
“Caranya...?”
Aura mulai duduk dengan tegap sambil mengingat semua informasi yang diketahuinya, dari guru dan yang ditemukan olehnya sendiri selama satu bulan terakhir.
Leinn juga merubah posisi duduknya, mengingat ini adalah sesuatu yang akan membantunya keluar dari masalah ini.
“...cara yang digunakan oleh hampir semua murid baru saat ini adalah menyelesaikan tugas dari kelas yang mereka ikuti, ini berfungsi sebagai sumber Merit sekaligus meningkatkan kemampuan mereka di bidang kelas itu...”
Itu juga yang sedang Aura lakukan sebelum Leinn menemukannya, dan yang sudah Adeline selesaikan. Ditambah lagi tugas mereka bukanlah hal yang biasanya diberikan pada murid tahun pertama, yang akan memberikan Merit dalam jumlah yang tidak kecil sebagai hadiah nanti.
“...dan Pusat Misi!” Aura terlihat seperti tersadar dan menunjukkan senyumannya setelah menemukan jawabannya, lalu menoleh ke sampingnya, “Kau bisa menyelesaikan tugas di Pusat Misi untuk mendapatkan Merit!”
“Pusat Misi?”
Leinn melihat ekspresi bersemangat itu dan mulai mengelus dagunya.
“Menyelesaikan misi di Pusat Misi memberikan Merit?”
“...Profesor Isaac sudah memberitahu kita seminggu sebelum kelas dimulai”
Leinn melihat ekspresi bingung Aura sesaat, lalu mulai mengingat...
“Oh!”
Dia tidak bisa ingat.
“Jadi dimana Pusat Misi ini?” Leinn bangun dari tempat duduknya.
Aura langsung mengingat posisi Pusat Misi itu dari peta Akademi yang pernah dia baca, kemudian mencari tempat terdekat yang pernah dikunjungi Leinn.
“Di... antara Pusat Kesehatan dan tempat ini. Jika kau ikuti jalan batu ini-“
“Oh, terima kasih Aura!”
Leinn mengangkat tangan kanannya dan langsung berlari ke arah yang ditunjuk oleh Aura, meninggalkannya.
“Kyu-u...!
Clear juga langsung mengulurkan tentakelnya ke kepala pemuda itu lalu langsung tertarik pergi bersamanya.
Suasana tenang kembali ke tempat itu bersama dengan pemuda yang semakin menjauh itu.
Aura melihat ke arah Leinn menghilang itu sekali lagi sebelum meraih buku di depannya, berdiri dan berjalan pergi ke arah lain.
“Hm...”
...
__ADS_1
“Hah...”
Untuk ke sekian kalinya, aku menghela nafas kecil.
Aku sudah berdiri disini selama berjam-jam tanpa melakukan apapun, menatap ke depan sambil mempertahankan senyumku.
Menjadikan hari ini seperti hari yang sama dengan hari-hari sebelumnya, hanya lebih membosankan.
Semua data dari sehari sebelumnya sudah selesai kurapikan dan tidak ada satupun murid yang memberikan laporan baru, benar-benar tidak memberikanku sesuatu hal untuk mengisi waktu senggang ini.
“...”
Aku mulai melihat sekitar bangunan ini, mencari hal yang bisa menghilangkan kebosananku.
Di depan papan misi adalah seorang murid yang hanya melihat-lihat daftar misi itu tanpa memilih apapun sebelum kembali ke kursinya bersama kelompoknya.
Kelompok empat orang yang duduk di satu meja dan menjadikan tempat ini sebagai tempat berkumpul mereka, sambil menunggu misi dengan hadiah dan kesulitan yang cocok untuk mereka.
Lalu seorang gadis seumuran denganku yang sedang menulis sesuatu di bukunya di sampingku, yang sepertinya menyadari tatapanku dan langsung menoleh.
“Ada apa, Isla?”
Rekan kerjaku, Sophie menatapku dengan penasaran. Sepertinya dia merasakan gerakanku hari ini yang sedikit berbeda dengan sebelumnya.
“...tidak ada apa-apa”
Dia kembali menulis sesuatu di bukunya dan berhenti memperhatikan sekitarnya.
Aku kembali melihat ke depan sambil menahan perasaan bosan yang sudah sangat tidak asing, yang selalu menemaniku sejak bulan kedua aku bekerja disini.
“Ha...”
Kemampuan berhitung dan mengatur dokumen dengan efisien membiarkanku mendapatkan posisi ini sejak tahun pertamaku, yang sekaligus membiarkanku mendapatkan Merit dalam jumlah yang cukup besar. Ini menjadi mungkin berkat ajaran dari Ayahku yang memiliki perusahaan perdagangan berukuran sedang.
Pemasukan Merit yang stabil ini membiarkanku yang memiliki bakat biasa saja untuk mengakses buku Teori Sihir di Perpustakaan dengan lebih bebas dan menerima tips langsung dari beberapa murid senior, hasilnya adalah perkembanganku yang sedikit lebih cepat dibandingkan murid yang lain.
“Hah...”
Tetapi ini bukanlah hal yang kucari...
Aku juga menginginkan petualangan yang mendebarkan, bersama Party yang terbentuk oleh orang-orang yang memiliki mimpi yang sama denganku.
Berkelana ke tempat-tempat yang belum disentuh dan menemukan hal-hal yang belum pernah kulihat sebelumnya.
“Hah...”
Bukan mengatur dan merapikan hasil dari petualangan orang lain, dan bukan pemandangan yang sama dari belakang meja yang sama setiap harinya.
__ADS_1
Dokumen tugas yang sama, murid yang datang dan pergi, dan seorang pemuda yang sedang berlari dengan kecepatan tinggi yang sudah hampir mencapai pintu masuk bangunan ini yang...
“Ha-?!”
Bham!
Suara hentakan kaki yang menghentikan lariannya itu menggema di dalam bangunan, mengejutkan semua orang yang ada disini.
Aku mulai melihat dengan jelas pendatang baru yang mengenakan seragam murid biasa, dengan gumpalan transparan di punggungnya.
Rambut hitam pendeknya terlihat mulai digoyang oleh angin yang masih berhembus karena lariannya itu, dengan mata hitamnya yang sedang menatap balik tatapanku.
Deg...!
Sepertinya dia menyadari keberadaanku dan mulai berjalan ke mejaku.
“A-apa ada yang bisa k-kubantu...?”
Pemuda itu berhenti dan bersandar di meja, menatapku dengan senyuman lebar.
“Apa tempat ini... Pusat Misi?”
Deg...!
Perasaan aneh mulai muncul dari dalam dadaku, melenyapkan perasaan bosan yang sudah menemaniku cukup lama tanpa bekas sedikitpun.
Entah bagaimana aku tahu, tetapi aku yakin disaat melihat pemuda di depanku ini, bahwa dialah yang kucari.
“...Ya!”
...
Leinn mulai melihat ke sekitarnya setelah mendengar itu, lalu menurunkan Clear yang hinggap di punggungnya di meja di depannya.
“Bagus! Aku butuh misi!”
Gadis yang berdiri di sisi lain meja itu mulai menggelengkan kepalanya, seperti tersadar dari lamunannya. Dia juga mulai menunjukkan senyuman profesionalnya sambil mengarahkan tangannya ke sebuah papan yang terletak tidak jauh dari meja itu.
“Misi yang ada dan bisa diambil oleh murid biasa, semuanya dapat ditemukan di Papan Misi, yang selalu diperbaharui setiap ada misi baru yang masuk”
“Hoh... Terima kasih!”
Leinn menunjukkan satu senyuman sebelum meninggalkan gadis itu dan berjalan ke papan misi disana, meninggalkan Clear di atas meja itu.
__ADS_1