
Tawa yang dingin keluar dari mulut pemuda berambut hitam itu, membuat semua Slime kecil di ruangan itu mulai bereaksi. Mereka benar-benar ingin menghentikan manusia itu, tetapi insting bertahan hidup mereka sendiri yang menghentikan mereka untuk bergerak mendekatinya.
Leinn mulai menoleh ke sekitarnya dan menemukan banyak Slime baru merangkak keluar dari lubang-lubang di dinding di sekitarnya.
Mereka meluncur jatuh dari lubang itu dan mulai merangkak ke arahnya, diperlambat oleh Slime lain yang tidak bisa bergerak.
Leinn juga menyadari tidak ada Rank B Slime diantara pendatang baru itu.
“...aha!” suara kagum keluar dari mulut pemuda itu.
Akhirnya dia sampai ke depan tahkta itu, lalu menyadari dirinya hampir tidak bisa mengangkat kakinya lagi.
Kursi yang memiliki lebar empat meter dan tinggi tempat bersandarnya mencapai delapan meter itu terlihat sangat megah. Tempat duduknya seperti ditutupi oleh bahan lembut pertama yang dia lihat sejak masuk ke gua itu.
Deg... deg... deg...
Bersandar di atas tahkta itu adalah bola berwarna biru muda yang hampir transparan, mengeluarkan suara seperti detak jantung makhluk hidup. Dan setiap detak itu, tekanan di tubuh manusia di depannya meningkat tanpa henti.
“Tolong bantu sedikit...” bisik Leinn pelan.
Whoosh...!
Kabut ungu di seluruh tubuh Leinn meledak sekali lagi, kali ini secara terus-menerus. Akhirnya seluruh tubuhnya tertutupi oleh lapisan kabut ungu tipis yang mengurangi tekanan yang dialaminya secara drastis.
Semua Slime Beast baru yang sedang merangkak mendekatinya dari segala arah juga berhenti bergerak, kehilangan tenaga mereka.
Leinn terus berjalan mendekati bola kristal itu sambil tersenyum dingin, tidak menyadari satu gerakan kecil di ruangan itu.
Akhirnya dia berdiri di depan tahkta batu itu dan bisa melihat jelas bola transparan selebar tiga meter yang bersandar di atasnya.
Deg...deg...
Suara detak jantung itu mulai melambat, seperti menyadari dia tidak bisa menghentikan manusia di depannya itu..
“Maaf, ini akan terasa aneh...”
Leinn mengulurkan tangan kanannya, berniat menyentuh bola itu.
Sampai tiba-tiba...
Thump
“Uhk-!?”
Leinn mengambil satu langkah maju untuk menghentikan tubuhnya yang hampir terjatuh ke depan itu. Dia langsung menoleh ke belakang dan tidak berhasil menemukan apa-apa.
Dia memeriksa area sekitarnya dengan ekspresi bingung.
“Kyuu..!” suara kecil tiba-tiba terdengar tepat dari belakangnya.
Leinn menoleh ke belakang sekali lagi tanpa berhasil menemukan apapun, dan akhirnya menyadari sesuatu.
__ADS_1
Dia langsung melepaskan tas besar di punggungnya dan membiarkannya jatuh ke lantai.
Thump!
“Kyuu!?”
Identitas pelaku itu akhirnya terbuka, dia tidak lain adalah seekor Slime kecil!
“Huh?” Leinn mengeluarkan suara bingung sambil melihat sekitarnya.
Dia menemukan Slime lain di ruangan itu masih belum bisa bergerak. Perhatiannya kembali ke Slime kecil yang masih bergetar di atas tasnya setelah menerima goncangan dari benturan tas itu.
Leinn mulai meneliti makhluk kecil itu dengan lebih detil.
Slime itu akhirnya berhasil stabil dan menyadari manusia di depannya sedang menatapnya, lalu dia menggunakan segenap kekuatannya untuk melompat ke wajah itu.
“Kyuu!”
Plop
“Kyuu...! Kyuu...!”
Slime itu akhirnya menggunakan sekuat tenaganya untuk menempel di sasarannya itu, berusaha untuk menyesakkannya. Tetapi satu hal yang tidak dia sadari adalah dirinya sekarang sedang menempel di tangan kanan manusia itu, bukan wajahnya.
Leinn akhirnya bisa melihat dengan jelas bentuk Slime di tangannya itu. Dengan ukuran yang hanya bisa memenuhi telapak tangannya, dan tidak terlihat satupun Slime Core di tubuhnya.
“Hehe...”
Slime itu menyadari ada suara tawa yang muncul dari manusia yang sedang disesakkannya. Manusia seharusnya tidak bisa melakukan itu saat sedang tersesak.
Tersenyum lebar melihat reaksi itu, Leinn kembali memikul kembali tas besarnya di pundak kirinya dan melompati seluruh tangga di depannya, mendarat di atas genangan Giant Slime itu.
“KYUUU!”
Menerima angin kuat menerpa tubuhnya membuat Slime kecil itu kehilangan tenaga dan melepaskan diri dari telapak tangan Leinn dan jatuh ke atas genangan Giant Slime itu, lalu bergetar kuat.
Leinn meloncat sekali lagi dan mendarat di atas lantai batu, tepat diantara Giant Slime itu dan 20 Slime Beast yang melawannya sebelumnya. Dia mengangkat tangan kanannya tinggi dan memejamkan matanya.
Whoong
Udara di ruangan itu mulai bergetar kuat dan kabut ungu dapat terlihat keluar dari genangan-genangan Slime di sekitarnya, terhisap kedalam tubuh Leinn.
Semua Slime di ruangan itu juga mengeluarkan kabut ungu, walaupun jauh lebih sedikit dibandingkan 20 Rank B Slime Beast itu.
Sedangkan kabut ungu yang keluar dari tubuh Giant Slime itu melebihi separuh yang ada di ruangan itu saat ini.
Tidak sampai 10 detik berlalu, genangan di sekitarnya itu mulai bergerak dan mengangkat tubuh mereka dan kembali membentuk 20 Slime Beast.
Leinn menurunkan kembali tangannya dan membuka matanya.
BYURU BYURU BYURU...!
__ADS_1
Semua Slime Beast di ruangan ini terlihat marah dan berniat menyerang Leinn, tapi dihentikan oleh Slime Beast terbesar itu.
Byoro!
Bersamaan dengan suara kuat itu, genangan terbesar itu mulai mengangkat dirinya, mengejutkan Slime kecil yang sedang ada di atasnya.
“Kyuu...!”
Sebuah tentakel besar muncul dan membawa tubuh Slime kecil yang sedang jatuh itu, meletakkannya di samping tubuh 50 meternya. Di lalu menggerakkan tubuh besarnya untuk mendekati manusia di depannya itu. Dia mulai menggetarkan tubuhnya.
Byoro...?
“Aku sudah menemukan apa yang kucari”
Jawaban itu menghentikan gerakan Giant Slime itu selama beberapa saat, lalu dia mengeluarkan tentakelnya dan menyentuh Slime kecil di sampingnya.
Byoro?
“Ya, maaf atas perlakuanku tadi” Leinn menggaruk kepalanya dengan kaku, merasa sedikit canggung.
Giant Slime ini menarik kembali tentakelnya dan menggetarkan tubuh besarnya.
Byoro Byoro....
“Eh? Tidak mungkin aku pergi begitu saja membawanya!” ucap Leinn secara buru-buru.
Leinn menyadari dirinya itu seperti penjajah yang datang dan menculik anak kecil dari kelompok itu, dengan ancaman kematian. Sesuatu yang baru disadarinya setelah mendengar tawaran Giant Slime itu.
Leinn mulai berpikir sejenak dan menemukan solusinya dengan mudah. Dia meraih kedalam kantung pinggang kirinya.
Giant Slime sudah merasa aneh manusia di depannya menolak tawaran damainya lalu memerhatikannya dengan rasa penasaran yang kuat...
Byoro...?
“HIAH!” teriak Leinn kuat sambil mengayunkan tangan kirinya.
BYURU!
Tanpa penjelasan yang jelas, Leinn melempar barang yang baru dia ambil dari tas pinggangnya dan mendarat di tubuh Giant Slime yang terlambat bereaksi, membuatnya mulai bergetar hebat.
Melihat kejadian itu, semua Slime di ruangan itu mulai bersiaga lagi.
Slime kecil yang ada di sampingnya juga mulai meloncat-loncat menjauh.
BYURURURURU!
Dan tubuh 50 meternya mulai memancarkan cahaya yang menerangi seluruh ruangan itu.
__ADS_1