Returning Humanity

Returning Humanity
Ch. 19 – Baku Hantam


__ADS_3

Sihir api itu menghantam tubuh Wolf Beast itu dan semua yang berada di sekitarnya, membuat api putih itu menelan Aura, Leinn dan Gorilla Beast itu juga.


Api putih itu menyebar ke segala arah dari pusatnya yang sudah membentuk menara pi putih yang mencapai tinggi 80 meter.


Hampir semua penghuni hutan itu dapat merasakan gejolak Mana yang dihasilkan oleh sihir itu.


Sebagian besar dari mereka mulai bergerak menjauhi sumber ledakan itu, tidak ingin mencari masalah dengan apapun yang menghasilkan itu.


“Hoh hoh hoh...”


Gorilla Beast itu mulai berguling di dalam lautan api putih itu, berusaha memadamkan api dari tubuhnya.


Beberapa detik setelah itu baru dia menyadari dirinya tidak merasakan panas sedikitpun, hanya hangat.


Leinn hanya melihat api putih menutupi pandangannya lalu mulai menikmati sensasi aneh dan hangat yang sedang menyelimuti tubuhnya.


Membutuhkan waktu setengah menit agar lautan api itu mulai meredup, menyisakan permukaan hutan yang lebih gelap dibanding sebelumnya.


“Hoh...!?”


“Huh...”


Setelah mata mereka terbiasa, mereka menyadari kurangnya penerangan itu di karenakan oleh dedaunan lebat yang menghadang cahaya matahari.


Pepohonan setinggi 60 meter dengan daun hijau lebat dan tangkai yang bersentuhan dengan pepohonan disampingnya memenuhi bagian hutan itu.


Leinn menunduk dan menemukan rumput setinggi 50 sentimeter sudah menutupi kakinya.


“Uh...”


Aura jatuh terduduk setelah menguras tenaganya dan melihat serigala besar di depannya terlihat mengendus gaunnya dengan penasaran.


Luka diseluruh tubuhnya sudah hilang tidak berbekas, hanya meninggalkan darah kering.


Satu-satunya yang menghentikannya untuk bergerak bebas adalah racun di dalam tubuhnya.


Gorilla Beast ini terkejut melihat serigala itu menjadi sehat kembali, lalu menyadari tubuhnya sendiri yang seharusnya dipenuhi luka-luka juga sudah sembuh.


“Hoh...?”


“Grrr” geraman rendah keluar dari mulut serigala besar yang sedang berusaha berdiri lagi.


Wolf Beast inu mulai berjalan melewati Aura, mendekati Gorilla Beast saat dia merasakan sesuatu menahannya.


Sentuhan itu membuatnya menoleh ke belakang dan menemukan Aura yang sedang memeluk salah satu kaki belakangnya.


“Jangan bertarung lagi! Kau masih terluka!” teriak Aura sekuat tenaganya.


Serigala hanya diam dan melihat manusia kecil yang sedang menempel di kakinya itu.


Dia tiba-tiba berbalik dan kembali berbaring di bawah pohon yang menahan tubuhnya sebelumnya, yang sekarang sudah memiliki tinggi lebih dari 70 meter.


Aura merasa lega setelah melihat serigala itu memilih untuk tidak bertarung, kemudian menyadari bahwa situasi itu sedikit tidak masuk akal.


Beast yang mampu mengerti perkataan manusia sampai sejelas ini dan bisa memilih untuk tidak menyerang manusia yang membantunya hanyalah mereka yang hampir menembus batas Rank B.


‘Rank B+ Beast?!’


Melihat Wolf Beast itu tidak berniat bertarung dengannya lagi, Gorilla Beast ini menggaruk kepalanya dan mulai membalikkan badannya untuk berjalan pergi.


Sebelum langkahnya dihentikan oleh teriakan dari makhluk kecil di belakangnya.


“Aku sudah memutuskan!” ucap Leinn dengan penuh semangat.


Gorila itu berbalik dan menyadari manusia itu sedang menunjuk dirinya.


“Kau akan menjadi Contracted Beast-ku!” Leinn tersenyum lebar.


“Hoh?”

__ADS_1


Gorilla Beast ini menunjukkan ekspresi bingung, dan Aura yang melihat itu menyadari alasan dia bisa mengalahkan Wolf Beast di sampingnya, walaupun serigala itu sedang keracunan.


Gorilla Beast itu juga seekor Rank B+ Beast!


“L-leinn! Dia adalah Rank B+ Beast! Dia seharusnya bisa mengerti bahasa manusia sederhana!” teriak Aura sekuat tenaganya.


Mendengar ini Leinn merenung sejenak dan kembali menatap Gorilla Beast didepannya.


“Kau. Lemah.”


Leinn menunjuk Gorilla Beast itu.


“Aku. Kuat.”


Leinn menunjuk dirinya sendiri.


“Ikuti aku”


Leinn melipat tangannya, menunggu jawaban.


“Hoh...? Hoh... Hoh...!” Gorila itu terlihat memproses apa yang dia bicarakan, lalu akhirnya mengerti.


Gorilla Beast itu mulai memukul dadanya dengan keras, terlihat tersinggung ketika mengetahui manusia di depannya menganggap dirinya lebih kuat dibandingkan dengannya.


Leinn juga menggenggam pedangnya di tangan kirinya, secara tiba-tiba ukiran-ukiran muncul dan mulai bersinar dari gagangnya dan dalam sekejap pedangnya itu berubah menjadi gelang hitam di pergelangan tangan kirinya.


Aura terkejut melihat pemandangan yang sama dengan senjata milik Brick sebelumnya, hanya saja kali ini perubahannya itu terbalik.


‘Pedang itu juga Runed Gear?’


Bham!


Gelombang kuat muncul ketika Leinn memukul telapak tangan kirinya, siap bertarung.


“Ayo kita mulai!”


“Hoh!”


Gorilla Beast itu meluncurkan tinju kanannya ke arah lawannya yang sedang berada di udara di depannya itu.


Leinn membalas dengan tendangan lurus yang menggunakan seluruh kecepatan dan berat badannya.


Bham!


Gorilla Beast itu melayang sejauh lima meter dan menghantam pohon besar dibelakangnya, menggoyangnya dengan keras.


Pepohonan besar itu tidak hanya menjadi lebih tinggi dan berdaun lebat, sepertinya mereka juga bertambah kokoh.


Mengangkat tubuhnya menggunakan tangan kanannya sebagai topangan, dia mulai mencari Leinn.


Dia terlambat menyadari lawannya sudah muncul di sampingnya dengan sebuah tendangan yang sedang meluncur ke wajahnya itu.


Bham!


Dia terpental lagi karena serangan itu, tetapi kali ini dia berhasil meloncat berdiri sebelum dirinya berhenti meluncur. Gorilla Beast itu langsung melemparkan pukulan ke arah kirinya tanpa melihat, dan disana tinju Leinn bertemu dengan tinju raksasa itu.


Boom!


Kali ini hanya Leinn yang terpental mundur sejauh 20 meter, dengan Gorilla Beast itu sudah melompat tinggi untuk menyusul dan mendarat tepat diatas tubuhnya yang baru mendarat itu.


Boom boom boom...!


Hujan tinju mulai berjatuhan, pukulan demi pukulan lain terus menghantam tanah di depannya.


Leinn berhasil melompat dari celah antara dua tinjunya itu dan memberikan tendangan keras di dagu Gorilla Beast itu, memaksanya mengambil lima langkah mundur.


“Hahaha...!” Leinn tertawa lepas, dengan darah sudah membasahi sebagian wajahnya.


“Hoh hoh hoh...!” Gorila itu ikut tertawa, dengan darah mengalir deras dari dalam mulutnya.

__ADS_1


Boom Bham Boom...


Suara ledakan dan pukulan terus terbentuk dan menghasilkan gelombang demi gelombang yang mengguncang pepohonan di sekitar mereka.


Aura yang berdiri sejauh 100 meter dari tempat mereka bertarung bisa merasakan itu semua dengan jelas, melihat angin kuat yang dihasilkan membuatnya sulit melihat pertarungan itu dengan jelas.


Wolf Beast yang duduk disampingnya telah membawanya menjauh setelah pertarungan mereka itu dimulai.


Suara tawa Leinn itu adalah satu hal, tetapi suara Gorilla Beast itu terdengar sudah tidak mengandung kemarahan lagi.


Suaranya sudah dipenuhi kegirangan karena berhasil menemukan lawan yang kuat.


“HAHA!” pukulan keras mendarat di seluruh tubuh atasnya.


“HOH!” tendangan keras mendarat di perut dan dadanya.


Gorilla Beast itu mulai bisa mengenai Leinn beberapa kali dengan tinjunya, dan Leinn juga terus memasukkan dua-tiga serangan beruntun dengan mulus.


Beberapa pohon besar juga akhirnya tumbang setelah beberapa kali menahan tubuh dan serangan mereka berdua.


Aura sudah menyadari bahwa Leinn berniat membuat Contract dengan Gorilla Beast itu dengan mengalahkannya dalam area terkuatnya, kekuatan fisik murni.


Gerakan yang sangat gegabah menurut pandangan Aura, tetapi dia masih kesulitan bergerak dan serigala besar di sampingnya tidak membiarkannya mendekati pertarungan itu.


Wolf Beast itu hanya berbaring dengan tenang tanpa melepaskan pandangannya dari pertarungan mereka berdua.


Boom!


Satu benturan terkuat yang terjadi sejak pertarungan dimulai itu mementalkan dan memisahkan mereka berdua sejauh 20 meter, dua pohon yang menahan tubuh mereka terlihat sampai hampir tercabut dari akarnya.


Leinn dan Gorila itu sama-sama berdiri dan berjalan mendekati satu sama lain.


“Hoh hoh hoh...” tawa aneh keluar dari mulut yang sudah dipenuhi darahnya sendiri.


“Hahaha...” tawa lemah keluar dari mulut pemuda yang sedikit kesulitan bernafas.


Tawa mereka berdua menunjukkan betapa menyenangkannya pertarungan itu, mereka menikmati setiap detik dan pertukaran serangannya.


Walaupun wajah Gorilla Beast itu sudah mulai berubah warna di beberapa bagian dan darahnya sudah mengalir deras dari bibirnya.


Kondisi Leinn juga tidak terlalu baik, sebagian besar wajahnya sudah tertutup darah dan tepi bibirnya sudah membentuk aliran darah usnh tidak berhenti. Yang paling hebat dari kondisinya adalah tas besar di punggungnya yang sama sekali tidak menunjukkan kerusakan.


“....Hahah...”


“HOH Hoh...”


Mereka berdua berhenti bersamaan disaat jarak mereka kurang dari delapan meter. Mereka saling bertukar tatapan.


Gorilla Beast itu tiba-tiba menghantam dadanya berkali-kali.


“Hoh hoh hoh!” dia terus melakukan itu tanpa memedulikan darah yang mengalir keluar dari mulut dan tubuhnya.


Mana di sekitarnya mulai bergerak sesuai dengan ritme pukulannya dan dua lingkaran sihir muncul di kedua pergelangan tangan besarnya.


“HOH!” dengan satu pukulan terakhir, dia mengangkat kedua tangannya ke langit dan mengayunkannya sekuat tenaga ke tanah.


Bham!


Dia memukul tanah di depannya dan mementalkan tanah dalam jumlah besar itu ke udara. Semua tanah itu terlihat melayang di udara dengan perlahan lalu mulai bergerak mengitari dua tinjunya, lalu menyelimuti kedua tangannya dan mengeras, akhirnya membentuk sarung tangan pelindung dari tanah.


“Heh...” ucap Leinn setelah melihat itu semua terjadi di depannya.


Boom!


Gorila itu memukul tanah dengan tinju barunya itu dan menghasilkan lubang selebar lima meter.


Dua bongkahan batu hitam yang terlihat cukup mengerikan itu berhasil menutupi kedua tinju gorila itu, melindungi sekaligus meningkatkan daya hancur pukulannya.


 

__ADS_1


 


__ADS_2