
Setelah mengantarkan Valeri pergi ke tempat kuliahnya. Julian kemudian mengendarai mobilnya kembali untuk menuju kantor.
Sesampainya Julian di kantor dia pun langsung masuk ke ruangannya. Dan pekerjaan yang sangat banyak sudah menunggunya untuk dia selesaikan dan dia pelajari.
Setelah beberapa jam dia bergelut dengan file-file serta dokumen yang ada di mejanya. Julian kemudian teringat Jenna.
Mengambil ponsel yang ia simpan di balik jasnya, Julian bermaksud untuk mengirimkan pesan kepada Jenna.
*Jen, kau sedang apa. Jika kau tidak sibuk, nanti siang aku akan menjemputmu di kantor Sahara grup. Aku ingin mengajakmu makan siang. Jika kau setuju balas pesanku*
Pesan itulah yang ditulis oleh Julian kepada Jenna.
Dan di sisi lain, Jenna yang saat itu sudah sampai di kantor. Dan juga sudah sibuk dengan berbagai macam pekerjaan yang sudah menunggunya, tiba-tiba perhatiannya teralihkan oleh sebuah nada pesan yang bunyi di ponselnya.
Meraih ponselnya, Jenna kemudian melihat pesan masuk dari siapa itu.
Begitu mengetahui pesan masuk itu dari Julian. Hati Jenna jadi sangat senang. hatinya menghangat dan bahagia.
Jenna pun kemudian membalas pesan singkat Julian.
*Hai Julian, aku sedang di kantor sekarang. Aku banyak kerjaan hari ini. Jika kau memang ada waktu dan bisa menjemputku, oke aku tunggu kau makan siang*
Setelah membahas pesan singkat Julian, Jenna meletakkan ponselnya dan kembali sibuk mengurusi pekerjaannya.
Karena ia harus segera memberikan laporan itu kepada Andrea.
🍁🍁🍁🍁
Setelah Jenna selesai membicarakan hal pekerjaan dengan Andrea. Jenna tiba-tiba ingin berbicara suatu hal yang pribadi kepada Andrea.
Dengan sedikit ragu-ragu akhirnya Jenna memberanikan diri untuk mengutarakan isi hatinya.
__ADS_1
"Bu Andrea, bolehkah saya minta sedikit waktunya? Ada hal pribadi yang ingin saya tanyakan." ucap Jenna.
"Kau ingin bertanya apa Jen, jangan kaku seperti itu pada ku. Seperti baru mengenal ku saja. Katakan apa yang ingin kau tanyakan. Tapi jangan minta risen ya, aku tidak akan mengabulkan permintaan mu." ledek Andrea.
Jenna pun tertawa tipis saat di ledek Andrea seperti itu.
"Ini bukan soal pekerjaan, tapi ini hal pribadi." jelas Jenna.
"Oke, jika ini bukan masalah pekerjaan. Aku akan mendengarkan dengan baik. Sebaiknya kita duduk di sofa saja agar lebih santai." ucap Andrea memberi saran, wanita yang kini tengah hamil muda itu makin terlihat tambah cantik.
Kemudian mereka pun berjalan menuju sofa.
"Bolehkah saya bertanya tetang Pak Julian Alexander."
"Julian, ada apa dengan Julian?" Andrea penasaran, karena Jenna justru menyebutkan nama mantan tunangannya.
"Saat ini saya sedang menjalin kedekatan. Kami sedang menjalin komunikasi."
"Iya Bu, saya dan Pak Julian sedang menjalin hubungan serius. Dia sendiri bahkan sudah mengatakan kepadaku, jika dia ingin meminangku."
"Oh ya, Julian akan meminangmu, secepat itu."
"Dia bilang seperti itu, dan karena Bu Andrea sudah lebih dulu mengenal Pak Julian. Maka aku ingin bertanya tentang dia. Bagaimanapun anda kan pernah dekat dengan Pak Julian."
"Sebaiknya kamu jangan panggil dia Pak Julian. Kalau dia memang sekarang ini sudah menjadi kekasihmu, pangil saja Julian." tukas Andrea.
"Setahu aku dan selama aku mengenalnya. Julian adalah pria yang baik, dia pria yang sopan, bijak dan sangat lembut. Jika kau bertanya kenapa kami putus dulu. Itu sebabnya adalah aku. Dalam hubungan pertunangan antara aku dan Julian, akulah yang bersalah. Aku tidak menampik kebaikan Julian selama kami bertunangan. Dia sangat baik, sangat lembut, sangat bijak, terlebih dia sangat sabar. Saat kami putus, kesalahan itu ada padaku. Karena aku masih mencintai Reyhan. Dan pada akhirnya, dengan berat aku harus memutuskan pertunanganku dengannya. Karena tidak mungkin aku memaksakan diri tetap bersama nya sedangkan aku saat itu kembali mencintai mantan suami ku. Itu akan menyakiti hati Julian dan pasti hubungan kami tidak akan bahagia. Untungnya Julian bisa menerima itu. Sampai sekarang aku masih merasa bersalah padanya. Walau dia orangnya sangat bijak dan tidak ingin mengungkit masalah itu. Dan jika saat ini Julian telah menemukan tambatan hati yang lain, aku akan sangat senang. Apa lagi itu dengan mu Jenna. Aku akan mendukung mu."
"Iya, maka dari itu aku berbagi soal ini pada Bu Andrea."
"Semoga hubunganmu dengan Julian berjalan dengan baik Jen. Aku mendukungmu, bahkan sangat mendukungmu."
__ADS_1
"Terima kasih Bu Andrea." ucap Jenna yang merasa lega bisa berbagi cerita dengan Andrea.
🍁🍁🍁🍁🍁
Di sebuah restoran yang tak jauh dari Sahara Corp, Julian mengajak Jenna untuk makan siang.
Setelah pesanan mereka kini sudah di hidangkan di atas meja. Julian dan Jenna menikmati makan siang bersama sambil mengobrol ringan.
Bagi Julian, menjalin komunikasi dan kedekatan bersama Jenna saat ini sangatlah penting. Dia tidak ingin melepaskan Jenna yang sudah menyatakan perasaannya jika ia juga mencintai dirinya. Bahkan Jenna sudah bersedia untuk menjadi pendamping hidupnya.
Yang ada di pikiran Julian saat ini adalah bagaimana cara untuk bisa lebih dekat dengan Jenna, dan bagaimana dirinya bisa mengikat wanita lajang itu untuk bersamanya.
Julian tidak ingin kisah cintanya saat ini berakhir sama seperti saat dia berhubungan dengan Andrea, putus begitu saja.
"Jen, besok malam aku akan pergi ke rumahmu. Aku ingin menemui ibumu. Aku ingin berbicara dengan ibumu soal hubungan kita."
"Apakah kau serius dengan hubungan kita ini."
"Memangnya kenapa Jen, apa kamu ragu padaku."
"Aku tidak ragu, aku hanya berpikir, kau secepat ini memutuskan untuk meminangku. Aku takut kamu akan menyesal."
"Kenapa kamu bilang begitu. Aku tidak akan menyesal, aku sudah yakin. Justru jika aku tidak segera meminangmu, aku lah yang akan menyesal. Karena telah kehilangan momentum itu. Kau tahu kan, aku gagal menikah dengan Andrea dulu. Dan aku tidak ingin seperti itu, aku tidak mau lama-lama menjalin sebuah hubungan tanpa komitmen. Aku sudah sangat mantap untuk berkomitmen saat ini."
"Kalau begitu aku akan memberitahu sama Mama, jika kau akan datang ke rumah."
"Lebih cepat lebih baik Jen, kita juga sudah sama-sama berumur. Buat apa terlalu lama menunggu haru itu tiba." ujar Julian tersenyum manis.
Dan senyum Julian sudah cukup membuat Jenna percaya akan semua kata kata manis Julian Alexander.
See you next bab 🥰🤗🙏♥️🔥
__ADS_1