Returning Humanity

Returning Humanity
Ch. 161 – Rentetan Serangan


__ADS_3

“Groar...”


Seekor singa sepanjang tiga meter mulai bangun sambil menggeser beberapa Beast lain yang berbaring di sekitarnya. Dia sadar bahwa dirinya sudah bisa mengumpulkan tenaga di keempat kakinya., untuk pertama kali setelah begitu lama.


Penglihatannya mulai kembali bersama dengan belasan jarum ungu di seluruh tubuhnya yang mulai pecah dan lenyap tanpa sisa. Yang pertama memenuhi pandangannya adalah tubuh-tubuh Beast lain yang sedang berusaha bangun, bersama dengan jarum-jarum di tubuh mereka yang mulai retak juga.


Kemudian pendengarannya kembali, membuatnya bisa mendengar geraman berbagai jenis Beast di sekitarnya.


Lalu indra penciumannya kembali-


“Groar?!”


Dan dia bisa mencium bau darah yang sangat segar dan bau gosong yang sangat pekat. Hal itu membuatnya menjadi sangat terkejut dan waspada, tetapi itu semua terpotong pendek sekejap berikutnya.


“Gro-“


Karena indra sentuhannya yang kembali, langsung memberitahukan padanya asal dari bau darah dan gosong itu, yang tidak lain adalah lubang yang menembus satu sisi dan keluar dari sisi lain di tubuhnya sendiri.


Pelaku dari serangan ini berada di sisi lain lapangan luas dari tempat mereka berkumpul, dari atas tembok yang melindungi kota yang menjadi sasaran mereka.


“Kena, 32 meter kanan dan 16 meter atas, 3 detik”


“Ok”


Whoosh...!


Satu garis ungu melesat dengan cepat di langit dan mendarat tepat di kepala Bird Beast yang baru ingin mengepakkan sayapnya untuk kembali terbang.


Whoosh whoosh Crackle...!


Dua garis ungu melesat di udara dan langsung disusul oleh satu garis emas yang melewati mereka dan menghantam kepala banteng coklat di tengah lautan Beast itu. Dua garis ungu itu kemudian mendarat di dua Bird Beast lainnya.


“Kena, 60 meter kiri dan 20 meter atas, 10 detik”


“Ok”


Api ungu menyala di kedua mata Leinn yang baru saja meletakkan tiga anak panah di busur panjangnya, yang langsung diselimuti kabut ungu tebal sampai tubuh ketiganya tidak bisa terlihat lagi.


Crackle...!

__ADS_1


Petir emas meloncat-loncat dari tombak panjang di tangan kanan Roland yang sedang dalam posisi melempar yang sempurna, dengan tangan kirinya sudah mengunci sasaran yang dia terima dari pemuda di sampingnya.


Whoosh...


Tiga anak panah terlepas dan dua lainnya sudah menggantikan tempatnya, yang langsung selesai ditarik juga.


Whoosh... whoosh... whoosh...!


Tiga, llima, delapan, sebelas... jumlah anak panah ungu yang melayang di udara terus bertambah bahkan sebelum tiga yang pertama mendarat di sasarannya, membentuk hujan panah yang terlihat terus bertambah banyak seiring waktu berjalan.


Dan tepat di saat jumlah anak panah di udara mencapai 30, Leinn menghentikan gerakannya dan hanya mengistirahatkan busurnya yang sudah mengeluarkan uap putih.


Jab jab jab...!


20 Bird Beast menerima satu anak panah tepat diantara kedua mata mereka, mengakhiri hidup mereka.


Jab jab jab...!


Satu persatu anak panah yang tersisa mendarat di beberapa Beast yang terbaring di tempat yang cukup terpisah di depan lautan Beast itu, mengakhiri hidup mereka juga. Dan disaat anak panah terakhir mendarat...


Crackle- Boom!


“Hah...”


Crackle...


Uap putih penuh petir keluar dari mulut Roland yang menggoyang tangan kanannya yang juga sedang diselimuti petir emas. Dia kemudian meraih salah satu tombak panjang yang berderet di sampingnya dan langsung mengambil posisi melemparnya lagi.


“Kena, 107 meter kanan dan 52 meter bawah, 2 detik”


“Ok”


Dan itu berulang secara terus menerus dengan kecepatan yang sangat tinggi.


Damian dan semua Hunter lain tidak bisa percaya dengan apa yang sedang mereka lihat saat ini, melihat kemampuan yang ditunjukkan oleh dua pemuda yang lebih muda dari mereka semua, yang sedang menghabisi Rank C dan Rank B Beast seperti memetik daun.


Jika sebelumnya mereka mengira Leinn dan Roland hanya memiliki Mana dalam jumlah besar dan Gift khusus, pertunjukkan di depan mereka membuktikan hal yang lain.


Swoosh... Crackle!

__ADS_1


Rumor dan informasi yang menyebar hanya mengatakan bahwa dua pemuda jenius di depan mereka adalah pengguna senjata pedang, tetapi kemampuan serangan jarak jauh mereka itu sudah melewati batas masuk akal.


Karena memasukkan Mana yang mampu membunuh Rank C Beast dengan satu anak panah adalah satu hal, mengenai sasaran yang ada hampir di luar batas penglihatan adalah hal yang lain.


Beberapa Hunter pemanah di atas dinding kota bisa melihat dengan jelas bahwa setiap anak panah yang dilepaskan Leinn akan mendarat tepat di dahi sasarannya, tanpa meleset satu kalipun. Ini adalah sesuatu yang hanya bisa dilakukan oleh Rank A Hunter pemanah paling elit saja.


Crackle...!


Lemparan Roland berhasil mengenai Beast besar lain dan membinasakannya dalam sekejap, membuat semua Hunter di sekitarnya berkeringat dingin. Mereka menyadari dinding kota mereka tidak akan bisa menahan lebih dari empat lemparan tombak seperti itu sebelum berubah menjadi puing-puing.


Crack...


Beberapa Hunter pemanah langsung menunjukkan ekspresi kesakitan ketika melihat apa yang baru saja terjadi. Tombak yang hilang karena dilempar oleh Roland adalah satu hal, tetapi busur yang hancur setelah digunakan adalah sesuatu yang tidak biasa.


Itu sudah terjadi beberapa kali dalam kurang dari 10 menit yang berlalu.


“Hm” Leinn meraih busur lain dari sampingnya dan melanjutkan serangannya lagi.


Setiap 50 sampai 100 anak panah, busur yang Leinn gunakan akan berubah menjadi debu begitu saja. Bahkan yang memiliki kualitas terbaik sekalipun hanya bisa menahan 200 anak panah sebelum kembali ke tanah juga.


Dan disaat lemparan Roland mengenai sasarannya lagi...


“Kena, 50 meter- welp...”


Groar...!


Semua Rank B Beast yang masih hidup langsung mengeluarkan satu auman keras secara bersamaan, menghasilkan sebuah gelombang kuat yang menyapu seluruh lautan Beast di sekitar mereka. Mana yang terdapat di dalam gelombang suara itu menghantam jarum-jarum ungu yang sudah sedikit melemah karena Mana petir di udara, memecahkan semuanya secara bersamaan


Grrr...


Geraman keras mulai terdengar bersama dengan ribuan tubuh yang bangun secara bersamaan, dengan pandangan mereka yang tidak lepas dari orang-orang di atas dinding kota di kejauhan.


Leinn yang sudah melihat itu langsung menoleh ke belakangnya, melihat semua Hunter lain yang sedang mematung.


“Bersiaplah, mungkin kalian akan perlu bergerak”


 


 

__ADS_1


__ADS_2