
Matahari sudah hampir mencapai puncaknya dan memancarkan panas yang cukup tinggi, tetapi angin dan awan di langit membuat suasana menjadi tidak terlalu terik.
Kelompok-kelompok di sekitar hutan itu dapat terlihat sedang memeriksa perlengkapan dan persenjataan mereka untuk terakhir kalinya, melihat waktu dimulainya tes sudah tidak lama lagi.
“Hoam...”
Kecuali satu pemuda yang sedang berbaring di atas rumput, terlihat sedang melipat pesawat kertas. Tatapannya terlihat kosong seperti sedang melamunkan sesuatu dan sudah setengah tertutup, walaupun tangannya tidak berhenti melipat kertas itu.
“L-leinn...” suara kecil tiba-tiba terdengar.
Mendengar namanya dipanggil, Leinn yang sudah terlihat hampir tertidur itu membuka matanya dan menoleh ke arah panggilan itu.
Disana berdiri seorang gadis yang terlihat gelisah.
“Ada apa?”
“Apa kau t-tidak merasa gugup...?”
Leinn melihat wajah gugup Aura di depannya itu dan tersenyum.
“Kenapa aku harus merasa gugup? Ini hanya tes menangkap seekor Beast saja bukan? Santai saja dan nikmati cuaca cerah ini...”
Leinn terlihat mulai terhanyut kedalam dunia mimpi lagi, tetapi kedua tangannya masih terus membuat pesawat kertas.
Belasan pesawat kertas dapat terlihat berserakan di sekitar tempatnya berbaring.
Aura mulai merasa tidak yakin setelah melihat betapa santainya pemuda itu. Yang dilakukannya sejak mereka sampai di tempat ini hanyalah menulis sesuatu di kertas sambil melihat hutan itu, berbaring di rumput, kemudian mulai melipat pesawat kertas.
Aura masih memiliki beberapa hal yang ingin dia tanyakan tetapi terlalu gugup untuk bertanya, mengingat mereka baru saling kenal kurang dari satu jam yang lalu.
“T-tapi kalau kita tidak hati-hati bisa saja kita membuat kesalahan dan g-gagal...”
“Ya... jika itu terjadi, maka terjadilah” tangannya meletakkan pesawat kertas yang baru selesai dibuatnya dan mengambil kembali selembar kertas dari tas besar di sampingnya, memulai lagi pembuatannya.
“h-huh?” Aura sangat terkejut ketika mendengar itu. Ketidakpedulian yang ditunjukkan Leinn membuatnya kehabisan kata-kata.
“Tenang saja, kalau aku sampai gagal ketika sekedar menangkap Beast saja, itu hanya membuktikan ketidakmampuanku. Kalau itu terjadi, ya sudah. Masih ada banyak hal lain yang bisa kulakukan selain menjadi Beast Trainer” Kedua tangannya berhenti bergerak. “Ya, walaupun itu tidak mungkin terjadi”
Mendengar penjelasan ini, Aura menjadi terdiam dan mulai merenung. Setelah beberapa saat Aura kembali menatap Leinn dan tersenyum canggung.
“Mungkin... ada benarnya juga yang kau katakan” Kegugupan dalam suaranya terdengar sedikit berkurang.
“...” Leinn tidak memberikan tanggapan dan hanya diam dan menatap wajah Aura.
__ADS_1
Melihat Leinn tidak merespon dan hanya menatap wajahnya, Aura kembali merasa gugup dengan alasan yang berbeda. Dia mulai menoleh ke kiri dan ke kanan dan menyadari pedang yang bersandar di tas besar di samping tempat Leinn berbaring.
“P-pedang itu! A-ku tidak pernah melihat pedang dengan b-bentuk seperti itu!”
“Hm?” Leinn akhirnya berhenti menatap Aura dan menoleh ke arah tasnya.
“A-aku tidak pernah melihat sekolah pedang di kota Blazing Sun yang menggunakan jenis pedang ini...” Aura menghebuskan nafas lega. “b-bolehkah aku tahu dari sekolah pedang mana kau berasal...?”
Leinn mengangkat tubuhnya ke posisi duduk, dan menatap pedangnya itu.
“Pertama, pedang ini adalah pemberian temanku dari Ironforge dan kedua, aku tidak berasal dari sekolah pedang manapun”
Mendengar nama kota yang tidak asing itu, Aura membuka matanya dengan lebar.
“K-kota tembok besi Ironforge?! Kenapa kau berkelana begitu jauh sampai ke Blazing Sun...? K-kalau tidak salah, Ironforge juga memiliki akademi yang tidak kalah terkenal dibandingkan dengan Akademi Red Dawn?” Aura mulai mengambil nafas panjang setelah mengatakan semua itu, menstabilkan nafasnya.
Leinn terdiam sejenak setelah mendengar itu, lalu meraih kedalam salah satu dari empat kantung bajunya dan menarik keluar sebuah kalung.
Kalung sederhana, dengan sebuah batu biru berbentuk tetesan air di tali kulit hewan biasa.
“Teman berburuku di Ironforge memberitahuku bahwa waktu penerimaan murid baru untuk Akademi di lima kota besar tersisa beberapa bulan lagi, mengingatkanku tentang sebuah... janji” Leinn tersenyum lembut disaat menatap kalung biru ditangannya.
“Janji...”
Aura menjadi termenung sesaat ketika melihat ekspresi Leinn itu, lalu menyadari sesuatu.
“Hm? Ya, aku sudah mulai bekerja sebagi seorang Hunter beberapa waktu setelah sampai di kota Ironforge” Leinn mengembalikan kalung biru itu ke dalam kantung bajunya.
Dia menyampaikan itu secara biasa saja, tetapi Aura menunjukkan reaksi yang berbeda.
“Wow...” matanya terlihat hampir bersinar.
Tidak menyangka perkataannya akan mendapat reaksi seperti itu, Leinn menjadi teringat sesuatu. Dia mulai menarik tas besarnya lebih dekat dan meraih kedalamnya.
“Tunggu sebentar...seharusnya aku membawanya disini” tangannya mulai mengacak-ngacak isi tas besarnya itu.
Aura tersadar dari kekagumannya dan menemukan Leinn mulai mengeluarkan benda-benda yang belum pernah dia lihat dari tasnya itu.
“Bukan ini, bukan itu,dan.... dapat!” setelah beberapa benda aneh tertarik keluar, akhirnya dia menemukan apa yang dia cari. “Baru tadi pagi aku mengeluarkan benda ini, kenapa bisa ada di dasar tas...?”
Leinn menarik keluar dua benda, satu berbentuk kartu kristal transparan, dan satu lagi berbentuk kubik kristal transparan.
“Huh... aku lupa yang mana...” dia menatap dua benda di tangannya dengan bingung.
__ADS_1
“Ini... Kartu identitas Hunter dan Kristal Status?”
“Oooh jadi kau mengetahui yang mana kartu Hunterku? Aku sudah lama tidak memakainya jadi aku lupa apa bentuk keduanya ”
Leinn tersenyum dan melempar dua kristal ditangannya ke arah Aura.
“Awawawa...” Aura menjadi panik melihat dua benda yang melayang ke arahnya secara tiba-tiba.
Dia berhasil menangkap kedua benda itu dengan susah payah dengan kedua tangannya. Nafasnya menjadi tidak teratur karena rasa kagetnya itu.
“Hehe” Leinn tertawa kecil melihat reaksi itu.
Setelah beberapa saat berlalu untuk menstabilkan nafasnya, Aura akhirnya mulai berbicara lagi.
“Bolehkan aku melihatnya?”
Aura menatap kartu kristal didepannya dengan tatapan penuh rasa penasaran, terlihat sangat tertarik dengan benda di tangannya itu.
“Tentu saja?” Leinn mengangkat satu alisnya, kurang mengerti apa yang dimaksud oleh Aura itu.
Aura menatap kartu itu dengan serius dan mulai mengambil nafas panjang. Tiba-tiba cahaya biru mulai muncul dan berputar di sekitar tangan kanannya yang memegang kartu kristal itu, Mana yang terkumpul mulai mengalir ke dalam kartu kristal, dan layar cahaya kecil muncul di atasnya.
“WHOAH!” jerit pemuda berambut hitam itu.
Leinn terlihat luar biasa terkejut melihat pemandangan di depannya itu.
“Kau bisa melakukan itu dengan kartu ini?!” dia mengulurkan jarinya dan melihat jari itu menembus layar cahaya kecil itu.
‘Kau tidak mengertahui fungsi kartumu sendiri...?’ pikir Aura sambil menatap pemuda di depannya dengan bingung.
Leinn bangun berdiri, berjalan ke samping Aura, lalu menempatkan wajahnya di samping wajah Aura untuk melihat tulisan yang muncul itu.
“Wa...” Aura terlambat bereaksi dan hanya bisa melihat tulisan itu bersamanya
Hunter: Leinn Springleaf
RANK A HUNTER
Guild: Kota Ironforge
Kontribusi : 8560
“R-rank A...!?”
__ADS_1