Rahim Bayaran Mr Julian Alexander

Rahim Bayaran Mr Julian Alexander
Season 2 New life begins : Perhatian David


__ADS_3

"Kenapa kau menyimpan nya?" tanya Vale menyelidik.


"Sudah ku katakan Vale, itu semua hanya dokumentasi. Tidak ada maksud lain. Soal video itu, itu hanya salinan rekaman CCTV yang memang sengaja aku salin file nya. Dan jika soal foto itu. Jujur, aku memang mengambil nya. Aku bangga melihat keberhasilan mu Valerie. Aku ikut senang dan bangga dengan mu. Kau sudah berhasil menjadi orang sukses sekarang. Hanya itu, tidak ada maksud lain."


"Sampai sekarang perasaan mu saja masih membuat ku bigung Julian." Vale berucap sambil menatap wajah Julian dengan tatapan penuh tanda tanya pada mantan suami kontraknya.


"Kenapa dulu saat kita masih menikah. Kau selalu bersikap lembut dan manis dengan ku. Kau bersikap seperti seorang suami yang sangat mencintai istrinya. Kau tau julian, sikap mu yang penuh kelembutan dan manis itulah yang dulu membuat aku jatuh cinta dengan mu. Meski saat itu aku sudah berusaha untuk melawan rasa itu. Tapi aku tidak mampu." uangkap Vale.


"Memangnya aku harus bersikap bagaimana dengan mu dulu. Kasar, sadis, kejam, itu bukan sifat ku Valerie." jawab Julian lembut.


"Bukan itu jawaban yang ingin aku tau Mr." ucap Vale, yang sampai detik ini dirinya belum paham dengan rasa sayang yang Julian limpahkan untuk dirinya.


"By the way, aku rindu dengan sebutan itu, Mr." Julian berucap sambil tersenyum.


"Ayolah Mr Julian Alexander, aku serius. Sekarang ini istri mu sedang mencurigai ku. Tapi kamu malah menangapi ini dengan santai. Aku jadi ragu tentang cinta mu. Sebenarnya kau ini mencintai siapa?" tanya Vale penasaran.


Julian kemudian berjalan mendekati Valerie. Sambil menatap wajah Vale dengan begitu intens. Julian kemudian meraih kedua tangan Vale dan ia Julian menggenggamnya.


"Aku menyukai mu sejak awal kita bertemu di bar itu. Ada rasa simpati yang aku rasakan terhadap diri mu. Apa lagi setelah aku mengetahui kisah hidup mu yang hidup sebatang kara. Hati ku terkagum saat melihat bagaimana perjuangan mu bertahan hidup. Dan kau berusaha melakukan yang terbaik untuk hidup mu. Kau bekerja, kuliah. Meski begitu, kau tetap punya prinsip. Maka dari itu, aku memilih mu untuk ku ajak melakukan transaksi rahim bayaran."


"Maksud mu, kau menyukai ku bagaimana?" tanya Vale lagi masih bigung. Kemudian ia melepaskan tangannya yang tadi di genggam oleh Julian.


"Aku merasa, aku sangat peduli dengan mu. Aku tulus menyayangi mu. Apalagi saat itu kamu berhasil hamil anak ku. Aku sangat punya empati yang besar dan aku merasa berhutang budi dengan mu. Dan rasa ingin melindungi dan menjaga mu sangat besar aku rasakan."


"Jadi kau mencintaiku."


"Aku tidak mengakui itu cinta. Itu murni aku sangat sayang dengan mu. Bahkan sampai sekarang aku masih sayang dengan mu."


Vale kemudian melipat kedua tangannya dan memandangi wajah Julian dengan tatapan kosong.


"Perhatian mu terhadap ku itu akan mendatangkan hal yang tidak baik untuk hubungan mu dengan Jenna. Saat Jenna mengetahui kau menyimpan Vidio itu dan juga foto ku. Itu adalah suatu hal yang menyakiti Jenna. Jika aku di posisi Jenna saat ini. Aku pun akan marah dengan mu. Dia datang pada ku dan mengonfrontasi kan masalah ini dengan ku. Aku tidak menyalahkan Jenna saat ia bertanya. Karena aku ada kaitannya dengan semua itu. Yang aku tekankan di sini adalah. Please, jangan lagi sangkut pautkan soal masalah kalian dengan diri mu. Aku sudah selesai dengan mu dan aku sudah tidak punya perasaan khusus dengan mu. Aku juga sudah move on. Tidak ada rasa apapun dengan mu. Aku masih menghormati mu karena kau adalah ayah dari anak ku. Aku serius soal ini julian." ucap Vale tegas.


"Maaf jika hal itu membuat mu tak nyaman." ucap Julian.


"Jangan buat istri mu cemburu dengan diri ku. Dan jangan lagi bawa bawa aku dalam kehidupan rumah tangga mu."


🍁🍁🍁🍁🍁


Malam itu, Vale sedang berada di ranjangnya. Ia duduk bersila di atas ranjang sambil mengerjakan pekerjaan kantornya di laptop.


Ketika ia sedang fokus untuk mengerjakan tugas-tugas pekerjaan di laptop. Suara deringan ponsel mengalihkan fokus Vale.


Vale kemudian meraih ponselnya dan mengangkat panggilan tersebut.

__ADS_1


"Halo David." sapa Valerie pada teman akrabnya itu.


"Hai, malam Vale. Aku sekarang sudah ada di depan rumah mu. Aku ingin mengajak mu untuk makan. Aku harap kau mau ikut dengan ku, untuk merekomendasikan teman makan pinggir jalan yang enak." ucap David lewat sambungan telepon.


"Apa di rumah mu tidak ada makanan enak, sehingga kau keluar untuk cari makan di luar?" ledek Vale.


"Aku bosan dengan menu makanan yang ada di rumah. Sebenarnya aku tadi juga belum sampai rumah. Aku baru saja pulang dari kantor. Karena aku melintasi rumah mu, so, aku ingin ajak kamu. Sekalian mengajak mu untuk cari tempat makan yang enak. Kamu suka makan di pinggir jalan kan. Makanya aku ingin kamu beri tau aku tempat makan pinggir jalan kesukaan mu." ucap David.


Karena David telah sampai di depan rumah nya dan juga karena ia tidak enak hati untuk menolak ajakan David. Maka Vale pun akhirnya menyetujui ajakan David.


Dengan mengenakan pakaian casual. Vale akhirnya keluar dari rumahnya untuk menemui David yang sudah menunggu di sisi jalan di depan rumah nya.


Begitu melihat Vale datang menghampirinya. David terlihat tersenyum dan kemudian ia keluar dari dalam mobilnya.


"Hai." sapa Vale terlebih dahulu.


"Hai, kau terlihat cantik Vale, dengan pakaian casual." puji David.


"Simpan gombalan mu untuk pacar mu saja." timpal Valerie. Yang kemudian ia berjalan mengitari mobil David untuk duduk di kursi penumpang bagian depan.


Dengan sigap David kemudian membukakan pintu mobil untuk Valeri.


Setelah itu, David mengendarai mobil nya meningal kompleks.


"Oke, jalan saja lurus di depan." ucap Vale mengarahkan jalannya pada David.


David pun mengedarkan mobilnya menuju tempat makan pinggir jalan yang Vale rekomendasikan.


Setelah beberapa saat, mereka pun sampai. David memakirkan mobilnya agak jauh dari lokasi tempat makan yang Vale maksud. Karena penghujung saat itu juga banyak.


Sehingga Vale dan David harus berjalan kaki untuk menuju tempat makan yang mereka akan tuju.


"Kau mau makan apa?" tanya Vale pada David, sesaat setelah mereka sampai di tempat makan favorit Valerie.


"Aku pesan seperti apa yang kau pesan saja!" seru David sambil menyungingkan senyum pada Vale.


"Kau yang mendatangi ku dan menjagak ku makan. Tapi kamu mau aku yang menentukan makanannya? Kau aneh David." jawab Vale sambil tersenyum tipis.


"Asal kau tau Valerie, aku sebenarnya menyukai mu. Aku tidak ingin buru-buru menyatakan perasaan ku. Aku akan sabar dan pelan pelan dalam melakukan pendekatan terhadap mu. Aku tau, saat ini mungkin kau belum siap untuk membuka hati. Aku sudah lama menunggu ini. Aku harap, kau bisa mengenal ku lebih dekat lagi." ucap David dalam hati.


"Aku memesankan mu nasi goreng pedas." ucap Valerie.


"Apa saja Vale."

__ADS_1


"Sudah lama aku tidak makan nasi goreng di sini."


Akhirnya di tempat makan tenda pinggir jalan itulah Vale dan David menikmati makan malam mereka.


Vale memesan dua porsi nasi goreng pedas untuk nya dan untuk David.


Saat itu Vale memesan nasi goreng yang exstra pedas favorit nya. Alhasil saat David sedang menikmatin makan nasi goreng itu, keringat bercucuran keluar dari dahi nya.


Vale yang melihat itu spontan mengambil tisu lalu mengusap keringat David yang mengucur di sekitaran dahinya.


Dan apa yang Vale lakukan terhadap David ternyata membuat David termangu.


"Terimakasih," ucap David. Sesaat setelah Vale mengusap keringat di dahinya dengan tisu.


Vale juga saat itu tidak tau, kenapa dia melakukan hal itu. Hal itu secara spontan ia lakukan.


David kemudian melakukan hal yang sama. Ia mengambil tisu dan hendak menghapus keringat Vale. Tapi Vale menahan gerakan tangan David.


"Aku bisa sendiri David." ucap Vale, kemudian ia meraih tisu itu dan mengusap dahinya yang berkeringat karena kepedasan.


Setelah itu baik David dan juga Vale saling terdiam. Dan fokus pada makanan mereka.


"Kenapa kamu lebih memilih makan di pinggir jalan Kamu kan bisa makan enak di rumah besar mu ?" tanya Vale di sela sela mereka masih menikmati makan nasi goreng.


"Aku bosan dengan makanan yang ada di rumah. Makanya aku mengajak mu kemari untuk makan. Bukankah kamu suka makan di tempat makan seperti ini."


"Sejak Elenor tingal bersama ku, aku sudah jarang makan di luar. Aku masak di rumah. Sepulang dari kantor aku biasanya langsung memasak untuk makan malam kami."


"Elenor sepertinya sudah sangat mengubah mu."


"Dia merubah ku dalam banyak hal. Dia segalanya untuk ku. Hamil di usia 20 tahun, jadi ibu di usia 21 tahun. Kemudian kami berpisah dan bertemu lagi setelah lima tahun lama nya. Dia tumbuh dengan baik dan punya inner beauty yang luar biasa. Aku harus berterimakasih pada Julian dan juga Jenna karena telah mendidik Elle dengan sangat baik."


"Bagaimana kabar pernikahan mantan suami mu?" tanya David.


"Kurasa mereka bahagia. Mereka saling mencintai kan."


"Lalu bagaimana dengan mu. Apa kau masih menyimpan rasa pada julian. Setahu ku, kau menyukainya kan." tanya David.


"Itu dulu, sekarang aku sudah melupakannya. Dan aku juga sudah move on. Julian sudah menjadi masa lalu ku."


"Lalu bagaimana dengan masa depan mu? Apa kau tidak ingin membuka hati mu untuk yang lain."


"Aku belum memikirkannya David. Saat ini aku hanya ingin bersama Elle. Dan hal itu sudah membuat aku bahagia."

__ADS_1


David kemudian tersenyum tipis menanggapi pernyataan Vale.


__ADS_2