
Setelah acara ritual mandi bersama selesai. Vale dan Julian kini sudah berada di meja makan untuk sarapan.
Seperti biasa Vale bersikap manja pada Julian. Dan Julian pun tak mempermasalahkan sikap manja Valerie. Justru sikap manja Vale sangat Julian sukai.
Julian merasa menjadi Pria yang di butuhkan. Dan ada seseorang yang merasa nyaman jika ada di dekatnya.
Meskipun ada rasa khawatir yang Julian takut kan, bila Vale mencintai dirinya. Karena ia tidak ingin menyakiti hati Valerie yang ia sayangi.
Setelah meladeni permintaan Valerie yang memintanya untuk dibuatkan roti bakar berselai blueberry. Julian kemudian menikmati secangkir kopi sambil memperhatikan Valerie yang saat itu tengah menikmati sarapannya.
Jauh di lubuk hati julian yang paling dalam. Ia sangat menaruh simpati pada kehidupan Valerie sebelumnya.
Kehidupan wanita muda itu sangat lah penuh perjuangan. Dan Julian kagum dengan cara Vale hidup mandiri serta masih memikirkan sekolah demi masa depannya.
Itulah sebabnya, Julian memilih Vale untuk di ajak kerjasama melakukan bisnis rahim bayaran yang ia tawarkan padanya.
"Mr, kenapa melihat ku seperti itu! Sudah mulai jatuh cinta dengan ku ya!" sergah Vale sambil terkekeh kecil.
Julian kemudian tertawa getir. Istri kontraknya itu selalu bisa membuat dirinya tertawa.
"Aku tidak jatuh cinta dengan mu Vale." jawab Julian lembut.
Julian kemudian berfikir sejenak.
"Tapi, bagaimana jika aku jatuh cinta dengan orang lain. Bagaimana menurut mu?" tanya Julian sambil mengamati perubahan wajah Vale dengan teliti setelah ia mengatakan hal itu.
"Apakah saat ini kau sedang jatuh cinta dengan seseorang?" Vale balik tanya sambil menatap wajah Julian dengan serius.
Julian kemudian berfikir sejenak, ia nampak memikirkan sesuatu.
"Tidak, aku sedang tidak jatuh cinta pada seseorang. Aku hanya bertanya pada mu, bagaimana jika aku jatuh cinta pada orang lain. Jangan malah berbalik tanya Vale." ujar Julian berkilah, padahal dia memang sudah jatuh hati dengan Jenna.
__ADS_1
"Aku tidak akan mempermasalahkan jika kau mau jatuh cinta pada seseorang dan dengan siapapun. Tapi aku harap, hargai aku Mr. Walau aku hanya istri kontrak mu. Tapi setidaknya aku ingin juga di hargai. Aku tau kau tidak suka dengan ku, kau hanya ingin anak dari rahim ku. Jika misal aku sudah hamil, aku takut jika kau punya kekasih, kau malah sibuk dengan kekasih mu. Bukan sibuk merawat ku." jelas Valerie apa adanya.
"Apa kau lupa Mr, dalam perjanjian entah di point berapa. Aku tidak boleh menjalin hubungan dengan siapapun. Ku rasa itu berlaku juga untuk mu Mr. Agar kita sama sama bisa profesional." imbuh Valerie lagi.
Kemudian Julian mengagukkan kepalanya. Dan merasa, apa yang Vale utarakan adalah sebuah hal yang benar.
Tapi bagaimana dengan nasib Jenna, dia bahkan sudah berjanji akan menikahi Jenna secepatnya.
Julian kini di buat dilema dengan keputusan yang ia ambil sendiri.
Setelah selesai sarapan, Julian kemudian mengantarkan Valerie ke tempat kuliahnya.
🍁🍁🍁🍁🍁
Jenna Apartemen
"Selamat pagi ma." sapa Jenna pada mamanya yang saat itu sedang menyiapkan sarapan pagi untuk mereka.
"Mama bisa aja, harus semangat dong mah. Demi masa depan yang cerah, harus semangat bekerja." jawab Jenna yang sudah rapi dengan pakaian kantornya.
"Tentu saja demi masa mu yang cerah. Mama tidak pernah menuntut mu dan mama tidak pernah menuntut apa-apa juga. Tapi jika Mama boleh memberi sedikit nasehat. Jangan terlalu lama melajang Jen. Sudah waktunya kamu untuk mencari seorang pendamping. Mama tidak memaksa harus saat ini, Mama hanya mengingatkan. Takutnya, kamu terlalu asik dalam dunia kerjamu. Bagaimanapun Mama juga sudah umur, sudah tua, kamu adalah anak mama satu-satunya." ujar Raina memberikan sedikit nasehat untuk sang putri.
"Ia Ma, Jenna tau." jawab Jenna lembut, ia mengerti apa yang Mamanya maksudkan.
"Ma, Jenna ingin sedikit bercerita sama Mama. Ada sesuatu yang ingin Jenna bagi dengan Mama."
"Soal apa Jen," tanya Reina penasaran.
"Tentang seorang pendamping hidup."
"Maksud mu?"
__ADS_1
"Jenna saat ini sedang menjalin kedekatan dengan seorang Pria Ma." ucap Jenna deg deg kan saat memberitahu kan hal itu pada Mama nya.
"Oya, siapa?" wajah Reina nampak merona saat mendengar kabar bahwa putrinya yang introvert itu kini telah menjalin kedekatan dengan seorang.
"Namanya Julian Alexander, Mama pasti sudah tidak asing dengan nama itu. Nama itu sering aku sebut jika kita sedang mengobrol di meja makan."
"Julian, Julian, ya Mama sering mendengar nama itu sering kau sebut. Kalau tidak salah dia itu mantan tunangannya bos mu kan." tebak Reina.
"Iya mah dia mantan Bu Andrea."
"Yang benar saja Jen, bukankah dia seorang CEO. Kamu tidak salah punya hubungan khusus dengannya." ujar Reina tidak percaya, jika putrinya punya hubungan dengan dengan seorang CEO.
"Maaf jika selama ini aku tidak pernah bercerita ke Mama. Tapi, Jenna memang serius dan sedang menjalin kedekatan dengannya saat ini. Dan hubungan kami juga belum lama." ungkap Jenna pada Mamanya.
"Aku sudah mengobrol banyak dengannya. Dan katanya, dia akan minta izin kepada Mama untuk meminangku."
"Oya, secepat itu." Reina sedikit tidak percaya jika sang putri ternyata sudah pada tahap itu dalam menjalin kedekatan dengan seorang pria.
"Tapi Jen, apa kau yakin dia pria baik baik. Maksud Mama, Mama hanya kaget saja dia ingin segera meminang mu. Padahal kan kalian baru saling mengenal."
"Jenna yakin dia orang baik Ma, kalau tidak baik, tidak mungkin Bu Andrea mau juga."
"Beritahu Mama jika dia ingin ke rumah. Mama akan masakan makanan spesial untuk menjamu nya."
"Iya Ma, nanti Jenna beritahu."
Hati Reina pun bahagia mendapatkan kabar itu. Dan Jenna pun juga nampak berharap besar dengan apa yang sudah Julian ungkapkan pada dirinya saat di Bali.
So, drama apa yang akan di mainkan Julian, see you next bab 🥰💐♥️
__ADS_1