Returning Humanity

Returning Humanity
Ch. 43 - Kriminal


__ADS_3

Semua calon murid sudah berkumpul di lapangan kosong di tengah perkemahan, baik yang berhasil maupun yang gagal.


Tinggal satu jam lagi sebelum tes pertama itu berakhir, ekspresi berbeda dapat terlihat di wajah orang-orang disana.


Sebagian terlihat kecewa, kesal atau putus asa dan sebagian lain terlihat senang atau tenang dengan Contracted Beast di samping mereka.


Ekspresi mereka berubah ketika mendengar suara dari pendatang baru yang baru sampai di lapangan itu.


“Lebih dari separuh berhasil ya~”


Pemuda berambut hitam dengan tas besar di punggungnya, Leinn sampai disana.


Aura berjalan di sampingnya diikuti oleh Rufus dan Basalt yang berjalan dalam ukuran asli mereka.


“Kyuu?”


“Yup, manusia dan Beast. Seperti kita”


Clear terlihat bergetar di atas kepala Leinn, melihat manusia dan Beast berbeda berkumpul di satu tempat dengan tenang merupakan sebuah pemandangan aneh untuknya.


Lebih dari 60 calon murid dan 30 pengawas, dengan Beasts dalam jumlah banyak membuat lapangan itu terasa lebih sempit.


“Hm...”


Leinn dan kelompoknya berhenti di satu tempat dan mulai melihat sekelilingnya. Dia menemukan setidaknya 70 Beast di sekitarnya dan dia juga menyadari satu hal lain, yaitu pandangan semua orang itu sedang tertuju padanya.


Perasaan penasaran, waspada, bahkan takut dapat terlihat di mata mereka. Beberapa orang di dekat mereka juga terlihat mulai menjauh dan menjaga jarak.


“...?” Leinn mulai menyapu pandangannya ke sekitarnya dan menemukan tidak ada seorangpun yang berani menatapnya balik.


Pengecualiannya adalah empat orang yang dia selamatkan dan kelompok Brick yang menatapnya dengan tatapan serius.


Leinn mulai mengelus dagunya selama beberapa saat, sebelum menurunkan tangan kanan itu ke atas gagang pedangnya. Wajahnya menunduk ke tanah sampai tidak ada satupun orang di sana yang bisa melihat ekspresinya.


“Sepuluh... sembilan... delapan...”


Suara datar keluar dari pemuda berambut hitam yang sedang menundukkan kepala itu, mengejutkan semua orang disana.


Mereka bisa melihat tangan kanannya yang sudah menggenggam pedangnya dan hitungan mundur yang sedang dilakukannya.


Tidak tahu apa yang bisa mereka lakukan, beberapa calon murid bergerak untuk berlindung di belakang pengawas.


Tetapi pengawas-pengawas itu juga sudah mulai panik.


“...Lima... empat...”


Leinn tidak terlihat peduli pada keributan yang sedang terjadi di sekitarnya dan terus menghitung mundur.


Suasana panik di tempat itu berubah menjadi semakin sunyi seiring berkurangnya angka yang disebut oleh pemuda berambut hitam itu, sampai akhirnya hanya suara nafas dan detak jantung mereka yang bisa terdengar.


“...dua... satu...”


Sebagian dari mereka sudah bersiap untuk melarikan diri tetapi tidak berani menjadi orang pertama yang melakukannya, membuat mereka semua tetap berdiri mematung di tempat.


Sebagian besar Beast di sana bahkan sudah berpura-pura mati atau menunjukkan posisi menyerah.


“...nol”

__ADS_1


Dan kesunyian memenuhi perkemahan itu.


Pemuda berambut hitam itu tidak melakukan apapun, hanya berdiri dengan tangan kanannya masih di gagang pedangnya.


Sebelum ada yang bisa menanyakan apa yang sedang Leinn lakukan, dia mengangkat wajahnya dan menunjukkan senyuman hangat di wajahnya. Tangan kanannya terlepas dari gagang pedangnya dan dia kembali berdiri dengan santai.


Melihat itu, semua orang disana menghembuskan nafas lega. Walaupun tidak mengerti alasan hitungan mundur itu, setidaknya mereka-


“BOO!!!” Leinn berteriak sekuat tenaga.


“““GYA!!!”””


Jeritan keras dari puluhan orang memenuhi perkemahan itu, memecahkan kesunyian sebelumnya.


Sebagian besar dari mereka sampai jatuh terduduk atau terbaring di tanah, beberapa bahkan sudah tidak sadarkan diri.


Beberapa Beast sudah masuk ke dalam keadaan syok dan tidak bisa bergerak di atas rumput lapangan itu.


“Bwahahaha...!”


Tawa kejam keluar dari mulut Leinn, menikmati reaksi semua makhluk disana. Dia tidak menyangka rencananya akan berjalan sehebat itu, membuat hampir semua orang dan Beast disana terkejut.


Telapak tangan kanannya sudah menutupi kedua matanya disaat dia sedang tertawa lepas itu, ditambah dengan puluhan manusia dan Beast yang tidak bisa bergerak di sekitarnya berhasil menghasilkan sebuah pemandangan yang hebat.


Aura yang berdiri di sampingnya hanya bisa menundukkan kepalanya, dengan tubuhnya yang terlihat bergetar.


Dia sudah menduga rencana Leinn ketika dia mulai menghitung mundur.


Dia juga berencana untuk menghentikannya, tetapi entah kenapa tidak bisa melakukannya. Sekarang Aura hanya bisa menundukkan kepalanya, menahan tawanya yang hampir keluar.


“Ada apa ini...!?”


Mereka sudah sedang berjalan ke tempat ini, tetapi mendengar jeritan keras membuat mereka mempercepat gerakan mereka.


Leinn berhenti tertawa dan melihat kelompok baru itu, lalu senyuman lebarnya berubah menjadi senyuman tipis dalam sekejap.


“Leinn Springleaf!” Salah satu orang dalam kelompok itu menyebut namanya dengan tegas sambil berjalan di belakang pemimpinnya.


Berjalan memimpin kelompok itu ialah Ketua Pengawas Mint Baccus yang sedang tersenyum lebar. Wajahnya yang sedang tersenyum mengejek itu sangat tidak enak dilihat.


Kelompok baru itu berhenti lima meter di depan Leinn, lalu salah satu dari mereka melangkah maju sambil menarik keluar selembar kertas besar.


“Calon Murid Leinn, kau telah diduga membawa Beast liar ke perkemahan ini dengan sengaja dan membiarkannya melukai pengawas tes kali ini. Dengan alasan ini, kau akan mengikuti kami ke Hunter Guild untuk menebus kesalahanmu”


Orang-orang di sana sudah kembali tenang dan mulai berbisik, mereka sudah mendengar rumor dan perintah itu telah membuktikan kebenarannya.


Mint dan pengawas yang sedang membaca perintah itu masih berdiri diam di tempat, tetapi delapan pengawas lain mulai perlahan-lahan mengelilingi Leinn dengan semua Contracted Beast mereka.


Aura mulai panik mendengar perintah penangkapan tiba-tiba itu.


“Apa-apaan ini-“


“-Dengan ini, kau juga didiskualifikasi dan harus membatalkan Contract-mu. Contracted Beast dan Beast liar yang mengikutimu akan dieksekusi ditempat. Jika kau melawan, kami akan dipaksa untuk menggunakan kekerasan padamu juga”


Protes dari Aura dipotong oleh sisa perintah itu, dia tidak bisa percaya dengan apa yang didengarnya. Bukan hanya Leinn gagal, Basalt dan Clear akan dibunuh oleh mereka.


Pengawas itu akhirnya selesai membaca itu dan meraih senjata di pinggangnya, delapan pengawas lain sudah mencapai posisi mereka dan menarik keluar senjata mereka juga.

__ADS_1


Mint melangkah maju dan menatap pria di depannya.


“Calon murid Leinn, tidak hanya kau tidak memiliki identitas yang jelas, kau juga membawa Rank B Beast ke perkemahan tanpa memikirkan keselamatan calon murid lain. Ini sangat tidak bertanggung jawab, bukan?“


Senyuman mengejek itu masih terlihat di wajahnya, terlihat sangat jelas bahwa dirinya sedang menikmati situasi itu.


Dia mulai menggambarkan pemuda di depannya itu sebagai seseorang yang tidak memedulikan nyawa orang lain, berusaha membuat Leinn terlihat seperti seorang kriminal.


Menghancurkan orang-orang yang tidak dia sukai sebelum mereka bisa menjadi masalah adalah hobi yang dimiliki Mint Baccus. Bakat dan pengaruh yang dia miliki membiarkan dirinya melakukan hal itu sejak cukup lama. Kebiasaan inilah yang membuatnya ditakuti oleh orang-orang disekitarnya.


Dia terus berusaha memancing Leinn untuk melawan, agar dia bisa memiliki alasan untuk menghajarnya di tempat itu juga.


“Kau menjadikan Rank E Beast sebagai Contracted Beast-mu, menjadikanmu Beast Trainer paling buruk dalam sejarah Akademi Red Dawn. Kau juga tidak akan punya masa depan disini-“


Tap


Satu langkah kaki, membuat sepuluh orang di sekitarnya melangkah mundur dan menyiapkan senjata mereka secara bersamaan.


Leinn hanya mengambil satu langkah dari tempat berdiri sebelumnya dan suasana langsung berubah.


Bisikan menghilang dan orang-orang disana menahan nafas mereka.


Clear sudah melompat dan mendarat di pelukan Aura ketika dia merasakan perubahan suasana yang dikeluarkan oleh Leinn.


Menyadari apa yang baru saja terjadi, Mint mulai menaikkan nada bicaranya.


“Kau melukai empat calon murid lain di dalam hutan itu lalu mencuri Beast Core milik mereka! Kau juga mendekati Putri Klan Flameheart, apa yang kau rencana-!“


Tap


Suara langkah yang sangat jelas itu terdengar sekali lagi.


Kali ini mereka berhasil menghentikan kaki mereka untuk melangkah mundur, tetapi genggaman tangan di senjata mereka menjadi semakin erat.


Tatapan mata Mint bertemu dengan tatapan mata Leinn yang masih memiliki senyuman sangat tipis di wajahnya.


Leinn hanya menatap dengan sangat tenang, tidak menunjukkan emosi sedikitpun dari kedua matanya.


“-Gorilla Beast liarmu yang kau bilang tidak apa-apa mengikutimu telah melukai sepuluh pengawas! Sebagian besar dari mereka bahkan belum sadarkan diri! Apa kau tidak merasa bersalah-“


Kalimat itu terhenti lagi, tetapi kali ini bukan oleh suara langkah kaki.


Usahanya untuk terus menyalahkan pemuda di depannya telah dihentikan oleh nalurinya sendiri, yang berteriak untuk menghentikan niatnya mencari masalah dengan pemuda di depannya itu.


Leinn masih tersenyum tipis.


Dan dari senyuman itu...


“Rupanya kau”


Dua kata keluar, cukup untuk menyampaikan niatnya.


“SERANG DIA!” teriak Mint dengan panik.


Bersamaan dengan perintah itu, Leinn mendorong keluar pedang di tangan kirinya dengan ibu jarinya.


 

__ADS_1


 


__ADS_2