Returning Humanity

Returning Humanity
Ch. 22 – Soul Vessel


__ADS_3

Angin bertiup menggoyang dedaunan lebat dengan cahaya matahari berhasil menembus celah kecil diantara semua daun hijau itu, sedikit menerangi permukaan hutan.


Dua orang berhadapan walau terpisah cukup jauh, satu laki-laki dan satu perempuan, satu berdiri dan satu duduk.


Gadis yang duduk baru saja mendengar pertanyaan dari pemuda yang berdiri itu, dia memberikan satu jawaban pendek,


“Hah?”


Aura membutuhkan beberapa saat untuk mengingat kenyataan bahwa Leinn baru mengetahui cara kerja Contract kurang dari sehari yang lalu.


Meraih kedalam saku gaunnya, dia menarik keluar empat lembar kertas, tiga kertas berwarna hitam dengan lingkaran sihir dan satu kertas hijau dengan ukiran-ukiran yang tidak asing.


“Kau seharusnya mendapatkan Contract Seal ini saat mendaftar bukan?” ucap Aura sambil menunjukkan keempat kertas di tangan kirinya itu.


Melihat kertas tidak asing itu Leinn berpikir sejenak dan berhasil mengingatnya. Dia mulai berjalan melewati Aura dan langsung menuju tempat jatuhnya sebelumnya, tempat tas besarnya terletak. Dia meraih ke dalam tas besarnya itu...


“Aha!” dia menarik empat lembar kertas yang sama, tetapi sangat kusut setelah terhimpit di dalam tas besarnya itu.


Leinn tersenyum senang setelah menemukan empat kertas kusut itu lalu berjalan kembali ke depan Aura.


“Jadi, aku apakan kertas ini?”


Aura mengangkat tubuhnya dan berdiri di depan Leinn dengan kertas-kertas di tangan kirinya.


“Kau hanya perlu meneteskan darahmu ke atas kertas ini dan menempelkannya di tubuh Beast yang ingin kau buat Contract dengan” Aura menarik dan memegang selembar kertas hitam di tangan kanannya.


“Hoh...” Leinn ikut memisahkan dan memegang selembar kertas hitam di tangan kirinya.


Aura mengangkat Contract Seal hitam di tangannya itu.


“Tentu saja kedua pihak harus menerima Contract ini, jika salah satu dari mereka berdua menolak Contract itu, maka Contract Seal tidak akan berfungsi dan terbakar menjadi abu”


“Baiklah!” Leinn menjawab dengan pendek dan langsung membalikkan badannya sambil memasukkan tiga lembar kertas lain ke dalam saku celananya.


Dia berlari ke depan Gorilla Beast itu sambil menggigit jarinya. Setetes darah mengalir keluar dan menetes ke atas kertas hitam itu dan terserap dalam sekejap, membentuk sebuah lingkaran sihir di atas kertas hitam itu.


Lingkaran sihir itu mulai berputar dan memancarkan cahaya. Mana di udara juga mulai bergerak dengan aneh, seperti dipengaruhi oleh apa yang akan terjadi di tempat itu.


Melihat itu, Leinn mulai mengulurkan Contract Seal itu.


“Hoh...”


Gorilla Beast itu mengulurkan tangan kanannya dan Contract Seal itu menempel di punggung tangannya dengan mudah.


Lingkaran sihir di kertas itu mulai bersinar terang dan melayang keluar, berputar di atas mereka berdua.


Lingkaran sihir itu perlahan-lahan mulai membesar sampai lebarnya mencapai tiga meter, lalu berhenti. Mana di udara menjadi tenang bersamaan dengan cahaya dari lingkaran sihir itu yang mulai meredup.


“Eh?” Aura yang berdiri tidak jauh dari mereka mengeluarkan suara bingung setelah melihat itu.


Pemandangan di depannya sangat berbeda dengan apa yang pernah dia lihat sebelumnya, atau yang pernah dia baca di buku paduan mengenai Contract...


Crack...


Bersamaan dengan itu, retakan muncul di lingkaran sihir itu. Setelah bergetar dengan kuat selama beberapa saat, kertas di tangan Leinn itu akhirnya berubah menjadi debu, terbang terbawa angin.

__ADS_1


“Huh?” Leinn melihat tangannya yang tidak menggenggam apapun.


Lalu dia menatap Gorilla Beast di depannya dengan bingung.


“Ada masalah apa ini?”


“Hoh?” Gorila itu melihat punggung tangannya selama beberapa saat.


Gorilla Beast itu menatap balik dengan ekspresi yang sama.


Aura merasa sangat terkejut melihat hasil itu. Melihat mereka berdua menerima Contract itu, hasil itu hanya bisa memiliki satu alasan lain.


“L-leinn...” ucap Aura dengan gugup.


Masih dengan ekspresi bingung yang sama, Leinn menoleh ke Aura setelah mendengar panggilannya.


Aura menatap Leinn dengan ekspresi tidak percaya, dia menarik satu kertas dengan warna hijau dan mengulurkannya pada Leinn.


“C-coba teteskan darahmu dan masukkan Mana-mu ke dalam kertas ini...”


Leinn mengambil kertas hijau itu dan melakukan apa yang Aura minta. Kali ini ukiran-ukiran itu bersinar dan mulai bergerak di kertas itu. Dengan satu sinar terakhir ukiran itu berubah menjadi deretan angka.


[ 3 0 ]


Leinn melihat angka yang muncul di kertas di tangannya selama beberapa saat, lalu kembali menatap Aura.


Aura melihat hasil itu dengan mulut terbuka, tidak percaya dengan hasil itu. Mengambil kertas itu dari tangan Leinn dan mulai menatapnya dengan keras, berusaha mencari kesalahan di hasil itu. Dia juga menggosok matanya beberapa kali dan hasil itu sama sekali tidak berubah.


“Jadi apa artinya ini?” Leinn menyadari ada yang salah setelah melihat reaksi itu.


“Tidak mungkin ini...”


Setelah berusaha mencari kesalahan selama satu menit tanpa menemukan hasil, Aura akhirnya mengangkat wajahnya dan menatap Leinn.


“Soul Vessel-mu tidak cukup untuk membuat Contract dengan Gorilla Beast itu” ucap Aura dengan tatapan jelas.


“Huh?”


Tidak mengerti apa yang Aura maksud, Leinn hanya bisa mengeluarkan suara bingung. Melihat reaksi ini Aura mengembalikan kertas itu dan mulai menjelaskan.


“Sederhananya, Soul Vessel adalah hal terpenting yang seseorang butuhkan untuk membuat sebuah Contract”


Meliihat angka di kertas ditangannya, Leinn kembali menatap Aura, menunjuk angka 30 itu.


“Apa ini kecil?”


Aura menganggukkan kepalanya, dia menatap Leinn dengan ekspresi serius. Menunjuk kertas di tangan Leinn, dia melanjutkan.


“Itu kecil, TERLALU kecil. Aku tidak pernah mendengar cerita seseorang yang belum pernah membuat Contract memiliki Soul Vessel sekecil ini” Aura menggelengkan kepalanya, masih sulit mempercayai apa yang sedang terjadi di depannya itu.


“Huh...”


Menatap angka itu sekali lagi, Leinn memasang ekspresi serius.


“Jadi, apa hubungan Soul Vessel ini dengan Contracted Beast?” ucap Leinn tanpa mengangkat wajahnya.

__ADS_1


“Uh...”


Melihat ekspresi serius di wajah Leinn, Aura menarik nafas panjang dan mulai menjelaskan.


“Ketika seseorang ingin membuat sebuah Contract, hal pertama yang mereka periksa adalah tingkat Soul Vessel mereka. Setelah mengetahui batas mereka, selanjutnya mereka akan mencari Beast yang tidak memerlukan Soul Vessel melebihi apa yang mereka miliki”


Aura menatap kertas di tangan Leinn.


“Tingkat Soul Vessel seseorang dipengaruhi oleh potensi yang mereka miliki sejak lahir, dapat ditingkatkan dengan meningkatkan Rank Contracted Beast mereka. Sedangkan orang-orang yang belum memiliki Contracted hanya bisa meningkatkan Soul Vessel mereka secara perlahan dengan latihan keras”


“Huh” Leinn mengangkat wajahnya ketika mendengar dua kata terakhir yang diucapkan Aura.


Dia lalu menatap telapak tangan kirinya, terlihat merenungkan sesuatu.


Aura melihat itu dan melanjutkan penjelasannya.


“Jumlah Soul Vessel yang diperlukan akan meningkat sesuai dengan meningkatnya kekuatan Beast yang ada. Rank B Beast biasa memerlukan Soul Vessel diatas 2500, tetapi Gorilla Beast dan Wolf Beast ini sudah mencapai puncak Rank B dan hampir menembus ke Rank A. Mereka seharusnya membutuhkan Soul Vessel diantara 9000 sampai 11000”


Mendengar ini Leinn menoleh ke arah dua Beast ini. Wolf Beast hanya duduk tenang menatapnya balik, sedangkan Gorilla Beast itu sudah berbaring dan menutup matanya dan hampir tertidur.


“Hasil penelitian selama ratusan tahun telah menghasilkan informasi-informasi yang cukup detil. Rank C Beast terlemah membutuhkan Soul Vessel seseorang mencapai 500”


“500...”


Mendengar Leinn mengulang kalimatnya, suara Aura juga semakin mengecil.


“...Rank D memerlukan 100...”


“...”


Leinn hanya menatap Aura tanpa berkata apa-apa, dan Aura melanjutkan kalimatnya dengan suara yang hampir sekeras bisikan.


“...Rank E terlemah memerlukan Soul Vessel serendah 20, dan di bawah itu adalah Rank F Beast...”


Menatap kertas di tangannya dengan angka 30 yang menatapnya kembali.


“Rank F dan Rank E Beast terlemah, ya...”


Melihat Leinn menjadi terdiam, Aura tanpa sadar mengulurkan tangannya.


“...!”


Tangan itu berhenti di udara ketika Aura melihat ekspresi pemuda di depannya itu.


Sebuah senyuman lebar yang terlihat berusaha menahan kegirangannya.


“...jadi aku hanya bisa menangkap Beast terlemah...!”


Leinn menggeggam kertas hijau di tangannya, menjadikannya sebuah bola kertas.


“Menarik!”


 


 

__ADS_1


__ADS_2