
Hutan yang biasanya tenang itu mulai terlihat sangat gelisah, dikarenakan penghuni hutan yang telah menyadari kelompok manusia yang memasuki hutan ini untuk memburu mereka dan mulai menunjukkan berbagai jenis reaksi.
Beast kecil mulai bersembunyi, Beast lemah mulai bersiaga dan lari dari sedikitpun tanda bahaya, dan Beast besar yang menyiapkan sergapan untuk pemburu baru itu.
Tentu saja selalu ada pengecualian, seperti dua Beast besar yang berjalan santai di tengah hutan yang sedang tegang ini.
“Hoh?”
Gorilla Beast dan Wolf Beast, dua jenis Beast yang sangat berbeda yang seharusnya tidak mungkin berjalan bersama, sedang berjalan berdampingan ke satu arah yang jelas, menuju tempat yang sama.
“L-leinn!”
“H-Huh?! Ada apa?”
Gadis kecil dapat terlihat duduk diatas Wolf Beast besar itu dengan nyaman, lalu memanggil pemuda yang hampir terjatuh dari pundak Gorilla Beast di sampingnya.
Mendengar panggilan itu, pemuda itu terloncat bangun dan mulai memperbaiki posisi duduknya. Dia juga menoleh ke arah sumber suara itu.
“Hehe maaf, cuaca ini membuatku mengantuk” ucap Leinn sambil merenggangkan punggungnya
“Baiklah...”
Aura kembali berbaring di punggung Wolf Beast itu, berharap Leinn tidak menyadari dirinya yang menoleh ke arahnya tadi.
Mereka sudah berjalan selama sepuluh menit dan jarak yang mereka tempuh itu juga sudah cukup jauh. Ukuran tunggangan mereka memungkinkan kecepatan yang tidak sesuai dengan jumlah langkah mereka.
Setelah melewati satu pohon yang cukup besar, Leinn tiba-tiba mengeluarkan sebuah pertanyaan.
“Aku mengingat kau mengatakan kakak pertamamu membuat Contract dengan Burung Suci?”
Mendengar ini Aura langsung meloncat duduk dan menatap Leinn dengan mata yang terlihat hampir memancarkan cahaya.
Dia merasa sedikit senang ternyata Leinn benar-benar mendengar ceritanya di malam itu, dan lebih senang lagi karena memiliki kesempatan menceritakan kehebatan kakak pertamanya.
“YA! Disaat umur 8 tahun Kakak Pertamaku telah menunjukkan potensi jeniusnya dengan Soul Vesselnya yang mencapai 20.000! Dengan latihan kerasnya dia berhasil membuat Contract dengan Rank A Immortal Bird Beast Suzaku yang tinggal di gunung tempat klan kami berdiri! Setelah dua tahun menjalankan berbagai misi dengan mudah, Kakak akhirnya menjadi Rank A Hunter termuda di benua Gaiafell! Dia adalah ‘Pahlawan Matahari’ Blaze Flameheart!”
Aura selesai menjelaskan semua itu dalam waktu yang singkat dan mulai menstabilkan nafasnya yang tidak teratur.
__ADS_1
Melihat ekspresi dan semangatnya itu, Leinn hanya bisa menganggukan kepalanya. Dia sudah sedikit penasaran dengan kakak yang dikagumi Aura itu.
“Rank A Hunter, huh... Seperti apa ya Beast yang berhasil dia buru...”
Leinn menatap daun-daun di pohon besar itu tertiup angin, membayangkan Beast kuat yang belum dia temui.
Aura langsung menunjukkan ekspresi bersemangat, bersiap bercerita pada Leinn lagi.
“Tentu saja! Misi Rank A pertama mereka sebuah danau besar yang mengalami perubahan drastis. Air di dalamnya berubah menjadi keruh dan mengeluarkan bau tajam, yang membuat Beast yang tinggal di sekitar danau itu lari keluar mencari sumber air minum baru. Ini menyebabkan Beast dari Rank F sampai Rank B berlari menyerang desa-desa di sekitar danau itu...”
Aura terlihat cukup sadar untuk mengatur nafasnya kali ini dan bercerita dengan lebih tenang.
Leinn terlihat berkonsentrasi mendengarkan cerita itu, bersama dengan dua Beast yang terus berjalan.
“... jadi melihat Rank B Beast juga melarikan diri dari danau ini, Hunter Guild berasumsi apapun yang menyebabkan perubahan danau itu membutuhkan setidaknya Rank A Hunter untuk memeriksanya. Jadi tim Kakak Pertama ditugaskan untuk memeriksa dan jika bisa, mengembalikan danau itu seperti semula...”
...
“...dan dengan tebasan pedangnya dia berhasil memotong lengan raksasa itu dan membakarnya habis menjadi abu. Setelah serangan terakhirnya gagal, Abnormal Ghoul King itu pun jatuh dan tidak bangun lagi, lalu seluruh tubuh 120 meternya berubah menjadi debu dan kembali ke tanah. Hunter lain pun bersorak gembira dan karena Kakak Pertama menerima semua serangan besar yang datang, hasilnya adalah tidak ada satupun Hunter yang terbunuh. Setelah kemenang mutlak ini dia akhirnya mendapat julukan Pahlawan Matahari! Sekarang hampir semua orang sudah menganggapnya sebagai kedatangan kedua dari Rudeus”
“Ooooh...”
Dalam waktu satu jam itu dia telah mendengar cerita petualangan Blaze Flameheart yang hebat, dan tidak sedikit Rank A Beast yang berhasil dia kalahkan.
Leinn mulai menghitung jumlahnya.
“Deadly Poison Gigantoad, Red Ghost Bandit, Golden Fur Boar, Ancient Terracota Automaton...”
Setidaknya dia mengalahkan 10 Rank A Beast dan beberapa dari mereka adalah General-Class Beast yang memiliki lebih dari 1.000 pengikut.
Puncaknya adalah pertarungan terbesar yang dia ikuti, Malam Pertahanan Blazing Sun.
Serangan yang dianggap akan menjadi akhir kota itu, melihat mereka sudah dikepung oleh pasukan Beast yang berjumlah lebih dari 20.000 yang terbentuk oleh Beast Rank C dan B, dengan beberapa bahkan mencapai Rank A. Pertahanan kota hanya terdiri dari 500 Rank B Hunter dan 10 Rank A Hunter saja.
“Abnormal Ghoul King...” Leinn mengucapkan nama Rank A King-Class Beast yang memimpin serangan itu.
Setelah mereka bereempat terjun ke tengah lautan Beast dan mencapai Ghoul King di tengahnya, dimana pertarungan sengit itu dimulai
__ADS_1
Mereka terus dikelilingi oleh Beast yang berusaha menghentikan mereka, tetapi itu tidak terlalu berpengaruh melihat kemampuan mereka yang tidak kecil. Jadi mereka memusatkan sebagian besar serangan pada pemimpin pasukan di depan mereka.
Pada akhirnya Ghoul King menghisap Beast bawahannya dan mendapat kekuatan yang mencapai puncak Rank A Beast. Pertarungan ini berakhir dengan tebasan Blaze yang berhasil menghentikan serangan terakhir Ghoul King itu.
“Blaze Flameheart...”
Leinn tersenyum lebar, keinginannya untuk bertemu dengan pahlawan kota Blazing Sun itu semakin tinggi. Dia sudah memililki beberapa hal yang ingin dia tanyakan di dalam kepalanya.
Aura hanya menatap wajah Leinn tanpa berkata apa-apa, membayangkan apa yang sedang pemuda itu pikirkan.
Tepat disaat itu juga mereka akhirnya bisa melihat sebuah gua batu besar.
“Hoh, jadi disini ya” ucap Leinn dengan kagum
“Ya-AAAA!”
Sebelum Aura selesai menjawabnya, Wolf Beast di bawahnya tiba-tiba duduk di tempat. Posisi miring itu membuat Aura mulai berguling ke belakang dengan cepat. Sebelum dia bisa membentur tanah, ekor besar serigala itu berhasil menghentikannya.
“Hue?” kehilangan semua momentum itu, Aura berhasil mendarat tanpa luka.
Leinn menatap Wolf Beast yang tidak memedulikannya, tersenyum. Dia lalu menatap gua batu didepannya.
Aura berdiri dan menepuk gaunnya, mengembalikan tongkatnya ke punggungnya.
“Apa kau baik-baik saja?” tanya Leinn tanpa menoleh.
“I-iya, aku tidak apa-apa” jawab Aura, masih sedikit syok.
Leinn dan Aura mulai mencoba melihat ke dalam gua itu dan tidak menemukan ujungnya, penerangan yang kurang dari cahaya matahari menjadikannya sebuah lorong gelap gulita.
Aura menciptakan sebuah bola api putih dan melemparkannya ke dalam sana.
“Hoh...” Leinn terlihat kagum melihat bola api itu terus melayang sampai tidak terlihat lagi.
Sepertinya gua itu memanjang sampai ke bawah tanah, melihat panjangnya tidak sesuai dengan ukuran bukit itu.
“Baiklah, aku akan masuk sebentar”
__ADS_1