Rahim Bayaran Mr Julian Alexander

Rahim Bayaran Mr Julian Alexander
Welcome baby Elenor Valencia Alexander


__ADS_3

Tubuh Valerie melemas sesaat setelah ia berhasil melahirkan putrinya dengan selamat. Hanya menyisakan deru napasnya yang masih terengah-engah belum bisa teratur saat itu.


Rasa sakit yang beberapa saat lalu menderanya kini lenyap bersamaan dengan bayi yang sudah berhasil ia lahirkan.


Hati Vale kini di penuh dengan kelegaan. Karena perjuangan melahirkan putrinya telah usai.


Suara tangisan keras sang putri begitu merdu terdengar oleh panca indera Valerie. Hal itu membuat nya sangat bahagia dan terharu.


Beberapa jam setelahnya, Vale yang saat ini sudah di bersihkan oleh seorang perawat, kemudian dipindahkan ke ruang pemulihan di kamar khusus dan istimewa.


Sedangkan baby-nya masih dalam penanganan dokter untuk di periksa lebih lanjut.


"Selamat Valerie, sekarang kau sudah menjadi seorang ibu. Aku sudah melihat putri yang baru saja kau lahirkan. Wajahnya sangat mirip denganmu, dia sangat cantik sekali, wajah nya lebih dominan mirip dengan mu dari pada Julian. Dia luar biasa, aku sangat takjub ketika melihatnya. Dia adalah keturunan Alexander pertama, luar biasa, terima kasih telah melahirkan keturunan Alexander yang sangat sehat dan juga sangat cantik." ucap Roseline yang nampaknya begitu antusias, senang dan juga bahagia telah punya cucu.


Roseline kemudian memberikan pelukan hangat kepada Valerie, yang saat itu masih berbaring di atas tempat tidur.


"Terima kasih Ma, selamat juga untuk Mama, sekarang Mama sudah dipanggil Oma." ujar Vale sambil tersenyum.


"Dia akan memanggil ku Grany, panggilan itu sangat membuat ku begitu tersentuh. Aku tidak bisa mengungkapkan, betapa bahagianya aku setelah menjadi seorang nenek. Sekalian lagi terimakasih Valerie, kau luar biasa." puji Roseline pada Vale.


"Sama sama Ma." ucap Vale lembut.


Kemudian, kini bergantian Julian yang mendekat ke arah Vale.


"Terimakasih, kau telah melahirkan putriku dengan selamat. Perjuangan mu luar biasa, aku tidak akan pernah melupakan bagaimana kau berjuang dengan begitu keras demi bisa melahirkan putriku. Aku berhutang budi dengan mu Vale. Aku melihat sendiri bagaimana diri mu berjuang untuk melahirkan tadi."


"Aku tidak menyesal hamil, aku bangga saat dia masih ada di kandungan ku. Dan aku bahagia saat sudah bisa melahirkannya dengan normal. Aku sekarang tau bagaimana rasanya melahirkan dan rasa sakit yang sebelumnya aku rasakan, tidak ada artinya lagi saat aku sudah bisa melihat dia di dunia." ucap Vale pada Julian. Julian menangapi dengan senyum manis pada Vale.

__ADS_1


"Selamat kau sudah menjadi seorang ayah." ucap Vale pada pria yang sebenarnya masih ia sangat cintai itu.


"Terimakasih, dia akan memanggil ku Daddy." sahut Julian sambil tersenyum manis.


"Akan kau beri nama siapa anak kita?" tanya Valerie.


"Aku akan memberikan sebuah nama yang indah untuk nya. Aku sudah menyiapkan nama itu jauh jauh hari. Aku sudah memikirkannya, nama bayi ku Elenor Valencia Alexander. Aku akan memanggilnya Elenor. Elenor itu artinya terang dan bersinar, Valencia itu artinya pemberani, dia akan menjadi seorang gadis yang pemberani seperti dirimu, dan Alexander adalah nama kebanggaan keluarga." jelas Julian pada Valerie.


"Elenor Valencia Alexander, good name." sahut Vale.


"Dia itu adalah separuh dirimu, aku sengaja menyematkan nama Vale/Valencia agar diri mu selalu ada di hati baby Elenor. Baby Elenor adalah baby yang penuh dengan kisah. Tapi apapun kisah di balik semua itu, biarkan saja hal itu menjadi sejarahnya. Dia terlahir dari rahim seorang wanita yang tangguh. Dia terlahir dari sebuah hubungan yang sah."


Vale nampak menghela nafas panjang, rasa nya ada sesuatu yang membuat nya sesak. Hanya saja ia hanya bisa memendamnya.


"Aku ingin melihatnya." ucap Vale kemudian, yang sudah tidak sabar untuk bisa memeluk putri nya.


🍁🍁🍁🍁🍁


Vale yang tadinya akan dibawa Julian kembali ke Mansion, ia menolak untuk kembali di bawah kesana.


Dia memilih untuk pulang ke Penthouse karena dia lebih nyaman berada di Penthouse.


Dan akhirnya Julian menuruti apa yang Vale inginkan.


Vale ingin menghabiskan waktu bersama dengan baby-nya secara ekslusif.


Sebelum ia benar-benar akan meninggalkan bayi mungil itu untuk mungkin beberapa tahun kedepan.

__ADS_1


Ia ingin banyak meluangkan waktu bersama baby Elenor. Ia ingin berdua saja dengan baby Elenor.


Vale ingin merawat bayinya dengan tangannya sendiri. Ia benar-benar ingin menjadi seorang ibu yang bisa merawat bayinya dengan perasan bahagia.


Dalam surat perjanjian itu, Vale hanya di berikan waktu kurang lebih 2 minggu bersama putrinya. Tapi Vale memohon pada Julian untuk diberikan perpanjangan waktu. Julian pun mengabulkan itu dan memberikan waktu sebulan untuk Vale bisa bersama dengan bayinya. Setelah itu, Vale sudah tidak bisa lagi ada tawar menawar. Vale harus meninggalkan bayinya untuk diserahkan kepada Julian sepenuhnya.


Selama berada dalam pengasuhan Valerie, Vale tidak memberikan baby Elenor susu formula.


Valerie memberikan ASI nya langsung kepada baby Elenor di saat putri nya itu merasa haus. Vale ingin benar-benar merasakan pengalaman menjadi seorang ibu.


Dan bersama baby Elenor, Valerie merasakan experience menjadi seorang ibu. Yang ternyata rasanya sangat luar biasa dan begitu menakjubkan.


Sebuah pengalaman yang tak pernah ia rasakan dan bayangkan sebelumnya, walau ia kini baru berusia 21 tahun.


Bagaimana cara baby Elenor memandangi nya membuat Vale terharu sampai ia menitikan air mata.


Tangan mungil baby Elenor yang bergerak gerak lemah dan lembut yang menyentuh kulit Vale begitu mengetarkan hati Valerie.


Berinteraksi dengan bayinya sungguh membuat Vale merasa berharga keberadaan saat ini. Mata baby Elenor sekelibat tampak menatap dengan intens ke wajah Vale. Seolah olah bayi yang baru beberapa lahir itu sudah sangat mengenali ibu nya.


Vale tidak pernah menyangka, bahwa dirinya kini telah menjadi seorang ibu. Dan ia telah memiliki seorang bayi mungil yang sangat cantik yang akan memanggilnya mommy.


Selama baby Elenor berada di Penthouse, Roseline dan Julian sering berkunjung. Julian selalu menyempatkan diri untuk mampir ke Penthouse setiap pagi sebelum berangkat ke kantor dan saat sore setelah ia pulang dari kantor.


Roseline banyak sekali memberikan nasehat-nasehat kepada Valerie tentang bagaimana caranya merawat bayi.


Sebenarnya, Julian memberikan pendamping seorang baby sister untuk membantu Vale merawat baby Elenor, tapi Vale menolak.

__ADS_1


Ia benar-benar ingin merawat putrinya dengan tangannya sendiri. Vale akan meminta bantuan Naina atau Aise jika ia memerlukan bantuan. Vale benar benar mengasuh anaknya sendiri di dalam kamarnya.


Ia akan ingin mencurahkan segenap perhatian dan kasih sayang nya pada Baby Elenor selama ia masih bisa memeluk bayinya itu.


__ADS_2