
Pohon-pohon dengan tinggi melebihi 30 meter memenuhi pandangan ke semua arah, membuat hutan ini terlihat sangat megah. Beberapa binatang kecil dapat terlihat bergerak dan mengurusi urusan mereka sendiri sampai tiba-tiba...
Swoosh!
Sebuah bayangan bergerak dengan cepat diantara pepohonan tinggi itu, mengejutkan mereka semua.
“aaaa.....” suara jeritan lemah dapat terdengar datang dan pergi bersamanya.
Kemudian bayangan itu berhenti setelah berlari selama 10 menit dalam kecepatan penuhnya dan mulai melihat-lihat sekitarnya.
“Disini terlihat cukup bagus”
Identitas bayangan itu tidak lain adalah Leinn yang sedang membawa Aura di tangannya, dengan senyuman lebar di wajahnya.
Dia berhenti dibawah pohon besar yang terlihat setidaknya memiliki tinggi 50 meter, yang akar-akarnya sudah membentuk lubang yang cukup besar yang bisa dipakai sebagai tempat beristirahat.
“L-leinn!” jeritan lemah tiba-tiba terdengar.
Suara itu membangunkan Leinn yang sedang memeriksa pohon besar di depannya itu.
“Oh, maaf” dia menurunkan gadis di tangannya itu kembali ke tanah.
Aura langsung jatuh terduduk dan mulai berusaha menstabilkan nafasnya.
“Huff... huff...” gadis itu terlihat sangat kelelahan.
Melihat keadaan gadis di depannya itu, Leinn hanya menunjukkan ekspresi bingung.
“Kenapa kau yang kehabisan nafas?” ucapnya sambil menaikkan satu alisnya.
Melihat Aura yang masih tidak bisa bergerak itu, Leinn mulai memeriksa keadaan di sekitarnya untuk memastikan tempat itu memang sudah aman atau belum. Dia juga melihat beberapa binatang kecil terlihat sedang melarikan diri dari arah hutan yang lebih dalam.
Dia melihat makhluk-makhluk itu melewati tempat mereka berdiri dan mengambil keputusan.
“Aku akan kesana” Leinn menunjuk ke arah datangnya binatang-binatang kecil yang dia lihat.
“Phew... huh?” Aura melihat pemuda di depannya itu.
Baru saja berhasil mengembalikan nafasnya, dia sudah melihat punggung Leinn yang mulai berjalan lagi.
“T-tunggu aku!”
Aura mulai berlari menyusul Leinn dan mulai berjalan disampingnya.
Dia juga sesekali menoleh ke arah pohon besar di belakangnya dan berpikir sejenak, kenapa Leinn tiba-tiba berjalan meninggalkan pohon itu setelah mengatakan itu sudah cukup bagus?
Mereka berdua terus berjalan dan Leinn tidak terlihat akan mulai membagi alasannya itu.
“K-kemana tujuan kita berjalan?” akhirnya Aura menanyakan apa yang sudah dia pikirkan sejak tadi.
“Entahlah”
Aura menatap separuh wajah pemuda di sampingnya itu lalu menyadari bahwa dia memang serius tidak mengetahui tujuan mereka.
__ADS_1
“Eeeh....”
Melihat Leinn tidak berkata apa-apa setelah itu, Aura memilih untuk menanyakan beberapa hal lain yang membuatnya penasaran.
“J-jadi, Beast seperti apa yang akan kau lakukan Contract?”
“Contract ya...?”
Leinn mengangkat wajahnya dan mulai berpikir selama beberapa saat, lalu menoleh ke sampingnya.
“Sebenarnya apa itu?”
“...eh? K-kau tidak tahu apa itu Contract, lalu k-kenapa kau ingin menjadi Beast Trainer...?”
Leinn menatap wajah Aura tanpa menghentikan langkahnya.
“Aku kesini hanya untuk memenuhi Janjiku. Selain menggunakan Beast sebagai partner mereka, aku tidak tahu apa-apa tentang hal ini”
Aura memasang ekspresi seperti tidak percaya dengan apa yang baru didengarnya itu.
“T-tapi tes pertama kan m-membuat Contract dengan Beast di hutan ini sebelum waktu habis...?”
“Ya? Aku hanya perlu menangkap seekor Beast dan membawanya ke pengawas tadi bukan?”
“Tentu saja bukan! Bagaimana kau bisa sampai kesini tanpa mengetahui tes yang kau jalani?! Ini sudah jelas jalur tes untuk calon murid yang belum memiliki Contracted Beast mereka sendiri!”
Mereka berdua sudah berhenti berjalan.
Leinn mulai menganggukan kepalanya setelah mendengar penjelasan dan mulai menatap Aura dengan serius.
“Ya singkatnya, Contract ini memang menjadikan Beast sebagai partnermu, mereka akan bertumbuh kuat dan bertarung bersamamu. Jika kau bertambah kuat maka Contracted Beastmu juga akan bertambah kuat, dan jika Contracted Beastmu bertambah kuat maka kau juga akan bertambah kuat, ini adalah kelebihan terbesar seorang Beast Trainer” Aura mulai menarik keluar pengetahuannya tentang Contract dari ingatannya.
“Oke...” Leinn mulai merenungkan informasi baru itu.
“Ada dua cara paling terkenal dalam pembuatan Contract. Cara pertama dengan membuat Beast yang akan menjadi sasaran Contract menyukaimu, dan menerima Contract dengan keinginannya sendiri”
“Hm...” Leinn menganggukkan kepalanya sambil mengeluarkan suara kecil.
“Cara kedua adalah mengalahkan Beast satu lawan satu. Beberapa Beast Rank C dan Rank B keatas memiliki tingkat kepintaran yang tinggi. Jika kau bisa membuat mereka mengakui kekuatanmu, mereka akan mencoba mengikutimu dan kau bisa membuat Contract dengan mereka begitu saja”
Mendengar ini membuat Leinn menjadi sangat tertarik dan mulai berjalan lagi.
Aura juga tersadar dan kembali berjalan juga.
Beberapa saat kemudian, mereka berdua melihat bayangan yang sedang duduk di samping satu pohon dan terlihat seperti sedang mengunyah sesuatu. Bahkan dari kejauhan mereka bisa melihat ukurannya itu cukup besar.
Makhluk ini menyadari pendatang baru dan terlihat tidak senang seseorang mengganggu waktu makannya.
“...!” Aura menahan teriakan kagetnya ketika melihat pemandangan di depannya.
Mayat rusa merah tergeletak tidak bernyawa di depan seekor beruang biru besar.
Tubuh rusa ini sudah hampir dimakan habis, menyisakan kepala dan tulang-tulangnya yang berserakan di sekitarnya.
__ADS_1
Beast itu berdiri dan seluruh tubuhnya menjadi terlihat jelas.
Dengan tinggi badan mencapai tiga meter, bulu biru gelap dan cakar besar di keempat kakinya, membuat Beast ini terlihat cukup berbahaya.
“Grrr...” geraman rendah keluar dari mulut binatang buas itu.
“R-rank C Beast, Blue Grizzly...” Suara bicara Aura terdengar mulai bergetar.
Blue Grizzly itu kembali berdiri dengan empat kaki dan mulai menundukkan kepalanya, pandangan buasnya tidak pernah lepas dari mereka berdua.
Jarak mereka dan beruang ini hanya sedikit kurang dari 50 meter, dan Beast itu sama sekali tidak menurunkan kewaspadaannya.
Leinn hanya berdiri menatap Blue Grizzly itu sambil tersenyum kecil.
“GRAAAWR!”
Bersama dengan auman kerasnya, Blue Grizzly itu mulai berlari ke arah mereka berdua.
Aura mulai menjadi panik, tetapi berubah menjadi kaget ketika melihat pemuda di depannya mulai berjalan maju dengan santai.
Leinn terlihat tidak berniat menarik keluar senjatanya dan hanya melangkah sambil menatap beruang yang sudah hampir mencapai posisinya itu dengan tenang.
Beruang itu akhirnya sampai di depan pemuda itu dan meloncat sambil mengayunkan cakar besarnya ke arah kepala di depannya.
“Graw-!”
Bham!
Auman itu terpotong pendek oleh suara benturan yang cukup keras.
“Huh...?”
Blue Grizzly itu sudah lenyap dari tempat berdirinya sebelumnya dan muncul di atas salah satu cabang pohon besar.
Aura hanya bisa menatap tubuh tiga meter yang tersangkut di atas pohon itu dengan bingung.
Aura melihat cakar beruang itu hampir mencapai kepala Leinn, lalu dia membalas dengan sebuah... pukulan?
Aura sudah mengetahui Status pemuda itu dan dia seharusnya tidak akan bisa mementalkan Beast dengan berat ratusan kilogram sampai ke atas pohon seperti itu.
“Gr...” suara lemah tiba-tiba terdengar dari atas pohon itu.
Aura melihat Beast tidak sadarkan diri itu dan menjadi semakin terpana. Kekuatan sebesar itu tanpa membunuh sasarannya...
“B-bagaimana bisa...ah!”
“Ayo pergi”
Panggilan Leinn itu memotong alur pikiran Aura, memaksa gadis itu untuk berjalan menyusul dirinya yang sudah kembali berjalan ke arah mereka datang sebelumnya.
“E-eh... Tunggu!”
Aura mulai berlari setelah memberikan satu kali lirikan terakhir pada cabang pohon yang mampu menahan tubuh beruang itu.
__ADS_1