Returning Humanity

Returning Humanity
Ch. 30 – Gadis Berambut Merah dan Serigala Besar Malas


__ADS_3

Mendengar suara tidak asing itu, Aura meloncat ke atas tubuh Wolf Beast itu dan menemukan Leinn yang sedang berjalan ke arahnya bersama Gorilla Beast di sampingnya.


Perasaan lega yang besar menyapu seluruh tubuh Aura dan dia langsung jatuh terbaring di punggung Wolf Beast itu.


Leinn sampai di samping serigala besar itu dan menemukan Aura yang terbaring lemas di punggungnya.


“Kau kenapa?” tanya Leinn sambil mengangkat satu alisnya.


“A-aku tidak apa-apa” Aura meloncat bangun dan meluncur turun dari tubuh besar itu.


Wolf Beast itu bangun dari posisi berbaringnya dan duduk di tanah sambil menguap, lalu mulai berjalan kembali ke bawah pohon dan berbaring untuk tidur lagi.


Aura melewati jalan yang kembali tidak terhadang itu dan sampai ke depan Leinn.


“Jadi bagaimana? Apa kau berhasil?”


“Hehehe...” tawa aneh keluar dari mulut pemuda itu.


Leinn mengangkat tangan kanannya dan dari punggungnya itu, sebuah bayangan kecil melompat dan mendarat di telapak tangan itu.


Aura terlihat terkejut oleh kemunculan makhluk kecil di depannya, sebuah jelly yang bergetar.


“Kyuu!”


“Aura, ini Clear. Clear, ini Aura” ucap Leinn sambil menggunakan tangan kirinya untuk memperkenalkan mereka berdua.


“H-halo”


Aura terpana oleh makhluk kecil di telapak tangan Leinn itu, persis seperti yang dia lihat di buku Ensiklopedia Beast.


“KYUU!” Clear menjawab sapaan Aura dengan sebuah getaran kuat.


Aura terkejut melihat reaksi itu, Coreless Slime yang dia bayangkan tidak memiliki sifat bersemangat seperti Clear yang ada di depannya itu. Dia juga menyadari Clear di depannya itu bereaksi seperti mengerti dengan apa yang dia katakan.


Leinn mulai berjalan dengan Clear yang sedang memanjati lengannya, terlihat puas setelah melihat reaksi Aura itu.


“Hehe, ayo kita kembali sekarang”


“E-eh?”


Leinn menghentikan langkahnya setelah mendengar reaksi itu lalu berbalik menghadap Aura.


“Ada apa?”


“B-bagaimana dengan Contract-ku...?”


Aura mulai merasa sangat kebingungan dan Leinn di depannya hanya menatapnya tanpa berkata apa-apa lagi.


Setelah beberapa saat berlalu dalam kesunyian, Leinn menunjuk Wolf Beast yang sedang berbaring tidak jauh dari mereka.


“...Bukankah kau sudah membuat Contract dengannya?”


“Eh?”


Waktu berlalu lagi dengan mereka berdua bertatapan dengan ekspresi bingung yang sama.


Gorilla Beast di belakang Leinn hanya berdiri melihat dua manusia di depannya bertatapan dan ikut menatap mereka.


Wolf Beast tidak peduli dan menguap lagi, lalu kembali tidur.


Clear akhirnya berhasil mencapai puncak kepala Leinn.


“Kau belum membuat Contract dengannya?” tanya Leinn sekali lagi.


“Apa...?”


Kali ini Aura menatap Wolf Beast ini dengan ekspresi bingung.


“Eh...”


Dia kembali menatap Leinn.

__ADS_1


Melihat ekspresi Aura, dia menyadari bahwa gadis itu sama sekali tidak menyadari kesempatannya membuat Contract dengan Wolf Beast itu. Dia mulai menurunkan tas besarnya dan meraih kedalamnya.


“Apakah kau tidak menyadari alasan dia mengikuti kita ke gua ini?” ucap Leinn sambil mengacak-acak isi tas besarnya.


Mendengar ini, Aura berjalan pelan lalu mengulurkan tangannya ke wajah Wolf Beast itu, yang membiarkannya menyentuh ujung moncongnya.


“A-apakah kau yakin...? A-aku tidak cukup baik sama sekali...Aw-!”


Kali ini Wolf Beast itu menarik mundur kepalanya lalu memukul kepala Aura dengan moncongnya.


“Woof”


Aura tersenyum setelah menerima jawaban itu, dengan kedua tangannya yang mengelus kepalanya yang baru dipukul itu.


“AHA!” teriak Leinn dengan nada gembira, menemukan kertas hitam yang dicarinya.


Leinn menarik keluar kertas hitam itu bersama selembar Contract Seal, setelah menyadari dia meletakkannya di dalam kantung celananya. Dia menatap dua lembar kertas di tangannya sambil memikul kembali tas besarnya. Dia memasukkan Contract Seal itu kembali ke dalam saku celananya dan mengulurkan kertas hijau di tangannya itu pada Aura.


“Ini aku kembalikan”


Aura menundukkan kepalanya dan meraih kertas itu tanpa berkata apa-apa.


“Aku belum mengetahui jumlah Soul Vessel yang kau miliki”


Leinn mengucapkan itu sambil mengelus gumpalan transparan di kepalanya, tidak menyadari ekspresi sedih di wajahnya gadis itu.


“...aku tidak tahu...”


Aura hanya menjawab dengan suara yang sangat kecil, menggenggam kertas ditangannya.


“Ayahku tidak membiarkanku memeriksa Soul Vesselku di ulang tahun kedelepanku, dia bilang ‘anak gagal’ sepertiku tidak perlu mengetahui hal seperti itu...”


Aura masih menunduk sambil menatap kertas hijau di tangannya, sampai dia merasakan sesuatu menyentuh kepalanya. Dia mengangkat kepalanya dan menemukan Leinn yang sedang tersenyum padanya lalu menyadari Clear yang sudah mendarat di kepalanya.


“Ya, apa lagi yang kau tunggu? Kau sudah memiliki kesempatan untuk membuat Contracted Beast sekarang!” ucap Leinn sambil tersenyum lebar.


“Eh...”


Leinn begitu yakin dirinya memiliki Soul Vessel yang cukup untuk membuat Contract dengan seekor Rank B+ Beast, dan itu semua tanpa alasan yang jelas atau bukti apapun.


“...haha...” tawa lemah keluar dari gadis kecil itu.


Mendapatkan kembali sedikit keberaniannya, dia mulai mengaktifkan kertas hijau itu. Dia menarik pisau kecil dari dalam kantung gaunnya dan menusuk ujung jarinya, membiarkan setetes darah jatuh ke kertas itu yang bersama Mana darinya, terlihat mulai bereaksi.


“Huh?”


Leinn mengeluarkan suara bingung setelah melihat reaksi kertas itu, sinar yang dikeluarkan dan jumlah ukiran yang bergerak itu jauh lebih banyak dari saat dia memeriksa Soul Vesselnya. Dia bahkan terpaksa melindungi kedua matanya dari cahaya yang terus bertambah kuat itu.


Setelah sepuluh detik berlalu, sinar itu akhirnya mereda dan deretan angka dapat terlihat di kertas itu.


[2 1 2 5 0]


“...eh?”


“Wow”


Leinn terlihat kagum dengan hasil itu dan Aura mengusap matanya beberapa kali sebelum memeriksa kembali deretan angka itu.


“...eh?”


Dia hanya bisa mengeluarkan suara bingung yang sama, tidak percaya dengan potensi yang dia miliki.


“Kyuu?”


Clear di kepalanya tidak mengerti apa arti angka itu, dia bahkan tidak mengetahui apa itu angka dan hanya bergetar kecil.


“Sudah kubilang percayalah pada dirimu sendiri, jika kau masih sulit melakukannya...”


Aura mengangkat wajahnya dan menemukan Leinn yang menunjuk dirinya dengan ibu jarinya sendiri.


“Percayalah pada diriku yang percaya pada dirimu!” ucap Leinn dengan penuh semangat, dengan senyum lebar di wajahnya.

__ADS_1


“Pfft...Hahahaha....”


Aura mulai tertawa lepas sampai air mata mengalir di wajahnya. Dia merasa beban berat di pundaknya berkurang drastis, entah karena bukti di tangannya atau karena mendengar pernyataan aneh dari pemuda di depannya itu.


Leinn mempertahankan senyumannya saat melihat reaksi Aura.


“...haha... Baiklah!”


Setelah selesai tertawa, Aura menarik keluar Contract Seal dari dalam gaunnya dan menghadap serigala di sampingnya. Membuat luka baru dengan pisau kecilnya, dia meneteskan darahnya lagi sambil mengalirkan Mana-nya.


Contract Seal itu mulai bereaksi.


Wolf Beast itu kembali berdiri di keempat kakinya dan menghadap Aura juga, menundukkan kepalanya.


“Kyuu!”


Clear merasakan hal aneh yang akan terjadi, langsung melompat kembali ke atas kepala Leinn.


Aura kemudian mengulurkan Contract Seal itu dan menempelkannya di dahi Wolf Beast di depannya.


Contract Seal itu lalu berubah menjadi partikel-partikel cahaya yang mulai menyebar ke tanah di bawah mereka berdua.


“Huh?”


Merasa ada yang berbeda dengan Contract di depannya, Leinn dan Gorilla Beast mulai mengambil langkah mundur menjauhi lingkaran sihir yang mulai melebar itu.


Lingkaran sihir itu mulai menjadi semakin jelas dan berubah menjadi warna merah, lalu siluet hati yang terbakar mulai muncul di tengah lingkaran sihir itu.


[Aku, Aura Flameheart, Putri Pertama keluarga Flameheart, membuat Contract disini, sekarang...]


Siluet hati membara itu muncul di dahi Aura dan Wolf Beast itu.


[Menjadikan dirimu yang berdiri di depanku sebagai Contracted Beast yang akan menemaniku sampai di waktu salah satu dari kita tidak bernyawa lagi...]


Lingkaran sihir di bawah kaki mereka mulai bersinar terang, bereaksi dengan rapalan yang diucapkan Aura.


[Mulai sekarang kau adalah Contracted Beast milik Aura Flameheart! Namamu adalah Rufus!]


Bersamaan dengan itu, lingkaran sihir dan emblem di dahi mereka berdua pecah menjadi partikel cahaya yang terisap kedalam tubuh mereka berdua.


Cahaya terang itu akhirnya mulai mereda dan suasana hutan menjadi kembali tenang.


Leinn menyentuh Clear di kepalanya dan merenung.


“Contract kita tadi tidak sehebat itu ya...” gumamnya pelan.


“Kyuu?”


Aura berbalik menghadap Leinn dengan senyum lebar, merasa gembira karena berhasil melakukan Contract pertamanya.


“Leinn! Aku berhasil!”


“Huh, selamat”


Dia merasa takjub melihat wajah Aura yang terlihat hampir memancarkan cahaya itu, perasan gembiranya sangat jelas terlihat.


Aura kemudian berbalik dan melompat ke wajah Rufus, yang merespon dengan melempar Aura ke punggungnya. Dia mendarat dengan mulus di punggung serigala besar itu dan mulai mengambil posisi duduk yang nyaman.


“Ayo Rufus! Ayo Leinn!” ucap Aura dengan senyuman lebar di wajahnya, menunjuk ke satu arah.


Rufus bereaksi dengan mulai berjalan ke arah yang gadis itu tunjuk.


Leinn mengikuti mereka dari belakang sambil tersenyum. Dia juga merasa puas melihat betapa gembiranya Aura. Dia dan Gorilla Beast di sampingnya mulai berjalan mengikuti Aura dan Rufus dari belakang.


 


 


“Aura, itu bukan jalan keluar hutan”


 

__ADS_1


 


__ADS_2