
“Groar...!”
Serigala raksasa itu meloncat dan mulai menyerang Broodmother di depannya dengan ganas.
Dua Beast besar itu mulai bertukar serangan yang mulai menumbangkan pohon-pohon di sekitar mereka.
Disaat bersamaan, Leinn juga berbalik dan berlari kearah gelombang hitam yang sudah kurang dari 20 meter didepannya itu. Dia menarik keluar pedangnya, sambil menaruh sarung pedangnya kembali ke pinggangnya.
Kedua tangannya menggenggam gagang pedang itu dengan erat, dengan ujung pedangnya terarah pada gelombang laba-laba itu.
“Clear Sky Style”
Mana mulai muncul dan berputar, kali ini hanya di sekitar mata pedangnya dan mulai membentuk spiral biru.
[Piercing Wave]
Leinn meloncat dan menusukkan pedangnya ke depan dan menghasilkan spiral Mana besar yang menyelimuti tubuhnya, yang membelah semua Giant Tarantula yang menghadang jalannya.
Giant Tarantula lain yang mencoba menyerang dari sampingnya hanya membentur pelindung dari Mana itu dan tidak bisa menghentikannya.
Dengan menggunakan momentum teknik itu, Leinn berhasil menerobos gelombang laba-laba itu dan keluar dari sisi lainnya dalam sekejap.
Sekarang dia berada dalam jarak kurang dari 50 meter dari kubah batu itu.
“Bertahanlah sebentar lagi!” teriak Leinn sambil menyarungkan kembali pedangnya.
...
Sudah berapa waktu yang sudah berlalu selama dirinya berada dalam kegelapan ini?
Dia terlalu sibuk mempertahankan sihir pertahan itu dengan segenap kekuatannya, karena setiap cahaya yang berhasil mengintip masuk adalah pertanda pelindungnya yang hampir tertembus, dan itu membuatnya semakin kelelahan.
Keadaan pemuda pengawas itu sudah tidak terlalu baik, tubuhnya yang di penuhi luka dan Mana miliknya yang hampir terkuras habis membuat kesadarannya hampir hilang.
Dia tidak menyangka akan menemui akhirnya seperti ini.
Dia adalah murid tahun ketiga yang ditugaskan mengawasi tes calon murid baru. Tugas ini seharusnya menjadi kredit mudah untuknya, tetapi kenyataannya sangat berbeda.
Yang terjadi adalah sebuah kelompok jatuh dalam bahaya di area yang diawasinya dan dia juga terlambat memperingatkan mereka.
Di saat dirinya muncul di depan mereka, Giant Tarantula juga sudah mulai mengepung kelompok mereka.
Sekarang Contracted Beastnya, Rock Gnome sudah terbaring sekarat. Dua anak baru di belakangnya juga tidak bisa bergerak karena racun Giant Tarantula.
Situasi yang sudah benar-benar membuat putus asa.
“Hehe, semoga saja bantuan nanti bisa menemukan tubuhku secara utuh...” tawa lemah keluar dari mulutnya yang terus mengeluarkan darah segar.
Dia sudah mengirim sinyal darurat, tetapi dia tidak yakin bisa bertahan sampai bantuan datang.
Karena pesan yang dikirimkannya adalah dirinya sedang diserang oleh Commander-Class Rank B Beast dengan anak buahnya, maka pembuatan kelompok untuk menyelamatkannya akan memakan waktu cukup lama.
Dirinya sudah terlihat berputus-asa dan satu-satunya alasan dia masih bertahan adalah dua orang yang harus dia lindungi itu, tetapi itupun tidak menghentikan pandangannya yang mulai kabur.
__ADS_1
“Ah... aku ingin bertemu dengannya sekali lagi...”
Di saat dirinya jatuh terlutut dan mulai memejamkan kedua matanya...
“Bertahanlah sebentar lagi!” suara keras tiba-tiba terdengar dari luar pelindung batu itu.
Dirinya tersentak bangun, lalu dia menyadari sihir pelindungnya itu sudah berhenti diserang oleh kelompok Giant Tarantula sebelumnya.
“Bala bantuan...? Tidak, mereka seharusnya belum sampai... Siapa orang asing ini?” pikirnya dengan keras dan tenaga mulai kembali memenuhi tubuhnya.
Banyak hal bergerak cepat dalam pikirannya, Siapa? Bagaimana? Mengapa?
Kepalanya masih dipenuhi banyak pertanyaan tetapi hanya satu hal yang jelas nampak dimatanya, harapan.
Dengan seluruh sisa kekuatan dalam tubuhnya, dia memaksa keluar sebuah teriakan yang jelas.
“YA!”
...
Mendengar jawaban dari dalam kubah itu, perasaan lega memenuhii seluruh tubuh Leinn.
Pundaknya terlihat melepaskan ketengangan yang baru dia sadari sendiri.
‘Aku tidak terlambat’ adalah satu-satunya hal yang memenuhi kepala Leinn saat ini.
Senyuman kecil dapat terlihat dan dia mengembalikan konsentrasinya, kembali menghadap gelombang hitam yang sudah berbalik arah, berlari kearahnya lagi.
CLACK-CLACK-CLACK-CLACK
Di kejauhan dapat terlihat Wolf Beast yang masih bertarung dengan sengit, walaupun dikepung oleh 10 Giant Tarantula dan Giant Tarantula Broodmother.
Leinn sudah bisa melihat beberapa Giant Tarantula lain datang untuk membantu Broodmother itu dari berbagai arah, tidak lain dari Spider Beast yang mendengar panggilan sebelumnya.
“Hah...” Leinn menghela nafas panjang.
Perhatian Giant Tarantula Broodmother sedang tertuju pada serigala besar itu, tetapi itu mungkin tidak akan bertahan lama.
Gelombang laba-laba di depannya sudah hampir mencapainya menunjukkan waktu yang semakin menipis.
Akhirnya Leinn terpaksa memilih sesuatu yang tidak ingin dia lakukan.
Dia memejamkan matanya....
CLACK-CLACK-Cla-
Dan suara hilang.
Pertarungan dua Beast raksasa masih terjadi di kejauhan dan puluhan laba-laba sudah hampir mencapai tempatnya berdiri, tetapi hanya kesunyian yang ada di sekitar Leinn saat ini.
Di dunia tanpa suara itu, sebuah bisikan muncul.
“Clear Sky Style, Finisher”
__ADS_1
Pedang ditangannya mengintip keluar dari sarungnya, menunjukkan mata pedang yang bersinar biru terang.
[Separating Heaven and Earth]
Dan sebuah tebasan horisontal selesai diayunkan.
Tidak ada gelombang serangan yang hebat, bahkan hampir tidak ada tanda serangan yang muncul selain garis biru panjang yang muncul di tubuh puluhan Giant Tarantula itu.
Kelompok Giant Tarantula masih berlari, melihat tidak ada luka di tubuh mereka.
Leinn kemudian kembali menyarungkan pedangnya,
Tak
Bersamaan dengan suara pedang yang menyentuh sarungnya, kesunyian itu hilang.
Boom boom boom...!
Puluhan Giant Tarantula mulai berjatuhan dengan tubuh dan kaki mereka yang terbelah-belah, menabrak pohon dan membuatnya mulai tumbang. Getaran yang dihasilkan oleh pohon yang tumbang itu mulai menumbangkan pohon-pohon di sekitarnya juga.
Lalu suasana kembali menjadi tenang.
Di kejauhan Broodmother menyadari ada yang aneh dan menoleh ke arah Leinn, malah menemukan mayat anak-anaknya yang sudah terbaring di tanah, terpotong dan tertimpa pohon.
Wolf Beast juga menoleh kearah Leinn setelah membelah Giant Tarantula yang meloncat ke wajahnya dengan cakarnya.
“Hah...” Leinn menghela nafas sekali lagi setelah melihat pemandangan di depannya itu.
Setetes keringat dapat terlihat mengalir di keningnya.
Melihat dirinya berhasil menghentikan masalah pertama, dia langsung berbalik dan mengetuk kubah batu itu.
“Cepat keluar, kita tidak punya banyak waktu” ucapnya dengan cepat.
Pengawas itu sudah panik ketika mendengar suara puluhan Giant Tarantula yang sedang mendekat, tetapi menjadi bingung dengan suara yang tiba-tiba hilang, diikuti suara ledakan dan tumbangnya pohon lalu ketenangan lagi.
Setelah mendengar suara orang asing itu lagi, dia berhenti mengalirkan Mana-nya dan kubah batu di sekitarnya berubah menjadi tanah.
“T-terima kasih sudah menyelamatkan kami” ucapnya dengan lemah sambil melihat wujud penyelamatnya.
Ternyata orang yang datang menolongnya hanyalah seorang pemuda yang terlihat tidak lebih dari 17 tahun.
Dia tidak menyangka akan diselamatkan oleh salah satu calon murid yang akan menjadi juniornya.
“Whoa?!”
Pengawas itu kemudian menyadari puluhan mayat Giant Tarantula yang berserakan di belakang pemuda itu.
Dia juga bisa melihat semua laba-laba itu terbunuh oleh satu serangan memotong.
Itu terbukti dari pohon-pohon yang telah tumbang dan menyisakan tunggul pohon dengan tinggi identik, seperti satu benang tajam telah melewati semua pohon dalam jarak 50 meter di depan pemuda itu.
“Ini belum aman”
__ADS_1