
Flashback
"Ibu aku lapar!" seru seorang gadis kecil berusia kurang lebih lima tahun sambil menangis tersedu-sedu di atas tempat tidurnya. Yang terbuat dari tumpukan beberapa kardus bekas di sebuah perumahan kumuh di pinggiran ibu kota.
Anak kecil itu berwajah sangat kumal. Dengan rambut panjang ikal dan nampak kusut karena jarang di sisir.
"Ibu....Ibu....!" seru anak kecil itu berteriak-teriak memanggil sang ibu.
Karena begitu ia bangun dari tidurnya, ia tidak mendapati ibu dan ayahnya berada di rumah.
Anak perempuan kecil itu kemudian beranjak dari tempat tidur dan berjalan dengan langkah lemas ke arah pintu rumah.
Ketika ia hendak membuka pintu. Pintu itu ternyata di kunci dari luar.
"Ibu...ibu di mana? Aku lapar Bu." rintih anak kecil itu lagi.
Karen saat itu ia dalam kondisi badan yang sedang sakit. Membuat anak kecil tersebut kembali terduduk di lantai. Karena merasa tubuhnya sangat lemas.
Tak berselang lama, sepasang suami istri kembali ke rumah kumuh mereka dengan membawa sebuah kantong kresek hitam yang di dalamnya terdapat makanan yang baru saja mereka beli.
"Vale, kamu kenapa nak!" seru sang ibu pada anak perempuannya.
Ketika mendapati sang anak nampak tiduran lemas di lantai rumah mereka dengan kondisi badan yang panas tinggi.
"Kenapa Bu?" tanya sang suami pada istrinya merasa kawatir.
"Vale demamnya tinggi lagi. Aku kawatir dengan sakitnya yang tidak sembuh-sembuh. Kita harus bawa dia ke dokter." seru sang ibu dengan wajah penuh rasa kekawatiran yang dalam. Melihat putri kecilnya nampak semakin lemas dan tak berdaya.
"Ibu aku lapar." seru gadis kecil yang bernama Valerie Florencia tersebut.
"Duduklah nak, ibu dan ayah baru saja pulang dari mencari barang bekas. Ibu sudah belikan kamu makanan. Ayo duduk dan makanlah. Ibu suapin ya nak." ujar wanita itu yang nampak begitu menyayangi putri kecilnya.
Wanita itu kemudian mengambil satu brungkus nasi yang ia tadi beli. Lalu ia membukanya dan kemudian ia menyuapi gadis kecilnya untuk makan.
"Makan yang banyak Vale. Setelah ini Ibu akan bawa kamu ke dokter. Jangan sakit nak, ibu sedih kalau kamu sakit." ujar wanita itu dengan gurat wajah penuh rasa sedih sambil menyuapi Vale.
"Maafkan ibu dan ayah Valerie. Sudah membuat mu susah seperti ini. Sampai sampai kami tidak bisa membawa mu berobat karena kami tidak punya uang. Maafkan ibu ya sayang. Ibu berdoa untuk mu, suatu saat kamu akan menjadi orang sukses dan tidak akan merasakan hidup susah seperti ini sayang. Ibu dan ayah bukan malas untuk bekerja. Setiap hari kami berkerja untuk mu dan untuk kita. Sabar ya sayang, ibu dan ayah berjanji akan berusaha untuk membuat mu bisa merasakan hidup yang lebih baik lagi dan lebih nyaman. Ibu juga doa kan, jika kelak kau sudah jadi ibu. Kau pasti akan menjadi ibu yang kuat yang akan di cintai oleh anak mu. Nasib mu akan jauh lebih baik dari sekarang nak. Ibu yakin itu." ucap wanita tersebut dalam hati. Yang masih menyuapi anak nya makan.
__ADS_1
"Sudah cukup Bu. Aku sudah kenyang, mulut ku rasanya pait." ucap Valerie.
Vale kemudian tidur rebahan lagi di lantai rumahnya yang hanya beralaskan karpet bekas.
"Titipkan saja Vale di rumah Paman. Kita harus bawa dia ke dokter secepatnya. Karena kita tidak punya uang saat ini. Kita berangkat lagi untuk cari barang bekas, agar bisa membawa Vale ke dokter." ujar sang suami.
Setelah selesai mengisi perut pagi itu. Dengan di gendong sang ayah dan juga di temani sang ibu, Vale di titipkan di rumah sang paham agar Vale ada yang menjaga.
Setelah menitipkan Vale di rumah sang paman. Sepasang suami istri itu langsung bergegas untuk kembali mencari barang bekas.
Jika barang bekas itu sudah terkumpul. Mereka akan menjual nya dan menggunakan uang tersebut untuk membawa Vale berobat.
Tapi nasib malang menimpa mereka. Saat ayah dan ibu Vale ketika itu sedang berjuang untuk mendapatkan uang demi bisa membawa Valerie berobat.
Sebuah insiden kecelakaan menimpa ayah dan ibu Valerie. Yang akhirnya membuat Vale kehilangan kedua orang tua nya untuk selama lamanya.
Flashback off
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Valerie POV
Dengan napas yang masih tersengal-sengal, aku terbangun dari tidurku malam itu.
Aku berteriak dan memanggil nama ayah dan ibu ku.
Setiap kali aku merindukan mereka. Mimpi itu pasti datang menyapa.
Sebuah mimpi yang terulang saat aku sudah mulai merindukan mereka. Yang pada saat itu pergi begitu saja tanpa pesan dan kesan pada ku untuk yang terakhir kalinya.
Aku merindukan mu ibu, aku merindukan mu ayah.
Sudah hampir 21 tahun lebih berlalu, aku berpisah untuk selamanya dengan orang tua ku. Perpisaha yang begitu menyakitkan yang masih terasa hingga kini.
Aku masih saja belum rela saat mereka yang begitu mencintai ku tiba tiba harus pergi untuk selamanya.
Mereka belum sempat melihat ku sembuh dari sakit. Mereka tidak mengucapkan kata kata perpisahan apapun.
__ADS_1
Kepergian ibu dan ayah ku yang mendadak. Seolah-olah membuat ku merasa. Jika ayah dan ibu hanya pergi ke suatu tempat dan tak lama mereka pasti akan kembali.
🍁🍁🍁🍁🍁
"Ibu, sekarang hidup Valerie sudah tidak susah lagi. Aku telah hidup mandiri. Valerie juga telah jadi ibu sekarang. Anak ku bernama Elenor. Dia sangat cantik, pintar dan sedikit pemalu. Maafkan Valerie jarang berkunjung ke makam ibu dan ayah. Semoga kalian mendapatkan tempat yang mulia di sisi Tuhan. Aku hanya ingin memberi tau pada kalian. Bahwa hidup ku bersama putri ku sudah jauh lebih baik dari hidup kita dulu. Aku tidak merasa menderita saat hidup susah dulu bersama ayah dan ibu. Tapi Vale menderita saat Vale kehilangan kalian. Kehadiran kalian begitu berarti untuk Vale. Setelah kepergian kalian yang tanpa pamit pada Vale dulu. Setiap detik, menit dan hari Vale dulu berharap ada keajaiban yang bisa menghadirkan ayah dan ibu bisa berdiri di hadapan ku. Tapi itu mustahil. Paman dan Bibik merawat ku dengan baik. Setelah aku bisa hidup mandiri. Aku sudah tidak tingal lagi di rumah Paman dan Bibik. Aku berjuang dan bersemangat seperti kalian dulu. Sekarang ku juga sudah lebih baik, aku tidak hidup kekurangan lagi. Beristirahatlah dengan tenang Ibu, ayah. Valerie mencintai kalian."
Hati ku merasa lega, saat aku sudah bisa mengunjungi makan kedua orang tua ku.
Setelah dari makam, kini aku bersiap untuk pergi ke kantor.
Karena waktu sudah semakin siang dan kondisi jalan kini telah macet.
Akhirnya aku memilih untuk berangkat ke kantor dengan menggunakan ojek online. Demi mempersingkat waktu dan juga untuk bisa menembus kemacetan.
Lewat layanan aplikasi, aku pun memesan ojek online.
Dan tak berselang lama, ojek online pesanan ku datang. Dan aku pun segera naik ke atas motor driver ojek tersebut.
Aku berpesan pada driver ojek itu untuk melajukan motornya sedikit lebih cepat. Agar aku juga bisa cepat sampai di kantor. Karena ada meeting penting di kantor sebelum makan siang.
Tapi, tiba-tiba saja, sesuatu terjadi. Sang driver ojek terlihat hilang kendali. Dan ........brukkkkk.
Tiba-tiba semuanya jadi gelap.
"Elle." seru ku.
Dan bayangan wajah Elenor memenuhi pikiran ku. Setelah itu, aku sudah tidak tau lagi apa yang terjadi.
Kenalan yuk ma calon pendamping hidup Vale.
Dave Enderson
__ADS_1
Note : Beberapa bab berikutnya akan lebih membahas Vale. Untuk bisa menunjang alur di novel baru yang akan rilis insyaallah tgl 1 🙏 terimakasih