
"Semua itu masa lalu. Bahkan sudah berlalu 5 tahun lebih. Aku sudah melepaskan semua perasaan ku terhadap Julian. Aku sudah membuang perasaan ku terhadap dirinya. Dan aku sudah move on." ucap Vale tegas pada Jenna.
Mengutarakan tentang perasaannya terhadap Julian saat ini. Entah Jenna akan percaya atau tidak.
"Jadi berarti, kau memang pernah kan mencintai Julian." tanya Jenna menyelidik.
"Ia, ku akui, aku memang pernah mencintai Julian. Tapi itu dulu, tidak untuk sekarang ini. Mana mungkin aku masih berharap pada Julian yang kini telah menikah bersama dengan seseorang yang ia cintai. Sebagai seorang wanita aku paham hal itu Jen. Jika aku ada perasaan terhadap Julian. Itu dulu, masa yang sudah lalu." ucap Valerie dengan lembut.
"Julian tidak hanya menyimpan video intim kalian. Tapi dia juga menyimpan gambar mu di ponselnya Vale." imbuh Jenna lagi.
"Lantas, apa hubungannya soal Julian yang menyimpan gambar ku dengan diri ku. Aku tidak tau jika dia mengambil gambar ku. Dan, aku tidak tau menahu alasan Julian menyimpan video itu dan kenapa dia memotret ku. Semua itu aku tidak tau dan sudah bukan menjadi urusan ku." ujar Vale, menekankan pernyataannya dengan tegas.
"Aku menanyakan hal ini dengan mu hanya untuk mengonfrontasi soal penemuan video dan gambar yang aku temukan di ponsel suami ku Vale. Aku tidak bermaksud menuduh mu. Aku hanya bertanya, sebab, Julian sepertinya masih menaruh perhatian lebih terhadap mu." ucap Jenna.
Mendengar itu, Vale kemudian tersenyum getir.
"Untuk soal Julian masih menaruh perhatian terhadap ku, itu semua di luar kendali ku Jen. Sebaiknya kau tanyakan hal itu pada suami mu. Aku masih menjaga hubungan baik dengan Julian semata-mata hanya demi Elenor. Kau tau kan, Elenor, putri ku tidak bisa merasakan kehadiran kedua orang tuanya yang lengkap seperti Louis, putera mu. Tapi aku sadar diri Jen, putri ku terlahir karena apa dan bagaimana dulu." jelas Vale mengatakan ada adanya.
"Tapi yang jelas, Elenor hadir di rahim ku dengan cara yang baik. Aku tidak berzina dengan Julian. Aku dan Julian menikah. Dia ada di saat aku dan Julian telah resmi menjadi sepasang suami istri. Walau pernikahan kami hanyalah sebuah pernikahan kontrak. Karena kehadiran Elenor juga lah aku berubah. Aku telah mengembalikan semua imbalan yang Julian berikan pada ku sebagai penebus Elenor. Aku tidak mengambil sepeserpun dari hasil rahim bayaran yang sebelumnya telah kami sepakati. Jadi, Elenor adalah seorang anak yang hadir di rahim ku karena sebuah hubungan yang saling menyayangi pada saat itu. Julian mengakui ia menyanyiku meski dia tidak mengakui itu sebuah perasaan cinta. Dan aku mengerti itu. Dia hanya sayang dengan ku sebatas seperti sayangnya seorang kakak dan adik, ungkap nya. Dan saat itu, aku memang jatuh cinta dengannya, tapi dia tidak mencintai ku. Dan aku menerima dan memaklumi, karena cinta memang tidak bisa di paksakan kan. Aku lebih suka menamai Elenor adalah buah cinta ku yang bertepuk sebelah tangan dengan Julian. Karena aku juga tau, saat itu Julian hanya memuja mu sebagai wanita yang ia cintai. Jadi, kau tak perlu takut Jen. Yang di cinta suami mu adalah kamu. Julian hanyalah masa lalu ku. Aku sudah tidak menyimpan perasaan apapun dengan nya saat ini. Jika aku juga masih bersikap baik dengan nya, itu hanya karena aku menghormati Julian sebagai ayah Elenor. Kami adalah orang tua Elenor. Aku hanya tidak ingin, saat aku dan Julian berhubungan baik. Kau malah menaruh curiga terhadap ku. Karena sudah aku tegaskan semua nya tadi. Aku sudah tidak punya perasaan terhadap suami mu. Dan jika aku masih berhubungan baik dengan suami mu itu semata-mata hanya demi putri kami, Elenor." jelas Vale panjang lebar.
"Terimakasih Vale, kau sudah meyakinkan diri ku. Aku minta maaf jika untuk hal ini kau merasa tersinggung. Jujur, aku tidak bermaksud menuduh mu. Aku hanya mengkonfrontasikan masalah ini dengan mu. Karena mungkin kau adalah seseorang yang sampai saat ini masih menjadi seseorang yang spesial di hati Julian. Dia ku rasa masih menyimpan perasaan terhadap mu. Hanya saja dia tidak mengakuinya." jelas Jenna lagi.
"Setelah ini, tanyakan langsung saja pada suami mu. Hal itu masalah kalian berdua. Jangan sangkut pautkan diri ku dengan masalah pribadi kalian. Karena hal itu tidak lagi menjadi urusan ku. Aku juga tidak mau ikut campur. Aku sudah berkata sejujur jujurnya, semuanya dengan mu."
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Dengan menaiki sebuah taksi. Seusai bertemu dengan Jenna. Vale berniat untuk pergi ke Penthouse.
Permasalahan tentang video itu kini begitu mengusik ketenangan Vale. Yang selama ini ia sudah merasa tenang. Tapi gara gara video dan foto yang Julian simpan di ponselnya, kini dirinya kembali terseret dalam masalah Julian dan juga Jenna.
Sesampainya di Penthouse, Vale bertemu Aise dan juga Naina. Mereka masih setia di pekerjakan di Penthouse tersebut.
Sejenak, Vale berbincang-bincang dengan kedua Art yang sudah ia anggap keluarga itu. Bahkan, Vale datang dengan membawakan kue untuk Naina dan juga Aise.
Setelah selesai berbincang-bincang melepas kangen. Vale kemudian berjalan menuju kamar nya di lantai atas.
__ADS_1
Sesampainya di kamar, Vale menengok CCTV yang ada di kamarnya.
Setelah itu, Vale beralih berjalan ke arah bufet minimalis yang ada di kamarnya.
Vale kemudian membuka pintu bufet minimalis tersebut. Dan ia mendapati sebuah alat recorder CCTV memang ada di sana.
Selama ini ia benar-benar tidak menyadari jika ada alat recorder CCTV di taruh di kamarnya.
Vale kemudian menyalakan televisi LED yang ada di kamarnya. Dan ia menyambungkan televisi dengan recorder CCTV.
Kemudian, dengan mensetting mode tanggal dan juga tahun Vale bisa mengecek tetang video yang ingin ia cek.
Vale kemudian memasukan sebuah tanggal dan tahun serta jam pada alat operator CCTV tersebut. Untuk mendapatkan video yang ingin ia cek.
Setelah mendapatkan video yang ia inginkan. Vale lalu memutar video tersebut.
Kedua mata Vale terbelalak kaget begitu melihat rekaman video dalam CCTV tersebut.
"Ya Tuhan." ucap Vale sambil menutup mulutnya dengan tangannya.
Vale kemudian mengecek rekanan video yang lain. Saat ia dan Julian pertama kali melakukan hubungan seksual di kamar.
Vale kemudian menghapus secara permanen semua file rekaman CCTV tersebut.
"Bagaimana Jenna tidak cemburu buta dengan ku. Jika Vidio itu benar-benar fulgar. Dasar julian, entah apa maksudmu kau menyimpan Vidio itu. Katanya kau tidak mencintai ku, tidak sama sekali punya perasaan terhadap ku. Tapi kau mala menyimpan video mesum kita. Tidak hanya itu kau juga memotret ku." keluh Valerie, yang hanya bisa menggelengkan kepalanya.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
"Julian, datanglah ke Penthouse sore ini setelah kau pulang bekerja. Aku tunggu, ada suatu hal yang ingin aku bicarakan dengan mu." tulis pesan singkat Vale pada Julian.
Julian yang saat itu masih berada di kantor kemudian membaca pesan singkat yang Vale kirimkan untuknya.
"Valerie, ingin bertemu dengan ku? Ada apa?" ucap Julian penuh tanda tanya.
Tanpa pikir panjang, Julian kemudian bangkit dari kursinya dan mengambil jas nya.
__ADS_1
Ia berniat untuk langsung menemui Valerie di Penthouse.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Setibanya di Penthouse, Julian yang saat itu baru saja masuk kedalam langsung mencari Valerie.
Valerie ketika itu sedang berdiri di sisi kolam renang sambil memegang sebuah cangkir yang berisikan minuman hangat.
"Vale." sapa Julian.
Valerie kemudian langsung menoleh ke arah sumber suara yang tidak lagi asing baginya.
"Well, apa kau kau sedang mengajak ku untuk reuni di sini." ucap Julian sambil tersenyum tipis.
"Stop berkata kata manis Julian. Kau tidak sadar ya, diri mu baru saja menyulut sebuah api." ucap Vale, kemudian ia berjalan mendekati Julian dan berdiri tepat di hadapan pria yang pernah membuatnya tergila gila itu.
"Bicaralah dengan jelas Vale."
"Jenna hari ini menemui ku. Meski dia tidak secara jelas menuduh ku.Tapi aku tau, sebenarnya dia tengah mencurigai ku." ujar Vale pada Julian.
"Apa yang Jenna katakan padamu?" tanya Julian menyelidik.
"Poin nya adalah, dia takut jika kita diam diam menjalin sebuah hubungan gelap. Hal itu dia sangkakan bukannya dia tidak punya alasan. Dia punya alasan dan dasar dasar prasangka perselingkuhan yang mungkin kau lakukan. Dan sebenarnya ini bukanlah urusan ku. Karena aku sudah tidak ada lagi sangkut pautnya dengan hubungan kalian. Dia mengkaitkannya dengan ku karena aku dan kamu punya masa lalu. Dan sampai sekarang kita masih berhubungan baik."
"Jenna pasti membahas tentang Video itu."
"Iya, jujur saja hal itu juga membuat ku risi Julian. Aku harap kau menghapus video itu. Dan hapus juga foto ku yang ada di ponsel mu. Lagian, untuk apa kau menyimpan Vidio dan juga gambar ku ?" tanya Vale merasa tidak suka.
"Itu hanya sebuah dokumentasi Vale." jawab Julian enteng.
"Tapi dokumentasi mu sudah membuat Jenna terbakar api cemburu Julian. Jika aku jadi Jenna, aku juga akan marah dengan mu." imbuh Valerie dengan nada kesal.
"Aku sudah menghapus semua nya." ujar Julian dengan tenang.
"Kenapa kau menyimpan nya?" tanya Vale menyelidik.
__ADS_1
"Sudah ku katakan Vale, itu semua hanya dokumentasi. Tidak ada maksud lain. Soal video itu, itu salinan rekaman CCTV yang memang sengaja aku salin file nya. Dan jika soal foto itu. Jujur aku bangga melihat keberhasilan mu Vale. Aku ikut senang dan bangga dengan mu. Kau sudah berhasil menjadi orang sukses sekarang. Hanya itu, tidak ada maksud lain."
"Sampai sekarang perasaan mu saja masih membuat ku bigung Julian."