Returning Humanity

Returning Humanity
Ch. 48 – Akhirnya...


__ADS_3

Boom!


“Hm...”


Aura berdiri termenung sambil menggenggam tongkatnya, tidak jauh dari Rufus dan Basalt yang sedang bertarung.


Mereka berdua sudah bosan menghancurkan boneka tanah latihan yang tidak bisa memberikan perlawanan dan mulai berlatih berdua.


Boom!


Aura berdiri di sana dan diterpa angin ledakan yang berasal dari serangan dua Beast di depannya, tetapi dia tidak terlihat peduli.


Banyak hal sedang berputar di dalam pikirannya, dan satu hal yang paling mengganggunya adalah Leinn yang menghilang tanpa jejak.


Boom boom boom!


“Hah...”


Aura menghela nafas pendek, tidak mengerti alasan Leinn menghilang tanpa meninggalkan pesan apapun padanya.


Pertarungan Basalt dan Rufus yang semakin sengit tidak cukup untuk membangunkannya, Aura hanya menghela nafas untuk kesekian kalinya lagi di hari itu. Sejak dia melihat keadaan Clear tiga hari yang lalu itu, dia tidak bisa menemukan Leinn dimanapun.


Hanya Basalt yang terlihat menggunakan ruangan istirahatnya dan tidak ikut hilang, yang juga tidak mengetahui keberadaan Leinn dan Clear.


Boom...!


Basalt sudah memakai baju zirah batunya sedangkan cakar di keempat kaki Rufus terlihat mulai bersinar merah. Pukulan batu bertemu cakar api, gelombang serangan yang dihasilkan berhasil menghancurkan permukaan tempat mereka berdiri.


Kecepatan sihir perbaikan lapangan latihan itu tidak dapat menyusul kecepatan kerusakan yang dihasilkan pertarungan mereka, melihat jumlah lubang besar dan batu beterbangan semakin bertambah.


“...huh?”


Aura menyadari orang-orang lain di sekitarnya sudah melarikan diri, meninggalkannya berdiri sendirian di tengah lapangan yang hancur itu.


Melihat tempat berdirinya yang tidak hancur, sepertinya Rufus dan Basalt masih cukup sadar untuk tidak membiarkan Aura terluka karena pertarungan mereka.


Basalt yang tersenyum lebar dan Rufus yang terlihat menunjukkan taringnya, mereka terlihat sangat menikmati pertarungan mereka saat ini.


Tetapi kesenangan mereka itu terhenti tiba-tiba ketika gadis kecil itu berlari ke antara mereka.


“H-hentikan!”


...


Crimson Collouseum, stadium terbesar yang biasanya menjadi tempat pertarungan resmi yang terjadi di dalam Akademi Red Dawn. Stadium megah ini sudah dipenuhi oleh ratusan orang yang datang untuk melihat pertarungan antara murid-murid baru yang akan diadakan beberapa saat lagi.


Matahari siang menyinari arena batu besar yang dikelilingi oleh banyak orang dan berbagai jenis Beast di tengah stadium itu.

__ADS_1


Ratusan murid itu datang untuk murid yang akan menjadi junior mereka, melihat potensi yang bisa menjadi anggota baru klub mereka.


Dan juga satu alasan lain...


“Selamat... SIANG!”


Di tengah arena itu berdiri seseorang berpakaian bergaya dengan rambut hijau spiralnya, yang tidak lain adalah Profesor Isaac.


Suara yang keluar dari mulutnya bisa mencapai semua orang di bangunan luas itu tanpa tertutupi suara percakapan mereka.


Dengan satu putaran tubuh, Isaac menunjuk kedua kelompok yang berdiri di luar arena tempatnya berdiri.


“Berikan sambutan hangat pada junior kalian!”


Dua kelompok yang terpisah, mereka yang melakukan tes di hutan dan mereka yang melakukan tes di akademi. 40 dari kelompok dengan Contracted Beast baru dan 100 dari kelompok dengan Contracted Beast lama, suasana tegang yang aneh dapat dirasakan diantara dua kelompok itu.


“140 orang akan dibagi menjadi dua kelompok turnamen, yaitu murid dengan Rank B Contracted Beast akan masuk ke dalam kategori yang berbeda”


Empat layar cahaya besar muncul di atas Isaac dan menunjukkan 140 nama, lalu 8 dari semua nama itu bersinar dan mulai bergerak membentuk kelompok baru.


Mereka semua bisa melihat tujuh nama yang berasal dari kelompok 100 orang itu dan satu nama dari kelompok 40 orang, yaitu Aura Flameheart.


Banyak penonton yang mulai berbicara saat melihat delapan nama itu, mereka adalah puncak dari semua calon junior mereka.


Terutama dua nama yang menjadi pembicaraan utama.


Diantara kelompok yang berdiri di luar arena itu berdiri seorang perempuan yang ditemani serigala kecil di sampingnya, terlihat canggung ketika melihat nama yang ada di layar cahaya itu.


Isaac menghentakkan kakinya dan mulai melayang ke tempat guru lain berkumpul.


Dua kelompok yang ditinggalkan itu mulai mengeluarkan suasana yang menegangkan. Terlihat jelas mereka berdua tidak saling menyukai satu sama lain.


Selama tujuh hari waktu menunggu turnamen ini, kelompok dengan Contracted Beast baru itu sudah beberapa kali berbenturan dengan kelompok yang memiliki Contracted Beast itu.


Kelompok 100 orang itu memandang kelompok yang lain sebagai Beast Trainer tidak bernilai, melihat mereka baru saja membuat Contract beberapa hari yang lalu.


Kelompok 40 orang itu hanya bisa diam dan menahan kesal, melihat jumlah dan pengalaman mereka memang sudah kalah jauh.


Tetapi Leinn yang tidak terlihat di akademi selama tujuh hari itu tentu tidak mengetahui konflik ini.


“L-leinn, bagaimana ini-“


Aura memanggil dengan gugup lalu menoleh ke sampingnya, menemukan pemuda berambut hitam itu masih melihat layar cahaya di depannya.


Senyuman lebar yang aneh dapat terlihat di wajahnya, membuat Aura mulai mendapatkan perasaan buruk.


Sebelum Aura bisa menanyakan apapun, Leinn langsung menoleh ke arah kelompok 100 orang yang berada tidak jauh darinya itu.

__ADS_1


“Hoh?”


Aura dan Basalt kecil yang berdiri di belakangnya mengikuti arah pandangannya, menemukan kelompok 100 orang itu.


Aura menyadari perhatian kelompok itu sedang tertuju ke dalam diri mereka sendiri, tepatnya seseorang yang ada di tengah mereka.


Pemuda berambut pirang dengan ekspresi dingin dan bermata tajam. Pakaian biru gelapnya terlihat tidak biasa dan dua pedang di punggungnya juga sangat mencolok. Dia hanya berdiri disana tanpa memedulikan orang-orang disekitarnya yang berusaha berbicara dengannya.


Gadis yang berdiri di sampingnya lah yang terlihat sangat terganggu oleh usaha mereka itu.


“A-ada apa-?”


“ROLAND!”


Suara sekeras guntur menggema di seluruh stadium, menghentikan semua percakapan.


Semua orang dan Beast di sekitarnya sedang memegang telinga mereka yang kesakitan, tetapi Leinn hanya berdiri disana dengan pandangan yang tidak berubah.


Mereka pertama merasa bingung, lalu kesal karena tidak mengetahui alasan pemuda berambut hitam itu berteriak tidak jelas.


Lalu mereka menyadari nama yang diteriakkannya itu.


“Siapa kau!?”


Yang pertama bereaksi adalah kelompok orang yang berusaha mengajak pemuda pirang itu berbicara tadi.


“Beraninya kau begitu lancang di depan Tuan Muda Azure!“


Satu per satu, orang dari dalam kelompok itu menyadari Leinn yang berpakaian kotor itu dan mulai berjalan mendekatinya. Mereka berusaha terlihat berwibawa di depan pemuda berambut pirang itu.


“Biar kami yang-Auch!“


Tetapi gerakan semua orang di kelompok itu dihentikan oleh rasa sakit di permukaan kulit mereka.


Diikuti oleh rambut mereka yang mulai berdiri.


Crackle...!


Suara juga hilang dari semua orang itu, mereka bahkan mulai melarikan diri.


Yang mereka lihat di depan mereka tidak lain dari pemuda berambut pirang, dengan petir yang meloncat-loncat di sekitarnya dan senyuman kecil di wajahnya.


Tatapannya bertemu dengan tatapan Leinn, mereka berdua berdiri terpisah sejauh 50 meter dengan ekspresi yang sama di wajah mereka.


Pemuda berambut pirang yang diselimuti petir itu membuka mulutnya.


“LEINN!”

__ADS_1


 


 


__ADS_2