Returning Humanity

Returning Humanity
Ch. 20 – Keseriusan


__ADS_3

Leinn juga menjadi lebih lebih serius dan menunggu datangnya serangan berikutnya, tetapi Gorilla Beast itu hanya berdiri disana sambil menatapnya.


“Apa yang kau tunggu?” Leinn mengangkat satu alisnya.


“Hoh? HOH HOH!” Gorila itu mengayunan tinju kanannya ke atas dan bawah, dengan cukup bersemangat.


Itu terlihat cukup aneh.


“Hm... apa kau yakin?”


“Hoh hoh!”


“Aku tidak meremehkanmu, hanya memastikan saja”


Leinn melepaskan gelang di tangan kirinya dan lingkaran sihir berputar selama lima detik, berubah menjadi sebuah pedang. Tangan kirinya menggenggam sarung pedang itu dan tangan kanannya menggenggam gagang pedang itu dengan erat.


Aura yang berdiri di kejauhan melihat pertukaran itu dengan ekspresi bingung. Mereka berdua terlihat seperti bisa berkomunikasi tanpa masalah sedikitpun.


Dia bisa melihat Leinn menunggu gorila itu memunculkan dua bongkahan batu di tinjunya, dan gorila itu menunggu Leinn memunculkan pedangnya.


Lalu pertarungan itu dimulai lagi.


Boom!


Pukulan gorila itu mendarat di tempat Leinn berdirinya sebelumnya, menciptakan lubang selebar delapan meter di tanah. Dia juga menyadari pukulannya itu gagal mengenai lawannya.


Leinn muncul di sebelah gorila itu berniat menebas lengan Gorilla Beast itu, tetapi gelombang serangan yang dihasilkan itu melebihi perkiraannya dan membuatnya terpental mundur beberapa meter. Tetapi itu tidak memengaruhi kuda-kudanya di udara.


“Clear Sky Style”


Mereka berdua terpisah sejauh sepuluh meter, diluar jangkauan serangan biasa mereka masing-masing, tetapi Gorilla Beast itu mendapat perasaan buruk setelah melihat kuda-kuda manusia di depannya itu.


Merasakan bahaya yang akan datang itu, Gorilla Beast langsung mengayunkan tinju kanannya dan batu yang melindungi tangan kanannya terlepas dan melayang cepat pada Leinn.


[Moving Cloud]


Gelombang pedang besar melayang keluar dari tebasannya dan membentur batu karang itu, memecahnya menjadi berkeping-keping dan membentuk kabut debu.


Setelah memukul pecahan-pecahan batu itu dengan sarung pedang di tangan kirinya, Leinn langsung melompat kuat ke belakang.


Sebuah tinju batu besar muncul dari kabut debu itu.


BOOM!


Gelombang ledakan dari pukulan yang mendarat di tanah itu mendorong tubuhnya ke arah salah satu pohon besar dengan kuat.


Dia memutar tubuhnya di udara dan berhasil memijakkan kakinya di pohon itu, dan meloncat balik menggunakan energi yang mendorongnya kembali.


“Clear Sky Style”


Mana mulai berputar di ujung pedang sampai ujung kakinya, mengubah seluruh tubuhnya menjadi tombak besar.


[Piercing Wave]


Dan dia meluncur di udara dengan cepat ke arah lawannya itu.


Gorila itu melihat serangan yang datang dan memukul tanah di sampingnya dengan tinju kirinya. Dalam sekejap batu yang menyelimuti tangan kirinya bertambah besar lebih dari tiga kali lipat dibandingkan sebelumnya.

__ADS_1


“Hoooh...!”


“Haaa...!”


Dua auman keras bertabrakan, diikuti ujung pedang dan tinju batu raksasa berbenturan.


BOOM...!


Gelombang yang dihasilkan itu mengguncang permukaan hutan itu, mengejutkan semua orang yang sedang ada di dalamnya.


Beberapa pohon yang terlalu dekat dengannya bahkan sampai patah dan tumbang.


Aura yang berada cukup jauh sekalipun tidak bisa membuka matanya karena angin kencang yang menghantam wajahnya.


Clack clack clack...


Bebatuan kecil jatuh kembali ke tanah dan kabut debu tebal itu mulai menyebar, menunjukkan hasil benturan itu.


Leinn sedang menggenggam gagang pedangnya yang menancap di tinju kiri Gorilla Beast yang sudah kehilangan pelindung batunya itu.


“Heh...” Leinn tersenyum kecil.


Dia menyadari dirinya sedang berada di dalam situasi yang tidak baik.


Serangannya memang berhasil menghancurkan pelindung Gorila itu tetapi disaat bersamaan, hal itu menguras semua energi dalam serangannya.


“HOOOH...!”


Gorila itu menarik tinju kirinya, membuat Leinn yang tidak bisa menarik kembali pedangnya ikut tertarik juga dan dia mengayunkan tinju kanannya sekuat tenaga.


Bham!


Bham! Bham! Boom...!


Dua kali menghantam tanah tanpa melambat dan hantaman keras ke pohon besar yang langsung tumbang ke atasnya.


Sekarang mereka berdua terpisah sejauh 30 meter dan tidak ada gerakan yang terlihat dari dalam kabut debu yang menutupi tempat Leinn mendarat.


Batu di tangan kanannya mulai lepas dan jatuh ke tanah.


“Hoh hoh hoh...!”


Gorilla Beast memukul dadanya dengan keras tanpa memedulikan lukanya, menunjukkan kegembiraannya.


Makhluk kecil itu merupakan lawan terberat yang pernah dia hadapi, tetapi dia berakhir menang dan membuktikan dirinya lebih kuat.


Aura mulai panik melihat Leinn tidak muncul dari lubang itu.


“LEINN!” teriaknya dengan keras.


Air mata mulai mengalir di wajahnya dan dia mulai berlari mendekati kabut debu itu.


Tepat disaat Aura hampir mencapai tempat Leinn mendarat itu, serigala besar di belakangnya menggigit gaunnya dan mengangkatnya.


Melihat kakinya tidak menyentuh tanah, Aura menjadi panik dan mulai meronta. Dia juga menyadari pelaku yang mengangkatnya ke udara itu.


“Apa yang kau lakukan?! Aku harus-“

__ADS_1


“Hoh! Hoh... Hoh?”


Gorilla Beast itu menghentikan perayaannya secara tiba-tiba, matanya terbuka lebar saat melihat kabut debu yang mulai mereda itu.


Aura juga menyadari bayangan yang berdiri ditengah kabut.


“Ya... yang terakhir itu cukup terasa” ucap Leinn dengan mulutnya yang mengalirkan darah deras.


Dengan pakaian yang sudah berubah menjadi warna merah, Leinn berdiri di sana dengan pedang di tangan kanannya.


“Sudah beberapa bulan... aku tidak... menerima serangan... sekuat itu...” darah terus mengalir deras dan membasahi seluruh wajahnya.


Leinn menggunakan tangan kirinya untuk menyeka darah yang mengalir di atas matanya, membiarkannya membuka matanya lagi.


“Haha... aku hanya memiliki sisa tenaga... untuk satu serangan...”


Bam


Untuk pertama kalinya, Leinn melepas tas besar di punggungnya di tengah pertarungan. Tas besar itu jatuh ke tanah dan dia juga meletakkan sarung pedangnya di sampingnya.


“Hah... ini serangan terakhirku, jika kau bisa menahannya... maka aku akan mengaku kalah...” dia bisa merasakan pandangannya mulai memudar karena rasa sakit di kepalanya itu.


Gorilla Beast itu sangat terkejutkan melihat makhluk di depannya masih bisa berdiri setelah menerima serangannya, dan lebih dikejutkan lagi oleh energi yang mulai terkumpul di tubuh kecilnya itu.


“Hah...hah...ha...” nafasnya yang tidak teratur perlahan-lahan menjadi stabil...


“Ho-!”


Dengan satu hembusan terakhir, udara disekitarn pemuda itu berhenti bergerak. Suara menghilang dari sekitarnya, bahkan mencapai Aura dan Gorila itu.


“...!” Aura membuka-tutup mulutnya tanpa bisa mengeluarkan suara sedikitpun.


Suara angin, suara dedaunan, dan suara Gorilla Beast yang kebingungan itu juga tidak terdengar.


“Hah...”


Leinn menggenggam pedangnya dengan kedua tangan dan mengangkatnya tinggi. Seluruh tubuhnya terlihat merembeskan keluar kabut berwarna biru muda.


Merasakan serangan besar yang akan datang, Gorilla Beast itu terlihat mengaumkan sesuatu tanpa mengeluarkan suara dan menghantam tanah berkali-kali dengan sekuat tenaganya.


[Clear Sky Style, Finisher]


Bersamaan dengan suara bisikan itu, pedang di tangan Leinn memancarkan cahaya terang. Dalam sekejap pedang berwarna biru langit sepanjang sepuluh meter muncul ditangannya.


Gorilla Beast itu juga berhasil menyelimuti seluruh tubuhnya dengan batu besar hitam, membentuk baju zirah yang cukup mencekam.


[Heaven Treading Wave]


Dengan ayunan ringan, dia menjatuhkan tebasannya. Bersamaan dengan itu, suara kembali memenuhi tempat itu, suara tanah yang dikoyak oleh gelombang pedang berwarna biru langit setinggi sepuluh meter.


“Hoooh...!”


Gorilla Beast itu menyilangkan tangannya dan menerima gelombang pedang itu dengan seluruh tubuhnya.


Boom...!


 

__ADS_1


 


__ADS_2