Returning Humanity

Returning Humanity
Ch. 44 – Ketakutan Primal


__ADS_3

Sembilan senjata jatuh di rumput secara bersamaan, di samping sembilan orang terpaku berdiri tanpa bisa bergerak.


Insting bertahan hidup mereka menghentikan tubuh mereka untuk membuat perhatian makhluk di depan mereka itu tertuju pada diri mereka.


Satu-satunya yang masih memegang senjatanya hanyalah Mint yang sedang ditatap oleh Leinn.


“Hah...hah... a-apa yang kau... baru saja...”


Mana ungu padam dari kedua mata Leinn. Sebagian penonton disekitarnya juga terpengaruh dan jatuh terduduk di rumput.


Mint yang menerima serangan penuh itu hanya bergetar kuat, menunjukkan kemampuan yang dimilikinya tidak terlalu kecil.


Dia mulai menoleh ke bawahannya yang sudah melepas senjata mereka dan terlihat sangat ketakutan, dia menyadari hanya dirinya sendiri yang bisa berguna saat ini.


“Menyerahlah, kriminal!”


Mendapatkan kembali keberaniannya dengan teriakan itu, dia meloncat dan menyerang Leinn. Pedang panjang di genggaman kedua tangannya mulai mendekati tubuh Leinn, berniat menebas dadanya.


Bham


Serangan itu digagalkan oleh tendangan keras yang mendarat di perutnya.


Tubuh Mint melayang sejauh 30 meter dan mendarat tepat di tengah lapangan itu, dia juga langsung melompat dan mendarat di kakinya.


Perutnya masih terasa sakit setelah dia melompat mundur sekuat tenaga untuk mengurangi kerusakan yang dia terima dari tendangan itu, membuktikan betapa kuatnya serangan itu.


Leinn berjalan mendekatinya dengan ekspresi tenang.


Bam!


Mint melompat maju dengan keras, sampai hentakan kakinya menerbangkan tanah yang dipijaknya.


Tendangan yang diterimanya telah menenangkan emosinya, membuat serangannya kali ini menjadi lebih cepat dan tepat, bergerak dengan cepat dan tepat ke pinggang pemuda di depannya.


Slash


Tebasannya tidak berhasil mencapai sasarannya lagi, yang tiba-tiba hilang dari pandangannya.


Di tepi pandangannya Mint menyadari sebuah bayangan yang semakin besar sedang mendekati wajahnya.


Whamp!


Sebuah tas besar menghantam wajahnya secara telak, mementalkan tubuhnya sejauh lima meter.


Dia berhasil mendarat dengan kedua kakinya lalu memegang pipinya yang terasa sangat sakit dan menguatkan genggaman pedang di tangan kanannya sambil menatap pemuda didepannya itu.


Mint mulai mencari jalan keluar dari situasi ini dan melihat sekitarnya.


Sepuluh Beast yang bersiap di sekitarnya terlihat terpengaruhi oleh tatapan Leinn sebelumnya.


Kondisi mereka ini tidak akan membantu dirinya jika Aura dan dua Rank B+ Beast itu ikut bertarung juga.


“Leinn...!”


Tatapan penuh kebenciannya kembali menatap Leinn, menyalahkan situasi ini padanya.


Kali ini dia menyadari hal lain dari tubuh pemuda ini, Mana biru tipis terlihat mengalir keluar dari dalam tubuhnya secara terus menerus saat dia hanya berdiri disana.


Melihat dia tidak sedang mengeluarkan sihir apapun, kondisi ini hanya menjelaskan satu hal lain.


“Overflow!?”

__ADS_1


Bukan hanya Mint yang terkejut, pengawas yang ada di sekitar mereka juga menjadi sangat terkejut.


Puluhan pengawas di sana akhirnya menyadari Mana biru muda yang merembes keluar dari seluruh tubuh pemuda berambut hitam itu.


Kondisi Overflow dimana Mana dalam tubuh melebihi kapasitas maksimalnya dan mulai mengalir keluar dari seluruh tubuh.


Efek utama dari kondisi ini adalah meningkatnya kekuatan fisik dan kemampuan sihir orang yang mengalaminya.


Melihat Leinn bisa masuk kedalam kondisi itu begitu saja tanpa bantuan alat apapun, yang hanya bisa dilakukan sebagian Rank A Hunter lain itu berhasil menunjukkan betapa mengerikan kemampuannya itu.


“SIAPA KAU!?”


Leinn tidak menjawab pertanyaan itu dan hanya menyarungkan kembali pedangnya.


Mint menyadari apa yang baru saja terjadi, dia tidak melihat Leinn menarik keluar pedangnya sama sekali.


Dia baru saja menerima serangan dari jarak lima meter dari pemuda itu.


Tap


Bersamaan dengan itu, mata pedang di tangannya terbelah dua dan jatuh ke tanah.


“Aaah...!”


Kehilangan senjatanya, Mint mulai merasa sangat panik, dan menjadi semakin parah ketika melihat Leinn sudah mulai berjalan mendekatinya lagi.


Dia tidak bisa menggerakkan tubuhnya, kakinya seperti tertanam di tanah. Dengan seluruh sisa kekuatannya dia mulai berbicara.


“I-Ini tidak m-merubah apa-apa! K-kau masih seorang k-kriminal!”


Leinn masih melangkah perlahan dengan ekspresi yang sama sejak dia dikepung oleh mereka, sebuah senyuman tipis.


Melihat perkataannya tidak mempengaruhi Leinn, dia mulai merasakan ketakutan besar menyelimuti tubuhnya.


Leinn sampai di depannya, menatap dirinya tanpa berkata apa-apa.


Tinggi mereka berdua seharusnya tidak berbeda jauh tetapi Mint merasakan sedang berdiri di depan seekor monster raksasa.


Keringat dingin mulai membahasi seluruh tubuhnya, hanya insting bertahan hidupnya yang tidak membiarkannya kehilangan kesadaran diri.


“U-uang! Aku bisa m-memberimu uang! A-atau Beast! A-aku bisa m-memberikanmu Beast y-yang lebih cocok untuk-AKH”


Kalimatnya terhenti oleh tangan yang mencekik lehernya, menghentikan nafasnya.


Mint mulai meronta berusaha melepaskan dirinya dari tangan itu dan pengawas yang menonton di sekitarnya mulai berniat untuk menghentikan itu.


Tetapi langkah mereka langsung terhenti.


“...”


Leinn melepaskan pandangannya dari Mint dan mulai menyapu seluruh penonton disekitarnya. Senyuman tipisnya sudah hilang tanpa bekas, digantikan ekspresi dingin yang terlihat siap menghabisi siapapun yang berani mendekatinya.


Pengawas yang melihat tatapan itu langsung kehilangan keberanian mereka. Beberapa orang juga bisa melihat sebuah siluet ungu yang mulai terbentuk di belakang Leinn yang mengeluarkan niat membunuh yang sangat pekat, membuat mereka semua menahan nafas.


Pandangan Leinn terus bergerak sampai berhenti di Aura, yang terlihat sedang menahan diri dengan sekuat tenaganya.


“...”


Aura juga sudah menyadari bahwa Mint adalah orang yang memerintahkan serangan di malam sebelumnya, jadi dia tidak bisa mengumpulkan tenaga untuk menghentikan Leinn.


Dia hanya bisa menggenggam gaunnya dengan keras sambil menatap Leinn tanpa berkata apa-apa.

__ADS_1


“..HAH! Ohk..ohk...”


Tetapi pandangan sedih dari Aura itu cukup untuk mempengaruhi Leinn dan membuatnya melonggarkan genggaman tangannya, membiarkan Mint mengambil nafas.


Perasaan lega mulai datang bersamaan dengan udara segar yang dihirupnya.


Tetapi perasaan lega itu terpotong pendek ketika dia melihat pemuda di depannya dan siluet ungu di punggungnya.


Mint membuka matanya dengan lebar ketika melihat siluet itu mulai mendekati wajahnya.


Leinn kembali menatap pria di tangannya, dan dengan satu bisikan kecil...


[Permanent Invalidation]


“...!”


Siluet ungu itu melayang menembus tubuh Mint lalu kembali ke dalam tubuh Leinn setelah berputar beberapa kali di udara.


Leinn melepaskan genggamannya dan tubuh Mint langsung terjatuh tanpa perlawanan.


Tekanan yang keluar darinya lenyap seketika itu juga.


Menyadari kendali tubuh mereka kembali, sebagian pengawas di sana mulai berlari untuk memeriksa kondisi Mint, menghindari Leinn yang sedang berjalan kembali ke tempat berdirinya sebelumnya.


“Leinn...”


Aura terlihat sangat murung, tapi ekspresi itu berubah ketika melihat senyuman di wajah Leinn.


Clear juga melompat dari pelukannya ke atas kepala Leinn.


“Dia tidak dalam bahaya”


Aura mengikuti arah pandangan Leinn dan melihat tubuh Mint dibawa dengan buru-buru ke arah kota.


Beberapa pengawas lain terlihat mengikuti sembilan orang dari kelompok Mint untuk membawa tubuh tidak sadarkan dirinya.


Satu pengawas lain berjalan dan berhenti di depan Leinn, dengan ekspresi canggung di wajahnya.


“Sepuluh orang, semalam?”


“Aku pelakunya”


“Baiklah”


Pengawas itu, Bart Lannister menerima jawabannya.


Dia sudah mendeduksi apa yang terjadi sebenarnya dari kejadian itu, lalu berjalan kembali ke arah kelompok pengawas yang sedang menunggunya.


Mereka kemudian menyusul kelompok yang membawa pergi Mint.


Kesunyian kembali ke lapangan itu, bersama suasana yang dihasilkan dari pertunjukan kemampuan Leinn itu.


“Sebentar lagi, bukan?”


Aura melihat wajah Leinn yang masih tersenyum, merasakan perubahan kecil dari suasana yang dikeluarkannya.


Tidak mengetahui identitas pemuda asing didepannya, kemampuannya yang tidak masuk akal, kelakuannya yang aneh. Dia juga mengingat siluet ungu yang sama dengan yang dilihatnya semalam muncul sekali lagi, kali ini dengan lebih jelas.


Masih banyak pertanyaan yang ada didalam pikirannya, tetapi Aura menjawab pertanyaan Leinn dengan anggukan kepala.


“Iya”

__ADS_1


 


 


__ADS_2