
“Wow”
Byuru byuru byuru...!
“Kyuu?”
Akhirnya cahaya itu mereda dan menunjukkan wujud Giant Slime itu.
“Byo...?”
Giant Slime itu menjadi lebih besar dari sebelumnya terlihat muncul disana. Tinggi tubuhnya terlihat sudah melewati 80 meter dan menggeser beberapa Rank B Slime di dekatnya.
Coreless Slime yang sudah bangun disampingnya terlihat bingung melihat Slime besar itu.
“Kyuu?”
“Byoro...?”
“Ya ini kompensasi atas perbuatanku tadi” ucap Leinn dengan tegas.
Giant Slime ini juga menjadi sangat bingung melihat kondisi tubuhnya itu. Dia sudah menjadi sangat besar sampai hampir menyentuh langit-langit dan bahkan dia berhasil membentuk belasan Slime Core baru di tubuhnya.
Leinn terlihat puas melihat perubahan itu dan menoleh ke Slime kecil di sampingnya.
“Halo” ucap Leinn dengan lembut.
“Kyuu?”
Tidak merasakan niat jahat dari manusia didepannya, Slime kecil itu mulai meloncat mengitarinya dengan rasa penasaran.
Leinn tidak berkata apa-apa dan hanya membiarkannya, dia bahkan tidak bereaksi saat Slime kecil itu mulai memanjati tubuhnya.
Setelah beberapa saat, Slime kecil ini terlihat puas dan kembali ke lantai.
“Kyuu”
Leinn juga duduk di lantai dan mulai berbicara dengannya.
“Jadi... aku datang kesini sebenarnya untuk membuat sebuah Contract dengan salah satu dari kalian”
“Kyuu?”
“Byoro...!”
Slime kecil di depannya itu hanya membalas dengan getaran kecil yang menunjukkan dia tidak mengerti apa yang Leinn maksud.
Giant Slime dibelakangnya yang bereaksi lebih kuat dengan kata itu. Dia sudah berhasil mengeluarkan Slime-Slime yang dia timpa dan mulai bergerak mendekati Leinn. Setelah sampai didepannya, dia mengeluarkan satu tentakel dan menunjuk Slime kecil di depannya lagi.
“Byoooro...?”
“Ya, aku ingin membuat Contract dengannya” jawab Leinn langsung.
“Kyuu?”
Mendengar jawaban ini, tentakel Giant Slime itu mulai bergerak dan menyentuh tubuh Slime kecil itu. Tubuh mereka berdua mulai bersinar redup.
Setelah beberapa waktu dan beberapa getaran tubuh, Giant Slime itu menarik kembali tentakelnya dan kembali ke posisi sebelumnya.
__ADS_1
“Kyuu!”
Slime kecil itu mulai melompat-lompat di depan Leinn, dia terlihat sudah mengerti arti dari Contract dengan manusia didepannya. Reaksi bersemangat yang dia tunjukkan itu memperlihatkan keinginannya untuk keluar berkelana keluar, untuk melihat dunia.
“Apa kau yakin?”
“Kyuu!”
“Baiklah kalau begitu”
Leinn berdiri dan menarik keluar Contract Seal dari saku celananya, menggigit jari telunjuk kirinya dan meneteskan darahnya ke kertas itu. Dia mulai menatap Slime kecil di depannya tanpa berkata apa-apa.
“Kyuu?”
“Huh...”
Leinn menyadari Contract Seal di tangannya itu lebih lebar dari tubuh Slime didepannya, apakah dia akan baik-baik saja?
Setelah berpikir beberapa saat, dia akhirnya hanya mencoba menempelkan kertas itu di tubuh Slime kecil itu.
Contract Seal itu mulai bersinar dan berubah menjadi partikel cahaya, separuh partikel itu masuk ke dalam tubuh Slime kecil itu dan separuh sisanya masuk kedalam tubuh Leinn.
“Whoa” ucap Leinn sedikit terkejut.
“KYUUU!”
Leinn mendapatkan sensasi yang tidak pernah dia rasakan, sedangkan Slime kecil di depannya bergetar dengan hebat saat partikel itu masuk ke dalam tubuhnya.
Setelah beberapa saat, sensasi itu mulai mereda dan mereka berdua menjadi tenang.
Mereka bisa merasakan hubungan yang tidak terlihat di antara mereka berdua dan bisa merasakan posisi satu sama lain secara terus-menerus.
“Baiklah, mulai sekarang namamu adalah ‘Clear’!” ucap Leinn sambil tersenyum lebar.
Dia sudah mendapat nama itu sejak dia melihat Slime itu mencekik tangan kanannya.
“Kyuu!”
Clear terlihat bersemangat dengan nama barunya itu dan melompat ke perut Leinn, lalu mulai memanjat dan akhirnya beristirahat di atas tas besar di punggungnya.
Berhasil mendapatkan apa yang dia cari, Leinn mulai berjalan keluar sambil melambaikan tangannya ke Giant Slime dan Slime di sekitarnya.
“Oke, selamat tinggal!”
“Byoro”
Byuru Byuru
Mereka semua bergetar membalasnya, Giant Slime sampai memunculkan tentakel dan meniru lambaian tangannya.
Rank B Slime Beast lain juga sudah tidak menunjukan perasaan bermusuhan setelah melihat perubahan Giant Slime itu dan mulai melambaikan tentakel mereka juga.
Leinn baru berjalan beberapa langkah lalu tiba-tiba berhenti, dia meraih ke dalam tas pinggangnya dan menaruh apa yang baru dia tarik keluar itu di lantai.
“Ini sebagai tanda pertemanan dariku, sampai jumpa lagi!”
Kali ini Leinn tidak menghentikan langkahnya dan hilang keluar dari bangunan aneh itu.
__ADS_1
...
Setelah beberapa waktu berlalu sejak manusia itu pergi, Giant Slime itu mengulurkan tentakelnya ke tempat Leinn meletakkan hadiah perpisahannya.
Itu tidak lain dari sepuluh batu hampir bulat dengan kabut tipis berwarna-warni terlihat di dalamnya.
Giant Slime ini hanya melihat batu di tentakelnya sesaat sebelum menggerakkan tentakelnya itu dan melemparkannya ke dalam Slime Heart di belakangnya.
Whooong!
Slime Heart itu mulai bergetar dengan kuat dan mengeluarkan suara aneh.
Giant Slime tidak menunjukkan reaksi dan hanya memerhatikan lorong gelap yang baru saja dilalui manusia aneh itu. Tubuhnya bergetar mengingat kalimat terakhir yang ditinggalkannya.
“Byoro...”
...
Di bawah sebuah pohon besar yang lebat, terlihat gadis berambut merah muda yang sedang tenggelam dalam lamunannya sendiri.
Gadis itu tidak lain adalah Aura Flameheart.
“Hah...” Aura menghela nafas panjang.
Ini adalah pertama kalinya dia memiliki waktu tenang sendiri sejak bertemu Leinn. Beberapa hal mulai muncul di dalam pikirannya saat dia duduk sendirian dan tidak memiliki hal apapun untuk mengalihkan pikirannya.
Alasan sebenarnya Leinn membantunya, kekhawatirannya akan mengecewakan Kakak Pertamanya jika dia gagal membuat Contract, ketidakpercayaan dirinya pada kemampuannya sendiri jika dia berhasil membuat Contract sekalipun, dan hal-hal negatif lainnya.
Pandangan gadis itu mulai bergerak dan berhenti di gua itu dalam lamunannya. Terselip dalam spiral negatif di kepalanya itu hanya ada satu pikiran lain.
‘Apa Leinn baik-baik saja’
Sudah cukup lama waktu berlalu dan pemuda itu masih belum keluar.
Aura mulai melihat Wolf Beast yang tidur disampingnya dan Gorilla Beast yang hanya duduk di depan gua gelap itu sambil mengunyah buah segar. Kepalanya mulai dipenuhi dengan skenario-skenario yang mungkin terjadi di dalam gua itu.
“Uh...”
Tidak bisa menghentikan kegelisahannya, Aura berdiri dan mulai berjalan mendekati gua gelap itu.
Wolf Beast yang terlihat sedang tidur di sampingnya itu tiba-tiba bangun dan berjalan ke depan Aura dan menghadangnya.
“Woof”
“K-kenapa kau menghadangku...? A-aku hanya ingin memeriksa gua itu sebentar” ucap Aura terkejut.
Dia tidak menyangka serigala itu tidak benar-benar tidur dan memerhatikan gerakannya.
Wolf Beast itu tidak menjawab dan berbaring di depannya. Aura mulai berjalan ke samping, berniat melewati penghalang jalan besar didepannya dan dihentikan oleh kepala besar yang mendorongnya kembali.
Dia mencoba ke arah yang lain dan ekor besar menghadangnya lagi, ini terjadi beberapa kali lagi dengan hasil yang sama.
Sampai suara baru menghentikan langkah Aura.
“Apa ini? Permainan baru?”
__ADS_1