Returning Humanity

Returning Humanity
Ch. 129 – Laporan dan Ajakan


__ADS_3

“Ini... disini...”


Leinn meletakkan kembali benda yang baru saja ditangkapnya, di tempat benda itu seharusnya menempel.


Thud


“Huh”


Dan itu jatuh begitu saja, menggelinding di lantai Pusat Misi itu.


“...!”


Isla dan gadis resepsionis lain di sampingnya membuka lebar mata mereka sat melihat tubuh yang setidaknya meliki tinggi dua meter dan panjang empat meter, tubuh seekor Hyena Beast raksasa, yang kepalanya baru berhenti di kaki Aura.


Gadis itu langsung menunduk dan memungut kepala itu dari lantai.


“Huh... Hyena Beast penghuni padang rumput, dari ukuran dan jenisnya sepertinya dia sudah mencapai Rank B awal... oh! Taringnya sudah mengalami perubahan dan mengandung sifat tajam elemen angin, berarti dia setidaknya memiliki kekuatan Rank B menengah...”


Pemandangan seorang gadis yang sedang meneliti sebuah kepala yang terlihat masih sangat hidup itu membuat sebagian besar murid lain yang melihat itu mulai merinding, dan senyuman bersemangat di wajahnya juga tidak membantu merubah keanehan pemandangan itu.


“Ya, dia pemimpin dari kelompok yang membuat Beast Nest di hutan itu”


“Oh...”


Adeline melihat pertukaran Leinn dan Aura itu sesaat sebelum mulai memeriksa tubuh Beast besar di depannya itu juga. Luka terbesar yang mencabut nyawanya sudah jelas adalah lehernya yang terpotong oleh sesuatu yang sangat tajam, tetapi sepertinya dia menerima serangan elemen petir disaat bersamaan.


Pemandangan dua pemuda yang satunya memberikan serangan elemen petir, melukai dan menghentikan gerakan Beast besar itu dan langsung diikuti dengan satu serangan tepat, mencabut nyawanya dalam sekejap muncul di pikirannya.


Isla juga sudah berjalan dari sisi mejanya ke dekat tubuh itu dan mulai memeriksa kondisinya.


“Selain bulunya yang gosong, sepertinya daging dan organ dalamnya masih tidak terluka... Bahkan luka di lehernya sudah terbakar penuh, menghentikan pendarahannya secara keseluruhan”


Satu hal yang paling aneh berhasil Isla temukan ketika dia menyentuh tubuh Beast itu dengan telapak tangannya.


“...hangat?”


Tubuh Beast di depannya sangat hangat, seperti baru saja mati selama beberapa menit saja. Sepertinya ini disebabkan oleh salah satu properti yang orang bicarakan dari Dimensional Ring, penghentian waktu di ruang penyimpanan itu.


“...Leinn! Sepertinya masalah di desa itu masih belum selesai!”


Perhatian hampir semua orang di ruangan ini akhirnya tertuju pada gadis berambut merah muda yang menunjukkan ekspresi panik sambil memegang kepala besar dengan kedua tangannya.

__ADS_1


Aura sudah merasa ada yang aneh ketika sedang memutar informasi yang diterimanya sebelumnya, lalu melihat dengan jelas Beast di depannya. Hyena Beast itu seharusnya adalah kelompok Beast yang tinggal di padang rumput, dengan lokasi yang biasanya sangat dekat dengan teritori kelompok Beast lain yang hidup disana.


Konflik adalah suatu hal yang biasa bagi kelompok yang hidup dengan mencuri buruan kelompok Beast lain, dan kelompok seperti ini terlihat sampai dipaksa pergi dan hidup di dalam hutan.


“...Ada sesuatu yang memiliki kekuatan besar berhasil memaksa mereka melakukan itu!”


Leinn hanya mendengar itu dengan mata terbuka lebar, dengan Roland yang berdiri di sampingnya juga menunjukkan ekspresi terkejut.


Isla yang ada di samping mereka juga semakin pucat ketika mendengar penjelasan itu, yang sangat mungkin terjadi. Dia mulai berjalan dan meraih Linker Biru di balik meja panjang dan terlihat ingin menghubungi seseorang, sebelum Leinn mengulurkan tangannya untuk menghentikannya.


“Ya, tidak perlu kau pikirkan lagi masalah itu...”


“T-tapi Leinn! Ini akan menjadi masalah lanjutan...!”


Isla menyadari senyuman canggung di wajah Leinn, yang tidak terlihat khawatir sama sekali.


Dan ternyata alasan ketenangan itu akhirnya keluar juga.


“Twig sudah menyelesaikan masalah itu”


Leinn mulai melanjutkan ceritanya dari bagian mereka berdua menemukan dan mengusir sisa-sisa Hyena itu, lalu menemukan pancaran tenaga dari makhluk yang cukup kuat. Setelah mengikuti arah datangnya itu sampai keluar dari hutan, mereka menemukan seekor Beast besar yang berdiri sendirian di tengah padang rumput yang luas.


Sebelum mereka berdua bisa melakukan apa-apa, Twig langsung meluncur maju dan mulai bertarung dengan Beast itu. Setelah 30 menit pertarungan yang sengit, akhirnya...


Lalu akhirnya mereka mendapatkan alasan dari tidak terlihatnya ular itu, atau gumpalan transparan yang lain. Ternyata Twig masih belum selesai mencerna Beast yang ditelannya di sore sebelumnya, membuatnya tidak bisa mengecilkan tubuhnya.


Akhirnya dia terpaksa menunggu di salah satu sisi akademi karena kehancuran yang akan ditimbulkannya jika dia bergerak bebas di ukuran aslinya. Clear memilih untuk menemaninya dan mereka berdua berpisah dengan Leinn dan Roland yang pergi ke Pusat Misi untuk melaporkan selesainya misi mereka.


“Um...”


Aura dan Adeline merasa sedikit aneh, karena mereka menyadari diri mereka sangat kebetulan bertemu mereka seperti ini.


Jika mereka berjalan dengan lebih cepat dan sampai 10 menit lebih awal, mereka akan sampai lebih dulu dan dikejutkan oleh kedatangan mereka.


Jika mereka menunggu 10 menit dan mencoba menghubungi dua pemuda itu lagi, panggilan mereka akhirnya akan masuk.


“Jadi disinilah kita!”


Leinn menunjukkan senyumannya sambil merentangkan kedua tangannya, menyelesaikan ceritanya. Yang pertama berkomentar ternyata bukanlah dua gadis yang sedang menatapnya dengan aneh.


“Um... bagaimana dengan mayat Hyena Beast yang lain...?”

__ADS_1


Isla mengingat di bagian cerita dimana Leinn dan Roland berhasil memburu sekitar 20 Hyena Beast lain, dengan puluhan yang lain kembali ke padang rumput setelah Twig menelan Beast kuat itu. Tetapi dia tidak mendengar apa yang terjadi dengan mayat 20 Rank C Hyena Beast itu.


“Oh, orang-orang desa mengambilnya”


“E-eh... k-kenapa?”


“Dia memberikannya pada mereka”


Jawaban dari pertanyaan itu datang dari Roland yang hanya menunjukkan ekspresi datar, melihat reaksi gadis resepsionis di depannya itu.


Leinn sendiri terlihat tidak peduli dan meraih ke dalam saku celananya, menarik keluar tiga koin emas.


“Ya sudahlah, akhirnya aku punya uang lagi setelah sekian lama! Ayo cari makanan yang enak, aku yang traktir!”


Yang pertama menjawab adalah pemuda berambut pirang yang berdiri di depannya, yang langsung menggelengkan kepalanya.


“Aku akan menemani Twig sore ini, tidak punya waktu lagi untuk mengurusimu”


“Hah! Aku tidak sudi makan makanan yang dibayarkan olehmu!”


“Um, aku ada urusan dengan... guru teori sihir...?”


Dua jawaban yang mengikutinya juga tidak kenal ampun, menolak ajakannya begitu saja.


Leinn terlihat sedikit terpukul selama beberapa saat, sebelum terlihat seperti menyadari sesuatu. Dia langsung menoleh ke sampingnya, ke arah gadis yang baru saja kembali ke balik meja resepsionis dan terlihat sedang menghubungi seseorang untuk memindahkan tubuh Beast di depannya.


“Bagaimana dengamu, Isla? Ingin mencari makanan bersamaku?”


“Pfft...?!”


Isla tidak menyangka akan menerima ajakan mendadak itu dan menjadi salah tingkah, dia sampai memutuskan hubungan panggilan di Linker Birunya.


“A-apa... a-aku tidak b-bisa...? Aku p-perlu disini!”


“Oh... ya sudah kalau begitu”


Leinn terlihat sangat kecewa dan mulai berjalan meninggalkan bangunan itu, melewati Roland yang bereskpresi datar, Adeline yang terlihat sangat terkejut, dan Aura yang terlihat sedang syok.


Isla juga berusaha menyembunyikan wajahnya yang sudah memanas, dan sedikit menyesali jawaban paniknya itu.


 

__ADS_1


 


__ADS_2