Returning Humanity

Returning Humanity
Ch. 78 - Pemuda Berambut Hijau dan Tujuan Sebenarnya


__ADS_3

Perbaikan arena itu akhirnya selesai dan penonton kembali bersorak ketika menyadari pertarungan berikutnya akan dimulai.


Ekspetasi mereka sudah sangat tinggi setelah melihat pertarungan sebelumnya dan mengingat rumor yang tersebar, seharusnya pemuda berambut hitam itu akan memiliki kemampuan yang sama.


Satu hal yang disayangkan sebagian besar penonton di sana adalah kemungkinan mereka tidak bisa melihat kekuatan penuh pemuda itu, karena lawannya kali ini tidak menunjukkan kemampuan yang luar biasa.


Selain Contracted Beast-nya yang masih misterius, pemuda berambut hijau itu selalu bertarung seimbang dengan lawan-lawannya sebelumnya dan berhasil mencapai posisi ini dengan susah payah.


Ekspetasi mereka jadi terkikis cukup banyak karena alasan ini.


“Hehe...”


“...?”


Aura melihat ekspresi wajah Leinn itu, ekspresi yang ditunjukkannya ketika dia melihat sesuatu yang menarik.


Dia mengikuti arah pandangannya dan menemukan pemuda berambut hijau yang sedang berjalan ke atas arena.


Sebelum dia bisa bertanya apapun, Leinn sudah berjalan meninggalkan mereka sambil melambaikan tangannya.


“Doakan aku beruntung”


Roland hanya menggelengkan kepalanya, Adeline membuang mukanya tanpa menjawab dan Aura benar-benar mulai mendoakannya.


Dari atas kepala ular yang sedang berbaring di samping Roland, topi transparannya mulai bergetar lalu meloncat ke samping lalu ke atas kepala Leinn.


“Oh! Kau juga ingin ikut kali ini?”


“Kyuu!”


Gumpalan air transparan, Clear menjawab dengan menggetarkan tubuhnya.


Mereka berdua terus berjalan tanpa memedulikan reaksi penonton baru di stadium yang melihat Coreless Slime di atas kepala pemuda berambut hitam itu.


“Hum hum~”


Leinn akhirnya sampai di samping arena itu lalu langsung meloncat ke atasnya dengan santai, kemudian menemukan lawannya sudah menunggunya cukup jauh di depannya.


Dua pemuda berdiri berhadapan di dua sisi arena, menunjukkan ekspresi yang berbeda di wajah mereka masing-masing.


Pemuda berambut hijau hanya menatap lawannya dengan tatapan tajam, menunjukkan konsentrasinya yang luar biasa. Kedua tangannya sudah menggenggam dua pisau pendek dengan erat.


Pemuda berambut hitam di depannya hanya berdiri santai tanpa meraih senjatanya dan menunjukkan ekspresi santai. Senyuman di wajahnya ditambah topi transparan di kepalanya membuat suasana di arena itu menjadi aneh.


“Bersiap!”


Sebagian penonton baru, terutama beberapa petinggi dari Guild dapat terlihat sedang menunjukkan ekspresi mengejek.


Mereka tidak percaya pemuda dengan pakaian kotor dan Slime-nya memiliki kemampuan yang tinggi. Dia pasti hanya bisa sampai disini dengan keberuntungan dan rumornya telah dilebih-lebihkan.


Tentu saja penonton lain yang mendengar itu hanya bisa menahan tawa mereka, tidak sabar untuk melihat wajah orang-orang itu setelah pertarungan itu dimulai.


Beberapa guru di area khusus melihat ke arah pemuda berambut hitam itu dengan ekspresi serius, tepatnya pada gumpalan transparan di kepalanya.

__ADS_1


Mereka sudah memilki perasaan buruk ketika melihat Slime itu terbelah dan menyatu kembali di hari sebelumnya.


Perasaan itu datang dari ingatan mereka puluhan tahun sebelumnya, salah satu saat dimana kota Red Dawn hampir hilang dari peta benua.


“Kyuu~”


Tetapi sasaran tatapan cemas itu hanya bergetar tanpa rasa peduli sedikitpun.


“-Mulai!”


Kesunyian memenuhi stadium selama beberapa saat, lalu bisikan mulai muncul diantara penonton.


Di depan mereka adalah sepasang petarung yang hanya berdiri menatap satu sama lain tanpa bergerak sedikitpun.


Pemuda berambut hijau itu sudah menggenggam kedua pisaunya dan mengambil posisi siaga, sedangkan lawannya hanya melipat tangannya dan menatapnya dengan senyuman kecil.


Pertadingan menatap itu berlangsung selama lima menit penuh, beberapa orang sampai mempertanyakan apakah mereka berdua masih bangun atau sedang tidur.


“Jadi? Kau tidak akan jujur?”


Suara pertama keluar dari mulut pemuda berambut hitam itu dan memecahkan kesunyian di antara mereka.


Reaksi pertama dari lawannya itu adalah-


Clang


Pisau pendek membentur tentakel yang tiba-tiba menghadang jalan pemuda berambut hijau itu, menghentikan lariannya.


Dia tidak bisa masuk ke dalam jarak 20 meter dari pemuda itu, karena setiap gerakan yang dilakukan olehnya akan dihadang oleh tentakel yang tiba-tiba muncul di depan wajahnya.


Clang!


Benturan terakhir mementalkan pemuda berambut hijau itu sejauh lima meter dan memaksanya menghentikan serangannya. Tatapan seriusnya tidak terlepas dari Leinn sedetikpun, menunjukkan tingkat kewaspadaan yang sangat tingginya.


“Baiklah kalau begitu...”


Leinn berhenti melipat tangannya dan menunjuk ke arah podium di samping arena itu, ke arah tempat duduk Aura.


Penonton di stadium itu menjadi bingung oleh gerakan tidak jelasnya itu, sampai secara tiba-tiba...


Untuk pertama kalinya, emosi hilang dari wajah pemuda berambut hitam itu.


“Aku tidak akan memberikan penawar untuk racun yang diminum gadis itu”


“...”


Satu kalimat itu membuat seluruh penonton di stadium itu lupa bernafas, mereka langsung mengalihkan perhatian mereka ke arah podium tempat duduk gadis yang dimaksudnya itu.


“...Huh?”


Aura yang terlihat belum bisa memproses informasi baru itu, hanya terbengong.


Adeline yang duduk di sampingnya membuka matanya dengan lebar setelah itu dan mulai memeriksa tubuh gadis di sampingnya itu. Ekspresi panik dapat terlihat jelas di wajahnya.

__ADS_1


Satu-satunya orang yang masih memerhatikan pemuda berambut hitam di atas arena itu adalah pemuda berambut pirang yang duduk sambil melipat tangannya.


Roland tidak memberikan reaksi apa-apa dan hanya melihat wajah datar Leinn itu.


“...berani-beraninya kau...”


Untuk pertama kalinya, ekspresi muncul di wajah pemuda berambut hijau itu.


Kedua alisnya terlihat mengkerut dan kemarahan dapat terlihat di matanya yang menatap lawannya itu.


Menerima kebencian yang jelas itu, Leinn hanya meletakkan tangan kanannya di pinggangnya dan tersenyum lebar.


“Jadi, apa yang akan kau lakukan?”


Pemuda itu terlihat sangat bimbang selama beberapa saat, dia lalu menoleh ke arah podium itu sesaat dan kembali menatap Leinn.


“Baiklah”


Dia menyarungkan pisau di tangan kanannya dan menutupi wajahnya dengan tangan itu. Serpihan-serpihan cahaya mulai melayang di sekitar wajah pemuda itu dan dengan satu sinar terakhir, semua itu hilang.


Pemuda berambut hijau itu menurunkan tangannya dan menunjukkan wajahnya.


“Apa ini memuaskanmu?”


“Yap”


Wajah yang muncul dari balik tangan itu sudah berbeda dari sebelumnya.


Mata lebar berwarna hijau membuat pemuda itu terlihat jauh lebih muda dibandingkan sebelumnya, bersama beberapa detil lain membuat suasana yang sangat berbeda dari pemuda itu.


Satu hal yang paling menonjol adalah angka ‘21’ berwarna hitam di pipi kanannya, yang terlihat seperti sebuah tato. Beberapa orang yang memiliki wawasan luas mulai merasa pernah melihat tato seperti itu di tempat lain.


Pemuda berambut hijau itu akhirnya menghela nafas pendek ketika menyadari dia harus membuka identitasnya disini. Melihat lawannya berada di posisi yang lebih menguntungkan darinya, dia hanya bisa mengikuti instruksinya sambil melihat situasi.


“Aku adalah Tenma Makage, ketua unit pasukan ke-sembilan dari Pasukan Bayangan Pencabut Nyawa”


Pasukan Bayangan Pencabut Nyawa, sebuah nama yang menggemparkan seluruh stadium itu.


Sebagian besar penonton itu langsung terlihat ketakutan sambil melihat orang-orang disekitarnya dengan panik, bahkan beberapa orang dengan posisi tinggi sudah dikelilingi bawahannya yang terlihat sangat bersiaga juga.


Kelompok yang sudah menyebarkan nama mereka di lima kota besar sebagai kelompok pembunuh paling mengerikan, yang hampir tidak pernah gagal menyelesaikan misi mereka dan memiliki anggota mencapai ratusan orang.


Satu-satunya alasan belum ada orang dari luar arena yang mencoba menangkap Tenma itu adalah perubahan yang sudah terjadi dalam kelompok itu beberapa tahun yang lalu.


Pergantian ketua dan pergantian cara kerja kelompok itu, ditambahkan dengan kenyataan bahwa ketua baru itu cukup dikenal oleh petinggi lima kota besar.


Mereka akhirnya berhenti mengincar orang-orang penting di lingkaran pemerintahan dan mulai dikenal sebagai pasukan rahasia yang hanya bergerak mengikuti perintah ketua baru mereka.


“Misiku kali ini adalah melindungi Tuan Putri Aura Flameheart selama waktu tes penerimaan murid baru ini berjalan”


 


 

__ADS_1


__ADS_2