
Blaze Blade, sihir yang memanggil api berbentuk senjata yang digunakan untuk menyerang musuh pemakainya, sebuah sihir tingkat menengah atas.
Ukuran dan jumlah senjata yang muncul tergantung dengan potensi sihir penggunanya dan bentuk senjatanya dipengaruhi oleh imajinasi penggunanya.
Magic User pemula biasa bisa memanggil tiga pedang pendek disaat bersamaan dan dengan latihan yang giat, jumlah dan ukuran senjata yang muncul juga akan akan bertambah.
“Aaa...!” jeritan keras keluar dari mulut pengawas itu.
Tetapi pedang yang muncul dari lingkaran sihir ini jauh berbeda dari apa yang pengawas ini pernah lihat seumur hidupnya.
Aura dengan kondisi anehnya menggunakan sihir Blaze Blade dengan serius dan hasilnya adalah lima pedang dari api putih dengan panjang 2 meter dengan lebar 30 sentimeter.
Bagaimanapun kau melihatnya, pedang api itu terlalu besar untuk bisa disebut pedang.
Daripada pedang, mereka lebih mirip dengan tembok api.
“Permisi...” ucap Leinn sambil menyeret dua pemuda tidak sadarkan diri itu dan meletakkan mereka di samping pengawas itu, lalu mengambil beberapa langkah mundur dan bersembunyi di balik pohon.
“HIAH!” teriak Aura sambil mengayunkan tongkatnya, memicu lima pedang besar itu untuk melayang ke arah pengawas itu.
“AAAAaaa...”
Kelima pedang besar itu jatuh bersamaan dan menusuk tubuh pengawas di depannya. Api yang dihasilkan dari sihir itu meledak dan membentuk menara api putih setinggi 50 meter.
Yang paling mengejutkan dari situasi ini adalah Leinn yang berdiri sejauh sepuluh meter dari pilar api itu hanya merasakan sedikit rasa hangat.
Pilar api putih itu mulai mengecil setelah memyala selama lima detik, memperlihatkan wujud pengawas yang sudah tidak memiliki luka di seluruh tubuhnya. Ekspresi syok dapat terlihat di wajahnya.
“Hehe!” Aura tersenyum sambil menunjukkan tanda V dengan jari kanannya.
Melihat itu, Leinn membalas dengan jempolnya.
Dia menyadari Aura sedang berada dalam keadaan aneh karena melihat sihirnya berhasil bekerja sesuai keinginannya.
Setelah beberapa saat, pengawas itu tersadar dari keadaan syoknya dan memeriksa kondisi tubuhnya.
Selain Mana-nya yang masih terkuras dalam pertarungan sebelumnya, tubuhnya sudah menjadi lebih sehat dari kondisi awalnya.
Pengawas itu lalu kembali menghadap Leinn dan Aura.
“Terima kasih sudah menyelamatkan dan memulihkan tubuhku” dia menundukkan kepalanya pada mereka berdua.
“E-eh tidak apa-apa, i-ini hanya hal biasa yang kita lakukan satu sama lain...” ucap Aura yang tersadar dari keadaan anehnya.
“Tidak perlu dipikirkan” Leinn menjawab sambil melambaikan tangan kanannya, menunjukkan itu bukan masalah besar untuknya.
Mendengar jawaban Aura dan Leinn membuat pengawas itu menjadi terdiam.
Sebelum dia bisa melanjutkan kalimatnya, lima bayangan besar mendarat tidak jauh dari tempat mereka berdiri.
Aura langsung mengambil posisi bertarung, sedangkan Leinn hanya menoleh ke arah pendatang baru itu.
Kelima Beast ini terdiri dari berbagai jenis binatang buas yang berdiri dengan empat kaki.
“Lima Animal Beast berbeda jenis yang bergerak bersamaan... b-bagaimana bisa?” ucap Aura terkejut.
__ADS_1
Tepat setelah pertanyaan Aura itu keluar, lima orang meloncat turun dari punggung Beast di depan mereka.
Tiga pria dan dua wanita berseragam sama dengan pengawas di belakang mereka mulai melangkah maju sambil menggenggam berbagai jenis senjata di tangan mereka.
Melihat situasi berbahaya itu, pengawas di belakang mereka langsung berlari dan berdiri di depan Leinn dan Aura.
“Pengawas No.12, Kurt Lannister melaporkan situasi sudah terkendali!” ucapnya sambil memberikan salutan.
Melihat anggota mereka dalam keadaan baik-baik saja di depan mereka, kelima pengawas baru itu menyimpan senjata mereka dan berjalan mendekati kelompok Leinn.
Mereka mulai berbicara dengan pengawas yang telah Leinn selamatkan dan terlihat beberapa kali menoleh ke arah Aura yang berdiri dengan gugup.
Dari penjelasan mereka, lima pengawas dengan Beast tercepat dikirim sebagai bala bantuan pertama, diikuti dengan delapan pengawas lain menyusul di belakang.
Menyadari misi penyelamatan itu sudah selesai sebelum mereka sampai, salah satu pengawas baru itu mengeluarkan kubik kristal hijau dan mulai berbicara di depannya.
“Hoh...” ucap Leinn sambil melangkah mendekati Beast yang menunggu tidak jauh dari mereka.
Melihat lima Animal Beast didepannya, Leinn mulai memeriksa tubuh mereka dengan seksama.
Kelima-limanya memiliki kekuatan Rank B Beast, dengan salah satunya jauh lebih kuat dibandingkan empat lainnya.
Pengawas baru itu terlihat selesai berbicara melalui apa yang terlihat seperti alat komunikasi dan menemukan pemuda asing itu sedang memeriksa Beast mereka.
“E-hem” salah satu pengawas perempuan terbatuk pelan.
Mendengar itu, Leinn hanya berbalik dan berjalan kembali lalu berhenti dan berdiri di samping Aura.
“Kau...” pengawas yang berdiri paling depan terlihat tersinggung oleh kelakuan Leinn itu dan mulai melangkah mendekatinya.
Melihat ekspresi ketuanya, Pengawas Kurt itu maju untuk menghentikan memburuknya situasi.
Ternyata pengawas yang tersinggung itu adalah ketua dari kelompok mereka.
Penilaian ketua pengawas terhadap pemuda asing di depannya sudah jatuh dengan cepat setelah melihat kelakuannya itu, jadi dia berhenti memedulikannya.
“Terima kasih sudah menyelamatkan bawahanku, Aura Flameheart. Aku adalah kepala pengawas keselamatan calon murid baru tes ini, Mint Baccus”
Pengawas Mint mengulurkan tangannya pada Aura sambil tersenyum, dengan rambut hijau bergelombangnya terlihat bergetar tertiup angin.
Aura hanya terdiam setelah mendengar itu dan menoleh ke Leinn, yang sedang menguap karena bosan.
Melihat jabat tangannya ditolak, senyum Mint terlihat bergetar.
“Ketika kami melihat pilar api yang muncul di arah sinyal bantuan yang kami terima, kami kira Rank A Beast telah muncul lagi di hutan ini. Tidak disangka api itu adalah sihirmu, Aura Flameheart. Sekali lagi aku ucapkan terima kasih sudah menyelamatkan bawahanku” ucapnya tanpa menurunkan tangannya yang sudah terulur.
“K-ketua” ucap Kurt dengan sedikit panik
Melihat perempuan di depannya masih mengabaikan tangannya, dia menarik kembali tangannya lalu menoleh ke arah Kurt dengan ekspresi kesal.
“Apa?” ucapnya ketus.
“Putri Aura memang menyembuhkan lukaku... tetapi yang menyelamatkanku dari bahaya adalah pemuda yang berdiri di sampingnya” Kurt menunjuk Leinn.
“Hah?”
__ADS_1
Tidak percaya dengan yang dia dengar, Mint kembali memeriksa Leinn.
Yang dia lihat hanyalah seorang pemuda dengan pakaian kotor yang tidak menghiraukan dirinya.
Mint mulai mengerutkan dahinya, omong kosong apa yang sedang dibicarakan bawahannya ini?
Leinn menyadari dirinya sedang diperhatikan, dia hanya meembalas tatapan Mint sesaat lalu berhenti memedulikannya lagi.
Aura menoleh dan melihat ekspresi baru di wajah Leinn saat ini, ekspresi sangat bosan.
Sepertinya dia sudah mencapai batasnya setelah berinteraksi sebentar dengan Ketua Pengawas Mint itu.
Dan Mint akhirnya menyadari itu juga.
“K-kau!” Mint merasa sangat terhina dengan cara Leinn melihatnya.
“Ayo Aura” ucap Leinn sambil berbalik meniggalkan mereka semua, tidak menghiraukan reaksi Mint itu.
Melihat Leinn sudah mulai berjalan, Aura menundukkan kepalanya ke arah Mint dan berbalik menyusulnya.
“H-hei...!” rasa marah Mint sudah berubah menjadi perasaan bingung.
Ketua Pengawas Mint mendapat posisi pengawas kali ini karena kemampuan dan ketenarannya yang tinggi, tidak ada seorangpun di akademi yang tidak mengenali dirinya.
Ini adalah pertama kalinya seseorang memperlakukan dirinya seperti sebuah batu di tepi jalan.
“T-tunggu! Aku belum mendapatkan namamu!” Teriak Kurt dari belakangnya.
Kali ini Leinn menoleh dan tersenyum, dan tanpa menghentikan langkahnya dia menjawab,
“Leinn Springleaf”
“Jika kau perlu bantuan, cari saja aku di akademi!” teriak Kurt sekali lagi.
Leinn hanya membalas dengan lambaian tangannya dan terus berjalan sampai dirinya hilang diantara pepohonan.
Mint terlihat semakin kesal, menyadari hanya dirinya yang tidak dihiraukan oleh pemuda kotor itu.
Melihat ini atasannya semakin marah, Kurt mulai menjelaskan kejadiannya dari awal sampai saat Aura Flameheart ‘membakarnya’.
“Hmph!” dengus Mint dengan keras.
Walaupun dengan penjelasan dan bukti di depannya itu, kemarahannya sama sekali tidak berkurang dan hanya bertambah karena dia merasa kehilangan alasan untuk marah.
Dia tidak percaya pemuda kotor yang baru saja dia temui bisa mengalahkan kelompok Giant Tarantula, dan memikul tiga orang dan berlari dengan kecepatan seperti itu.
Mint hanya diam dan kembali menunggangi Beastnya dan memerintahkan bawahannya membawa dua pemuda masih belum sadarkan diri itu keluar hutan.
“Leinn Springleaf”
Mint mengulang kembali nama ini untuk mengingatnya dengan jelas, lalu menyadari kalau nama itu terdengar tidak asing.
__ADS_1