Returning Humanity

Returning Humanity
Ch. 66 - Berakhir


__ADS_3

Satu-satunya alasan dia masih berdiri di depan Roland adalah kebimbangannya.


Dia bisa langsung menyerah dan menghindari kekalahan telak di tangan Pangeran Petir di depannya, atau dia bisa mungkin memberikan perlawanan dan akhirnya mungkin akan diingat olehnya.


Di tengah kebimbangannya itu, akhirnya waktu memaksanya memilih pilihan terakhir.


“Mulai!”


Dia langsung mengayunkan tangannya, memerintahkan Contracted Beast-nya untuk menyerang Beast lawannya.


Banteng merah di sampingnya itu hanya menatap Contractor-nya dengan ekspresi banteng yang bingung.


“Huh?”


Dia tidak maju menyerang bukan karena rasa takut atau apapun, melainkan karena sasaran perintahnya tidak terlihat dimanapun.


Roland hanya berdiri disana tanpa ditemani Beast apapun, dan pria itu langsung melihat ke belakangnya dan melihat ular sepanjang empat meter itu sedang berputar dan menggigit ekornya di depan Adeline yang sedang melihatnya dengan tatapan lembut.


Pria itu mengembalikan pandangannya ke depan dan menatap Roland dengan bingung, sebuah perasaan yang sedang dirasakan sebagian besar penonton di sekitar mereka.


“Um... T-tuan Muda Azure?”


“...”


Ternyata kebingungan itu tidak berlangsung lama, melihat sebuah bayangan besar tiba-tiba muncul dan menutupi sebagian arena itu.


Angin kencang mulai memenuhi stadium itu, beberapa orang bahkan merasakan sedikit rasa sakit di wajah dan lengan mereka yang terkena langsung oleh angin itu.


“Caw!”


Teriakan keras dapat terdengar dari langit, diikuti bayangan besar itu yang langsung mendarat di depan Roland.


Boom!


Semua penonton disana akhirnya bisa melihat wujud makhluk itu, yang ternyata adalah seekor burung raksasa.


Burung raksasa dengan bulu yang bersinar emas, dengan listrik yang terlihat menyala setiap beberapa saat di seluruh tubuhnya. Dengan tinggi yang melewati dua meter dan tatapan tajamnya, membuat semua orang yang melihatnya terpana.


Hampir semua orang.


“Caw!”


Aura melihat itu sesaat dan langsung menoleh ke Leinn untuk melihat apakah dia mengenali Beast itu, mengingat pemuda itu mengenali Twig.


“Eh...?”


Yang ditemukannya adalah ekspresi baru di wajah Leinn, dengan kedua alisnya yang mengerut sampir hampir menyentuh satu sama lain, mata yang menyipit, dan mulut yang tertutup rapat. Dia menunjukkan ekspresi yang terlihat seperti sangat terganggu oleh apa yang sedang dilihatnya.


Aura sedikit bingung melihat itu dan mengembalikan perhatiannya ke arena di depannya.


Banteng merah itu masih berdiri diam, tetapi kali ini memang karena rasa takutnya yang sangat besar. Karena dia sudah menyadari perbedaan kekuatan diantara dirinya dan burung raksasa itu.


“Caw!”

__ADS_1


...


Pertarungan itu berakhir dengan sangat biasa, sambaran petir telak yang membuat banteng itu tidak sadarkan diri.


Mana api yang memenuhi arena itu bahkan tidak membantu Banteng itu sama sekali dari serangan lawannya.


Setelah itu semuanya berjalan seperti biasa, selain satu orang yang tersetrum oleh bulu emas yang ditemukannya saat dia sedang memperbaiki arena itu.


Dan sekarang yang sedang berdiri di atas arena itu adalah pemuda berambut hitam bersama Contracted Beast-nya, bola transparan di tangan kanannya.


“Halo, kita bertemu lagi” ucap Leinn santai.


Pria besar yang menggenggam kapak besar di tangannya itu tidak membalas dan hanya menatapnya dengan ekspresi marah.


Lawannya kali ini tidak lain adalah Brick Brassboulder, pemuda yang memimpin kelompok yang bertarung dengannya di hutan sebelum pertemuan dengan Rufus dan Basalt.


Disampingnya adalah Beast yang tidak asing bagi Leinn, seekor Blue Grizzly.


Hanya saja beruang di depannya itu memiliki kekuatan sampai di Rank B awal, dengan bulu-bulu coklat diantara semua bulu birunya.


Sesuai dengan hasil dari anak panah di layar kaca itu, ‘Manusia-Beast’ dan ‘Tanah’ adalah tema untuk pertarungan mereka.


Mana cokelat terlihat memenuhi arena itu dan memengaruhi tubuh Brick dan Beast-nya secara jelas.


“Hoh...”


Leinn memerhatikan mereka dengan cukup tertarik, karena dia mengenali kondisi itu.


“Langsung ke dalam kondisi Berserk? Kau dan Beast-mu terlalu emosional”


Suara dengusan yang tidak seperti berasal dari manusia keluar dari hidungnya, mengejutkan beberapa penonton.


Kedua bola matanya sudah hampir tidak menunjukkan pupilnya lagi, sama seperti Beast di sampingnya yang ikut terpengaruh dan masuk dalam kondisi yang sama.


“Mu...lai!”


Isaac terlihat menyadari keanehan itu tetapi tetap memulai pertarungan itu, dan Brick langsung berlari sambil mengayunkan kapak besar di tangannya sambil diikuti oleh beruang biru dibelakangnya.


Leinn membalas dengan berjalan tanpa buru-buru ke arah lawannya, tanpa melepaskan pandangannya dari Brick yang menatapnya balik dengan tatapan buas.


Brick langsung mengayunkan kapak besarnya disaat Leinn masuk ke dalam jangkauan serangannya, memberikan tebasan kuat ke arah kepalanya.


Boom!


Serangannya itu mendarat di lantai batu di depannya, tanpa berhasil mengenai sasarannya. Brick langsung mengangkat dan mengayunkan kapaknya ke arah kirinya tanpa ragu.


Disana berdiri Leinn yang menatap kapak besar yang sedang mendekati wajahnya dengan cepat.


“Hah!”


Leinn langsung menghilang dari tempatnya berdiri dan muncul di sisi lain Brick dan setiap kali dia muncul, kapak besar itu akan terarah ke wajahnya.


Setelah sepuluh kali pertukaran yang sama, akhirnya Leinn menoleh untuk pertama kalinya ke sisinya dan menemukan Blue Grizzly yang hanya berdiri di sana, melihatnya.

__ADS_1


“Haha! Luar biasa!”


Penonton yang masih terkejut melihat kemampuan yang ditunjukkan Brick itu juga menyadari caranya agar mampu mengikuti gerakan Leinn itu.


“Resonance?!” teriak salah satu dari penonton itu.


Resonance, keadaan saat Contractor dan Contracted Beast berhasil mencapai sinkronisasi ke tingkat yang sangat tinggi.


Salah satu kemampuan keadaan ini adalah membagi penglihatan mereka berdua, dan hal inilah yang sedang digunakan oleh Brick untuk mengikuti gerakan Leinn.


Menemukan keadaan Brick ini hanya membuat Leinn tersenyum kecil.


Langkah kakinya mulai berubah dan menghasilkan irama yang berbeda, perlahan-lahan suara yang dihasilkannya menjadi semakin aneh.


“Langkah Angin Khayalan”


“Huh?!”


Leinn terlihat berdiri diam di depan Brick, dan di sisi kirinya, dan di sisi kanannya.


Penonton tersentak kaget melihat Leinn yang terbelah menjadi tiga tubuh yang berbeda dan hanya berdiri di sana dengan senyuman kecil di wajahnya.


Beberapa orang dengan pendengaran tajam menyadari satu hal yang aneh dari pemandangan itu, tiga Leinn itu hanya berdiri diam tetapi suara langkah aneh itu masih dapat terdengar.


Brick hanya menunjukkan ekspresi buasnya dan mulai menoleh untuk mencari tubuh asli diantara tiga Leinn itu, membuatnya tidak siap oleh gerakan Leinn berikutnya.


“Clear-Leinn Combo”


Mana angin mulai berputar di antara mereka dan berubah menjadi tiga bola angin, membentuk pusaran yang sepertinya mengikuti gerakan Leinn yang tidak terlihat itu.


Brick terlihat mendapatkan kembali sedikit kesadarannya dan mulai bersiap untuk menerima serangan itu.


“Triple Wind Speci-!”


Mana angin yang berputar di sana langsung menyebar dan menghilang, bahkan dua tubuh Leinn juga ikut lenyap. Dan disana berdiri Leinn dalam posisi melemparkan serangannya dengan ekspresi terkejut.


Konsentrasi Leinn terlihat terpecah karena sesuatu, tetapi itu tidak menghentikan Clear yang sudah terlepas dari tangannya itu terbang melayang di saat-saat terakhir.


Brick melihat bola transparan yang sedang melayang ke arahnya, yang jauh lebih lambat dibandingkan lemparan biasa dari Leinn, lalu mengayunkan kapaknya secara insting pada bola itu.


Clack


Suara kecil dapat terdengar ketika kapak itu menyentuh bola transparan itu, dan mata kapak itu meneruskan ayunannya dan berakhir di sisi lain.


Aura adalah yang pertama meloncat berdiri dari tempat duduknya ketika melihat pemandangan itu, pemandangan kapak besar yang berhasil membelah tubuh Clear menjadi dua.


Leinn juga tersadar dari lamunannya dan melihat tubuh Clear yang mulai jatuh ke lantai batu di samping Brick.


Satu suara kecil keluar dari mulutnya.


“Ah”


 

__ADS_1


 


__ADS_2