Rahim Bayaran Mr Julian Alexander

Rahim Bayaran Mr Julian Alexander
Perubahan mood Valerie


__ADS_3

Begitu sampai di Penthouse, Valerie yang baru saja pulang dari kuliahnya, langsung naik ke atas menuju kamar.


Sesampainya Vale di kamar, dia langsung membuang asal tasnya ke atas ranjang.


Kemudian ia membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur sambil memegangi kepalanya yang terasa sangat pusing.


Bahkan, sepanjang perjalanan menuju Penthouse. Valerie merasakan kepalanya sangat pusing dan juga perutnya terasa sangat mual.


Satu jam berlalu setelah Valerie tertidur, Vale kemudian terbangun. Rasa pusing yang mendera kepalanya bahkan kini malah semakin terasa menyiksanya.


Sampai-sampai kepalanya terasa kunang-kunang. Rasa mual yang menyeruak dari di dalam tubuh Vale pun semakin menderanya.


Sambil terduduk di samping ranjang, Vale memegangi perutnya. Rasa mual itu kini semakin bergejolak.


Dan akhirnya, karena sudah tidak kuat menahannya, Vale langsung berlari ke kamar mandi sambil membekap mulutnya.


Sambil membungkukkan tubuhnya di atas kloset, Vale memutahkan semua isi perutnya di sana.


Setelah mengeluarkan isi perutnya tanpa sisa. Kini Valerie merasakan dirinya sangat lemas dan tidak berdaya. Sampai-sampai dia harus bersandar pada dinding kamar mandi agar dia tidak jatuh.


Dengan sambil mengatur nafas, Vale mencoba menguatkan dirinya untuk sejenak di sana.


Setelah ia merasa sudah lebih baik, Vale dengan langkah lemas berjalan menuju wastafel dan mencuci mulutnya di sana.


Setelah itu, ia berlalu dari kamar mandi dan berjalan menuju rajang dengan langkah pelan.


Terduduk di ranjangnya, Vale masih memegangi kepalanya yang masih terasa sangat pusing.


"Non, non Vale." pangil Aise dari luar kamar.


"Masuk Bik, pintunya tidak dikunci." jawab Vale dengan suara lemah.


Aise pun kemudian masuk. Saat itu Aise sedang ingin menaruh baju baju Vale dan julian yang sudah bersih dan akan ia tata di lemari pakaian mereka.


Saat Aise melalui Vale dan memperhatikan Vale nampak pucat, Aise kemudian melangkah menghampiri Valerie.


"Non Vale kenapa? Non Valerie baik-baik saja kan." tanya Aise perhatian.

__ADS_1


"Tiba-tiba kepalaku sangat pusing Bik. Bahkan dari pagi kepalaku sangat berat sekali, dan aku tidak konsentrasi saat kuliah. Perut ku juga terasa sangat mual. Bahkan tadi aku habis muntah-muntah di kamar mandi." jelas Vale pada Aise.


Sejenak Aise berfikir.


"Non Vale sepertinya sedang hamil." sergah Aise.


Mendengar itu Vale baru sadar, mungkin apa yang ia alami adalah efek dari kehamilannya.


Oh, jadi begini rasanya orang sedang hamil, Vale membantin.


"Mungkin ia Bik, tapi jangan beritahu Julian ya. Aku harus memastikan dulu apakah aku hamil apa belum." ujar Vale, berpura-pura.


"Iya Non, saya mana berani memberitahu Tuan Julian. Jika memang Non Vale hamil. Selamat ya Non, dijaga kandungannya. Mungkin di awal-awal kehamilan, akan ada banyak hal yang akan Non Vale alami. Dari pusing dan mual-mual, tapi itu hal yang wajar. Non Vale hanya perlu banyak istirahat serta makan makanan yang bergizi. Tenang saja Non, aku dan Naina akan selalu ada untuk menjaga non Valerie." ujar Aise penuh semangat dan perhatian.


"Terimakasih Bik Aise, kalian sangat sayang pada ku."


🍁🍁🍁🍁🍁


Tepat pukul 11.30 malam Julian yang baru saja pulang dari kantor. Dan dia langsung naik ke atas, untuk pergi ke kamarnya.


Begitu dia masuk dalam kamar, seperti biasa dia selalu melihat Valerie sudah tertidur di atas ranjang.


Sambil duduk di tepian ranjang, Julian kemudian membangunkan Valerie.


"Vale bangun lah sebentar, gantilah bajumu. Tidak nyaman jika kau tidur dengan memakai baju seperti ini." pangil Julian dengan suara lembut.


Suara lembut khas Julian terdengar oleh Valerie. Meskipun ia tengah tertidur, tapi ia bisa mendengar kan panggilan Julian. Dan sebenarnya Vale memang tidak benar-benar tertidur saat itu.


Bangkit dari tidurnya, dengan perlahan Valerie mencoba untuk tidak memperlihatkan kelemasan tubuhnya.


Ia tidak ingin bercerita tentang kondisi yang di alaminya hari ini. Vale masih ingin merahasiakan kehamilan nya pada Julian.


"Sudah jam berapa sekarang?" tanya Vale.


"Sekarang sudah tengah malam, kamu sebaiknya ganti baju. Tidak nyaman jika kau tidur dengan mengenakan baju seperti ini. Gantilah bajumu dan kembali tidur."


Setelah mendengarkan perintah Julian. Vale pun kemudian turun dari ranjang dan bergegas menuju ke ruang pakaian.

__ADS_1


Mengambil satu satu potong baju gaun malam yang seksi dari dalam ruang pakaian. Vale kemudian berjalan ke kamar mandi dan mengganti baju nya di sana.


Setelah Vale keluar dari kamar mandi. Julian kemudian bergantian masuk ke kamar mandi.


Setelah beberapa saat selesai membersihkan diri, Julian keluar kamar mandi dengan sudah mengenakan celana panjang khas nya untuk tidur. Dan tanpa mengenakan baju atasan.


Mengikuti Vale yang sudah lebih dulu berbaring di atas tempat tidur. Julian kemudian menyibakkan selimut dan menyerukan kakinya di bawah selimut kemudian membaringkan tubuhnya di samping Valerie.


Mengetahui Julian sudah berbaring di sampainya. Vale kemudian menoleh ke arah Julian, dan dia berinsut untuk lebih dekat dengan suami kontaknya itu.


"Boleh aku tiduran sambil memelukmu." izin Vale.


Mendengar permintaan Valerie, Julian sedikit berfikir, dan akhirnya ia menganggukkan kepalanya.


Tanpa ingin membuang kesempatan, Vale langsung bergerak lebih dekat ke arah Julian.


Tanpa ada rasa malu, Vale meletakkan kepalanya di dada telanjang Julian. Sambil memeluk tubuh Julian dengan sangat posesif.


Julian tidak bicara lagi, ia langsung memejamkan matanya. Sambil memeluk tubuh Valeri yang telah menempel padanya.


Sedangkan Vale sendiri merasa sangat bahagia bisa tiduran dengan posisi seperti itu.


Beberapa saat kemudian, Vale berbisik-bisik ke arah telinga Julian.


"Apakah kau tidak ingin bercinta dulu sebelum tidur." tawar Vale nakal.


"Masih ada lain waktu untuk itu Vale, sudah malam, aku juga sangat lelah, kita beristirahat saja, tidurlah." tolak Julian dengan nada suara lembut dan dengan mata yang masih terpejam.


"Baiklah kalau begitu. Selamat malam Mr, selamat beristirahat." ucapan Vale yang kemudian mengecup pipi Julian sebelah kiri.


Julian tetap diam tak bergeming, tetapi dia mengucapkan ucapan selamat malam untuk Vale.


"Selamat malam juga Valerie, my kangguru."


Vale yang seksi dan mantan om duda


__ADS_1


And, good night readers tersayang ,🥰♥️🔥💐😇


__ADS_2