Returning Humanity

Returning Humanity
Ch. 140 – Lorong-lorong Batu


__ADS_3

Mountain Crawler adalah Beast yang berbahaya, itu adalah sesuatu yang tidak terbantahkan di antara Hunter di seluruh benua Gaiafell. Tetapi satu hal yang membuat Leinn merasa sedikit aneh adalah ketika Aura menjelaskan bahwa Worm Beast ini adalah Beast yang sangat teritorial.


Ini berarti, tidak akan ada lebih dari dua atau tiga Mountain Crawler di dalam satu gunung batu. Mereka juga akan menyerang satu sama lain jika tidak sengaja bertemu, membuat keadaan saat ini sangat spesial.


Yang disebabkan oleh satu hal saja, karena ada satu Mountain Crawler yang akan menembus dinding pembatas dan meloncat menjadi Rank A Beast. Tidak ada satupun orang yang tahu apa alasannya, tetapi ini adalah hasil penelitian tentang cara hidup Mountain Crawler, yang akan berkumpul dan mulai berkembang biak dengan kecepatan tinggi di sekitar satu Mountain Crawler itu.


Mountain Crawler yang akan mencapai Rank A biasanya memilih satu gunung batu baru untuk menjadi sarangnya dan akan menarik sampai beberapa puluh Mountain Crawler dewasa lainnya bersamanya.


Hasilnya adalah situasi saat ini, dimana bukan hanya pertambangan ini sudah diacak-acak dan menjadi seperti labirin tiga dimensi, yang juga bisa memuntahkan penggiling daging tanpa tanda apapun dari temboknya.


“Tiga...”


Leinn melihat pedang di tangannya dan mulai mengerutkan kedua alisnya, melihat permukaan pedang putih itu sudah sedikit lecet. Dia lalu menyarungkan kembali pedangnya dan meletakkan telapak tangannya di permukaan tubuh Beast di depannya.


Whoong...!


Mana ungu menyebar dan kembali ke telapak tangan itu dalam kurang dari satu detik, berhasil memberitahu Leinn apa yang perlu dia ketahui. Dia menoleh ke belakang dan melihat dua tubuh Mountain Crawler yang lain sebelum kembali berjalan menelusuri lorong di depannya lagi.


“Ruff”


Rufus hanya mengendus lubang tempat tiga Worm Beast yang mendadak muncul sebelumnya lalu kembali menyusul Leinn lagi, bersama-sama menelusuri lorong itu.


Mereka sudah berjalan selama tiga puluh menit dan bahkan sesekali menemukan bagian tambang dengan penerangan yang lumayan bagus, tetapi sasaran mereka masih belum terlihat sama sekali.


Lorong-lorong yang dijalaninya juga memiliki ukuran yang berbeda, dengan yang terkecil hanya memerlukan dirinya merentangkan kedua tangannya untuk menyentuh dinding di kedua sisinya.


Leinn bisa melihat banyak keberadaan di sekitarnya tetapi mereka semua memiliki kekuatan yang kurang lebih sama, tidak menunjukkan satu Mountain Crawler yang seharusnya berada di tingkat Rank B Puncak.


“...”


Leinn mengingat satu kalimat terakhir yang diucapkan Aura sebelum mereka berangkat, yang disampaikannya dengan penuh kesulitan.


‘Keselamatan penduduk... adalah prioritas kedua’


Apapun yang terjadi, dirinya harus bisa menghabisi satu Mountain Crawler itu.


“Hm?”


Leinn merasakan area disekitarnya menjadi lebih terang dan tentu saja, dirinya sampai ke sebuah area yang cukup terbuka. Beberapa Lampu Mana dapat terlihat masih menyala walaupun sudah berkedip-kedip, menerangi bagian tambang yang memilki tinggi lebih dari sepuluh meter dengan lebar tiga puluh meter di depannya.


Sepertinya ini salah satu bagian yang menjadi tempat dikumpulkannya hasil tambang, melihat ada lima Mountain Crawler besar yang sedang memperebutkan apa yang tersisa disini.


“Krak...krak...!”

__ADS_1


Crack-crack... crack!


Lima Worm Beast yang akhirnya menyadari kebereadaan pendatang baru itu langsung menjadi waspada dan bergerak dengan cepat di dinding batu di sekitar mereka. Kaki-kaki kecil yang sudah dilapisi batu tajam bergerak dan menjadi pengait yang membiarkan mereka bergerak di dinding batu seperti di tanah rata.


Mereka bisa merasakan getaran-getaran luar biasa kecil dari tubuh dua makhluk baru itu dengan seluruh tubuh mereka. Ini adalah cara Mountain Crawler mengetahui posisi buruannya tanpa memiliki indra penglihat atau pendengar apapun.


“Grrr...”


Rufus yang baru keluar dari lorong sempit di belakangnya langsung kembali ke ukuran semulanya dan mengambil posisi rendah, siap menerkam apapun yang berani mendekatinya.


Leinn di sampingnya melihat lima Beast itu dan langsung mengetahui mereka berlima memiliki kekuatan Rank B Menengah. Mengalahkan mereka berlima bukanlah hal yang sulit, tetapi lokasi mereka saat ini sangat tidak menguntungkan.


Leinn dan Rufus tidak memiliki kemampuan untuk berenang di dalam batu keras, jadi jika salah satu dari lima Beast itu melarikan diri karena merasa terdesak dan memanggil bantuan, mereka hanya akan bisa melarikan diri juga.


Jadi...


“Hah...”


...dia hanya memiliki waktu sedikit.


“Kra-“


Tap


Crack-boom!


Percikan api menerangi area sekitar sekejap yang diikuti dengan suara hantaman keras yang dihasilkan benturan tubuh batu besar dengan permukaan batu gua.


Hal itu langsung membuat mereka mengetahui posisi manusia itu, bersama dengan kenyataan bahwa salah satu dari mereka telah jatuh.


Leinn berputar di udara sekali dan mendaratkan kakinya, sambil menyarungkan kembali pedangnya dan menemukan empat lubang penuh taring sedang menatapnya balik. Taring-taring itu tiba-tiba mulai berputar dengan cepat seperti mesing penggiling daging.


“Wow, itu cukup hebat”


Seperti menganggap itu sebagai pemicu, empat Mountain Crawler itu langsung menggeliat dengan cepat ke arahnya, berniat mengoyaknya begitu saja. Tetapi mereka semua melupakan satu hal yang lain.


“Grrr...!”


Leinn merendahkan kuda-kudanya sambil menggenggam ganggang pedangnya dengan erat, dengan tatapanya yang tidak terlepas dari serigala besar yang sedang menatapnya balik juga.


Tanpa aba-aba, mereka berdua bergerak secara bersamaan, dengan Leinn yang mengincar satu Mountain Crawler yang hampir mencapainya dan Rufus yang menerkam satu yang paling tertinggal.


“Clear Sky Style”

__ADS_1


Tang!


Tebasan pedang menyamping Leinn membentur sisi mulut Mountain Crawler yang hampir mencapainya dan hanya mengikis sedikit batu di bagian luarnya sambil menghasilkan percikan api lagi, tanpa menghentikannya.


Mengira manusia di depannya gagal menghentikannya, Mountain Crawler itu langsung mendorong mulutnya dengan menggunakan seluruh berat tubuhnya, tidak melihat Leinn yang sudah memunggunginya.


Dengan posisi yang sediit canggung itu, Leinn memasukkan semua Mana yang dikumpulkannya sekejap itu ke dalam pedangnya dan dengan satu tarikan kuat,


[Tearing Gale]


Energi berbentuk lingkaran penuh muncul dan menyebar dari putaran seluruh tubuh Leinn, memotong mulut Beast besar di depannya dan memukul mundur dua yang hampir mencapainya juga.


Boom!


Seluruh bagian kepala atas dan depan Mountain Crawler itu jatuh bersama tubuh besarnya, tidak bergerak lagi.


Leinn tidak menyia-nyiakan kesempatan itu dan langsung memukul permukaan tubuh besar di depannya dengan sarung pedangnya, mendorong tubuhnya ke sasaran berikutnya.


“Clear Sky Style”


Tubuhnya mulai berputar-putar di udara sebanyak beberapa kali dan hanya menunjukkan garis cahaya biru yang terbentuk dari pedangnya yang sudah bersinar terang.


[Moving Cloud!]


Satu hentakan kuat dan gelombang pedang besar keluar dan menghantam salah satu dari dua Mountain Crawler itu, mendorong tubuh raksasanya dari tanah ke arah dinding batu di belakangnya.


Boom!


Getaran kuat timbul bersama dengan ledakan besar yang memecahkan seluruh pelindung tubuh Beast itu, yang cukup untuk mencabut nyawanya juga.


Mountain Crawler yang masih berdiri di satu sisi itu merasakan tiga yang baru saja menyerang itu sudah berhenti bergerak, membuat akalnya yang masih terbatas sekalipun mengetahui bahwa bertarung dengan makhluk di depannya hanya akan berakhir buruk.


Srk...


Jadi dia berencana melarikan diri dengan menggunakan satu Mountain Crawler yang ada di belakangnya, sebelum menyadari getaran yang baru saja terasa tidak jauh di belakangnya itu sangat berbeda dengan getaran yang seharusnya dihasilan tubuh batu besar seperti miliknya.


“Grrr...”


Dan tentu saja, di atas tubuh seekor Mountain Crawler yang sudah tidak bergerak adalah seekor serigala putih raksasa dengan serpihan batu di dalam mulutnya.


 


 

__ADS_1


__ADS_2