Rahim Bayaran Mr Julian Alexander

Rahim Bayaran Mr Julian Alexander
Pendekatan


__ADS_3

Siang itu, Julian pergi dari kantornya saat jam makan siang.


Seperti biasa, jika bosan dengan makanan yang di pesan oleh sekretarisnya. Julian akan pergi ke restoran untuk makan siang.


Setelah ia selesai menikmati makan siang di sebuah restoran. Dan karena arah balik menuju kekantor melewati gedung perkantoran milik Sahara Corp. Julian berniat untuk mampir.


Sebenarnya hari itu dia tidak ada meeting atau pertemuan penting dengan Andrea. Tetapi entah kenapa, saat ia mengemudikan mobilnya tiba-tiba dia terbesit keinginan untuk mampir.


Membelokkan mobil yang ia kendarai ke gedung perkantoran Sahara Corp, Julian sambil berfikir. Alasan apa yang akan ia katakan jika nanti dia bertemu Andrea.


Sebenarnya alasan Julian mampir tidak hanya untuk menjenguk Andrea, akan tetapi juga ingin melihat Jenna. Wanita yang beberapa hari ini sedang berkonfrontasi denganya.


Setelah memasuki gedung perkantoran Sahara Corp, Julian langsung menuju ruangan kerja Andrea.


Sebelumnya, Julian sering datang di kantor Andrea, saat mereka masih bertunangan. Untuk sekedar mengajak Andrea makan siang atau untuk melepas rasa kangen kala itu


Tapi untuk saat ini, Julian sepertinya sudah mampu untuk sedikit demi sedikit melupakan perasaannya pada wanita ibu dari dua anak itu.


Justru kini, Julian sedang tertarik dengan Jenna Shamanta, sekertaris loyal Andrea.


Hatinya mulai ada rasa dengan sosok wanita lajang 28 tahun itu. Yang saat ini, sepertinya Jenna sedang sebal dengan dirinya.


Gara gara soal tawaran rahim bayaran yang ia utarakan beberapa Minggu lalu. Wanita itu tersinggung dan salah paham menilai dirinya.


Saat Julian sedang menuju ruang kerja CEO Sahara Corp. Julian melewati meja kerja Jenna.

__ADS_1


Jenna yang melihat kedatangan Julian pun kemudian langsung berdiri untuk menyapa Julian.


"Siang Pak Julian. Ada yang saya bantu?"


"Hai Jen, Andrea ada?" tanya Julian ramah.


"Bu Andrea ada di dalam. Tapi sepertinya beliau sedang beristirahat. Ada yang bisa saya bantu?" tanya lagi Jenna.


"Kalau begitu aku langsung masuk saja menemui Andrea." ujar Julian yang hendak membuka handle pintu ruang kerja Andrea.


"Excuse me, bisakah anda menghargai privasi bos saya." ujar Jenna dengan nada penuh penegasan. Dan hal itu langsung membuat Julian melegos menatap ke arah Jenna dengan tatapan penuh arti.


Bahkan, untuk beberapa detik, baik Jenna dan juga Julian saling terpaku dalam tatapan mata mereka masing-masing.


"Aku ini bukan orang asing bagi Andrea Jen. Bersikaplah dengan baik pada ku." ujar Julian sambil tersenyum tipis.


"Saya tau anda orang yang tidak asing bagi Bu Andrea. Dan saya tau anda adalah mantan tunangan Bu Andrea dan juga orang penting dalam bisnis. Tapi saat ini perlu anda ketahui, Bu Andrea sedang beristirahat dan tidak ingin di ganggu. Anda lupa, Bu Andrea saat ini sedang hamil muda. Tolong hargai kenyamanan bos saya, dan dengarkan perkataan saya. Saya ini sekretarisnya Bu Andrea, saya bertanggung jawab banyak hal." jelas Jenna pada Julian.


Julian kemudian terkekeh sejenak, dia nampak kagum dengan sikap Jenna yang berani.


"Lagi pula ada perlu apa anda ke sini. Bukankah tidak ada jadwal pertemuan bersama Bu Andrea." ujar Jenna lagi.


"Aku ke sini tidak untuk membahas masalah pekerjaan. Aku ke sini hanya untuk.....," Julian kemudian berpikir.


Padahal kedatangannya mampir ke Sahara Corp salah satu nya juga ingin bertemu dengan Jenna sendiri.

__ADS_1


Tapi tidak di sangka, dirinya malah mendapatkan omelan dari Jenna Shamanta.


Wanita yang bagi Julian masuk dalam kriteria wanita idamannya.


Di saat Jenna dan Julian masih kolot berdebat. Andrea tiba-tiba muncul, keluar dari ruang kerjanya.


"Julian, kau di sini?" tanya Andrea lembut. Julian dan juga Jenna kemudian menoleh secara bersamaan ke arah Andrea.


"Andrea.......Hem, aku tadi kebetulan lewat. Aku hanya ingin menyapa mu. Aku dengar dari Jenna kau tak enak badan beberapa hari ini. So, aku hanya ingin melihat dan mendengar kabar mu."


"Aku sudah lebih baik, dan bisa masuk kerja. Kita ngobrol di ruangan ku, atau mau di cafetaria?" tanya Andrea ramah pada mantan tunangannya itu.


"Karena tidak membahas pekerjaan, ku rasa kita ngobrol santai di cafe saja. Di bawah ada coffee shop. Bagaimana kalau kita ngobrol santai di sana." ujar Julian menyarankan.


"Oke, ayo." ucap Andrea menerima tawaran untuk ke cafe bersama Julian.


Dan di coffee shop itu, Julian dan juga Andrea pun saling berbincang ringan.


Andrea memesan sebuah jus strawberry dan cheese cake, sedangkan Julian memesan coffe latte panas. Andrea dan Julian nampak begitu hangat dan nyaman saat mereka mengobrol. Pernah menjalin hubungan dekat dan gagal menuju pernikahan. Tak membuat kedua CEO itu putus hubungan. Justru sebaliknya, mereka kini menjadi sahabat yang baik.


Kira kira Julian minta tolong ma Andrea ngk ya buat jadi mak Jomblang antara dia dan Jenna????


Dan, bagaimana nasib Valerie ???


__ADS_1


__ADS_2