Returning Humanity

Returning Humanity
Ch. 124 – Papan Misi


__ADS_3

“Kyuu?”


“...”


Gadis itu tersenyum tipis sambil melihat ke depan, berhasil menghentikan dirinya untuk menyentuh gumpalan transparan yang sedang bergetar di atas mejanya.


Clear yang tidak menyadari itu mulai memerhatikan kelompok empat orang yang sedang melihat ke arahnya, lalu ke sisa ruangan yang bersih, kemudian ke resepsionis lain yang sedang melihatnya sambil menulis sesuatu di buku kecilnya.


“Kyuu...”


Hampir semua bagian akademi yang bisa diakses umum sudah Clear jelajahi, tetapi ini tidak termasuk beberapa bangunan yang ada. Ini terjadi karena dia tidak diperbolehkan memasuki bangunan asing tanpa ditemani Leinn atau Aura, dan mereka berdua tidak memiliki urusan di Pusat Misi selama sebulan terakhir.


Jadi ini adalah pertama kalinya dia melihat salah satu tempat paling penting bagi murid-murid yang menggunakan Merit sebagai salah satu mata uang dan tolak ukur nilai mereka disini, di Pusat Misi Akademi Red Dawn.


Di sisi lain bangunan itu adalah Leinn yang sedang melihat papan besar pertama dengan deretan kertas yang berisikan detil misi itu, dengan jumlah yang tidak sedikit.


“Hm... Membantu mengurangi jumlah Beast di sekitar desa atau kota, mencari beberapa Tanaman Berharga, mengajari Teori Sihir...”


Beberapa misi yang tingkat kesulitan rendah dapat terlihat di deretan paling bawah, dengan misi-misi lain yang serupa mengisi seluruh sisa papan besar itu.


“Apakah anda mengalami kesulitan dalam mencari misi yang sesuai dengan selera anda?”


Suara lembut dengan nada ramah tiba-tiba terdengar dari sampingnya, membuat Leinn menoleh ke sumbernya. Di sana berdiri gadis resepsionis yang menjawab pertanyaannya sebelumnya dengan senyuman profesional di wajahnya.


Kali ini Leinn bisa melihat jelas gadis itu tanpa terhadang oleh meja tinggi di antara mereka.


Gadis itu memiliki tinggi sekitar 165 sentimeter, rambut hijau panjang lurus dan paras yang diatas rata-rata. Seragam yang dikenakannya juga terlihat sedikit berbeda dengan seragam murid biasa, dan terlihat lebih formal.


“Ya... tetapi aku tidak menemukan satupun yang cocok...”


Pandangan Leinn mulai bergerak ke dua papan yang lain di sebelah kanan papan itu, lalu menyadari beberapa misi yang terlihat lebih menarik.


“Mungkin misi-misi di Papan Misi Biasa ini terlalu... biasa untuk seseorang seperti anda...?”


Gadis resepsionis ini tentu saja mengetahui identitas Leinn dari rambut hitamnya yang mencolok, tetapi suasana yang dihasilkan pemuda itu saat ini terlalu berbeda dengan yang dia tunjukkan di pertarungan final yang lalu, terutama yang dilihatnya di saat-saat terakhir sebelum dirinya melarikan diri bersama semua penonton lain dari stadium yang hampir runtuh itu.


Ini membuatnya sedikit bingung bagaimana harus bersikap di depannya.


Leinn terlihat tidak menyadari itu dan menyadari hal lain, bahwm papan besar di depannya dan papan di sampingnya, memang memiliki jenis misi yang berbeda.


“Huh... ini jauh lebih rapi dibandingkan tempatku dulu”


Membersihkan Beast Nest berbahaya yang muncul di dekat pemukiman warga, memeriksa seekor Beast misterius yang muncul di malam hari, memeriksa keberadaan organisasi jahat di kota...

__ADS_1


Selain lebih sulit, hadiah yang tertulis juga jauh berbeda dibandingkan dari misi-misi di papan sebelumnya.


“Oh, itu adalah Papan Misi Lanjutan dan...” suara gadis itu tiba-tiba melemah diikuti dengan realisasinya, “...anda adalah seorang Hunter?”


Penyusunan Kertas Misi di Pusat Misi memang jauh lebih rapi, jika dibandingkan dengan milik Hunter Guild. Informasi ini hanya bisa diketahui oleh mereka yang memeriksa Papan Misi di sana, yang hanya bisa diakses oleh seorang Hunter.


“Ya? Kapan aku memberitahumu?”


“...Ah, tidak! Saya hanya mengambil kesimpulan sendiri, mohon maafkan kelancangan saya...”


Gadis itu menundukkan kepalanya, menyangka dirinya membuat kesalahan.


Leinn tidak langsung menjawab dan melihat kepala gadis itu sesaat, lalu tersenyum.


“Siapa namamu?”


“...eh?”


Gadis itu mengangkat wajahnya karena merasa salah mendengar, lalu menemukan pemuda di depannya sedang tersenyum padanya.


“Aku Leinn, siapa kau?”


“S-saya... Isla Garcia, Resepsionis Senior di Pusat Misi ini-”


“Salam kenal, Isla!”


“-eh?”


Leinn langsung melepaskan salam tangannya itu dan berjalan ke depan Papan Misi Lanjutan itu, untuk bisa melihatnya dengan lebih nyaman.


Isla akhirnya tersadar dari keadaan terkejutnya dan menyadari Leinn sudah tidak memerhatikannya, membuatnya berjalan mendekatinya sekali lagi.


“Um... papan misi yang ini hanya bisa diambil oleh Hunter Berpengalaman, mungkin anda bisa memulai dari-”


“Hunter berpengalaman?”


Isla sedikit terkejut ketika melihat Leinn yang mengangkat satu alisnya setelah mendengar ucapannya itu.


“M-maksud saya... anda setidaknya perlu mencapai Hunter Rank B untuk mengambil misi dari papan ini, jadi-“


Kali ini Isla menghentikan ucapannya secara tiba-tiba bukan karena dipotong lagi, tetapi dia teringat oleh satu hal.


“Eh... aku harus mengulang dari awal lagi...?” ucap Leinn dengan sedikit kecewa.

__ADS_1


Dan kalimat itu membuktikan kebenarannya, bahwa pemuda di depannya adalah seorang Hunter bahkan sebelum dia masuk ke dalam Akademi. Ditambah dengan kemampuannya, seharusnya tidak sulit untuk mencapai Hunter Rank B.


“Apakah anda... Bolehkah saya tahu apa pencapaian anda sebagai seorang Hunter sebelum datang ke akademi ini?”


“Hm? Boleh saja?”


Leinn terlihat mengulurkan tangannya ke pundaknya seperti ingin meraih sesuatu, lalu menyadari bahwa dia tidak sedang memikul apapun saat ini.


“Huh, aku sedang tidak membawa benda itu”


“Um... anda bisa menggunakan Linker anda untuk menunjukkannya”


Leinn langsung menoleh ke samping sekali lagi, menatap wajah Isla dengan ekspresi terkejut. Tangan kanannya juga meraih ke dalam saku celananya.


“Benarkah?


“Ya, seharusnya Rank Hunter anda akan sama dengan Rank Hunter khusus akademi ini. Walaupun Kontribusi dan Merit tidak akan terhubung sama sekali...”


Mata Isla mulai bergerak ke Linker di tangan pemuda itu, yang mulai menunjukkan berbagai reaksi karena ditekan berulang kali olehnya.


Setelah beberapa saat melakukan itu, Leinn akhirnya mengangkat wajahnya dan menunjukkan senyumannya.


“Ini”


“Hya-?!”


Lalu mengoper Linker itu ke Isla, yang hampir gagal menangkapnya.


Isla lalu mulai meraih alat di pelukannya itu dan akhirnya melihat layar cahaya itu...


“...?”


Yang menunjukkan halaman utama, yang terlihat masih belum berubah dari pengaturan Linker standar.


Isla mengangkat wajahnya dan menemukan Leinn yang sedang melihat Linker di tangannya juga.


Dan seperti telah membaca pikirannya, Leinn menjawab tanpa mengangkat pandangannya.


“Aku tidak bisa menemukannya, tolong carikan itu untukku”


 


 

__ADS_1


__ADS_2