Returning Humanity

Returning Humanity
Ch. 125 – Misi Pertama


__ADS_3

Isla hampir mengeluarkan kalimat yang tidak profesional, tetapi semua ajaran Ayahnya dan pengalaman sebagai resepsionis di Pusat Misi ini berhasil menghentikannya. Dia mulai mengutak-atik Linker itu selama beberapa saat dan akhirnya, informasi yang dia butuhkan muncul di layarnya.


Senyuman puasnya langsung berubah menjadi kaku ketika dia melihat apa yang muncul di layar di depannya itu.


Leinn Springleaf


Rank : A


Merit: 0


“Rank A...?!”


Suara teriakannya itu mengambil perhatian semua orang yang ada di bangunan itu, yang langsung menunjukkan berbagai ekspresi juga. Satu resepsionis yang lain sampai berhenti menusuk tubuh transparan Clear dengan jarinya.


“Ah..!”


Menyadari apa yang baru saja dia lakukan, Isla langsung menutup mulutnya dengan tangannya. Dia baru saja membuka informasi pribadi seorang murid begitu saja, sesuatu yang sebagian besar murid merasa sangat sensitif untuk menjaganya.


Sebelum Isla bisa meminta maaf, Leinn sudah mengambil kembali Linkernya tanpa berkata apa-apa. Matanya mulai bergerak membaca deretan informasi di tangannya itu, lalu sebuah senyuman muncul di wajahnya.


“Haha... benar-benar nol”


Leinn lalu menatap kembali gadis di depannya yang masih salah tingkah.


“Berarti aku bisa mengambil misi dari sini bukan?”


“...ya!”


“Bagus”


Leinn menyadari bahwa walaupun penyusunan kertas misi disini berbeda, jenis dan sistemnya kurang-lebih sama. Matanya berhenti di beberapa kertas misi dengan warna berbeda, yang berbeda dengan warna kuning kebanyakan.


Beberapa diantara kertas misi di papan kedua itu memiliki warna oranye gelap, dan hadiahnya terlihat lebih banyak dibandingkan dengan yang lain.


“...”


Tetapi pandangan Leinn berhenti di satu kertas misi yang memiliki warna yang unik, warna merah yang mencolok.


“Baiklah”


Dan tanpa sedikitpun rasa ragu, tangan Leinn menarik lepas misi itu dari papan itu.


“Eh...? Apa anda yakin...?”


Isla menyadari Leinn sudah tidak tersinggung dan sudah merasa lega, lalu menjadi sedikit panik ketika pemuda itu mengambil satu-satunya ‘Misi Darurat’ di papan misi itu.


“Yup”


Misi pembersihan sarang Beast yang muncul di dekat Desa Greentree, yang masuk di waktu libur sebagian besar murid akademi. Dengan jarak yang jauh, hadiah yang sedikit, dan tingkat bahaya yang tidak pasti, itu semua membuat misi ini tidak diambil dalam waktu yang lama.

__ADS_1


Ini menyebabkan masalah sarang Beast itu menjadi semakin berbahaya, dan murid-murid semakin enggan untuk menyelesaikannya, ditambah lagi sebagian besar murid senior sedang mengurusi sesuatu di tempat lain.


Isla menyadari bahwa satu-satunya alasan Leinn mengambilnya adalah dia mengerti arti warna itu, dengan alasan tidak lain dari...


“Um... jika anda khawatir dengan mereka... Akademi sudah berencana untuk mengirim beberapa guru kesana jika dalam beberapa hari lagi masih belum ada yang mengambilnya. Jadi anda tidak perlu...”


Ucapan Isla semakin memelan seiring waktu dan akhirnya berhenti, dikarenakan senyuman lebar di wajah pemuda di depannya itu. Seperti wajah yang muncul karena dia bisa melihat perasaan khawatirnya dan mencoba menenangkannya.


“Tidak masalah” Leinn mulai berjalan kembali ke meja resepsionis sebelumnya, diikuti oleh Isla yang masih menunjukkan ekspresi khawatir, “Aku punya waktu”


Isla membuka pintu kecil di satu sisi meja panjang itu dan kembali berdiri di depan Leinn, yang sudah meletakkan kertas itu di depannya.


“Misi membersihkan Beast Nest yang terbentuk hampir tiga bulan yang lalu di dalam hutan di dekat Desa Greentree, diberikan oleh kepala Desa Greentree. Misi Rank B+ dengan hadiah... 50 Gold”


Pandangan Isla mengintip ke atas untuk melihat reaksi Leinn, karena hadiah yang diberikan ini sangatlah rendah jika dibandingkan dengan misi lain di Papan Misi lanjutan, bahkan lebih rendah dari misi paling mudah disana sekalipun.


Terlihat Leinn yang sedang membaca terbalik kertas di atas meja itu, kemudian menyadari tatapan gadis resepsionis padanya itu.


“Ada apa?”


“...apa anda benar-benar yakin ingin melakukan misi ini? Anda bisa mendapatkan setidaknya 100 White Gold, 200 kali lipat jumlah uang ini jika memilih misi dengan kesulitan yang sama. Sekarang bahkan ada beberapa dengan hadiah yang melebihi itu di Papan Misi yang sama...”


Gadis resepsionis di sebelah Isla langsung menoleh ke sampingnya dengan ekspresi terkejut, tidak menyangka gadis itu akan mengatakan hal seperti itu pada Leinn.


“...”


Isla sendiri tidak tahu apa yang sedang merasukinya, melihat betapa tidak profesional dirinya saat ini. Resepsionis yang seharusnya selalu netral kepada semua murid yang datang kesini, yang harus memiliki pandangan tanpa bias.


Isla berdiri sambil meletakkan kedua telapak tangannya di samping Kertas Misi merah itu, tidak melepaskan pandangannya dari Leinn.


Leinn tidak melangsung menjawab dan terlihat berpikir sejenak, kemudian...


“Ini... sedikit?”


“Huh?”


Leinn mulai mengelus dagunya dan terlihat seperti sedang mengingat sesuatu.


“Bukankah 50 Gold itu cukup untuk makan selama seminggu...?”


“A...um...”


Isla sampai kehabisan kata-kata, karena tidak tahu harus mulai dari mana.


Sudah aneh ketika Lein memakai jumlah makan sebagai tolak ukur nilai uang, ditambah lagi 50 Gold adalah jumlah yang cukup untuk bisa hidup dengan cukup baik selama beberapa bulan. Tidak sulit menemukan penginapan dengan ongkos 5 Silver semalam di kota sebesar Blazing Sun, yang menyediakan makanan di pagi dan malam.


“Jadi, kemana aku harus pergi?”


“E-ehem!”

__ADS_1


Isla menegakkan posisi berdirinya, berusaha menenangkan perasaanya.


“Anda adalah Rank A Hunter, jadi anda bisa memilih untuk menjalankan misi ini sendirian, tetapi... disarankan untuk setidaknya membawa seseorang untuk menemani anda ke tempat itu. Banyak hal tidak terduga bisa terjadi di dalam misi pembersihan Beast Nest”


Isla menundukkan kepalanya sedikit, sambil memejamkan matanya.


“Tolong”


Leinn melihat itu sesaat, lalu tersenyum lebar.


“Baiklah”


Isla langsung mengangkat kepalanya dan menunjukkan ekspresi yang sedikit lebih cerah, lalu mulai menarik kertas misi itu.


“Tolong letakkan Linker anda, agar saya bisa memberikan informasi misi ini ke dalamnya”


Leinn tidak mengatakan apa-apa dan langsung menarik keluar Linker yang baru saja dia simpan, kemudian meletakkannya di depan Isla.


“Jadi... siapa yang akan kuajak ya...”


Isla menarik keluar sebuah Linker dengan warna yang berbeda, yaitu warna Biru dengan huruf ‘PM’ putih besar di satu sisi. Dia menggerakkan Linker biru itu ke atas kertas misi itu lalu ke atas Linker milik Leinn.


Biip!


Satu suara merdu tiba-tiba terdengar dan deretan huruf muncul di Linker itu.


“ACQUIRED...?”


“Ya, data dan lokasi misi telah masuk ke dalam Linker ini. Anda bisa mengakses itu dengan beberapa tekanan tombol”


Isla mulai menekan beberapa tombol dan peta 3 dimensi kota tiba-tiba muncul, kemudian peta area sekitar kota, lalu pemandangan mulai bergeser dengan cepat dan...


“Haha... ini sangat praktis”


Sebuah desa dan pemandangan di sekitarnya dapat terlihat, dengan sebuah dinding merah mengelilingi salah satu hutan di dekat desa itu.


Isla mulai menekan beberapa tombol lagi dan peta itu langsung hilang, digantikan dengan anak panah dan angka yang menunjukkan jaraknya.


Anak panah yang tidak asing.


“Semua informasi tentang misi bisa diakses dengan cara yang sama. Dan jika boleh saya sarankan...”


Leinn berhenti mengutak-atik Linker di tangannya dan mengangkat wajahnya.


Isla terlihat enggan selama beberapa saat, sebelum akhirnya meneruskan kalimatnya.


“...bagaimana jika anda mengajak Tuan Muda Azure?”


 

__ADS_1


 


__ADS_2