Rahim Bayaran Mr Julian Alexander

Rahim Bayaran Mr Julian Alexander
Penjelasan


__ADS_3

Sepulang dari Penthouse, Julian mengendarai mobilnya untuk kembali ke Mansion.


Sebelum ia meninggalkan Mansion untuk menemui Valerie. Julian sengaja mengurung Jenna agar dia tidak kabur dari Mension dan tetap berada di kamarnya.


Julian mengurung dan mengunci Jenna di kamar. Dan tidak memperbolehkan satu orang pun untuk membantunya keluar dari kamar.


Sesampainya Julian di Mension, ia kemudian menemui asisten kepercayaannya Laila.


"Siapkan makan malam untuk Jenna Laila, aku akan membawanya ke kamar." perintah Julian pada Laila asisten rumah tangga kepercayaannya.


"Siap Tuan."


"Apa tadi dia teriak-teriak minta tolong kepada kalian untuk di bukakan pintu?" tanya Julian pada Laila.


"Sesaat setelah anda pergi, Nyonya memang berteriak dan menngedor pintu untuk di bukakan. Tapi kami tidak bisa membantu Nyonya Jenna. Atas perintah Tuan yang melarang kami untuk membukakan pintu."


"Bagus, siapa kan saja makannya di atas nampan. Aku akan membawakannya."


Sesaat kemudian, Julian yang telah sampai di depan pintu kamarnya. Mengambil kunci kamar dari saku celana. Kemudian ia membuka pintu kamarnya.


Pemandangan pertama yang Julian liat saat itu adalah. Jenna nampak duduk di sebuah sofa dekat jendela sambil memeluk kedua kakinya di dada.


Sekilas Jenna menoleh ke arah Julian. Namun tak lama kemudian ia memalingkan wajahnya kembali menatap kosong ke arah jendela.


"Maaf aku tadi meninggalkan mu sebentar. Ini aku bawakan makan malam untukmu. Kau pasti lapar kan, makanlah Jen." ucap Julian yang kemudian meletakkan makan malam yang ia bawakan untuk Jenna ke atas nakas.


Dengan langkah pelan, Julian mendekati Jenna. Lalu duduk tepat di belakang Jenna sambil merangkul tubuh Jenna dari belakang dengan posesif.

__ADS_1


"Maafkan aku sayang, aku tidak bermaksud menyakiti mu." bisik Julian sambil meletakkan dagunya di ceruk leher Jenna yang tertutup rambut panjangnya.


"Lepaskan aku." desis Jenna memberontak. Dan akhirnya Julian pun melepaskan dekapannya.


Kemudian julian beralih duduk di sofa di hadapan Jenna.


"Maafkan aku telah mengunci mu tadi. Aku ingin kau mendengarkan penjelasan ku di saat hatimu sudah tidak dalam keadaan emosi dan sudah tenang Jen" ucap Julian menatap wajah Jenna dengan lekat.


"Aku akan menjelaskan kepadamu kenapa aku menikahi Valerie dan kenapa aku merahasiakan ini darimu." ujar Julian lagi.


Tapi Jenna sama sekali tidak bergeming. Dia tidak menoleh ataupun menyahuti perkataan Julian.


"Tapi kau makan dulu ya sayang. Aku akan menyuapi mu."


Lalu Julian mengambil kembali makanan yang telah disiapkan Laila tadi di atas nampan. Membawanya ke sofa dan Julian bermaksud untuk menyuapi Jenna.


Tapi lagi-lagi Jenna tak bergeming sedikitpun. Dia tetap terdiam sambil mendekap erat kedua kakinya di dada.


Lalu Julian duduk kembali di sofa di hadapan Jenna.


"Baiklah, aku akan jujur dengan mu Jen. Aku menikahi Valerie jauh sebelum aku jatuh cinta denganmu. Sebelum aku mengenalmu secara dekat." ucap Julian pertama tama menjelaskan pada Jenna.


"Kenapa aku menikahi Valerie. Itu karena, saat itu aku sudah putus asa Jen. Saat itu aku sedang dalam keadaan patah hati setelah berpisah dengan Andrea. Aku merasa trauma, aku tidak ingin lagi menjalin hubungan dengan seorang wanita. Tapi Mamaku menginginkan seorang keturunan. Aku adalah anak satu-satunya Jen di keluarga Alexander. Aku memikul jabatan penting di perusahaan. Dan semua perusahaan di bawah naungan Alexander Corp membutuhkan penerus. Mama ku selalu mendesak ku untuk segera menikah dan aku harus cepat punya anak. Tapi rasa trauma akibat gagal menikah dengan Andrea membuatku takut. Dan trauma menjalin hubungan dengan seorang wanita, apalagi menjadi sebuah komitmen. Hingga akhirnya muncul sebuah ide, untuk bisa memiliki anak tanpa harus menjalani hidup berumah tangga. Ide rahim bayaran itu kemudian muncul di benak ku." Julian nampak menarik nafas, dan menghembuskan nya perlahan-lahan.


"Aku sempat menawari mu soal rahim bayaran waktu itu. Tapi kau menolak kan. Dan saat itulah aku akhirnya deal dengan Valerie soal rahim bayaran yang aku maksudkan." Julian kemudian menatap Jenna.


Tapi Jenna tetap tidak sedikit pun melayangkan pandangan ke arah Julian.

__ADS_1


"Bersama Valerie aku melakukan negosiasi untuk bisa mendapatkan anak darinya. Dan dalam negosiasi itu. Aku sepakat dengan Valerie. Dia mau untuk menjadi Ibu dari benihku. Karena aku ingin anakku lahir dengan status yang jelas. Maka aku melakukan pernikahan kontrak dengan Valerie. Aku juga tidak ingin mendapatkan bayi ku dengan cara yang tidak baik. Karena belum tentu aku melakukan sekali dengan Valerie maka dia akan hamil."


"Menjijikkan." desis Jenna yang tak tahan untuk tidak berucap ketika sudah menyingung soal kegiatan seksual agar bisa mendapatkan seorang bayi.


"Vale pun tidak ingin di cap sebagai seorang wanita murahan walau ia bersedia menjadi rahim bayaran untuk ku Jen. Dia menerima tawaran ku karena ia membutuhkan uang untuk hidupnya. Dia punya latar belakang kehidupan yang sulit. Rasa trauma di masa kecil membuat ia menerima tawaran ku. Toh kami menikah secara sah. Vale tidak mau menjadi rahim bayaran jika status kami belum menjadi suami istri."


"Akhirnya aku menikahi nya. Dan kami saling membuatan kesepakatan dan perjanjian. Aku beri Valerie kurang lebih satu tahun untuk bisa mengandung benih ku. Dalam kurun waktu satu tahun dia harus bisa hamil. Dan hal itu terwujud. Setelah dia berhasil melahirkan anak ku nanti. Pernikahan kontrak kami selesai. Aku mendapatkan anak dan dia bekas."


"Dan setelah itulah, aku sering berjumpa dengan mu dan muncul ketertarikan dengan mu. Kau pasti masih ingat dengan perjalanan bisnis kita di Bali. Sejak saat itu aku jatuh cinta dengan mu. Hal yang tak pernah aku duga aku bisa jatuh cinta lagi. Aku tidak ingin kehilangan kesempatan untuk bisa bersama dengan dirimu. Oleh sebab itu aku terus mendekatimu. Takut kehilangan, akhirnya ku putuskan untuk mengikatmu dengan cara menikahi mu. Karena tidak bisa menikahi mu secara hukum aku menikahi mu dengan cara siri. Toh saat pernikahan ku dengan Vale berakhir aku bisa mengurus pernikahan kita secara hukum.


"Jadi, percayalah Jen. Semua kebohongan ku ini aku terpaksa lakukan. Karena aku takut kehilanganmu."


"Apa ada yang lain." tanya Jenna dengan nada culas.


"Tidak ada."


"Kalau begitu terus kan pernikahan mu dengan Valerie. Persetan dan lupakan semua kontrak pernikahan kalian. Jalani saja menikah sah mu dengan nya dan jalani rumah tangga mu dengan baik. Kalian toh sudah punya anak kan. Jangan permainkan sebuah pernikahan lagi. Biarlah aku yang mengalah. Ceraikan aku Julian."


"Tidak Jen, aku mencintaimu. Aku tidak akan melepaskan mu."


"Aku akan memaksamu untuk melepaskan aku." ucap Jenna yang kemudian berlalu dari hadapan Julian.


Namun, sebelum ia benar-benar berlalu. Tiba tiba tubuh Jenna terhuyung dan limbung.


Untungnya Julian dengan sigap menangkapnya. Hingga tubuh Jenna tidak terjatuh di lantai.


"Jen, kau kenapa!" tanya Julian panic.

__ADS_1


Jenna yang saat ini berada di pelukan Julian kemudian memegangi kepalanya yang tiba-tiba terasa sangat pusing.


Kira kira Jenna kenapa ya?????


__ADS_2