Returning Humanity

Returning Humanity
Ch. 61 – Seorang Adik


__ADS_3

“Dia melihatmu bukan sebagai dirimu sendiri, tetapi sebagai adiknya yang sempurna. Adik dari Pahlawan besar tidak mungkin seseorang yang gagal bukan? Dia adalah seseorang yang delusional”


Perkataan tajam keluar satu demi satu dari mulut Leinn yang masih melambaikan tangan kanannya, tidak memedulikan apapun yang dikatakan oleh Aura.


Aura mulai merasakan suatu perasaan aneh muncul dan mulai membesar di dalam dadanya.


“Dia menginginkan seorang adik yang jenius, maka dia melihat apa yang ingin dia lihat. Dia tidak lebih dari pria egois delusional”


Perasaan negatif di pikirannya sebelumnya mulai tersapu bersih, digantikan oleh perasaan negatif baru yang asing.


“Di tengah jalan untuk memenuhi ambisinya, dia mengorbankan orang tuanya sendiri. Perbuatan itu menjadikannya seorang anak durhaka, egois, dan delusional”


“Diam...”


Suara kecil yang bergetar dapat terdengar, kali ini bukan karena kesedihan.


Leinn hanya berhenti sejenak, lalu meneruskan perkataannya.


“Dan yang paling parah adalah dia tidak menyadari akibat dari delusinya. Dia membuat adik imajinasinya menggantikanmu, menjadikanmu seperti sekarang. Dia tidak lebih dari seorang Pria durhaka, egois, delusional, dan seorang kakak yang buru-”


“AKU BILANG DIAM!”


Boom...!


Ledakan Mana Merah muncul secara tiba-tiba dan menyebar ke segala arah.


Aura sudah berdiri dari tempat duduknya dan mengeluarkan Mana dari seluruh tubuhnya tanpa disadarinya.


Ekspresi murka bisa terlihat di wajahnya yang dihiasi oleh bekas air mata yang sudah mengering.


“Kau tidak tahu apa-apa tentang Kak Blaze! Kenapa kau terus mengeluarkan omong kosong seperti itu?! Kau tidak mengetahui apa yang kulalui, apa yang telah dilakukan olehnya untukku...!”


Bersamaan dengan setiap katanya yang keluar itu, gelombang ledakan Mana itu perlahan-lahan mulai bertambah kuat. Rambut dan seluruh tubuhnya juga terlihat menyala menerangi taman itu.


Aura mulai berjalan ke depan Leinn yang masih duduk diam, tidak membalasnya.


“Jika kau berpikir seperti itu, aku akan membuktikanmu salah! Lihat saja nanti-“


“Hahahaha...!”


Aura dikejutkan oleh tawa keras yang tiba-tiba keluar dari mulut Leinn itu.


Dia melihat kelakuan ini dan merasa semakin... marah?


Ini... kemarahan? Pikiran itu melintas cepat di kepalanya.


“Huh?”


Aura juga melihat telapak tangannya dan menyadari tubuhnya yang sedang menyala.


Perasaan terkejut itu membuat kemarahannya berkurang drastis, diikuti cahaya dari tubuhnya yang mulai meredup.


“...hahahaha...”


Tentu saja Leinn tidak menyadari itu dan hanya meneruskan tawanya, dia bahkan memegang perutnya yang mulai terasa sakit.


Aura kembali bertambah kesal lagi melihat tawa yang tidak berhenti itu.


“A-apanya yang lucu?!”

__ADS_1


“...haha... kenapa lagi kau ingin bertemu denganku...?”


Pernyataan itu membuat Aura sangat terkejut sampai membuatnya mengambil satu langkah mundur.


Dia kembali mengingat dirinya yang mulai menceritakan masalahnya pada Leinn, berharap dia bisa membantunya lagi.


Tetapi dia malah mulai meneriakinya.


Leinn hanya menggelengkan kepalanya melihat Aura yang berdiri diam sambil menatapnya dengan tatapan kesal itu.


“Percayalah pada dirimu sendiri, kau sudah jelas memiliki kekuatan yang besar. Perasaan negatifmu itu terlalu tidak berdasar.”


Aura menundukkan kepalanya dan tidak bergerak dari sana setelah mendengar itu, sepertinya mengerti apa alasan Leinn mengatakan semua hal itu.


Tentu saja mengerti dan menerima adalah dua hal yang berbeda.


“...kau tidak perlu menghina Kakak Pertama seperti itu...”


“Ya ya, aku minta maaf menghinanya. Beruntung sekali dia memiliki seorang adik yang sangat mencintainya”


Perasaan yang baru itu mulai memenuhi kepalanya lagi, kali ini dengan alasan yang berbeda.


Aura mengangkat kepalanya dan melihat Leinn yang menggelengkan kepalanya sambil tersenyum kecil.


“Hmph!”


Aura hanya mendengus kesal dan berbalik untuk meninggalkan Leinn di sana sendiri, berjalan pergi dengan perasaan campur-aduk.


Perasaan kesal dari perkataan Leinn tentang Kakaknya.


Perasaan lega dari berhentinya pikiran pesimisnya sendiri.


Perasaan kesal lain yang tidak jelas setelah mendengar perkataan terakhirnya itu.


“Jika kau tidak bisa percaya pada dirimu sendiri, dan kau juga tidak bisa percaya padaku...”


Leinn tiba-tiba mulai berbicara pada gadis yang sudah melangkah pergi meninggalkannya itu.


“...percayalah pada Kakak Pertamamu yang percaya padamu”


Aura tidak menghentikan langkahnya dan terus berjalan, seolah-olah dia tidak mendengar perkataan itu.


Dia juga meletakkan tangan kanannya di dadanya, berusaha mencari tahu apa hal terakhir yang sedang dirasakannya.


Perasaan... baru, yang tidak dikenalinya.


“Hm...”


Leinn melihat punggung Aura yang semakin menjauh sampai tidak kelihatan lagi, lalu melompat berdiri dan kembali memikul tas besarnya sambil membawa Clear di tangan kanannya.


Dia mulai merasakan beberapa orang yang sedang mendekat ke sini setelah mendengar ledakan-ledakan yang terjadi sebelumnya.


Dia menoleh untuk terakhir kalinya, lalu berlari meninggalkan tempat itu juga.


Tempat yang dilihatnya itu, tempat Aura berdiri dan meneriakinya...


Salah satu ujung rumput hijau itu, terlihat berwarna hitam.


...

__ADS_1


Suara percakapan dari ratusan orang dapat terdengar memenuhi stadium, mereka yang datang untuk melihat pertarungan hari kedua dari turnamen junior itu dan kali ini dengan jumlah penonton lebih dari tiga kali lipat dari hari sebelumnya.


“Pangeran Petir akan menghabiskan mereka semua dan menjadi pemenang mutlak!”


“Ha, Tidak akan semudah itu! Apa kau tidak mengetahui kalau adik dari anggota kelompok ‘Heaven Sun’ juga akan bertarung hari ini?”


“...benar yang kau katakan! Kenapa aku tidak melihat nama itu di kelompok yang melakukan tes sebelumnya?”


“Dia tidak melakukan tes di akademi...”


Penonton-penonton itu mulai berdebat tentang siapa yang akan berakhir sebagai pemenang akhir, dengan Roland sebagai jawaban mayoritas.


Roland Azure yang dikatakan memiliki potensi yang sama dengan Pahlawan Matahari Blaze Flameheart.


Mereka tentu saja datang untuk melihat bukti nyata dari rumor itu.


Bakat setinggi langit yang diketahui hampir semua orang setelah kejadian besar tiga tahun yang lalu olehnya, dan perasaan menyesal dari orang-orang yang gagal membuat hubungan dengan Blaze Flameheart. Ini adalah dua hal utama yang membuatnya berusaha didekati begitu banyak orang.


Dan karena usaha mendekati Roland itu, beberapa hal tidak biasa terjadi di tahun ini.


“Tetapi, memang hebat usaha orang-orang itu untuk mendekati Pangeran Petir ya...” ucap salah satu penonton saat melihat kelompok yang duduk di deretan khusus untuk murid baru yang kalah di hari sebelumnya, “Benar-benar sangat beragam”


Pertama, orang-orang biasanya mendaftar ke akademi saat mereka mencapai umur 16 tahun. Ini dapat terlihat dari kelompok yang tidak memiliki Beast sebelumnya itu, berisikan orang-orang dengan umur 16 sampai 18 tahun.


Ini seharusnya tidak akan berbeda pada kelompok yang melakukan tes di akademi dengan Beast mereka, tetapi kenyataanya sangat berbeda. Pendaftar kali ini berada dalam jarak 10 sampai 23 tahun.


Keluarga-keluarga yang ingin membangun hubangan dengan Roland mengirimkan anak-anak dan perwakilan mereka untuk masuk ke akademi sebagai penghubung. Soal berhasil atau tidak, mereka hanya bisa menunggu waktu.


Kedua, dia memiliki Beasts paling kuat tanpa perlawanan di generasinya.


Tanah yang terkoyak dan pemandangan alam yang berubah sudah hal biasa disaat Roland membiarkan Beasts-nya lepas.


Dan ketiga, kekuatan pribadinya yang luar biasa.


Roland sudah diperkirakan telah jauh melampaui hampir semua Hunter Profesional di sekitarnya, membuatnya menjadi sesuatu yang sangat sulit dihentikan.


Sifat khusus yang dimilikinya juga membahayakan orang-orang yang berada di sekitarnya secara terus-menerus.


“Jadi...”


Sebagian besar dari mereka datang hari ini untuk melihat pemuda paling berbakat itu, dan sebuah rumor lain yang berhubungan dengannya.


“...dimana Monster yang dimaksud itu?”


Sebuah rumor aneh yang tiba-tiba menyebar di seluruh akademi dan kota itu dalam kurang dari 24 jam.


Sebuah rumor tidak masuk akal, tentang seorang pemuda berambut hitam.


Pemuda lain yang memiliki kemampuan berimbang dengan Pangeran Petir itu, hal yang tidak akan bisa dipercaya tanpa ratusan saksi mata yang mengatakan hal yang sama.


Rumor itu juga menjadi salah satu alasan lain dari ramainya jumlah penonton itu.


Hampir separuh murid yang ada di akademi saat ini telah berkumpul disini, jumlah yang tidak pernah terjadi di hari kedua turnamen junior sebelumnya.


Dan monster yang menjadi bahan percakapan itu saat ini sedang...


“Zzz...”


Tidur berdiri.

__ADS_1


 


 


__ADS_2