
Matahari sudah bergerak turun dari puncak langit, membuat suasana menjadi tidak terlalu terik dibandingkan sejam sebelumnya.
Dan di satu sisi akademi, tepatnya di dekat pintu gerbang sedang terlihat seorang pemuda berambut hitam yang berdiri sambil bersandar di salah satu pohon berukuran sedang bersama gumpalan transparan yang sedang bergetar di depannya.
Mereka baru saja sampai di tempat ini dan memilih untuk menunggu sesaat.
“Kyuu?”
“Seharusnya sebentar lagi- aha!”
Rumble...!
Dan seperti bereaksi dengan ucapan pemuda itu, getaran kuat tiba-tiba dapat terasa oleh semua orang disana.
Beberapa orang yang menjaga gerbang terlihat sangat terkejut saat merasakan perubahan itu dan mulai mencari sumbernya, lalu langsung menemukan seekor ular raksasa yang sedang bergerak dengan cepat ke arah mereka dari kejauhan.
“Psssht...!”
Ular itu terlihat menyadari identitas pemuda dan gumpalan transparan itu, yang juga sedang melihat ke arahnya. Dia mulai bergerak dengan lebih bersemangat ke arahnya.
“Tenanglah”
Sebuah tepukan ringan dari belakang kepala ular itu berhasil menyadarkannya, diikuti dengan Rune dalam jumlah besar yang menyebar dari kain yang melingkari lehernya.
“Psssth...!”
“Hu-ahp!”
Ular itu langsung mengecil sesaat sebelum menghantam pemuda berambut hitam, yang terdorong sejauh tiga meter dan berhasil menghentikan dirinya dari menghantam tanah.
“Hm”
Pemuda berambut pirang mendarat di dekat pemuda yang sedang mengangkat ular sepanjang empat meter itu sambil tertawa, yang lalu menoleh ke arah gumpalan transparan di sampingnya.
“Hey”
“Kyuu!”
Akhirnya para penjaga itu mengenali identitas ular raksasa itu, yang merupakan Contracted Beast dari pemuda berambut pirang yang baru melompat dan mendarat di samping pemuda berambut hitam yang mencuri perhatian mereka sebelumnya.
Setelah beberapa saat memeluk ular itu, akhirnya pemuda itu menurunkannya dan mulai berbicara dengan pendatang baru itu.
“Ini, Beast Nest berumur lebih dari dua bulan di dekat sebuah desa yang berada cukup jauh dari sini, dan detilnya...”
Leinn yang memiliki waktu luang saat berjalan dan menunggu kedatangan Roland memilih untuk memeriksa detil misi miliknya, lalu menemukan beberapa fitur yang cukup bagus.
“...selesai! Periksa Linkermu”
Roland menarik keluar Linkernya dan menemukan sebuah pesan yang baru masuk, yang terlihat sedikit berbeda dibandingkan pesan biasa. Beberapa kali tekan dan sebuah layar pilihan muncul di depannya.
__ADS_1
‘Rank B+ Mission: Pembersihan Beast Nest di Desa Greentree. Accept/Decline’
Roland menoleh sekali lagi ke arah wajah pemuda di depannya sebelum akhirnya menekan pilihan ‘Accept’, diikuti dengan detil misi yang langsung muncul dan bisa diakses dari dalam Linkernya itu.
“...”
Roland mulai membaca dengan cepat isi itu dan akhirnya sedikit mengerti dengan apa yang Leinn maksud dari isi pesan yang dia terima sebelumnya. Rank B+ Mission yang seharusnya hanya bisa diselesaikan oleh Party yang terdiri oleh lima atau lebih Rank B Hunter elit, atau Rank A Party Hunter biasa.
“Jadi, kenapa kau memerlukanku?”
Sesuatu yang seharusnya bukan menjadi hal yang sulit untuk Leinn.
Memang keadaan tubuh mereka saat ini tidak memungkinkan mereka untuk menunjukkan kemampuan penuh milik mereka. Tetapi setelah berlatih dan beristirahat selama sebulan terakhir, mereka berdua sudah mampu menggunakan hampir 30 persen dari kekuatan yang mereka tunjukkan saat pertarungan final mereka sebelumnya.
Dan kelemahan terbesar mereka saat ini, yaitu kecepatan pemulihan stamina yang masih sangat lambat, seharusnya bukan menjadi masalah besar ketika melawan Beast di bawah Rank A.
“Aku... tidak punya uang untuk menyewa kereta?”
“...”
Sekarang dia mengerti juga alasan bagian dari pesan itu, yang secara spesifik memintanya untuk membawa Twig bersamanya.
“Psssht?”
Ternyata pemuda tidak tahu malu di depannya ingin sebuah tumpangan gratis.
“Jadi... kenapa kau memerlukanku?”
“Bo...nus?”
Roland langsung menunjukkan senyuman lebar di wajahnya, yang dibalas dengan senyuman lebar dari Leinn juga.
...
“Adeline...?”
“...”
Aura melihat gadis di sampingnya yang tidak banyak berbicara sejak dia datang ke kamarnya di sore hari sebelumnya, yang semakin tidak bersuara sejak pagi tadi. Dia hanya sesekali melihat Linkernya seperti sedang menantikan sesuatu, dan berulang kali terlihat kecewa.
Sekarang mereka sedang berjalan ke Kelas Teori Sihir siang dan dia terlihat masih belum membaik, dan Aura sudah berhasil menduga apa alasan dari keadaan Adeline itu. Sebenarnya memang hanya ada satu hal yang bisa membuatnya menjadi seperti ini.
“Roland...?”
“Ha?! Dimana?!”
Adeline melihat ke sekitarnya dengan bersemangat sebelum menoleh ke arah Aura dengan senyuman di wajahnya.
Aura yang melihat itu hanya bisa menunjukkan ekspresi khawatir yang jelas. Menyadari bahwa sepertinya dugaannya memang benar.
__ADS_1
“Apa yang terjadi antara kau dan Roland kemarin?”
Adeline akhirnya menyadari bahwa Aura hanya berhasil menebak masalah yang sedang membebani pikirannya dan dirinya kembali menjadi murung. Dia mulai memeriksa Linkernya sekali lagi sebelum memberikan jawaban.
“...aku tidak bisa menghubungi Roland... apakah dia...”
“Tidak bisa... menghubungi?”
Sistem Linker yang dimiliki oleh akademi Red Dawn adalah sesuatu yang juga ditetapkan oleh akademi besar lainnya dalam beberapa tahun terakhir, merupakan salah satu penemuan terbesar umat manusia generasi ini.
Tetapi karena keterbatasan tenaga dan biaya, pembuatan menara penghubung hanya bisa dibangun di dalam Lima Kota Besar, menyebabkan sebagian besar fitur dari Linker itu hanya bisa digunakan di dalam kota-kota itu.
Pengecualiannya adalah lingkaran sihir skala besar untuk membuat koneksi sementara di sekitarnya, sesuatu yang biasanya hanya ada di Misi Skala Sedang ke atas.
Jadi jika seseorang tidak bisa menghubungi seseorang lainnya, kemungkinannya adalah dirinya telah diblokir oleh orang itu, menghentikannya untuk mengirim pesan atau mencari informasi secara langsung tentang orang itu.
Atau satu kemungkinan yang lain adalah...
“...Roland pergi keluar dari kota?”
“...eh?”
Adeline terlihat seperti tersadar ketika mendengar itu, lalu kalimat perpisahan dari Roland mulai berputar di kepalanya dan menjadi lebih masuk akal. Sepertinya dalam keadaan syoknya dia tidak menyadari kemungkinan yang sangat masuk akal itu.
“...tunggu dulu...!”
Lalu dia juga teringat oleh satu hal penting dan langsung menekan Linkernya beberapa kali dengan cepat, terlihat berusaha menghubungi seseorang.
Bzzzt!
Aura yang berdiri di samping gadis itu bisa melihat dengan jelas tulisan ‘Failed Connection’ berwarna merah yang muncul di layar itu dan menjadi terkejut, karena nama penerimanya adalah ‘Leinn Springleaf’.
Beberapa skenario langsung berputar di kepala gadis berambut merah muda itu dan tentu saja, percakapan terakhirnya dengan Leinn di siang sebelumnya juga muncul.
“Pusat Misi...”
“Apa, Aura?”
Aura menatap balik Adeline yang terlihat sedang mengerutkan dahinya, yang sudah merubah kekhawatirannya menjadi amarah.
“Siang kemarin aku...”
Aura mulai menceritakan pertukaran dan situasi Leinn pada Adeline, yang akhirnya memahami garis besar cerita itu. Mengetahui ini bukan perbuatan aneh tanpa alasannya yang biasa membuatnya tidak semarah sebelumnya, hanya sedikit kesal.
Bersamaan dengan akhir cerita itu, mereka berhasil mencapai bangunan tempat Kelas Teori Sihir akan diadakan siang ini.
“Baiklah”
Adeline langsung mengubah arah tujuan perjalanan mereka, ke tempat yang belum pernah mereka kunjungi sejak masuk ke akademi ini.
__ADS_1