Returning Humanity

Returning Humanity
Ch. 3 - Status


__ADS_3

“Hooh... apakah rank A itu tinggi?” Leinn hanya mengusap dagunya setelah melihat data di depannya.


Dia sudah pernah mendengar seseorang memanggilnya dengan Rank ini, tetapi dia tidak mengerti apa artinya jadi reaksinya tidak terlalu besar.


“T-tentu saja! Hunter Rank itu dimulai dari Rank paling rendah yaitu Rank F, kelompok orang-orang hanya diperbolehkan berburu Beast Rank F yang tidak berbahaya atau mengumpulkan tanaman-tanaman disekitar kota. Mereka juga terkadang bekerja sebegai pembawa barang dalam sebuah Party”


“hooh... aku pernah melihat beberapa Party yang membawa dua atau tiga orang yang hanya membawa tas besar saat berburu dan tidak ikut bertarung, jadi mereka adalah rank F ya...” Leinn tersenyum kecil mengingat pengalaman lamanya di Ironforge.


Aura tidak menyadari ekspresi itu dan terus melanjutkan penjelasannya.


“Lalu rank E dan rank D dimana Hunter bisa mulai memburu Beast yang muncul sendirian yang menganggu desa-desa kecil di luar kota”


“E dan D ya...”


“Lalu rank C dimana mereka bisa mulai memasuki area-area tempat tinggal Beast untuk mengurangi jumlah mereka, dan rank B yang biasanya membuat Party untuk memburu Beasts kelas Commander dan kelas General”


“Hm...” Leinn menganggukkan kepalanya setelah menerima informasi baru ini, terlihat mulai memahami sistem yang sudah dia pakai selama beberapa tahun itu.


“Dan Rank A! Hunter rank A adalah kelompok manusia yang mampu memukul mundur Rank A Beast kelas Lord! Bagaimana bisa kau mencapai rank ini tanpa-“ Aura terlihat sangat bingung


“Apakah Rank A paling tinggi?” sela Leinn yang menunjukkan ekspresi serius.


“A-apa? Tentu saja tidak! Rank paling tinggi adalah Hunter Rank S dan Hunter yang sampai di tingkat ini jumlahnya bisa dihitung dengan jari!“


”Rank S...”


Leinn menunjukkan senyuman yang berbeda, dengan ekspresi seperti menemukan sesuatu yang menarik.


“J-jadi bagaimana-”


“Berarti ini kristal status?” Leinn memotong pertanyaan Aura dengan mengambil kubik kristal dari tangan kiri gadis itu.


Leinn mengangkat kubik ini dan membiarkan cahaya matahari bersinar melewatinya dan mengenai matanya.


“AAAH!” dia menjerit cukup keras.


Leinn melempar kubik itu kembali ke tangan Aura.


“Pfft...”


Aura terlihat menahan tawanya, melihat kelakuan pemuda di depannya itu.


Leinn baru selesai mengusap matanya yang terkena sinar matahari langsung itu kembali menatap Aura.


“Bantu aku melihat yang satu ini juga, aku sudah penasaran”


Leinn kembali mendekatkan wajahnya sekali lagi, dengan hidungnya sudah hampir menyentuh wajah Aura.


Karena panik, Aura tanpa sengaja mengalirkan Mana ke dalam kristal itu.


“Ah!” Aura langsung menyadari apa yang baru saja dia lakukan.


Pemandangan identik dengan sebelumnya terjadi, tapi kali ini kubik kristal ini mulai bergetar, membesar dan menipis. Bentuk akhirnya seperti papan tipis dengan tulisan di atasnya.


Aura Flameheart


STR :D 120


AGI :D 330


VIT :D 90


MGC :A 550


“Wawawa!” Aura berhenti mengalirkan Mananya dan benda itu kembali menjadi kubik kristal.


“Ini Status? Kenapa namamu muncul di Status Kristal-ku?” Leinn melihat kristal di tangan gadis itu dengan bingung.


“...maaf. K-kau perlu memasukkan Mana-mu sendiri” Aura membalas dengan suara yang hanya sekeras bisikan saja.


Wajahnya terlihat sangat merah, dia tidak menyangka dirinya melakukan kesalahan seperti itu.


“Jadi dia menunjukkan Status pemilik Mana... ini sangat menarik!” Leinn meraih kubik kristal itu.

__ADS_1


Leinn menatap kubik kristal telapak tangan kanannya dan Cahaya biru mulai berputar di udara. Jumlahnya terus bertambah sampai akhirnya cahaya biru itu membentuk pusaran yang memutari tubuh pemuda itu.


“Wa-“ suara kecil keluar dari mulut Aura, tidak percaya dengan yang sedang dia lihat itu.


Seluruh cahaya biru itu masuk kedalam tubuh Leinn dalam sekejap, seperti terhisap kuat.


“Seperti ini?”


Kubik kristal ditangannya mulai bersinar dan berubah bentuk. Plat ditangannya menunjukkan deretan huruf dan angka.


Leinn


STR :B 90


AGI :B 820


VIT :B 240


MGC :B 400


“Hm... B semua?” Leinn mengangkat satu alisnya setelah memeriksa deretan tulisan yang muncul itu.


Leinn menoleh ke Aura yang masih menatap papan kristal di tangannya itu.


“Apa ini bagus?”


Mata Aura terbuka lebar dan dia langsung menatap balik pemuda di depannya itu.


“Tentu saja! Bahkan tidak semua Rank A Hunter memiliki Class B merata di seluruh Status mereka!”


“Jadi aku... hebat?” belum mengerti sepenuhnya setelah mendapat penjelasan pendek itu.


Aura melangkah mendekati wajah Leinn dan dengan wajah kagum menatap wajahnya.


“Ya! Tentu kau tahu betapa sulitnya seseorang untuk menembus penghalang untuk meningkatkan Class Status! Perbedaan kekuatan antara D 999 dan C 1 itu sangat kelihatan, apalagi antara C 999 dan B 1! Kau luar biasa Leinn!” Aura menatap Leinn sampai kedua matanya terlihat bersinar.


“Hahaha...”


Leinn merasa terkejut dengan semua pujian dadakan itu dan melangkah mundur.


“Status ini sangat sederhana! Strength adalah tingkat kekuatan yang kau bisa dikeluarkan oleh tubuh fisikmu saja, entah itu dalam mengangkat benda berat atau menyerang. Agility sama seperti itu, tetapi adalah akumulasi dari kegesitan, kecepatan maksimal dan kecepatan reaksimu”


Aura mengambil satu nafas panjang lagi.


“Vitality adalah tingkat pertahanan tubuh fisikmu dari serangan luar, dan kecepatan memulihkan lukamu. Sedangkan Magic adalah potensi dan jumlah maksimal Mana dalam tubuhmu. Itulah nilai yang ditunjukkan di Kristal Status ini...” Aura mulai menstabilan nafasnya yang menjadi tidak teratur setelah penjelasan panjangnya.


Leinn mulai mengelus dagunya sambil berpikir selama beberapa saat, lalu memasang wajah mengerti.


“STR kekuatan, AGI kecepatan, VIT pertahanan, dan MAG adalah jumlah Mana. Aku mengerti”


Leinn merasa cukup senang setelah mendapatkan informasi baru ini.


“Terima kasih Aura!”


Aura menjadi tersadar kalau dirinya telah berbicara panjang lebar dengan pria yang baru ditemuinya ini dan merasa sedikit malu menerima rasa terima kasihnya itu.


“S-sama-sama...” Aura merasa telah melupakan sesuatu, tetapi akhirnys berhenti memikirkan hal itu.


Leinn mulai memutar plat kristal ditangannya, dan menyadari sesuatu.


“Bukankah berarti kau lebih hebat dariku? Aku melihat Magic-mu sudah mencapai class A” plat di tangannya itu kembali ke bentuk semulanya.


“A-aku sama sekali tidak hebat...” Suara Aura menjadi sangat kecil, hampir tidak terdengar di akhir kalimatnya.


Melihat reaksi itu membuat Leinn menjadi terdiam, dia menatap gadis di depannya yang menjadi murung itu dan tersenyum lebar.


“Oke!” Leinn tiba-tiba meraih pedangnya dengan tangan kiri dan meloncat berdiri.


Dia juga mulai memikul tas besarnya di punggungnya lalu menoleh ke arah Aura


“Ayo pergi!” Leinn meraih pergelanggan tangan Aura, membuat gadis itu menjadi berdiri.


Otak Aura berhenti ketika merasakan dan melihat pergelangan tangannya yang sedang digenggam oleh pemuda di depannya itu.

__ADS_1


Leinn terlhat tidak memedulikan itu dan mulai berjalan ke arah hutan itu.


“Hue! P-pergi kemana!?” Aura tidak mengerti harus melakukan apa dan membiarkan dirinya berjalan mengikuti pemuda itu.


Leinn menggantungkan pedangnya di pinggang kirinya dan menarik Aura dengan tangan kanannya.


“Kemana lagi? Ke dalam hutan itu!” dia menatap Aura sambil tersenyum tanpa menghentikan langkah kakinya.


“T-tunggu tes belum dimu-“


DING!


Aura tersentak kaget ketika mendengar suara lonceng yang keras memotong kalimatnya. Dia tidak menyangka Leinn telah mengetahui waktu mulainya tes itu sampai setepat ini.


“Hehe!” Leinn menunjukkan ekspresi puas setelah melihat reaksi gadis di depannya.


“Eh...” dia tidak bisa memahami kelakuan pemuda itu.


Leinn membalas ekspresi bingung Aura dengan senyumannya, lalu mengayunkan tangan kirinya.


Whooosh...


Angin pelan tiba-tiba berhembus dan membawa terbang semua pesawat kertas di atas rumput ke udara, mengambil perhatian beberapa orang yang sedang berlari masuk ke dalam hutan itu. Dia juga mulai meningkat kecepatan jalannya sambil menarik lengan Aura.


“T-tunggu, aku t-tidak bisa bergerak s-secepat ini” Aura terlihat meloncat-loncat setelah tidak bisa mengikuti kecepatan yang menariknya itu.


Leinn menghentikan langkahnya dan melihat sekitar, lalu menemukan beberapa grup sudah berlari masuk ke dalam hutan dan hilang dari pandangan. Dia melepaskan pergelangan tangan Aura dan menarik keluar sebuah pesawat kertas, yang terakhir dibuatnya.


“A-apa yang sedang kau lakukan...?” kelakuan ini membuat Aura bertambah bingung.


Dia melepaskan pesawat kertas itu.


Aura melihat pesawat kertas itu terbang di udara, tidak menyadari gerakan Leinn di depannya.


“Oke! Rencana B!” dia mengambil satu langkah mendekati gadis di depannya.


“HUE!” Aura menjerit ketika merasakan dirinya terangkat dari tanah.


Leinn mengangkat Aura dengan kedua tangannya, satu tangan menopang kakinya dan tangan lain menopang tubuh atasnya.


“Eh...?” Aura menatap wajah pemuda di depannya yang tersenyum padanya.


Gadis itu menyadari posisinya saat ini, adegan yang ada di seluruh cerita Tuan Putri dan Ksatria...


“Jangan sampai kau menggigit lidahmu!”


Tetapi kali ini, suasananya sedikit berbeda. Karena pemuda di adegan ini ternyata memiliki kemampuan yang sedikit lebih tinggi dan sifat yang lebih jahil.


“HUEEEE~!”


Leinn mulai berlari dan mereka berdua meluncur di atas padang rumput itu, melewati beberapa kelompok di depan mereka dengan sangat mudah. Daripada romantis, ‘Princess Carry’ ini terlihat lebih mendebarkan.


Mereka berdua hilang dalam sekejap ke dalam hutan, meninggalkan bayangan samar di belakangnya.


Beberapa orang bahkan berhenti berlari dan mulai mengusap mata mereka, tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.


Mereka lalu tersadar dan mulai berlari masuk ke dalam hutan itu juga.


Akhirnya tidak ada yang tersisa di padang rumput ini...


“...”


Selain satu orang yang seluruh tubuhnya ditutupi oleh jubah panjang, yang mulai berlari ke arah hutan itu juga tetapi dihentikan oleh sebuah pesawat kertas yang melayang ke wajahnya.


Dia mengayunkan tangannya dan menangkap pesawat kertas itu, lalu membukanya.


“...!” Dia dikejutkan oleh tulisan yang ada di kertas di tangannya itu.


“Jika kau mendekat, gadis ini tidak akan selamat” tertulis dengan tinta hitam yang jelas, dengan gambar hati yang ditusuk pisau di bawahnya.


Orang berjubah itu menggenggam keras kertas itu dengan keras dan mengalihkan pandangannya ke arah hutan yang baru saja dua orang itu masuki.


Dia mulai berlari mengejar mereka.

__ADS_1


 


 


__ADS_2