Returning Humanity

Returning Humanity
Ch. 103 – Danger Beast Rank


__ADS_3

Ucapan dari Leinn itu membangunkan lamunan Aura, lalu menerpa isi kepalanya dengan pencerahan baru.


‘Oh iya’


Hubungan partner antara mereka sudah berakhir.


“Ya...” balas Aura seperti setengah sadar.


Seharusnya hubungan itu sudah berakhir disaat mereka berdua keluar dari hutan dan menyelesaikan tes pertama mereka, tetapi entah kenapa dirinya terus mengikuti langkah pemuda di depannya itu secara terus-menerus.


Bahkan setelah turnamen, lalu disaat dirinya mencari cara penyembuhan untuknya.


Lalu sekarang, di depan kelas pertama mereka.


“Baiklah”


Dan dengan jawaban dari Aura itu, mereka berdua masuk ke dalam bangunan itu dan menuju tujuan mereka masing-masing.


Leinn yang bergerak ke arah kiri dan Aura yang bergerak ke arah kanan.


Jalan mereka berdua terpisah disini...


...


Lima menit sebelum kelas sore dimulai.


“...”


“...”


Mereka berdua bertemu lagi di depan pintu masuk ruang kelas yang mereka tuju, saling bertukar tatapan disana.


Aura yang sedang menyeka matanya yang basah, dan Leinn yang memikul gumpalan transparan di pundaknya.


“Kyuu?”


“Huh”


Leinn menunjukkan rasa kagetnya ketika bertemu dengan Aura lagi.


Ternyata mereka berdua telah berencana untuk mengambil kelas sore yang sama.


“Um...”


Tidak mengetahui harus mengatakan hal apa setelah perpisahan beberapa menit yang lalu, mereka berdua memilih untuk berjalan masuk ke ruangan kelas saja terlebih dahulu.


Otak Aura bekerja dengan cepat dan berhasil menekan perasaan-perasaan yang muncul di dalam dirinya, membuatnya bisa menunjukkan wajah biasa dan pikiran biasa.


“Heh...”

__ADS_1


Aura mulai melihat ruangan kelas yang jauh lebih kecil dibandingkan tempat mereka berkumpul di pagi hari, yang kelihatannya hanya bisa menampung seratus murid saja dan hanya memiliki satu papan tulis besar.


Kedatangan mereka juga berhasil mengambil perhatian dari 50 murid lain yang sudah berkumpul di kelas itu, menghentikan semua percakapan yang sedang terjadi.


Mereka berdua bergerak dan mengambil tempat duduk di barisan terdepan yang belum terisi penuh, membuat orang-orang yang duduk di dekat mereka mengambil jarak juga.


“Ini mulai terasa aneh”


Leinn melihat orang-orang yang hampir terjatuh ketika bangun dari kursi mereka untuk duduk di tempat yang lebih jauh darinya itu dengan senyuman kecil.


Aura yang duduk di sampingnya sudah berusaha tidak melihat hal-hal itu setiap kali dirinya sedang ada di tempat ramai, melihat orang-orang juga terus menjauhinya.


Sebenarnya mereka berempat sudah menyadari bahwa tidak ada satupun murid senior yang mencoba untuk mengundang mereka ke dalam kelompok mereka. Dan hanya Adeline yang menyadari alasan itu terjadi, tidak lain dari kemampuan mereka yang terlalu tinggi.


Saat gadis itu menceritakan alasan itu, dia mendapatkan berbagai reaksi berbeda.


Aura yang mengiyakan teorinya itu, tetapi mengatakan hanya dirinya yang tidak mungkin terlihat seperti itu.


Roland yang menganggukkan kepalanya sambil tersenyum lembut padanya.


Dan Leinn yang terlihat tidak peduli.


Clang...!


Suara lonceng yang menggema di seluruh bangunan itu membangunkan Aura dari lamunannya, yang juga menandakan dimulainya semua kelas sore hari ini.


Clear sudah mendarat di meja dan mulai menyebarkan tubuhnya, bersiap melihat apa yang akan terjadi di ruangan penuh manusia itu.


Aura juga menoleh ke arah pintu masuk ruangan itu dan tentu saja, disana terlihat seorang gadis dengan pakaian rapi yang sedang berjalan masuk ke dalam kelas mereka.


“Hi...!”


Dan dia langsung tersentak kaget ketika menemukan dua murid yang duduk di meja paling depan itu, sampai mengambil satu melangkah mundur tanpa dia sadari.


Aura menyadari wajahnya yang tidak asing itu dan mulai mencari alasannya, lalu mengingat pernah melihat gadis itu sebagai salah satu guru yang membuat lingkaran sihir di hari terakhir turnamen sebelumnya.


“U-um...”


Guru itu berjalan ke depan kelas sambil berusaha tidak bertemu tatapan dengan pemuda yang sedang melihat ke arahnya itu.


“B-baiklah.... ayo kita m-mulai Kelas Beast s-sore ini...!”


Nada bicaranya yang naik-turun itu menunjukkan kegugupannya yang sangat nyata, tetapi itu tidak menghentikannya untuk menyampaikan topik pelajaran di hari itu.


Dan setelah membahas apa yang akan mereka pelajari di beberapa kelas pertama selama lima menit, dia akhirnya menyadari Leinn yang duduk di depannya itu tidak akan menyakitinya.


Kelas itu akhirnya bisa benar-benar dimulai tanpa masalah.


“...jadi seperti yang kalian ketahui tentang klasifikasi Beast, mereka dibagi menjadi tujuh tingkat dan yang akan kalian pelajari kali ini adalah klasifikasi kekuatan rata-rata dari Ras Beast yang ada”

__ADS_1


Guru itu mengayunkan tangannya dan salah satu kapur di samping papan tulis di belakangnya mulai bersinar dan melayang ke udara, lalu mulai menulis dan menggambarkan informasi yang baru saja disampaikannya dengan lebih detil.


“Kali ini kita tidak akan membahas Variant Beast yang memiliki kekuatan jauh berbeda dari rasnya sendiri atau Unique Beast yang langka, tetapi bagaimana klasifikasi Danger Beast Rank terbentuk”


Guru itu terlihat sudah tenggelam dalam penjelasannya dan sudah tidak merasa gugup setelah menerima tatapan dari Leinn di depannya lagi.


“Pertama-tama adalah Rank F Beast, ini adalah klasifikasi yang diberikan pada berbagai jenis Beast paling tidak berbahaya. Tetapi jangan salah sangka, karena ada beberapa Beast dalam kategori ini yang memiliki kekuatan fisik melebihi manusia biasa”


Kapur di belakangnya menulis ‘Rank F’ dan menambahkan gambar seekor kadal dan sapi besar bertanduk empat.


“Satu-satunya hal yang memisahkan kategori F dan kategori E adalah apakah mereka tercatat pernah melukai parah atau membunuh manusia. Seperti salah satu slogan Hunter Guild yang selalu ada di pintu masuk bangunan mereka, ‘Jangan Bantu Kami Menambah Daftar Rank E Beast’”


Sekarang kapur itu menggambar kadal yang sama sedang menggigit leher apa yang terlihat seperti manusia.


“Setelah itu adalah Rank D Beast, dan dari sini adalah tempat kerja para Hunter. Walaupun manusia biasa masih bisa mengalahkan mereka dengan jumlah, tetap disarankan untuk memanggil seorang Ahli untuk menanganinya.”


Gambar empat orang yang mengelilingi apa yang terlihat seperti seekor serigala dengan tombak di tangan mereka muncul di papan tulis itu, diikuti dengan gambar seseorang yang memotong kepala serigala lain dengan satu tebasan dari pedang panjang di tangannya.


Aura terlihat menganggukkan kepalanya setelah mendengar penjelasan guru itu, sedangkan Leinn lebih mengagumi gambar yang dibuat olehnya.


“Dan berikutnya adalah kategori yang sudah tidak mudah untuk diburu oleh Hunter biasa sendirian, yaitu Rank C Beast. Ini juga dianggap sebagai pemisah antara Hunter dan manusia biasa, antara yang bisa bertahan hidup dan yang tidak akan selamat”


Satu kapur baru ikut melayang dan mulai menggambarkan empat manusia yang memegang pedang, tombak, busur, dan tongkat sihir.


Lalu kapur yang lain menggambarkan kelompok yang sama di sampingnya, tetapi mereka sedang berada di dalam situasi yang berbeda.


“Entah kekuatan fisik yang luar biasa, racun yang berbahaya, atau bergerak dalam kelompok, mereka adalah kekuatan yang tidak bisa dilawan tanpa latihan atau pengalaman yang nyata”


Di satu sisi adalah kelompok itu yang sedang mengepung seekor beruang yang tidak asing, seperti sedang berada di dalam pertarungan yang sengit.


Di sisi lain adalah kelompok itu yang sedang berdiri memunggungi satu sama lain sambil dikepung oleh beberapa laba-laba besar.


Guru itu berhasil menggambarkan situasi pertarungan sebuah kelompok Hunter melawan Beast yang memiliki kekuatan fisik jauh lebih tinggi dibandingkan mereka dan pertarungan dalam kondisi yang sangat tidak menguntungkan dengan sangat jelas dan cepat.


“Oh...” Suara kagum keluar dari Leinn yang melihat kecepatan dan detilnya gambar yang muncul di papan tulis itu.


Kali ini tidak hanya dirinya, Aura dan murid-murid lain juga terpana dengan kemampuan mengontrol kapur dari guru di depan mereka itu.


Dan suara kagum itu berhasil membangunkan dirinya dari konsentrasi penuhnya.


“E-ehem, jadi itulah Rank C Beast. Lalu...”


Pandangan guru itu bergerak ke arah dua orang yang duduk di depannya itu.


“Rank B Beast...”


 


 

__ADS_1


__ADS_2