
“Kau benar-benar tidak menarik...”
Leinn mengatakan hal itu dengan nada kecewa, tapi dia juga tidak bisa menyembunyikan senyuman di wajahnya.
Dia menyangka pemuda di depannya akan menunjukkan wajah terkejut atau menjadi waspada ketika merasakan tekanan yang dikeluarkannya, bukan tersenyum senang seperti itu.
Siluet di belakang Leinn yang sudah selesai terbentuk juga menunjukkan suasana aneh.
Ketika mendengar panggilan Leinn, dia mengira akan bertarung dengan pemuda pirang di depannya itu. Ternyata pemuda itu malah menunjukkan rasa senang yang jelas ketika melihatnya.
Tekanan yang dikeluarkannya langsung hilang dan dia mulai melayang di samping Leinn sambil menunjuk Roland di depannya.
“Ehem, dia memang orang seperti itu. Kau seharusnya sudah mengenalnya”
Siluet ungu itu seperti menunjukkan perasaan bingung selama beberapa saat, lalu dia terlihat tersadar. Tubuhnya mulai bergetar dan tangan kanannya terlihat menutup mulut yang tidak terlihat di siluet wajahnya, terlihat tertawa tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.
Penonton di seluruh stadium merasa bingung ketika melihat dua pemuda itu berhenti bertarung dan hanya berdiri sambil berbicara.
Beberapa orang dengan kemampuan tinggi sudah menjadi waspada ketika merasakan niat pembunuh yang kental keluar dari siluet ungu itu dan terkejut ketika semua itu menghilang dalam sekejap juga.
Di salah satu tempat duduk biasa, dua orang yang diselimuti sihir yang menyembunyikan identitas mereka terlihat duduk diam sambil melihat siluet ungu itu.
Dibalik sihir ilusi itu adalah pria berambut merah membara dan pria berambut hijau gelap.
“Hahaha... Ini tidak terlihat bagus”
Pria berambut hijau gelap itu tertawa sambil tersenyum lebar, tetapi nada bicara dan kerutan dahinya menunjukkan dia tidak menyukai apa yang sedang dilihatnya.
“...Ya”
Jawaban pendek itu keluar dari pria berambut merah membara di sampingnya. Ekspresinya yang tegas dan nada bicara datarnya sama sekali tidak menunjukkan apa yang sedang dipikirkannya saat ini.
Mereka berdua tidak mengenali siluet itu, tetapi mereka mengenali Mana Ungu yang menyebar dari tubuh pemuda itu dan mereka tidak menyukai itu.
...
Dua pemuda itu sudah berdiri selama sepuluh menit tanpa melanjutkan pertarungan mereka, membuat penonton di sekitar mereka menjadi gelisah.
Orang-orang di dekat lingkaran sihir raksasa menunjukkan perasaan yang berbeda dari mereka.
Mereka bisa bernafas dengan tenang selama sepuluh menit ini dan mampu mengumpulkan kembali tenaga mereka yang terkuras. Beberapa orang bahkan mulai sadarkan diri dan menyiapkan diri mereka sebagai tim cadangan berikutnya.
Dua pemuda di atas arena itu tidak terpengaruhi oleh orang-orang itu, mereka hanya memiliki arena ini untuk mereka berdua saja.
Pemuda berambut pirang itu, Roland terlihat tersenyum sambil mengayunkan pedangnya naik dan turun sambil menggambarkan sebuah adegan.
Pemuda berambut hitam di depannya, Leinn menunjukkan ekspresi yang berlawanan. Kedua alisnya sudah hampir menyentuh, membentuk ekspresi kesal yang jelas di wajahnya.
“-jadi dia lari meninggalkan kami dan tertangkap setelah itu. Dia mendapat hukuman jauh lebih berat karena melarikan diri!”
Roland terlihat bersemangat menceritakan itu kepada siluet yang sedang melayang di sampingnya, sampai beberapa kilatan petir dapat terlihat meloncat keluar dari tubuhnya.
__ADS_1
Siluet ungu itu tertawa tanpa mengeluarkan suara cukup lama, terlihat menikmati cerita itu.
Leinn juga hanya tersenyum ketika Roland mulai menceritakan cerita lama mereka padanya, tetapi senyuman itu tidak bertahan lama.
Dia ternyata menceritakan pengalaman buruk yang dialaminya!
Satu dia masih bisa tahan. Tetapi Roland langsung melanjutkan ke cerita kedua, lalu ketiga...
Senyuman sudah hilang seluruhnya dari wajah pemuda berambut hitam ini, digantikan oleh ekspresi kesal.
“Hahaha... Oh iya, itu mengingatkanku pada kejadian berikutnya. Dia tidak terima mendapat hukuman berat sendiri, jadi dia-“
“Kau masih belum puas?! Ayo kita lanjutkan pertarungan ini!”
Yang pertama bereaksi adalah siluet ungu yang mulai melayang ke samping Leinn sambil melambaikan tangannya pada pemuda pirang itu.
Dan suasana tenang sebelumnya langsung hilang.
“Hmph...!”
Roland merasakan tekanan kuat kembali menimpa seluruh tubuhnya, tetapi kali ini tidak ada niat pembunuh sedikitpun dipancarkan oleh siluet ungu itu.
Sepertinya dia sudah tidak dianggap sebagai musuh olehnya.
“Bersiaplah!”
Stab!
Leinn langsung menjadi waspada ketika melihat Roland menusukkan pedangnya di tanah dan meraih cincin di pinggangnya.
Dengan delapan cincin di tangannya, dia mengayunkan kedua tangannya secara lebar. Enam cincin mulai mengeluarkan kilatan petir sambil melayang di udara dan mulai berubah menjadi enam pedang panjang yang diselimuti petir.
Pandangan Leinn tertuju ke langit selama sesaat, lalu dia tersenyum dan langsung menghadap ke depan lagi sambil menarik keluar pedangnya.
CLANG!
Dua pedang Roland membentur pedang dan sarung di kedua tangan Leinn.
Matanya yang spesial itu bisa melihat pemuda di depannya menarik delapan cincin, tetapi hanya melempar enam ke udara.
Jadi dia berpura-pura teralihkan sesaat dan langsung menyambut serangan Roland itu.
Crackle!
Ternyata petir dari dua pedang yang terisi penuh oleh Mana petir masih berhasil melukai dirinya yang waspada itu. Jadi Leinn mulai mengeluarkan tenaga lebih dan meloncat mundur untuk menjaga jarak.
Stab
Suara pedang yang menusuk tanah terdengar bersamaan di sekitarnya. Lima pedang sebelumnya ditambah dengan yang baru mendarat itu, sekarang ada sebelas pedang yang menancap di sekitar arena itu. Perasaan tidak enak mulai merayap di tubuh Leinn saat dia melihat pedang-pedang itu mulai mengeluarkan petir berbentuk simbol aneh di tubuh pedangnya.
Dua pedang di tangan Roland juga mulai menunjukkan berbagai simbol di tubuh pedangnya.
__ADS_1
“I-itu?!”
Diantara orang-orang yang menunjukkan ekspresi terkejut di stadium itu, seseorang menunjukkan rasa terkejut karena alasan lain. Dia mengenali teknik yang sedang disiapkan oleh Roland.
Orang itu adalah gadis yang sudah berdiri dari tempat duduknya sambil menatap petir yang mulai menyebar di arena itu, Adeline.
“A-apa maksudmu?”
Aura yang ikut berdiri di sampingnya menunjukkan ekspresi bingung sambil melihat gadis di depannya itu.
“Itu... teknik yang digunakannya saat melawan Ayah”
“Berarti...”
Informasi baru mulai berputar di kepala Aura dan akhirnya dia menyadari teknik yang dimaksudnya itu.
Alasan Roland sampai mendapatkan julukan Pangeran Petir.
“Hahaha...”
Petir kecil terus mengalir di lantai yang hancur di bawahnya, memberikan perasaan seperti sedang digigit semut muncul ketika kakinya berdiri di atasnya.
Petir dari enam pedang itu terus mengalir dan ketika mencapai lima pedang yang lain, semua pedang itu ikut menyala dengan simbol petir di tubuh pedangnya.
Teknik ini terlihat jauh lebih biasa dibandingkan dengan teknik milik Roland yang ditunjukkannya sebelumnya, tetapi Leinn sudah mengetahui identitas petir yang telah membentuk jaring laba-laba terang di bawah kakinya.
“Ini tidak terlihat bagus untukku...?”
Sambil berkata itu, Leinn mulai menyiapkan dirinya untuk lari keluar dari area petir itu. Tetapi dia tiba-tiba berhenti dan menyiapkan dirinya setelah melihat ke arah Roland.
Simbol di kedua pedangnya semakin terang dan petir mulai menyelimuti seluruh tubuhnya dan kurang dari satu detik, dia sudah diselimuti lapisan petir dari kepala sampai ke kaki.
[Thunder Incarnated, Lightning Flash]
Crackle
Suara petir kecil terdengar dan tubuh pemuda pirang itu berubah menjadi satu garis petir.
“Hidung monyet!”
Umpatan keluar bersamaan dengan tubuhnya yang berputar sekuat tenaga bersama ayunan pedang di tangan kanannya, membuat Leinn menebas ke arah belakangnya.
Clang!
Crackle...!
Dua pedang berbenturan dan semua orang di stadium bisa melihat Roland yang muncul di belakang Leinn secara tiba-tiba.
Ini bukan kecepatan biasa.
“Dasar monster! Kau sudah menyempurnakannya ya!”
__ADS_1