Returning Humanity

Returning Humanity
Ch. 7 – Kemampuan dan Perasaan


__ADS_3

Suara burung-burung mulai terdengar dari berbagai arah di dalam hutan, berkicau tanpa henti.


Mendengar suara burung ini, Aura perlahan membuka matanya dan terbangun dari tidurnya.


“Huah...?” suara aneh keluar dari mulutnya.


Aura masih belum bangun sepenuhnya, jadi dia tidak mengerti mengapa dia terbangun di tengah hutan yang asing.


“Selamat pagi, tuan putri” suara laki-laki tiba-tiba terdengar dari belakangnya.


“...!” Aura menjadi terkejut bukan main.


Dia langsung tersadar penuh dan menyadari alasan dia terbangun ditengah hutan itu.


Aura menemukan Leinn masih duduk di tempat yang sama seperti semalam, di depan bekas api unggun yang sudah padam dan terlihat sedang memakan sesuatu.


“Nyenyak sekali kau tidur, kau bahkan tidak bergeming saat aku mencoba membangunkanmu” ucapnya sambil mengunyah sesuatu di dalam mulutnya.


Mendengar ini, Aura tidak berkata apa-apa dan merangkak keluar dari kantung tidurnya merasa sangat malu. Dia juga merasa sedikit bingung, ini pertama kalinya dia tidur senyenyak ini.


Aura menemukan matahari sudah hampir mencapai puncak langit, membuktikan dia telah tertidur cukup lelap.


“Haha... tenang saja, waktu kita masih banyak. Kau bisa beristirahat seperti itu merupakan hal yang bagus. Apa kau lapar?” Leinn tersenyum sambil meraih tas besar di sampingnya.


Leinn membuka kantung luar tas besarnya dan menarik sebuah kantung transparan berisi daging-daging potong kecil.


Aura baru selesai melipat kantung tidurnya dan mengembalikannya kepada Leinn. Dia melihat kantung baru itu dengan penasaran.


“Makan ini, daging kering” ucap Leinn santai, menjawab seperti bisa membaca pikiran Aura.


Leinn memberikan kantung daging itu lalu memasukkan kantung tidur yang dia terima kembali ke dalam tas besarnya. Dia mengambil daging dari kantung di tangan kirinya dan mulai mengunyah lagi.


Aura membuka kantung transparan di tangannya lalu mengambil satu potong daging dan mencobanya, lalu mulai memakan beberapa potong daging itu. Rasa asin dan manis daging ini terasa cukup enak dan mengisi perutnya yang kosong.


“Oke, waktunya kita menyelesaikan tes ini!” ucap Leinn dengan bersemangat.


Dia bangun berdiri sambil melempar sesuatu ke dalam bekas api unggun di depannya, mengambil tas besar dan pedangnya lalu mulai berjalan ke arah lebih dalam dari hutan ini.


Menyadari Leinn mulai berjalan, Aura menyusulnya sambil mengunyah daging di mulutnya dan menoleh untuk melihat benda apa yang baru saja Leinn lempar.


‘Sebuah... batu?’


...


Setelah berjalan selama 30 menit, Aura menyadari bahwa mereka tidak bertemu dengan banyak Beast di hutan ini.


Beberapa dapat terlihat di kejauhan, tetapi mereka akan langsung berlari menjauh ketika menyadari keberadaan dua manusia di dekat mereka.


Sepertinya pertemuan dengan Blue Grizzly di hari sebelumnya adalah kasus khusus, mengingat mereka mendekatinya saat dia sedang makan.


Rank C Beast ke bawah di hutan ini yang tidak memiliki wilayah biasanya memilih untuk menghindari pertarungan, terlebih lagi jika lawannya adalah manusia.

__ADS_1


“Ini membosankan, kenapa mereka seperti ini?” ucap Leinn setelah melihat seekor Blue Grizzly menemukan mereka dan mulai melarikan diri.


“Ya, sebagian besar Beast berbahaya yang tinggal di hutan ini sudah diburu atau dijadikan Contracted Beast, sejak bertahun-tahun berlalu sejak tempat ini dijadikan tempat tes oleh Kepala Akademi Red Dawn” Aura juga melihat beruang itu hilang di antara pepohonan


Leinn terlihat sedikit terkejut setelah mendengar informasi baru itu, lalu terus berjalan sambil mengelus dagunya.


“Hoh...” dia mengeluarkan suara kagum sambil melihat wajah Aura.


“Bukan berarti hutan ini sudah aman, masih banyak Beast berbahaya yang tinggal di hutan ini. Mereka sudah belajar untuk tidak berkeliaran dan berburu sembarangan, mereka menjadi lebih efisien” Aura terus menjelaskan itu sambil melihat ke arah beruang yang lari itu.


“Efisien?” ucap Leinn sambil mengangkat satu alisnya.


“Ya, mereka hanya mencari mangsa saat lapar dan siap menyerang jika merasa terancam. Tentu saja ada beberapa pengecualian, seperti Beast diketahui lebih sering mulai menyerang manusia yang berjalan sendiri di tengah hutan ini” ucap Aura sambil mengingat salah satu buku yang membahas ekosistem hutan ini.


Leinn kembali menghadap ke depan kembali dan terus berjalan ke dalam hutan itu.


“Hoh... setelah mendengar kau menjelaskan banyak hal kepadaku, aku baru sadar kalau kau memiliki pengetahuan yang sangat luas ya” ucap Leinn setelah mengingat informasi yang didengarnya di hari sebelumnya.


“T-tidak seperti itu! B-banyak hal yang kujelaskan merupakan p-pengetahuan umum, dan a-aku hanya sedikit suka m-membaca saja!” Aura tiba-tiba tersadar bahwa dirinya telah berbicara panjang lebar sekali lagi dan mulai menggelengkan kepalanya.


“Hm... begitu ya”


Leinn terlihat menoleh ke kiri dan ke kanan tanpa menghentikan langkahnya.


“Sejak kemarin aku tidak merasakan keberadaan Beast yang kuat dari dalam hutan ini, kenapa ya?”


“Tidak ada Beast yang kuat...? Hutan ini terkenal dipenuhi oleh Beast dengan Rank C dan Rank B, beberapa Beast bahkan sudah hampir mencapai Rank A... B-bagaimana mungkin tidak ada-“


Mendengar pernyataan ini Aura terlihat sedikit terkejut. Dia cukup yakin Leinn tidak mengetahui informasi tentang hutan ini sedikitpun, jadi dia benar-benar menemukan ketiadaan Raja hutan ini dengan kemampuannya sendiri?


“Hutan ini sudah tidak memiliki Raja, sejak Beast itu dikalahkan oleh salah satu guru Akademi Red Dawn ketika dia menyerang calon murid yang menjalankan tes ini beberapa tahun yang lalu, sejak itu belum ada Rank A Beast baru yang menggantikan posisinya. Jadi kau benar- benar bisa merasakan keberadaan Beast...?” Aura menatap wajah pemuda di sampingnya dengan tatapan tidak percaya.


Leinn melihat tatapan itu dan tersenyum lebar padanya.


“Ya, aku menguasainya beberapa tahun yang lalu saat aku masih berkelana sendiri” ucap Leinn sambil meraih salah satu batu di tanah.


Lalu dia melempar batu itu ke satu pohon 20 meter dari tempat mereka berjalan, dan mengenai salah satu cabang pohonnya.


Tiba-tiba seekor tupai kecil jatuh dari pohon itu dan mulai berlari menjauhi mereka.


“Eh...” Aura melihat binatang kecil itu dengan sangat terkejut.


“Hahaha...”


Leinn hanya tertawa melihat reaksi itu, lalu tiba-tiba teringat tentang pertanyaan yang ditanyakan Aura sehari sebelumnya.


“Oh ya, kau bertanya Beast seperti apa Contracted Beast yang aku cari bukan? Bagaimana denganmu?”


“A-aku...” Aura seperti tersadar setelah mendengar pertanyaan itu.


Dia berhenti berjalan dan menundukkan kepalanya.

__ADS_1


Leinn juga berhenti berjalan dan melihat Aura yang hanya berdiri diam itu.


“Aku... tidak tahu” suara lemah keluar dari mulutnya.


Tanpa mengangkat wajahnya, Aura terus berbicara.


“Aku hanya mengikuti tes ini atas perintah Kakak Pertamaku, aku hanya tidak ingin mengecewakannya dan pikiranku jadi berantakan... begitu aku sadar, aku sudah berdiri di depan hutan ini tanpa rencana apa-apa. Lalu...”


Aura mengangkat wajahnya dan menatap Leinn.


”Aku bertemu denganmu” senyuman kecil muncul di wajah Aura.


Leinn melihat wajah Aura itu dan tersenyum, dan kembali berjalan.


“Haha, aku yakin kau bisa menyelesaikan tes ini dengan mudah” ucapnya secara biasa.


Aura terkejut mendengar ini dan berlari menyusul Leinn, berjalan disampingnya.


“A-apa maksudmu dengan mudah? B-bagaimana kau bisa begitu yakin?” Aura menatap wajah Leinn dengan serius, mulai menduga-duga kekuatan tersembunyi lain dari pemuda ini.


“Aku yakin kau pasti bisa” Leinn memberikan jawaban yang sama sekali lagi.


“T-tapi bagaimana...?” Aura mulai merasa aneh melihat Leinn tidak memberikan penjelasan apapun dan hanya percaya begitu saja.


Melihat perempuan disampingnya meragukan apa yang dia katakan, Leinn hanya menununjukkan senyuman yang lebar.


“Perasaanku mengatakan demikian”


“P-perasaanmu...” Aura bisa merasakan perasaan asing mulai mengisi kepalanya.


“Yup, Perasaanku”


“Eh...”


Melihat Leinn tidak berencana menjelaskan lebih lanjut, mereka berdua meneruskan perjalanan mereka.


Penerangan di sekitar mereka terlihat mulai berkurang dengan jelas, sepertinya karena mereka memasuki area dengan jumlah pohon yang lebih tinggi dan rapat.


Tiba-tiba Leinn menghentikan langkahnya dan menatap tajam ke arah kiri mereka, diikuti oleh Aura yang merasakan suasana berbeda dari Leinn itu.


Tiba-tiba dari arah yang sedang mereka lihat-


“TOLONG...!” jeritan keras dapat terdengar


Mendengar ini Aura langsung menoleh ke Leinn, melihatnya menoleh balik ke dirinya. Aura langsung menyadari dirinya tidak mungkin mengikuti kecepatan lari Leinn.


“Tidak perlu mengkhawatirkan aku, pergi saja selam-HUA” kalimat Aura terpotong oleh jeritannya sendiri.


Leinn langsung mengangkat Aura dan memikulnya di pundak kanannya, dengan tangan kirinya sudah menggenggam sarung pedangnya, dan dia berlari ke arah datangnya jeritan itu.


 

__ADS_1


 


__ADS_2