Returning Humanity

Returning Humanity
Ch. 157 – Perubahan Situasi yang Tidak Terduga


__ADS_3

Apakah dia merasa takut?


“Semua pengguna senjata jarak jauh dan Magic User yang masih sehat cepat berkumpul di dinding kota! Jangan lupa untuk mengambil maksimal tiga botol penyembuh dari tempat persedian baru di samping tangga naik!”


Tentu saja dia takut, dia masih manusia biasa.


“Tuan, berlindunglah-”


“Apa bedanya aku berlindung dan berdiri disini?! Pergi bantu yang lain melakukan sesuatu, apapun!”


Dia hanyalah seorang pedagang biasa tanpa bakat sihir sedikitpun, yang tidak pernah melakukan pertarungan apapun juga. Tetapi entah kenapa seseorang tidak bisa tidak memandangangnya dengan serius ketika dia berbicara, tidak peduli betapa kuatnya Hunter yang baru melihatnya sekalipun.


“Siapkan batu lempar dan deretkan di dinding kota! Gunakan kayu, besi, atau apapun yang bisa kau temukan! Deretkan di belakangku!”


Sebenarnya Barnum pernah mencoba mengayunkan sebuah pedang di masa mudanya, tetapi itu hanya membuatnya menyadari batasannya dan akhirnya membuatnya memilih untuk meneruskan perdagangan Tanaman Sihir milik ayahnya.


Selain satu kejadian yang membuatnya menjadi pria seperti sekarang, kehidupan Barnum bisa dibilang tidak jauh berbeda dengan penduduk biasa lainnya.


“Tidak perlu hemat dalam penggunaan obat penyembuh, gunakan sesuka hati kalian. Dan-“


Rumble!


Jadi, tentu saja dia takut.


“T-tuan, i-itu...!”


“...ya”


Guncangannya akhirnya sampai di tingkat yang tidak bisa tidak dihiraukan lagi, membuat semua orang yang ada di tembok kota menjadi menyadari kabut debu yang mulai muncul di kejauhan.


Ratusan... ribuan Beast dapat terlihat bergerak dengan kecepatan sangat tinggi ke arah kota mereka dari garis cakrawala, membentuk sebuah gelombang yang sangat besar dan mengerikan.


“Bersiap...! Serang semua yang ada di udara terlebih dahulu!”


Beberapa puluh Beast juga dapat terlihat sedang terbang di langit, yang akan menjadi masalah utama, mengingat mereka bisa langsung melewati mereka dan menyerang penduduk dan orang-orang yang terluka di kota itu tanpa memeduliikan dinding kota.


Rumble!


Beberapa Beast dengan kecepatan paling tinggi dapat terlihat mulai memisahkan diri dari gelombang itu setelah melihat banyaknya manusia di dinding kota di kejauhan, terlihat lebih ganas dari sebelumnya.


Beberapa pemanah menjadi bimbang ketika melihat itu, tidak tahu harus mengarahkan busurnya ke kelompok itu atau Beast di udara.

__ADS_1


Seorang pemuda dengan wajah kasar langsung menyadari itu lalu mengambil satu langkah maju sambil membawa satu batu besar setinggi satu meter di tangan kanannya, mengambil perhatian sebagian besar orang di sekitarnya.


“Tenanglah! Beast dengan kecepatan tinggi itu tidak memiliki kemampuan untuk meruntuhkan dinding kota! Fokus pada Beast di udara dan serahkan Beast di tanah pada-“


“Ketua!”


Pria itu sedikit terkejut ketika mendengar suara panik dari belakangnya dan menemukan anggota Partynya yang lain sedang menunjuk ke arah sisi kota yang lain dengan wajah yang pucat. Dia langsung menyadari ada yang salah dengan situasi yang sudah buruk ini.


“S-sesuatu telah terlihat d-dari sisi lain kota... dan sedang bergerak dengan k-kecepatan tinggi kesini!”


“Apa?!”


Sebagian besar dari Hunter di kota ini sedang ada di sisi dinding yang akan menerima benturan pertama dari gelombang Beast besar itu, yang juga akan menjadi tempat pertarungan utama. Dua sisi dinding kota juga dipenuhi oleh sebagian sisanya dari semua Hunter itu, bertugas untuk menghentikan Beast agar tidak mengepung kota dari empat sisi.


Dinding di sisi lain kota yang tersisa itu hanya memiliki beberapa Hunter dengan daya rusak terlemah yang bertugas untuk menahan dan melaporkan Beast yang kebetulan melewati tiga sisi dinding yang sudah dijaga ketat.


Dan di detik-detik sebelum dimulainya pertarungan, sebuah serangan tidak terduga datang ke dinding itu?


“B-berapa banyak!”


Pemuda yang pucat itu masih tidak menurunkan tangannya yang masih menunjuk ke sisi lain kota itu, membuat pemuda dengan wajah kasar itu ikut melihat ke sana...


Dan ternyata, dia juga bisa melihat ‘Sesuatu’ yang pemuda di depannya itu maksud.


Whooong...!


Dia bisa merasakan tekanan yang sangat besar yang tiba-tiba muncul ketika dia melihat satu titik itu, tekanan yang terus bertambah besar seiring dengan mendekatnya makhluk itu.


Dan sebelum pemuda itu bisa melakukan apa-apa, pendatang baru itu sudah melewati satu dinding kota, sekaligus melewati semua Hunter disana yang sudah mematung. Semua penduduk dan Hunter di kota itu juga bisa merasakan tekanan yang hebat di tubuh mereka dan melihat satu garis panjang yang terbang di atas mereka.


“Apa...”


Barnum yang ada di bawah dinding kota akhirnya menyadari identitas makhluk misterius itu, yang secara kebetulan bertemu tatapan dengannya. Itu hanya terjadi dalam sekejap, tetapi semua rasa panik sebelumnya langsung hilang begitu saja.


“...siapa?”


Barnum cukup yakin dalam sekejap mata mereka bertemu itu, dia bisa melihat senyuman di wajah... pemuda itu.


[Luna]


Suara bisikan tiba-tiba terdengar di samping telinga semua orang di kota itu, yang terjadi bersamaan dengan ketika pendatang baru itu melewati dinding kota kedua dan meluncur ke arah gelombang Beast yang sudah terlihat keseluruhannya.

__ADS_1


Satu sayap ungu di punggungnya dapat terlihat mengecil dengan kecepatan tinggi dan berubah menjadi kabut ungu tebal yang berputar di belakangnya. Api ungu kecil dapat terlihat muncul di telapak tangannya yang sedang menyala oleh api yang terlihat seperti akan padam oleh angin sekecil apapun.


[[Manifest]]


Suara bisikan yang terbentuk dari campuran suara pemuda dan gadis yang berbicara bersamaan tiba-tiba terdengar dengan cara yang sama, mengejutkan semua orang yang ada di kota itu.


Mereka juga melihat semua kabut ungu yang ada di sekitar pemuda itu sudah mulai bergerak dengan kecepatan tinggi dan akhirnya mulai membentuk sepuluh pedang di belakangnya...


Yang ternyata adalah sepuluh salib ungu setinggi 1 meter dengan hiasan kepala tengkorak di tengahnya.


[Invalidation Zone\, Barrage] [Divided]


Pemuda itu mengayunkan tangannya dan sepuluh salib itu melayang dengan cepat di udara, kemudian pecah menjadi 50, 250, 1.250... dan akhirnya lebih dari 6.000 salib seukuran jarum kecil mulai meluncur dengan cepat dan menghantam gelombang Beast itu, satu Beast setidaknya mendapatkan satu salib dengan beberapa Beast terbesar mendapatkan belasan salib sekaligus.


Rumble... Boom!


Yang terjadi berikutnya adalah semua Beast itu langsung jatuh ke tanah, tidak bergerak. Semua Beast di udara juga mulai berjatuhan di atas tumpukan Beast yang sudah berhenti meluncur di lapangan rumput itu.


Gelombang Beast itu, berhenti begitu saja.


“Hah...”


Sedangkan pelaku dari kejadian itu baru saja mendarat dan duduk bersila di tengah padang rumput tidak terlalu jauh dari dinding kota, memunggungi semua orang yang sedang melihatnya dengan ekspresi tidak percaya.


Rambut pemuda itu mulai terpotong dengan kecepatan tinggi bersamaan dengan sayap kecilnya yang berubah menjadi kabut ungu yang melayang sesaat sebelum menghilang tanpa bekas.


“Fiuh...”


Helaan nafas lega keluar dari mulutnya setelah melihat hasil serangannya dan jarak antara semua Beast itu dengan dinding kota di belakangnya. Dia hampir saja terlambat.


Leinn kemudian jatuh berbaring di rumput dengan kedua lengannya terbuka lebar, membiarkannya melihat deretan wajah orang-orang yang sedang melihat ke arahnya.


Secara kebetulan, tatapannya bertemu dengan seorang pria paruh baya yang tidak terlihat seperti seorang petarung dengan ekspresi yang berbeda dengan yang lain....


Sebuah ekspresi nostalgia?


“Haha”


 


 

__ADS_1


__ADS_2