Returning Humanity

Returning Humanity
Ch. 153 – Penyelesai, Hinata


__ADS_3

Rantai yang terbentuk dari kerangka ungu itu langsung menembus punggung Disaster Beast di jalurnya tanpa perlawanan sedikitpun, yang secara aneh juga tidak memberikan kerusakan apapun padanya. Rantai itu akhirnya keluar dan berhenti di udara di depan kodok raksasa itu, seperti mengaitkan diri pada sesuatu yang tidak terlihat.


Leinn menarik tangan kanannya dengan kuat dan secara tiba-tiba, puluhan rantai dengan ukuran dan panjang yang beragam langsung meledak keluar dari tubuh Disaster Beast itu dan mengaitkan diri di udara sekitarnya.


“Kro-ark!?”


Disaster Beast itu juga langsung menyadari efek dari rantai itu, melihat dirinya tidak bisa bergerak sama sekali sekaligus tidak bisa mengumpulkan Mana Api dari sekitarnya. Dia langsung memutar semua Mana Api dalam tubuhnya dan mengeluarkan cairan merah yang langsung menutupi seluruh tubuhnya, membentuk selapis pelindung baru lagi.


Crackle!


Roland muncul di samping Leinn dan kepala naga emas yang sebelumnya menutupi sebagian besar wajahnya sudah tidak terlihat lagi. Dia juga bisa melihat api ungu di lengan Leinnn sebelumnya sudah berkurang sampai hanya tersisa di tinjunya yang sedang menggenggam ujung rantai ungu yang dibuatnya saja.


“Aku tidak menyangka akan menggunakannya sekarang...”


Leinn tersenyum kecil sambil mempererat genggaman tangannya, menyebabkan puluhan rantai itu menjadi lebih kuat dalam menahan gerakan Disaster Beast itu.


“Berapa lama?”


Roland melihat kodok raksasa yang sedang menutupi dirinya dengan lapisan demi lapisan pelindung baru dan rantai-rantai yang mulai pecah satu per satu secara bertahap.


Leinn hanya menggerakan kepalanya dan menunjukkan senyuman puasnya.


“Satu menit”


“Haha!”


Roland yang mendengar itu langsung tersenyum buas dan berubah menjadi kilatan cahaya yang muncul di sisi lain kodok itu, menatap wajahnya secara langsung. Petir emas yang membentuk ekornya mulai meledak-ledak sampai kehilangan bentuk sebelumnya, dan akhirnya berubah menjadi jaring petir yang menyebar ke sekitarnya.


Crackle!


Cakar di tangan kiri dan di kedua kakinya juga langsung meledak dan menambah jumlah petir di udara, membuat Roland seperti terselimuti oleh bola petir emas raksasa.


[Thunder Incarnated]


Roland menarik mundur tangan kanannya dan langsung membidik menggunakan tangan kirinya, seperti menentukan bagian yang akan di serangnya dengan petir emas yang mulai membentuk sebuah senjata panjang di atas cakar kanannya.


Sebuah tombak emas dengan ukiran kepala naga sepanjang 20 meter, yang terlihat tidak terlalu stabil.


Crackle...!

__ADS_1


Dia menahan posisi ini cukup lama, sampai ketika dia melihat Leinn menarik tangan kanannya dengan kuat bersamaan dengan satu sayap ungunya yang langsung menghilang.


Semua rantai yang tersisa langsung membesar lebih dari dua kali lipat ukuran mereka sebelumnya, kemudian bergerak secara bersamaan dan berhasil melilit tubuh Disaster Beast itu, menghentikannya gerakan Mana Api di dalam tubuhnya dan membuatnya menjadi sangat tidak berdaya.


Disaster Beast itu mulai berusaha meronta untuk membebaskan dirinya, yang akhirnya mulai menghasilkan-


[Gungnir]


“Rib-!”


Roland hanya menjatuhkan tangan kanannya dengan pelan, mengubah tombak di sampingnya menjadi garis cahaya.


Crackle-BOOM!


Tombak raksasa itu menghantam perut bawah kodok raksasa itu dan menimbulkan sebuah ledakan emas yang melenyapkan puncak gunung di bawahnya sekaligus mengangkat tubuh 50 meternya itu ke udara selama beberapa saat.


“Rib..bit...”


Semua ledakan Mana Petir itu seperti tidak menyentuh rantai ungu yang mengikat tubuh kodok raksasa itu dan hanya mengoyak batu pelindungnya, sekaligus memberikan kerusakan yang paling besar sejak dimulainya pertarungan ini.


Boom!


Disaster Beast itu bisa melihat dua pemuda yang tidak menyusulnya dan hanya mendarat di apa yang tersisa dari puncak gunung itu dan sedang melihat ke arahnya, membuatnya merasa sangat lega sampai ketika dia menyadari satu hal...


“Rib...?”


Dia menggunakan seluruh sisa kekuatannya untuk menoleh ke arah kaki gunung, dan disana dia melihat-


[10.000 Percent]


Waktu tiba-tiba berhenti, dan ingatan-ingatan lama mulai bermunculan dengan sangat cepat.


Dia melihat induknya bertarung dengan serigala yang menyerang tepi danau tempat dirinya dan saudara lainnya baru menetas, dan akhirnya mengubahnya menjadi makanan untuk mereka semua.


Ketika dia, seekor kodok setinggi 1 meter biasa sedang berenang di danau tempat saudara-saudaranya berkumpul untuk mencari makan, tanpa sengaja menelan sebuah tanaman berwarna merah terang asing yang tumbuh di tepi tempat itu.


Ketika dia, yang kehilangan kemampuan untuk menyentuh air dan terpaksa pergi dari danau tempatnya tumbuh seumur hidupnya.


Pertarungan demi pertarungan, ada yang mudah dan ada yang memaksanya sampai ke pintu kematian, tetapi dia selalu keluar sebagai pemenang akhir.

__ADS_1


Sampai akhirnya dia mencapai puncak kekuatan di gunung tempat dia tinggal, melihat berbagai jenis Beast datang dan pergi, melihat beberapa makhluk yang memiliki kekuatan tidak sesuai dengan ukuran mereka juga mulai mengacau di daerah kekuasaannya.


Dia tidak pernah melihat satu jenis makhluk yang memiliki kekuatan yang setara dengan Beast terlemah, sekaligus memiliki kekuatan yang mampu mengimbanginya. Tetapi akhirnya dia juga berhasil terus keluar sebagai pemenang.


Dia juga bisa merasakan bahwa makhluk-makhluk aneh itu memang terus mendatangi area kekuasaannya untuk memburunya, dan mereka juga terus bertambah kuat setiap kali dia mengalahkan satu kelompok sampai akhirnya, mereka mencapai kekuatan yang bisa melukai dirinya dengan telak.


Untuk pertama kali dalam hidupnya, dia meloncat ke dalam gunung api tempat dia tinggal dan melarikan diri.


Akhirnya dia menyadari dirinya tidak cukup kuat sekaligus masih belum mencapai batasnya sendiri. Dia mulai menghabiskan waktu yang lama di bawah tanah, bergerak mengikuti aliran lahar secara perlahan.


Sampai ahirnya dia merasakan energi paling murni dalam kehidupannya dan mulai bertambah kuat setelah sekian lama berhenti di tingkat kekuatannya.


“Rib...”


Di saat-saat terakhir, di saat dia sudah hampir menghancurkan tembok yang menghalangi perkembangan terakhirnya, makhluk-mahluk terkutuk itu akhirnya mengganggunya sekali lagi. Mereka entah bagaimana berhasil mengurangi energi yang sedang diserapnya dalam skala besar sekaligus melukainya cukup parah, memaksanya menggunakan sebagian besar energi yang dikumpulkannya untuk penyembuhan diri dan akhirnya, gagal melewati penghalangnya.


Pertarungannya dengan tiga makluk itu, dengan satunya yang membuat bongkahan air keras untuk satu yang lain gunakan untuk menghantam wajahnya berkali-kali dan satu sisanya terus mengisap energi yang ada di tempatnya berdiri.


Dia juga bisa melihat satu diantara mereka bertiga yang paling banyak menerima serangannya, tetapi masih bisa terus menyerang balik tanpa kenal lelah.


Lalu dua makhluk yang sama tetapi sangat berbeda dengan semua makhluk lain jenis mereka yang pernah dia temui tiba-tiba muncul dan memberikan serangan yang sangat menyakitkan, dan mampu menguras tenaganya dengan kabut aneh dari tubuhnya.


Pertukaran serangan, serangan yang gagal, dan perasaan bahaya yang bertambah kuat.


Tubuh yang tidak bisa digerakkan dan serangan paling menyakitkan yang pernah dia terima.


Tubuhnya yang terangkat ke udara dan mulai berguling tanpa kendali...


“...bit”


Dan akhirnya dia sampai di posisi ini sekali lagi, di kaki gunung, hampir mencapai seorang gadis berambut putih panjang yang sedang mengayunkan tinju kanannya.


Dan waktu kembali berjalan.


[Victory Uppercut!]


 


 

__ADS_1


__ADS_2