Returning Humanity

Returning Humanity
Ch. 39 – Yang Selamat dan Yang Menyesal


__ADS_3

Basalt baru berhenti berlatih setelah beberapa waktu berlalu, kemudian berjalan masuk ke dalam hutan lagi untuk mencari makan malamnya.


Leinn juga menarik keluar tiga kantung daging lagi untuk Aura, Rufus dan dirinya sendiri.


Aura mulai penasaran dengan jumlah makanan yang Leinn bawa di dalam tas besarnya itu.


“Om nom nom”


Mereka mulai makan lagi dan Basalt bergabung membawa beberapa buah apel besar di tangannya, yang memiliki diameter paling kecil 30 sentimeter.


Salah satu efek utama lain dari Compress adalah mengurangi pemakaian energi tubuh bagi Beast raksasa yang menggunakannya, tetapi Basalt terlihat tidak peduli dan memakan belasan buah itu dalam sekali makan.


Sepertinya satu-satunya efek Compress pada Gorila itu adalah memungkinkan dirinya memakan lebih banyak dengan jumlah makanan yang sama.


Aura di sampingnya menyadari benda yang masih Leinn kenakan.


“Ngomong-ngomong, Leinn...”


“Hm?”


Leinn melihat Aura menunjuk lengan tangannya.


“Sampai kapan kau ingin memakai benda itu?”


Compress masih terikat disana, begitu juga di lengan kiri dan kedua kakinya juga.


“Oh, mungkin nanti. Rasanya cukup menarik ketika aku menggunakanya dalam pertarungan tadi”


“...Ehem”


Aura melanjutkan makannya setelah mendengar jawaban itu, sudah berhenti merasa aneh ketika melihat kelakuan Leinn yang seperti itu.


Matahari sudah hampir terbenam ketika mereka selesai makan.


Leinn menyadari satu kelompok yang baru saja keluar dari hutan dan berjalan mendekati perkemahan itu, empat remaja yang berjalan di belakang satu pemuda yang memakai pakaian pengawas.


“Haha!”


Leinn meloncat berdiri dan mulai berjalan ke arah kelompok itu, membuat Basalt yang sedang duduk bosan di sampingnya ikut berdiri dan menyusulnya.


Clear tiba-tiba meloncat ke punggung Basalt, berencana ikut dengan mereka juga.


Aura hanya melihat pria dan gorila itu berjalan ke arah kelompok baru itu, lalu terus mengelus bulu Rufus yang sangat halus di pangkuannya.


Setelah beberapa waktu berlalu, dua kelompok itu akhirnya sampai cukup dekat dengan satu sama lain.


“Hm?”


Pengawas di depan itu menyadari seseorang yang sedang berjalan ke arah mereka dan sinar sore yang masih menerangi padang rumput itu membiarkan dirinya melihat siapa orang itu.


Senyuman lebar muncul di wajahnya dan dia mulai melambaikan tangannya.


“Heeey!”


Empat remaja di belakangnya terkejut sejenak melihat kelakuan pengawas mereka.


Akhirnya mereka menghentikan langkah mereka bersamaan.


Leinn mengangkat tangan kanannya untuk membalas salam pengawas di depannya, Kurt Lannister.


“Yo!”


Kurt terlihat sangat senang bertemu dengannya lagi, tetapi remaja di belakangnya menunjukkan reaksi yang berbeda.


Dua orang menatapnya dengan bingung karena tidak mengenali siapa pemuda dengan pakaian lusuh di depan mereka yang menyapa pengawas mereka seperti itu, sedangkan dua yang lain sudah mengambil dua langkah mundur dengan seluruh tubuh mereka yang sudah bergetar kuat.

__ADS_1


Leinn menoleh dan melihat dua orang yang melangkah mundur itu, menunjukkan senyum lebar.


“Hai~”


Mereka berdua langsung jatuh terduduk, membuat dua yang lain mulai bersiaga setelah melihat reaksi aneh tim mereka itu.


Kurt tertawa canggung dan menghadang pandangan Leinn dari mereka. Sepertinya dia sudah mendengar apa yang terjadi pada dua pemuda yang ketakutan itu.


“Maafkan mereka. Bagaimanapun juga itu adalah pengalaman pertama mereka dalam situasi hidup dan mati...”


“...baiklah”


Leinn mulai melihat dua pemuda yang masih berdiri dan menatapnya dengan tegang itu, lalu ke makhluk-makhluk kecil di samping mereka.


“Rakun?” ucap Leinn sambil meneliti binatang berbulu itu


“Oh ya, mereka berhasil membuat Contract dengan anggota kelompok Raccoon Beast. Walaupun mereka masih Rank D Beast”


“Krrr...”


Kurt menjelaskan setelah mendengar pertanyaan itu. Dia juga sudah menyadari Beast putih yang ada disamping Leinn, menyangka itu adalah Contracted Beast-nya.


“Bagaimana denganmu? Contracted Beast-mu terlihat cukup kuat”


Kurt melihat ototnya yang besar itu dengan lebih detil, lalu menemukan Beast ini lebih mirip gorila mini dibandingkan seekor monyet. Dia memperkirakan ini Beast di puncak Rank C atau awal Rank B.


“Hm? Maksudmu Basalt?”


Leinn menunjuk Gorilla Beast kecil disampingnya.


“Dia bukan Contracted Beast-ku”


“...Apa?”


Leinn mengingat bagaimana Mint memanggil Basalt sebelumnya.


Empat remaja itu meloncat kaget setelah mendengar itu, dan mereka mulai melangkah mundur untuk mengambil jarak.


Kurt memasang wajah serius dan mulai berbicara dengan Leinn lagi, kali ini dengan nada yang lebih serius.


“...kau membawa Beast liar ke perkemahan? Siapa yang mengizinkan hal itu?”


“Kakakmu?”


“Pffft...! Ka-“ Kurt membuka tutup mulutnya, kehabisan kata-kata.


Leinn cukup terhibur melihat ekspresi menarik itu. Dia tidak menyangka pemuda di depannya akan bereaksi sehebat itu.


Kurt mulai menenangkan diri dan kembali menatap Leinn.


“...kakakku?”


“Yup. Bart dan Isaac sudah memberikan persutujuan mereka”


“I-Isaac...?”


Rasa kagetnya sudah berubah menjadi kagum, melihat pemuda di depannya memanggil Professor Isaac seperti itu. Dia menghela nafas dan menunjuk Basalt.


“Jadi? Kau menyelesaikan tes pertama tanpa membuat Contract?”


“Tidak? Tentu saja aku membuat Contract”


Sebelum dia bisa menanyakan maksudnya Leinn sudah mengulurkan tangan kanannya ke Basalt dan sebuah gumpalan air melompat dan mendarat di tangan itu.


Kurt menyadari identitas makhluk itu.

__ADS_1


“I-itu...”


“Ini Clear, Contracted Beast-ku”


“S-slime?”


“Kyuu?”


Clear hanya mengeluarkan suara bingung sambil memanjati Leinn, berhenti di atas kepalanya.


Kurt melihat Rank E Beast itu dan kembali menatap Leinn.


“Huh?”


“Jadi, apa yang kalian lakukan di dalam hutan itu?”


Leinn terus melanjutkan percakapan begitu saja tanpa menghiraukan ekspresi bingung di depannya.


Kurt akhirnya melepaskan rasa penasarannya dan mulai menjelaskan kejadian setelah mereka berpisah.


Beberapa waktu setelah dia dan Aura pergi mengejar Rufus, dua pemuda itu akhirnya kembali sadarkan diri sebelum bisa dibawa keluar dari hutan. Melihat luka mereka sudah hilang tanpa bekas, mereka memilih untuk melanjutkan tes itu.


Dua pemuda yang melarikan diri itu akhirnya kembali berjalan ke dalam hutan untuk melihat situasi dan akhirnya mereka berempat bertemu kembali. Setelah permintaan maaf yang panjang dan wajah yang penuh air mata dari mereka berdua, akhirnya mereka berempat kembali berbaikan.


“”Terima kasih telah menyelamatkan kami!””


Dua remaja itu akhirnya menyadari identitas pemuda di depan mereka, ternyata dialah yang menyelamatkan mereka dari kepungan Giant Tarantula itu.


Dua remaja yang lain mulai melangkah maju dan menundukkan kepala mereka pada Leinn.


““Maafkan kami!””


Leinn melihat dua kepala di depannya. Salah satu dari mereka melanjutkan kalimatnya.


“Dan terima kasih telah menyelamatkan teman kami!”


“... apakah kalian akan melakukan itu lagi?” pertanyaan itu keluar seperti sebuah bisikan dingin.


Mereka berdua langsung mengangkat kepala mereka dan menatap mata Leinn.


“”TIDAK!””


Suara hampir berteriak itu keluar dari mulut mereka. Mereka mengingat apa yang terjadi setelah Leinn pergi meninggalkan mereka, di tengah hutan dan di luar sarang Giant Tarantula itu.


Setelah rasa takut mereka pada Leinn sudah hilang, mereka menyadari Giant Tarantula yang mengejar mereka juga sudah tidak ada, mereka sadar mereka sudah selamat.


Tetapi perasaan pertama yang muncul di saat itu bukanlah perasaan lega, melainkan penyesalan yang sangat kuat. Kalimat tajam dari Leinn terulang-ulang di kepala mereka mengingatkan apa yang telah mereka perbuat dan tanpa mereka sadari, mereka sudah berlari kembali ke dalam sarang Giant Tarantula itu.


“...”


Leinn melihat perasaan yang kuat dari tatapan mereka berdua, dia mengulurkan kedua tangannya pada mereka.


“Baiklah”


“”Eh?””


Leinn menepuk pundak mereka berdua dan secara bersamaan. Bersamaan dengan itu mereka jatuh terduduk lagi.


Kurt terkejut melihat ini dan mengulurkan tangannya pada Leinn, sebelum terhenti setelah melihat ekspresi lega di dua pemuda di yang sedang duduk di atas rumput itu.


Senyuman lebar dapat terlihat di wajah mereka.


“Hehe”


Tawa kecil keluar dari Leinn yang sedang tersenyum lebar juga.

__ADS_1


__ADS_2