Returning Humanity

Returning Humanity
Ch. 156 – Gelombang Kedua


__ADS_3

“Selesai!”


Seorang gadis berambut merah muda memeriksa alat di tangannya yang menunjukkan [SENT] yang jelas di layarnya. Dia juga mulai mengusap matanya yang gatal sebanyak beberapa kali, mengingat dirinya baru bangun dari tidurnya. Pelindung Mana di depannya juga melindungi dirinya dan semua yang ada di belakangnya dari angin yang dihasilkan oleh gerakan Ular raksasa yang mereka tunggangi.


“Zzz...”


Seorang gadis berambut biru dapat terlihat sedang tertidur pulas di samping gadis itu sambil dikelilingi lapisan transparan tipis yang menahannya agar tidak jatuh dari punggung ular tunggangan mereka.


“Hah...”


Dan di belakang mereka berdua adalah dua pemuda yang sedang duduk sambil memejamkan mereka di samping gadis yang juga duduk sambil melihat dinding kota yang semakin menjauh dari mereka.


Berbagai jenis Beast dapat terlihat berbaring atau duduk di sekitar mereka berlima sambil melihat pemandangan yang bergerak dengan cepat di sekitar mereka juga.


Ding!


Suara yang sangat tidak asing tiba-tiba terdengar dengan jelas, membuat Aura yang baru saja memasukkan Linker miliknya menariknya keluar kembali.


“Hm?”


Tetapi layar yang muncul ternyata sama sekali tidak menunjukkan satu pun pesan yang masuk.


“Huh...”


Aura menoleh ke belakang dan menemukan Leinn yang sedang melihat layar Linker miliknya, yang terlihat seperti sedang menunjukkan sebuah pesan masuk.


Ekspresi santai Leinn yang membaca isi pesan itu sama sekali tidak berubah dari awal sampai akhir, tetapi suasana yang dihasilkannya telah berubah menjadi lebih tajam dari sebelumnya.


“Aura”


Leinn melempar Linker miliknya ke arah Aura yang sedang menatapnya, yang berhasil menangkapnya dengan sempurna. Dia kemudian mulai melihat ke depan dengan ekspresi yang lebih serius dari sebelumnya.


“...”


Roland yang baru saja membuka matanya bisa melihat dengan jelas ekspresi yang sedang ada di wajah pemuda itu, sebelum kembali memejamkan matanya lagi. Ular tunggangan mereka tiba-tiba meningkatkan kecepatan gerakannya menjadi jauh lebih cepat dari sebelumnya.


“Apa...?”

__ADS_1


Hinata mulai bergerak maju ke samping Aura untuk melihat isi pesan yang baru saja diterima oleh Leinn. Ekspresinya mulai berubah menjadi lebih serius ketika menyadari pesan pribadi itu adalah mengenai situasi Beast Stampede saat ini dengan sangat detil.


“...huh?”


Adeline akhirnya terbangun ketika merasakan perubahan suasana yang sangat berbeda dari sebelumnya, membuka matanya dan melihat Aura yang sedang menatap layar Linker di tangannya dengan ekspresi cemas.


“...”


Aura sudah membaca pesan itu sampai selesai dan memahami garis besar situasi saat ini, tetapi satu kata dari resepsionis yang mengirimkan pesan ini pada Leinn lah yang mengisi pikirannya.


Satu kata saja, yang sepertinya sudah membebaninya dadanya.


‘Tolong’


...


“Perbaiki sebelah sana, cepat!”


“Magic User Tanah, disini!”


“Kelompok berikutnya, bawa orang-orang yang terluka!”


Beberapa orang lain juga dapat terlihat bergerak keluar masuk dari beberapa bangunan dengan sangat cepat, membawa orang yang memiliki luka-luka yang cukup parah di pundak mereka.


“Buka gudang ketiga dan bawa obat penyembuh ke dalam tempat rawat darurat tiga sampai tujuh! Sekaligus buka gudang keempat dan kelima, dan bagikan pada semua Hunter yang masih bisa bergerak!”


“T-tetapi Tuan... jika kita membuka tiga gudang lagi dan memberikannya dengan gratis, k-kita akan bangkrut-“


“Berhenti berbicara omong kosong dan lakukan! Kau tidak perlu memikirkan masalah bangkrut jika kota ini sampai rata dengan tanah!”


Diantara semua orang yang bergerak dengan cepat itu dapat terlihat seorang pria paruh baya dengan rambut hitamnya yang sudah terlihat menipis. Tubuhnya yang tidak terlalu tinggi dan sedikit bulat sama sekali tidak mengurangi karisma yang sedang dia tunjukkan saat ini.


Seorang pemuda yang memiliki wajah sangat kasar dan tubuh besar dapat terlihat mengambil beberapa langkah maju dan sampai di samping pria itu, membuat orang yang sedang berada di jalurnya berlari ke berbagai arah untuk membuka jalan. Senjata di punggungnya yang sangat besar menambahan suasana mencekam yang sedang dipancarkannya.


Dia akhirnya sampai ke depan pria sibuk itu, lalu sambil menundukkan kepalanya...


“Pak, kami tahu ini keadaan darurat... tetapi benarkah kami bisa menggunakan semua ini? Kami bahkan tidak terlalu yakin bisa membayar ongkos semua obat yang kami dapatkan sebelumnya...”

__ADS_1


“Hah! Kau masih muda jangan pikirkan masalah uang seperti itu! Kita bicarakan ongkos nanti ketika semua ini sudah selesai!”


Ekspresi marah pria itu langsung lenyap tanpa bekas dan berubah menjadi tawa lepas, tangannya yang kasar menepuk pundak pemuda di depannya beberapa kali sebelum akhirnya memerintahkan beberapa orang yang mengenakan seragam yang sama untuk melaksanakan perintahnya.


Beberapa orang itu membawa puluhan peti kayu ke dalam beberapa bangunan yang sedang mengeluarkan suara penuh kesakitan sejak tadi, kemudian keluar lagi tanpa membawa barang apapun.


Hanya membutuhkan waktu beberapa saat untuk semua suara kesakitan itu menghilang dan membuat suasana menjadi lebih tenang.


Pria itu hanya tersenyum kecil ketika melihat itu sebelum kembali menunjukkan wajah seriusnya pada pemuda di depannya.


“Aku tidak memiliki apa yang kalian miliki, jadi setidaknya biarkanlah aku membantu kalian seperti ini. Setidaknya dengan ini, aku bisa mengatakan pada anakku nanti bahwa aku bukan seorang penakut, bukan?”


Pemuda itu hanya bisa menganggukkan kepalanya dengan pelan sebelum berjalan kembali ke kelompoknya yang menunjukkan ekspresi yang sama dengannya, kemudian berjalan bersama kelompok lain yang juga memiliki perasaan yang sama.


Penduduk dan Hunter yang ada di kota ini sudah melihat kerusakan yang bisa dilakukan oleh gelombang Beast sebelumnya, dan mereka baru saja menerima berita tentang gelombang Beast yang lebih besar yang sudah hampir mencapai kota mereka saat ini.


Perasaan panik, sedih, kesal dan perasaan-perasaan lain dapat terlihat di wajah semua orang yang ada disana, tetapi tidak ada satu pun dari mereka yang menunjukkan rasa putus asa.


“Cepat dan berhati-hati!”


“Ya, Tuan Garcia!”


Alasannya adalah pemimpin Persatuan Pedagang sekaligus penjual Obat Penyembuh terbesar di kota itu, Barnum Garcia. Keberadaan dan karismanya berhasil membuat orang percaya padanya dan bantuannya adalah faktor utama tidak adanya korban jiwa diantara Hunter yang memukul mundur gelombang Beast pertama sebelumnya.


Dia tanpa ragu membuka gudang penyimpanan obat penyembuhnya ketika mendengar gelombang Beast akan mencapai kota mereka, mengejutkan semua Hunter yang belum lama ada di kota itu.


Tidak akan ada yang akan menyangkal jika seseorang mengatakan bahwa pria itu adalah pemimpin mereka semua saat ini.


“T-tuan!”


“...”


Barnum melihat anak buahnya yang baru saja datang dari atas dinding kota dan terlihat sangat panik. Dia sudah mengetahui alasan dari ekspresi itu, karena dia juga bisa merasakan tanah di bawahnya yang mulai bergetar pelan.


Gelombang kedua telah datang.


 

__ADS_1


 


__ADS_2