu mereka sudah sampai di dalam kamar mandi, dan pintu juga sudah di tutup. Vale langsung berjalan kearah shower yang ada di dalam kamar mandi.
Setelah memastikan air showernya sudah hangat. Vale kemudian melepaskan gaun malamnya.
Tidak hanya menanggalkan gaun malamnya. Vale juga melepaskan semua pakaian yang masih menempel di tubuhnya.
Julian yang saat itu sedang berada di wastafel dan tengah bersiap-siap untuk menggosok gigi. Tak sengaja pandangan mata nya terarah ke Valerie yang bisa ia liat dari pantulan kaca yang ada di depannya.
Julian melihat Valeri yang lebih dulu masuk ke area pemandian di bawah shower dengan mata yang terbelalak kaget. Lewat pantulan kaca yang ada di depannya ia bisa melihat tubuh Vale dengan sangat jelas.
Sungguh pemandangan yang membuat Julian panas dingin.
Lekukan tubuh itu, mulus nya pahatan sempurna Vale, sudah mengalihkan perhatian Julian.
Mencoba untuk mengabaikan suguhan pemandangan yang ada di belakangnya. Julian ingin fokus kembali mengosok gigi.
Akan tetapi, pantulan tubuh Valeri yang sedang mandi di bawah guyuran air shower sungguh sangat menganggu nya.
Julian nampak menelan saliva nya dengan susah payah. Ketika melihat aliran air yang kini sedang mengalir membasahi rambut sampai ke kaki Vale. Hal itu sudah cukup membuat miliknya menegang.
Sesaat Julian masih bisa mengendalikan diri. Karena ia memang sudah tidak ingin berhubungan badan lagi dengan Valerie.
Bahkan Julian sangatlah berharap, Valerie tidak hamil.
Sehingga dia bisa menceraikan Valerie dan terbebas dari pernikahan kontraknya. Lalu ia bisa menikahi Jenna.
Tapi ternyata, semua itu tidak berjalan sesuai keinginannya.
Hasratnya telah menguasai dirinya. Hawa panas gairah untuk bercinta dengan wanita itu sudah tak bisa Julian bendung.
Julian segera menyelesaikan sikat giginya. Setelah dia selesai berkumur, Julian langsung berbalik menghadapkan tubuhnya ke arah Vale.
"Kau memang nakal Vale." guman Julian lirih.
__ADS_1
Julian yang sudah tak kuasa menahan hasrat nya langsung melepaskan celananya. Dan ia pun kini ikut masuk di bawah guyuran air shower, di mana saat ini Vale masih betah berada di sana.
Ketika itu, Valeri sedang memejamkan matanya sambil mengguyuri rambutnya dengan air shower yang hangat. Untuk meluruhkan sisa sisa busa shampoo yang ada di rambutnya.
Saat ia merasakan sesuatu menyentuhnya dari belakang. Vale membuka matanya kemudian ia berbalik.
Saat Vale tau yang ada di belakangnya ternyata adalah Julian, Vale pun tersenyum penuh kemenangan.
Julian nampak menatap Vale penuh dengan kobaran api gairah. Dan juga hasrat yang sudah meletup-letup. Untuk sesaat, keduanya saling bertatapan.
Dan setelahnya, Julian langsung melahap bibir ranum Vale tanpa ampun. Julian mendorong sedikit Valeri ke dinding kamar mandi, dan meneruskan aksinya kembali dengan penguasaan penuh.
Julian bener-bener mengganas dan tidak terkendalikan.
Sedangkan Valeri sendiri terlihat sangat bahagia dan senang karena telah berhasil memancing Julian.
Mari bersenang-senang suami ku, desis Valerie dalam hati.
Percintaan mereka di kamar mandi kala itu benar-benar membakar gairah Valerie dan juga Julian.
Ketika Julian hendak memasuki Vale, dan begitu Valerie ingat jika dirinya kini sedang berbadan dua.
Valerie berinisiatif mendorong sedikit tubuh kekar Julian.
"Ada apa, kenapa mendorong ku." tanya Julian bigung.
"Dengan lembut dan hati-hati ya." Vale memperingatkan Julian.
"Iya aku akan hati-hati, tapi bukankah kau senang jika aku melakukannya dengan sedikit kasar." terang Julian.
"Aku sedang tidak ingin kasar, aku ingin permainan dengan tempo yang lembut." sahut Valeri.
Julian tersenyum sekilas, kemudian ia kembali menciumi Valeri. dan kembali melanjutkan percintaan sesuai dengan keinginan Valerie.
See you next bab...🔥
__ADS_1