Returning Humanity

Returning Humanity
Ch. 38 – Sebuah Nama


__ADS_3

Aura berhenti menyisir Rufus dan melihat ke arah mereka berdua.


Gorilla Beast itu duduk menunggu jawaban dari Leinn yang terlihat sedang merenungkan sesuatu.


“Hoh?”


Leinn menyadari arti dari dirinya memberi nama Gorilla Beast di depannya itu. Ini akan menjadi sebuah janji antara mereka berdua, janji untuk membuat Contract sekaligus menjadikan mereka berdua partner seperti dirinya dan Clear.


Renungannya itu tidak memakan waktu yang lama, karena dia sudah berencana membuat Contract dengannya sejak awal.


“Baiklah”


“Hoh!”


Sebenarnya dia tidak mengetahui berapa lama sebelum dirinya bisa membuat Contract dengan Rank B+ Beast sepertinya. Dia sebenarnya tidak yakin Gorilla Beast itu tidak akan berubah pikiran selama menunggunya.


Dengan permintaan ini, Gorila itu secara tidak langsung sudah memastikan pilihannya tidak akan berubah.


Leinn hanya bisa membalas perasaan yang dia sampaikan itu dengan serius.


“Mulai hari ini, kau akan memiliki nama...”


“Hoooh?”


Leinn mulai mencari nama yang cocok untuknya. Pikirannya berputar dengan cepat dan dia teringat dengan wujud baju zirahya yang berhasil menahan salah satu serangan terbesarnya.


“...Basalt...”


“Hoh?”


Leinn menganggukan kepalanya dan menatap Gorilla Beast di depannya.


“Basalt, itulah nama yang kupilih untukmu”


“Hoh... Hoh Hoh!”


Gorilla Beast... Basalt terlihat puas menerima nama itu. Dia mulai melakukan tarian aneh dan berjalan menjauh.


Leinn hanya menggelengkan kepalanya dan pergi berbaring tidak jauh dari tempat Aura duduk.


Angin lembut terasa nyaman ketika menyapu wajahnya, membuat suasana kembali tenang seperti tidak ada apa-apa yang terjadi.


Aura menyisir bulu Rufus dengan perasaan muram, memikirkan satu hal yang terasa aneh.


“Leinn...”


“Ada apa?”


Leinn langsung menjawab panggilannya bersamaan dengan tangannya yang berhenti menyisir bulu Rufus, lalu Aura mulai menyampaikan hal yang mengganggunya.


“Bartolomeo Schwein... dia adalah calon siswa tahun ini seperti kita berdua, tetapi...”


Leinn bangun ke posisi duduk dan langsung menatap Aura.


“Ya. Dia tidak melakukan tes yang sama dengan kita”


Dari tempat Leinn duduk ke arah perkemahan, melewati itu dan tembok tinggi kota akan menghadang. Terus melewati jalan kota yang ramai sampai ke pusat kota dimana tembok yang tidak kalah megah berdiri melindungi bagian paling penting dari kota itu.


Akademi Red Dawn, tempat berkumpulnya calon-calon Hunter termuda yang telah menghasilkan banyak Hunter ternama di seluruh benua.


“Dia seharusnya melakukan tes di akademi untuk mereka yang sudah memiliki Contracted Beast”

__ADS_1


Kecemasan Aura terbukti benar ketika mendengar jawaban Leinn.


“Kalau begitu... bagaimana dia bisa mengetahui situasi... Basalt?”


Aura menoleh ke arah Gorilla yang terlihat sudah selesai menari lalu mulai membesar dan mengecilkan tubuhnya lagi.


Leinn juga melihat kelakuan Basalt itu dan tersenyum.


“Ya... selain kita berdua, di perkemahan itu sekarang hanya ada tiga orang yang mengetahui informasi itu”


Leinn menoleh ke arah Aura sesaat lalu kembali berbaring di rumput, memejamkan matanya.


Aura terdiam sejenak, lalu melanjutkan menyisir Rufus di pangkuannya. Sensasi lembut di tangannya berhasil menenangkan hatinya yang gelisah.


...


Waktu terus berlalu, semakin banyak orang keluar dari dalam hutan dan beberapa bahkan terlihat cukup terluka tanpa membawa Beast di belakang mereka. Orang-orang ini hanya menoleh sejenak ketika melihat dua tenda yang berdiri sendiri di tengah padang rumput sebelum melanjutkan langkah mereka ke perkemahan.


“Ya, seperti itu”


Ketika Leinn merasa bosan berbaring di rumput, dia mulai berlatih lagi. Kali ini dia melakukan beberapa gerakan serangan dengan tangan kosong.


Basalt yang melihat ini menjadi tertarik dengan teknik Leinn dan memintanya untuk mengajarinya.


Bham


“Lebih cepat! Itu hanya menggunakan kekuatan lenganmu saja!”


Pertama Leinn menolak permintaannya itu. Dia menjelaskan tekniknya itu mengutamakan pertahanan dan membalikkan serangan lawan dengan teknik detil, tidak cocok dengan Basalt yang memiliki otot besar dan tenaga yang lebih besar lagi.


Tetapi setelah melihatnya mengeluarkan ekspresi murung, akhirnya Leinn mengajari salah satu teknik serangan tangan kosongnya.


“Sedikit lagi! Kali ini putar tubuhmu sepenuhnya!”


Setelah melihat Basalt mempelajari teknik itu dengan cepat, dia juga menjadi lebih bersemangat dan berkonsentrasi penuh mengajarinya.


Beberapa orang dari perkemahan juga memperhatikan Gorilla Beast setinggi 80 sentimeter itu berdiri di depan batu karang setinggi 10 meter dan memukulnya berulang kali dengan telapak tangannya, mengeluarkan suara ledakan yang semakin keras pukulan demi pukulan.


Boom


“Sempurna! Kali ini dengan tenaga seluruh tubuhmu, teriakkanlah!”


Batu yang dihasilkan oleh sihir elemen tanah Basalt itu sudah memiliki beberapa cap telapak tangan di sekitarnya. Tanah tempat dia berpijak juga terlihat beberapa jejak hentakan kakinya, dengan kedalaman yang berbeda.


Serangan ini adalah teknik murni yang tidak memakai Mana sedikitpun, menggunakan seluruh tubuhnya dan menembakkan gelombang serangan dari telapak tangan yang menyentuh sasarannya. Pukulan terakhir dari Basalt bahkan menggeser batu karang itu sejauh 10 sentimeter.


Satu tarikan nafas tajam, hentakan kaki kanan keras, energi dari kakinya itu mengalir ke tubuh yang berputar cepat dan melipatgandakan energi itu.


“Hoooh!”


Energi itu mengalir ke lengan penuh ototnya dan dia lepaskan.


“Boom!”


Karena posisi serangan yang berasal dari bawah itu, batu karang itu akhirnya terpental ke udara sejauh dua meter karena dorongan ke atasnya. Retakan besar menyebar dari lubang berbentuk telapak tangan itu dan menyelimuti seluruh tubuh karang setinggi 10 meter itu.


Leinn menganggukkan kepalanya dengan puas melihat ini.


“Bagus”


“Hoh?”

__ADS_1


Boom!


Batu itu mendarat setelah melayang sejauh 5 meter, kemudian pecah berkeping-keping dan menyebarkan debut tebal ke sekitarnya.


Basalt hanya menatap telapak tangan kanannya, menyadari dirinya telah bertambah kuat. Kekuatan besarnya telah berhasil dia lipat-gandakan dengan teknik yang dia terima. Dia menghadap Leinn dan menundukkan kepalanya, menunjukkan rasa terima kasihnya.


“Hoh!”


“Tidak perlu kau pikirkan, kau menguasainya dengan kemampuanmu sendiri”


Leinn menyadari potensi Basalt yang bahkan dirinya sendiri belum sadari. Menguasai Telapak Pembalik Gunung kurang dari empat jam memerlukan kemampuan komprensif yang tidak kecil. Dia sudah bisa membayangkan arah perkembangan yang cocok untuk Basalt.


“Baiklah. Lain kali aku akan mengajarimu teknik lain”


“Hoh”


“Sekarang... tingkatkanlah pengertianmu tentang teknik itu”


“Hoh!”


Basalt mulai menggali dan membuat batu karang dengan ukuran yang sama dengan sebelumnya dan mulai berlatih lagi.


Leinn kembali ke tempat beristiratnya dan menemukan Aura sedang memerhatikan Basalt yang sedang berlatih, lalu duduk dan mulai berpikir sejenak.


“Hei” ucap Leinn pendek


“Eh?”


Aura menoleh setelah merasa dirinya dipanggil dan menemukan Leinn menatapnya.


“Apa kau ingin mencoba itu juga?”


“Huh? Uh, a-aku tidak mungkin bisa melakukan itu! Tubuhku juga sangat lemah dan kecil...”


Leinn menggelengkan kepalanya setelah mendengar jawaban itu.


“Teknik itu bukan teknik biasa, kau tidak perlu tubuh yang kuat untuk mempelajarinya”


Aura menatap Leinn yang mulai melihat langit jauh, terlihat mengenang sebuah ingatan lama.


“Ini adalah teknik untuk memungkinkan ‘lemah mengalahkan kuat’”


Dia kembali menatap Aura, dengan sebuah senyuman lebar muncul di wajahnya.


“Aku mempelajarinya karena itu terdengar keren”


“Eh...”


Leinn tidak memaksanya dan kembali berbaring di rumput, sedangkan Aura menatapnya sejenak sebelum mengalihkan perhatiannya ke Basalt yang sedang berlatih.


Rufus terlihat memerhatikan Basalt dengan serius di samping Aura.


Suara keras dapat terdengar berulang-ulang di padang rumput itu, tidak membiarkan orang-orang di perkemahan mendapatkan ketenangan.


“Hoh!”


Boom!


 


 

__ADS_1


__ADS_2