
Semua penonton disana bisa melihat pemuda yang aneh itu menyampaikan pernyataan beraninya lalu langsung menyerang, yang langsung terpental dua kali tanpa alasan yang jelas.
Setelah itu Contracted Beastnya mengepakkan sayapnya dengan kuat dan menimbulkan pusaran angin yang berputar mengelilingi pemuda berambut hitam itu, diikuti angsa putih yang mulai melepaskan bulu-bulu putihnya.
Tabir yang terbentuk dari semua bulu putihnya itu terlihat sangat ampuh, sampai ketika suara bisikan tipis tiba-tiba terdengar jelas dari dalam kubah itu.
Sesaat sebelum pedang tipis pemuda itu bisa menembus kubah putih itu, angin yang berhembus kencang itu tiba-tiba hilang tanpa bekas.
[Heaven Shifting Breeze]
Semua bulu putih di udara itu langsung jatuh ke lantai, seperti daun layu dari pohon yang sudah lama mati. Memperlihatkan keadaan pemuda berambut hitam itu pada seluruh stadium.
“Hah...”
Leinn terlihat sedang menggenggam gagang pedangnya yang masih tersarung di tangan kirinya, hanya menampakkan sedikit mata pedangnya.
Uap putih dapat terlihat dari helaan nafas dan celah sarungnya itu.
Lawannya terduduk di lantai dengan pedangnya tergeletak di sampingnya, dengan seekor angsa botak.
“Mengganggu”
Tap
Uap putih itu berhenti muncul ketika dia menyarungkan kembali pedangnya, menutup celah di sarung itu.
Pemuda di depannya itu tersadar ketika mendengar itu dan langsung berlutut sambil mengangkat kedua tangannya.
“Aku menyerah!”
Leinn sudah berjalan pergi tanpa memedulikannya sambil menginjak bulu putih yang sudah memenuhi arena itu dan area di sekitarnya.
Setelah kesunyian beberapa saat, penonton disekitarnya mulai tenggelam dalam percakapan mereka.
Pemuda itu masih terduduk diam saat melihat Contracted Beast botaknya, dia lalu mengalihkan perhatiannya ke bulu putih disekitarnya.
“Huh?”
Pemuda itu meraih salah satu bulu angsanya dari sekitarnya.
Satu bulu putih utuh biasa, lalu dia menjepit satu sisi lainnya juga.
“...!?”
Bulu itu terbelah dua di tangannya, terpotong tepat ditengahnya. Dia mulai memeriksa sekitarnya dan menemukan semua bulu di sekitarnya juga sudah terbelah dua.
“Mungkinkah...?”
Dia melihat bulu putih dalam jumlah besar disekitarnya, merinding. Dia bukan satu-satunya yang menyadari perbuatan Leinn itu, beberapa orang dengan mata tajam juga menyadarinya.
Diantara semua orang itu adalah seseorang berambut hijau gelap, dengan senyuman lebar yang terlihat sangat ramah.
__ADS_1
“Leinn Springleaf...”
...
“Aku menantangmu berduel dengan Beast saja!”
Pemuda itu berdiri di depan Leinn dengan tangan kanannya yang sedang menunjuknya. Buku di tangan kirinya bisa terlihat bergetar... tidak, seluruh tubuhnya terlihat bergetar.
“A-apa kau takut?”
Turnamen ini berjalan seperti biasa setelah pertarungan Leinn yang sangat singkat sebelumnya, diikuti pertarungan lain dan akhirnya pertarungan gelombang terakhir hari itu dimulai.
Kali ini Leinn mendapat giliran sebagai pasangan ketujuh untuk bertarung dan berhadapan dengan pemuda di depannya saat ini.
Pakaian kain dan buku di tangannya, ditambah kacamata di wajahnya membuat Leinn mengetahui bahwa lawannya kali ini adalah seorang Magic User.
Matanya bergeser dan melihat belalang sembah berwarna hitam setinggi 80 sentimeter di sampingnya, seekor Insect Beast dengan kekuatan di awal Rank B.
“Hm...”
Orang-orang disana sudah mendengar rumor yang menyebar dari kelompok yang melakukan tes di hutan itu, bahwa pemuda berambut hitam itu lulus dengan Rank E Contracted Beast.
Tidak peduli betapa jeniusnya dirinya atau berapa banyakpun harta berharga yang digunakannya untuk meningkatkan kekuatan Contracted Beastnya itu, Rank E tidak mungkin bisa meloncat melewati Rank C hanya dalam waktu kurang dari dua minggu.
Penonton di sekitar mereka menunjukkan ekspresi yang beragam, yang sebagian besar berakhir dengan ekspresi mengerti.
Ini adalah satu-satunya cara yang bisa memungkinkan dirinya menang.
“Baiklah”
Dan jawaban pendek itu keluar dari mulutnya, mengejutkan semua orang disana.
Leinn melepas kain yang mengikat Clear di punggungnya lalu membiarkan kain itu jatuh ke lantai. Sekarang dia memegang Clear di tangan kanannya.
“B-benarkah? K-kau tidak boleh b-berubah pikiran nanti!”
“Tentu saja”
Sebagian besar penonton menunjukkan ekspresi bingung dan menyadari satu hal penting, benda asing yang selalu dibawa olehnya itu adalah Contracted Beast-nya.
Percakapan mulai semakin ramai tanpa satupun orang disana mengenali benda itu, beberapa guru bahkan terlihat bangun dari kursi mereka untuk melihat bola kristal itu dengan lebih jelas.
Tentu saja kelompok yang sama dengan Leinn di tes sebelum ini mengetahui identitas bola kristal itu, tidak lain dari Rank E Slime Beast terlemahnya.
“Majulah”
“B-bersiaplah!”
Sring...!
Belalang sembah hitam itu melangkah maju sambil mengasah kedua lengan pedang panjangnya, membuat suasana di arena itu menjadi semakin tegang.
__ADS_1
Suasana itu bertahan beberapa saat sampai pemuda dengan buku itu melakukan gerakan pertama. Dia membuka buku di tangan kirinya dan mengulurkan tangan kanannya.
“M-maju dan serang b-bola i-tu..?”
Belalang sembah itu mengeluarkan sayapnya dan mulai meluncur di atas arena dengan kedua tangan pedangnya siap untuk diayunkan.
Dia tidak menyadari perubahan nada bicara Contractornya, lalu dia menyadari sasarannya yang seharusnya ada di tangan kanan Leinn itu sudah tidak terlihat.
Mereka hanya melihat tangan kanan Leinn yang sudah terangkat penuh.
“Krrr...?”
Belalang sembah dan pemuda itu mengangkat pandangan mereka dan menemukan sasaran mereka itu.
Bola kristal itu, Clear sekarang melayang bebas di udara dan baru mulai berhenti ketika mencapai 20 meter di udara lalu mulai kembali jatuh ke tanah.
Belalang sembah itu merubah arah terbangnya, lalu saat dia hampir mencapai sasarannya itu...
“Krrr?!”
“Clear...”
Seorang manusia tiba-tiba muncul di dalam pandangan belalang sembah itu.
Tubuhnya terlihat melengkung di udara, dengan telapak tangan kanannya yang terbuka dan terulur setinggi mungkin.
Manusia dan bola kristal itu akhirnya hanya terpisah sejauh satu lengan, dengan belalang sembah hitam 5 meter di depan mereka.
“Headbutt!”
Bham-Clang...Boom!
Suara besi yang terpukul dapat terdengar keras dan serangga hitam itu berputar keras di udara lalu berakhir menancap di lantai batu di bawahnya.
Bola kristal mulai jatuh setelah memantul dari sasarannya, berakhir di tangan pemiliknya.
“...huh?”
Pemuda dengan buku itu terlihat bingun selama beberapa saat, tidak mengerti apa yang baru saja terjadi di depannya.
Pemuda berambut hitam itu melempar Contracted Beast-nya ke udara dan melompat untuk menyusulnya, lalu dengan seluruh tenaganya dia memukul Beast-nya sendiri.
“Krrr...”
Kemudian bola kaca itu meluncur ke wajah Contracted Beast-nya, mementalkannya ke tanah.
Dia melihat belalang sembah itu menarik keluar tubuhnya dari lantai batu itu, cekukan dapat terlihat jelas di permukaan pelindung kepalanya.
“K-kau curang!”
Pemuda itu menunjuk Leinn dengan tangannya yang bergetar, entah marah atau takut.
__ADS_1
“Tidak?”