
Isaac langsung melompat naik ke atas kereta itu, diikuti oleh kelompok di belakangnya. Beberapa dari mereka membiarkan Beast mereka ikut ke dalam kereta penumpang dan sebagian lainnya membawa Beast mereka ke kereta khusus di belakang.
“...”
Aura duduk disamping Leinn dan mengelus kepala Rufus di pangkuannya.
Basalt terlihat sangat tertarik melihat pemandangan yang berubah dengan sangat cepat di jendela di samping Leinn.
Leinn sendiri masih belum berkata apa-apa dan hanya memasang ekspresi serius, meletakkan tangannya di atas Clear yang ada di pangkuannya.
“Kyuu?”
Sebagian besar calon murid lain di sekitarnya juga memasang ekspresi tegang, melihat penghalang terbesar mereka itu memiliki Rank E Contracted Beast membuat kemungkinan mereka menang menjadi tidak nol.
Leinn mengangkat dan meletakkan kedua kakinya di tas besar di depannya dan menutup matanya.
Tidak ada satupun yang percaya dia sedang mencoba tidur, melihat tekanan yang dikeluarkannya terus bertambah secara perlahan.
Tidak lama setelah itu, rantai roda Kereta Mana itu mulai melambat dan berhenti di depan sebuah gerbang besi besar.
“Whoa...”
Suara kagum dapat terdengar dari kelompok yang baru keluar dari Kereta Mana saat melihat tembok besar dan gerbang yang memisahkan akademi dengan bagian kota lainnya itu.
Pintu gerbang di depan mereka itu memang lebih kecil dibanding pintu gerbang kota, tetapi terlihat jauh lebih kokoh dan berwibawa.
Semua yang ingin mendaftar menjadi Hunter atau melaporkan misi yang sudah selesai hanya perlu datang ke Hunter Guild di dekat pintu gerbang kota, jadi ini pertama kalinya bagi sebagian dari mereka untuk berdiri sedekat ini dengan Akademi Red Dawn itu.
“...”
Tetapi itupun tidak bisa merubah ekspresi Leinn yang membawa Clear di pundak kirinya.
Aura yang berdiri disampingnya hanya menatapnya tanpa berkata apa-apa.
Basalt dan bahkan Rufus terlihat terpana dengan pintu gerbang di depan mereka. Mereka bisa merasakan Mana dalam jumlah besar dari pintu gerbang dan tembok tinggi itu.
Whoong
Suara keras terdengar saat gerbang besar itu mulai terbuka.
Isaac berbalik dan menghadap kelompok di belakangnya, menunjukkan senyumannya.
“Sampai disini saja aku menemani kalian, semoga beruntung”
Dengan sekali putaran, tongkatnya berubah kembali menjadi cincin di jari telunjuk kanannya dan burung hantunya kembali ke ukuran aslinya. Isaac meloncat ke atas punggung burung hantu itu lalu terbang melewati gerbang itu, menghilang.
Kebingungan kelompok itu terpotong pendek ketika seseorang dengan baju pengawas berjalan ke depan mereka, berniat mengantar mereka.
“Mari ikuti aku”
Pengawas itu membawa mereka masuk ke dalam akademi, tepatnya ke beberapa tempat yang perlu mereka ketahui.
Mereka akhirnya dibawa melewati tempat-tempat seperti kafeteria, tempat latihan untuk manusia dan Beast, perpustakaan, dan bangunan tempat tinggal mereka sementara.
Mereka juga menemukan peta Akademi dan jadwal turnamen yang dimaksud oleh Profesor Isaac sebelumnya di ruangan mereka masing-masing.
Sebagian besar dari mereka sudah mulai membuat rencana untuk melawan pemuda berambut hitam itu, tanpa berhasil. Akhirnya hampir semua dari mereka menerima nasib mereka dan bersyukur sudah diterima di akademi itu dengan selamat, karena mereka teringat satu informasi penting.
Pemuda berambut hitam itu bukan satu-satunya Monster di turnamen nanti.
...
Bulan dan lampu-lampu kecil menerangi lapangan latihan terbuka, memperlihatkan berbagai alat berlatih yang canggih. Ini adalah tempat yang menjadi salah satu tempat latihan utama bagi murid-murid yang ingin mengasah kemampuan mereka.
Di tengah lapangan itu adalah pemuda berambut hitam, sendirian dengan Contracted Beastnya.
Sepertinya sebagian besar murid senior sedang berada di luar akademi, melihat masa penerimaan murid baru adalah waktu libur mereka juga.
Sedangkan sebagian besar dari kelompoknya memilih untuk beristirahat setelah tiga hari di dalam hutan tanpa kasur tidur asli, tetapi hal itu sama sekali tidak terlintas di dalam pikiran Leinn saat ini.
__ADS_1
“Kyuu?”
“...”
Dia hanya duduk di lantai batu dengan Clear yang terlihat bingung melihat pemuda di depannya tidak berkata apa-apa.
Leinn hanya duduk disana, diam.
Suasana itu berubah disaat ada pendatang baru di lapangan latihan itu.
“Leinn?”
Leinn menoleh ke arah suara yang memanggilnya dan menemukan Aura yang sedang berjalan mendekatinya sendirian.
Aura terlihat mengenakan pakaian yang berbeda dengan yang dia pakai di pagi hari, baju lengan panjang dan celana panjang putih dengan pola bunga matahari dan sepatu yang berbeda.
“Aura...”
“Kyuu!”
Clear melompat dan mendarat di pelukan Aura yang sampai di dekatnya.
Leinn melihat Aura duduk di depannya sambil mengelus Clear yang ada di pangkuannya.
Setelah kesunyian beberapa saat diantara mereka, Leinn lah yang pertama berbicara.
“Apa yang harus kulakukan...”
Aura melihat ekspresi baru di wajah Leinn yang duduk didepannya, wajah yang penuh kecemasan.
“Clear tidak akan bisa bertahan jika bertarung dengan Beast yang lain...”
“Kyuu?”
Leinn tidak melepaskan tatapannya dari Clear, yang bisa merasakan rasa cemasnya melalui ikatan Contract mereka.
Clear meloncat ke pangkuan Leinn dan bergetar untuk menenangkannya.
“Tujuh hari... seandainya aku punya lebih banyak waktu-”
“Leinn”
Leinn mengangkat wajahnya dan menemukan Aura yang menunjukkan ekspresi penuh semangat sedang menatapnya.
Aura bangun dan berjalan mendekati Leinn.
“Tenang saja!”
Leinn tiba-tiba merasakan tangan kecil menepuk kepalanya secara canggung.
Dia bisa melihat senyum canggung di wajah Aura juga, sepertinya dia tidak biasa melakukan hal ini.
Leinn merasa sedikit lebih baik setelah melihat usaha itu.
“Kau hanya perlu memberikan 40 Beast Core dari Giant Tarantula pada Clear, dia seharusnya bisa mencapai Rank C” ucap Aura sambil menarik kembali tangannya.
“Huh...?”
Leinn menunjukkan ekspresi bingung yang tidak disadari oleh Aura yang sudah mulai menjelaskan rencananya.
“Tapi Giant Tarantula hanya memiliki sedikit Mana elemen tanah, Clear mungkin akan menjadi Earth Slime atau Giant slime biasa... tapi itu seharusnya cukup untuk-“
“T-tunggu dulu”
Aura melihat Leinn yang mengangkat tangan kanannya untuk menghentikan penjelasannya itu dengan sebuah pertanyaan.
“40 Beast Core dalam 7 hari?”
Aura menyadari kebingungan Leinn setelah mendengar pertanyaan itu.
__ADS_1
“Oh ya, salah satu karakteristik utama Slime Beast adalah mereka bisa mencerna Beast Core atau bahan berharga lainnya dalam jumlah banyak dalam waktu yang lebih singkat”
“Jadi... tujuh hari cukup untuk evolusi Clear ke Rank berikutnya, hanya dengan Beast Core?”
Aura menganggukkan kepalanya, dan Leinn langsung menghela nafas lega.
Leinn langsung jatuh terbaring di lantai batu dibawahnya.
“L-leinn!”
“Hahaha...”
Leinn tertawa lepas, menyadari kecemasannya itu dihasillkan oleh kekurangan pengetahuannya sendiri. Membutuhkan beberapa saat untuk Leinn menghentikan tawanya, dengan Aura yang hanya berdiri di sampingnya dan melihat ekspresi leganya itu.
“Ha... jadi aku hanya perlu membiarkan Clear memakan Beast Core saja?”
“Ya, 40 Rank C Beast Core akan selesai diproses olehnya kurang dari 7 hari”
Leinn mulai merencanakan gerakan berikutnya sampai sebuah pertanyaan terlintas di pikirannya.
“Kenapa Slime Beast tidak terkenal?”
Aura kembali duduk di depan Leinn dan mengangkat wajahnya ketika mendengar pertanyaan itu.
“Um...“
“Hm?”
Leinn melihat Aura sedikit enggan, membuatnya bingung.
“Ada apa?”
“Karena... Slime Beast itu lemah...”
Aura menatap Leinn dengan ekspresi bersalah.
“Alasan berbagai Slime Beast tidak menjadi Contracted Beast yang terkenal adalah kelemahan individual mereka. Hampir semua Beast dengan Rank yang sama bisa mengalahkan mereka satu lawan satu”
“...”
“Hanya ada satu Rank A Slime Beast yang tercatat telah menjadi Fortress-class yang memiliki kekuatan yang mengerikan, sedangkan sebelum itu mereka masih dibatasi oleh jumlah kemampuan yang sedikit. Ditambah lagi tingkat kepintaran mereka yang hampir tidak ada”
“Kyuu?”
Aura melihat Clear yang bergetar di pangkuan Leinn, ekspresi sedikit berubah.
“Tapi Clear... aku tidak pernah melihat Rank E Beast, apalagi Rank E Slime Beast se-ekspresif dirinya”
Aura bangun berdiri, menepuk celananya lalu kembali menatap Leinn yang sedang berpikir dengan serius.
“Jadi, kau belum ingin kembali dan beristirahat?”
“Ya, nanti”
Aura menoleh sekali lagi sebelum berjalan kembali arah datangnya sebelumnya, kembali untuk beristirahat lagi. Sekarang Leinn kembali duduk berdua dengan Clear lagi di tengah lapangan itu.
“Jadi... Rank C tidak cukup”
Leinn masih mengelus Clear dengan tangan kanannya, lalu tangan kirinya mulai menyentuh tas pinggang kirinya. Dia melompat bangun dengan tangan kanannya yang mengangkat Clear.
Clear juga merasakan rasa semangat dari Leinn dan mulai bergetar kuat.
“Baiklah!”
...
“Clear mati”
__ADS_1