Returning Humanity

Returning Humanity
Ch. 26 – Tempat Misterius


__ADS_3

“E-eh, apa kau yakin?” ucap Aura dengan cemas,


Aura terlihat khawatir untuk membiarkan Leinn masuk ke dalam gua gelap itu sendirian, melihat banyak hal buruk yang bisa terjadi di dalam sana.


Jika dia terpaksa bertarung, gua itu bisa saja runtuh dan mengurungnya di dalamnya. Dalam situasi seperti itu, kemampuannya yang tinggi itu tidak akan ada artinya.


Leinn menoleh ke arah Gorila besar sedang menatap gua gelap itu, lalu kembali ke Aura.


“Sepertinya dia beberapa kali melihat gumpalan air hidup keluar-masuk dari gua itu di malam hari” ucap Leinn sambil menunjuk Gorila itu.


Aura tidak menjawab dan hanya menatap wajah pemuda di depannya itu.


Leinn bisa melihat perasaan cemas yang jelas itu dan tersenyum, lalu menggelengkan kepalanya.


“Tenang saja, paling tidak aku bisa lari jika aku merasa dalam bahaya” ucapnya sambil berjalan ke dalam gua itu.


“O-oke, berhati-hatilah” ucap Aura dengan pelan.


Aura sebenarnya masih sedikit khawatir, tetapi mengetahui Leinn akan memilih lari dibandingkan bertarung cukup melegakan mengingat kecepatan larinya itu. Dia hanya bisa melambaikan tangannya sampai secara tiba-tiba, dia teringat satu hal penting.


“L-leinn! Jika kau menemukan sebuah Slime Core besar di dalam gua ini, itu adalah Slime Heart! Jangan sentuh itu, karena koloni Slime itu akan jadi lepas kendali dan mungkin membahayakanmu!”


“Oke?”


Leinn mengingat informasi baru ini dan hilang ke dalam kegelapan gua itu.


Aura berdiri disana melihat gua itu bersama Wolf Beast sudah mengambil posisi tidur dan Gorilla Beast mulai memanjat salah satu pohon besar di dekat sana.


“Leinn...”


...


Kegelapan yang mencekam terbentuk kurang dari satu menit, membutakan orang yang melangkah masuk ke gua itu. Kesunyian yang menulikan muncul setelah itu, menemani setiap langkah kaki yang berhenti menimbulkan suara.


Kebutaan dan ketulian, diikuti hilangnya perasaan sentuhan kaki pada permukaan gua itu.


Semua itu menimbulkan sensasi yang sangat mengerikan, yang akan membuat orang biasa kehilangan akal sehatnya...


“Hum...hum...”


Tetapi seorang pemuda sedang berjalan santai sepanjang gua itu sambil bersenandung pelan, tentu saja dia tidak bisa mendengar suaranya sendiri itu.

__ADS_1


“Hum~”


Setelah berjalan sampai sedalam itu, Leinn mulai mengerti alasan kekhawatiran Aura.


Ternyata gadis itu tidak salah.


“Slime Heart...” pikir Leinn sambil melihat sekitarnya.


Di dalam kegelapan yang tidak bisa dilihat oleh mata manusia biasa itu, ratusan Slime Beast sedang menempel di dinding dan langit-langit gua itu.


Setidaknya ada 100 Slime yang bisa menyerangnya saat ini juga, dan satu-satunya alasan mereka tidak melakukan itu adalah kabut ungu yang berputar di sekitar tubuhnya.


Semua Slime Beast itu bisa merasaan perasaan bahaya dari kabut tipis itu.


“Seperti apa wujudnya ya~” ucap Leinn, berhasil memecah kesunyian di sekitarnya.


Bersamaan dengan itu, dia bisa melihat setitik cahaya di kejauhan. Dia juga kembali merasakan sentuhan di kakinya dan bisa mendengar suara aneh yang ditimbulkan dari gerakan puluhan Slime yang menggesek satu sama lain.


Leinn terus melangkahkan kakinya tanpa memedulikan itu dan ahirnya mencapai sumber cahaya itu dan berhasil keluar ke area yang cukup luas. Dia menyangka ini adalah ruangan tempat koloni Slime itu terbentuk...


“Huh...”


Yang dia temukan adalah ruangan seluas sebuah kota kecil.


Beberapa bangunan terlihat hanya menyisakan pondasinya, dan beberapa yang lain terlihat masih kokoh. Ruangan luas itu semakin terlihat seperti sebuah Kota.


Tetapi Leinn sedang memerhatikan sesuatu yang lain.


“Ini... cukup mengejutkan”


Tepat disaat dia melangkahan kakinya keluar dari lorong gelap itu, tanda keberadaan dari Beast langsung muncul. Jumlahnya menembus hitungan ribuan, memenuhi seluruh kota bawah tanah itu.


Sepertinya ada sesuatu di dalam kota itu yang mampu menyembunyikan keberadaan semua Slime Beast itu.


“Hm...” Leinn menatap langit-langit yang bersinar terang itu.


Batu-batu bersinar itu terlihat tidak menempel disana secara alami, sesuatu atau seseorang menaruhnya disana sebagai penerangan. Melihat tidak adanya pilar yang menahan langit-langit itu, sepertinya terdapat sesuatu yang mencegah gua raksasa di depannya itu untuk runtuh juga


Tempat itu bertambah misterius semakin lama dia memerhatikannya...


“Welp”

__ADS_1


Leinn berhenti memikirkan hal itu dan mulai berjalan.


Di depannya adalah tangga besar yang akan membawanya ke permukaan kota itu, ke tengah ribuan Slime Beast yang telah menyadari keberadaannya.


Selama Leinn melangkah menuruni anak tangga itu dia juga menoleh ke sekitarnya dan menemukan beberapa pintu lorong lain yang sudah tertutupi oleh reruntuhan batu. Satu-satunya jalan masuk dan keluar adalah lorong tempat dia datang.


Glob glob glob...


Dan lorong itu sudah tertutupi oleh ratusan Slime yang merangkak keluar dari dalam kegelapan itu.


“Hum~”


Leinn akhirnya sampai ke anak tangga terakhir dan mulai berjalan melewati bangunan-bangunan dari batu itu.


Bangunan di kota itu memiliki apa yang terlihat seperti lubang jendela dan lubang masuk tanpa kaca atau pintu kayu.


Gaya pembangunannya itu seperti ketika seseorang mencoba membuat bangunan kecil dari tanah liat, terlihat cukup aneh.


Banyak Slime Beast mulai mencoba mendekatinya, sebelum merasakan bahaya dari kabut ungu disekitarnya dan kembali bersembunyi di dalam bangunan-bangunan batu itu.


“Haha... disini ya?” ucap Leinn dengan kagum.


Leinn sekarang berdiri di depan bangunan paling besar di kota itu, sebuah kubik batu raksasa. Ratusan lubang berbentuk persegi selebar dua meter dapat terlihat di dinding di depannya dan dia sedang berdiri di depan satu-satunya lubang terbesar dengan lebar empat meter dan tinggi delapan meter.


Tanpa basa-basi dia melangkahkan kakinya ke dalam sana dan hanya dalam beberapa detik, dia bisa melihat isi bangunan itu.


“Haha!” tawa Leinn keluar dari mulutnya yang sudah berubah menjadi senyuman lebar.


Seluruh bangunan itu hanya membentuk satu ruangan besar dengan penerangan yang tidak terlalu cerah.


Yang terlihat jelas hanyalah bagian tengah ruangan itu, yang menunjukkan tangga panjang ke sebuah takhta batu yang menopang sebuah bola transparan besar.


Di bawah tangga panjang itu terlihat ada sebuah gumpalan transparan raksasa sedang menunggu, yang mulai bergetar ketika pemuda berambut hitam itu melangkahkan kakinya ke ruangan itu.


 


 


Slime Beast itulah yang membuat Leinn kegirangan, melihat dialah makhluk terkuat di kota itu dan dia terlihat tidak senang ketika melihatnya sekarang.


 

__ADS_1


 


__ADS_2